Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
124. Hampir Terjebak


__ADS_3

Malam ini Nathan pulang terlambat, bahkan sangat sangat terlambat karena jam sudah menunjukkan setengah dua malam. Setelah memasuki rumahnya, Ia segera berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dengan sedikit sempoyongan.


Ceklek....


Nathan membuka pintu kamarnya. Valen yang sudah menunggunya menoleh ke arah pintu.


" Dari mana saja kamu Mas? Kenapa jam segini baru pulang?" Tanya Valen yang sedang duduk di tepi ranjang.


" A... Aku...." Ucap Nathan gugup.


" Kenapa? Kamu mau bilang meeting bersama client wanitamu dan kamu di suguhi minuman di sana, terus kamu mabuk sampai nggak bisa pulang, terus kamu meminta bantuan Irvan buat jemput kamu, dan kalian pulang ke apart Irvan sambil menunggu efek minuman itu reda, terus...."


Brugh...


Nathan mendorong tubuh Valen lalu membungkam bibir Valen dengan bibirnya.


" Mpt... mpt..." Valen memukul mukul dada Nathan namun tidak berpengaruh apapun. Nathan terus mencium Valen sampai Valen benar benar tenang.


Nathan ******* bibir Valen dengan lembut. Valen hanya pasrah saja karena berusaha menolakpun akhirnya sia sia. Suara decapan memenuhi ruang kamar mereka. Sampai keduanya kehabisan nafas, Nathan melepas pagutannya, Ia mengusap lembut bibir Valen dengan jempolnya.


Valen turun dari ranjang lalu Ia berlari menuju kamar mandi. Ia segera mencuci mulutnya menggunakan air bersih dan obat kumur berkali kali untuk menghilangkan aroma alkohol yang menempel pada bibirnya.


" Sial." Umpat Valen.


" Kalau bukan suami gue, udah gue tendang tuh orang, rese' banget sih udah tahu habis minum e malah nyium gue segala, ahhhh pengin gue bogem tuh wajah Mas Nathan." Gerutu Valen kesal.


" Sayang maaf." Ucap Nathan menghampiri Valen.


Tanpa membalas ucapan Nathan, Valen berjalan keluar melewati Nathan begitu saja. Nathan segera mengejarnya. Valen naik ke atas ranjang menutup tubuhnya dengan selimut.


" Sayang maaf, maafkan aku ya Yank." Ucap Nathan naik ke atas ranjang.


Valen tidak bergeming. Ia berbaring memunggungi Nathan.


" Sayang maafkan aku donk Yank." Ucap Nathan memeluk Valen dari belakang.


" Maaf karena aku pulang malam, client ku tadi ternyata mempunyai niat buruk sama aku Yank, dia sengaja memberiku syarat untuk minum bersama sampai pada akhirnya aku mabuk, awalnya aku sudah menolaknya, tapi dia bilang akan membatalkan kerja sama kalau aku tidak mau menemaninya minum, ya akhirnya aku terpaksa mencoba meminum minuman itu, kamu kan tahu jika kerja sama ini sangat penting untuk kita Yank, aku pikir aku kuat hanya meminum segelas saja tapi malah aku mabuk Yank, tapi aku beruntung sebelum aku mabuk berat aku sudah mengirim pesan kepada Irvan untuk menjemputku di cafe, jadi semua rencana clientku gagal total karena kehadiran Irvan dan segera membawaku pulang." Terang Nathan.


" Dari dulu kamu nggak ada kapok kapoknya Mas di manfaatin sama orang, kamu selalu berpikir jika semua orang sama baiknya dengan kamu, kalau tadi sampai terjadi sesuatu sama kamu dan wanita itu, aku tidak akan memaafkanmu Mas, aku udah capek dengan sikap konyolmu itu." Sahut Valen membuka suara.


" Iya sayang maaf ya, Mas khilaf juga karena udah minum minuman har** itu, Mas tidak akan mengulanginya lagi deh, janji." Ucap Nathan.


" Minta ampunan pada Allah Mas, bukan sama aku." Sahut Valen.

__ADS_1


" Itu pasti sayang, maafin Mas ya." Ujar Nathan mencium tengkuk Valen.


" Geli Mas." Ucap Valen.


" Maafin dulu donk." Ujar Nathan.


" Hmm." Gumam Valen.


" Siapa clientmu yang ingin menjebakmu itu Mas?" Tanya Valen merubah posisinya menjadi menghadap Nathan.


" Kalau nggak salah namanya Nona Widya sayang." Sahut Nathan menyelipkan rambut Valen ke telinga.


" Widya.... Widya Ratna maksudmu?" Selidik Valen.


" Iya, apa kamu mengenalnya?" Nathan balik bertanya.


" Dia dari perusahaan mana?" Tanya Valen.


" Perwakilan dari perusahaan SH Group Yank." Sahut Nathan.


" Owh hanya perwakilan to." Guma Valen.


" Dia musuhku saat sekolah dulu Mas, mau apa dia merencanakan hal buruk kepadamu? Apakah dia tahu kalau kamu suamiku? Atau dia memang suka sama kamu?" Tanya Valen.


" Baiklah aku akan mengikuti semua rencananya." Ujar Valen.


" Rencana apa Yank?" Tanya Nathan.


" Aku nggak tahu apa rencananya sebenarnya, tapi aku akan menjadikanmu sebagai umpan, sebenarnya aku bisa saja sih Mas langsung membidik dia dan membuat perusahaannya langsung koleps, tapi aku ingin sedikit bermain main dengannya supaya lebih menarik." Ucap Valen.


" Apa? Aku jadi umpan? Ya jangan donk Yank! Kan kamu tahu kalau aku ini sedikit bodoh, yang ada nanti aku malah masuk perangkapnya." Ujar Nathan.


Valen sedikit berpikir.


" Benar juga ya Mas, ah kamu sih Mas... Makanya jadi orang yang lebih pinter dikit lah Mas, jangan bodoh bodoh amat." Cebik Valen.


" Kamu tega Yank bilang aku bodoh." Ucap Nathan.


" Lhah kan tadi kamu yang bilang sendiri kalau kamu bodoh." Ucap Valen.


" Hmm." Gumam Nathan.


" Udah ah sekarang kamu mandi gih, bau minumanmu bikin aku mual tahu nggak, aku udah nggak kuat menahannya." Ujar Valen.

__ADS_1


" Baiklah." Sahut Nathan berjalan menuju ke kamar mandi.


Valen mengambil ponselnya di atas nakas. Ia mencari kontak Irvan lalu meneleponnya. Telepon berdering hingga tiga kali Irvan baru mengangkatnya.


" Valen..... Apa kamu tidak mengerti jam berapa sekarang ini? Mataku baru saja terpejam akibat ulah suamimu, sekarang gantian istrinya yang menggangguku." Gerutu Irvan.


" Lo nggak usah khawatir gue akan jungkirkan perusahaan Widya besok pagi, sekarang gue mau bobok manis dulu, bye." Sambung Irvan mematikan sambungan teleponnya tanpa mau mendengar ucapan Valen.


" Sialan lo Van? belum juga gue ngomong lo udah matiin aja." Gerutu Valen menatap layar ponselnya.


" Pengin gue bejek bejek tuh bocah, awas aja kalau sampai gagal, gue potong gaji lo lima bulan sekaligus." Omel Valen.


" Kenapa sayang?" Tanya Nathan menghampiri Valen.


Valen menatap Nathan yang sudah wangi sampai melongo membuat mulutnya sedikit menganga. Kaos putih polos di padukan celana boxer membuat penampilan Nathan nampak lebih keren menurut Valen.


" Lap encesnya Yank." Ucap Nathan naik ke atas ranjang.


" Eh." Refleks Valen mengusap bibirnya pelan membuat Nathan tertawa.


" Ha ha ha." Tawa Nathan.


" Ih kok ketawa sih Mas." Ucap Valen memukul pundak Nathan dengan pelan.


" Iya lah kamunya lucu gitu bikin aku gemes tahu nggak Yank." Ujar Nathan terkekeh.


" Udah Mas ah, diam aku mau tidur udah ngantuk." Ujar Valen.


" Ya udah tidur aja, sini Mas peluk biar tidurnya nyenyak." Ucap Nathan berbaring di samping Valen.


Valen masuk ke dalam pelukan Nathan. Tak lama kemudian Ia memasuki alam mimpinya.


Berbeda lagi dengan Nathan, saat matanya hendak terpejam tiba tiba Erald menangis. Nathan segera turun dari ranjang dengan pelan, lalu menghampiri box Erald.


" Sayangnya Papi kenapa bangun? Haus ya?" Tanya Nathan menggendong Erald.


Ua... Ua ( Anggap aja nangisnya Erald gitu ya)


" St... st... Sayang.... Bobok lagi ya, jangan menangis, kasihan Mami kalau terganggu tidurnya, Mami baru saja memejamkan mata sayang." Ujar Nathan menimang Erald.


Perlahan Erald pun diam. Ia kembali memejamkan matanya terlelap dalam gendongan Nathan. Nathan mencium pipi Erlad sambil tersenyum. Apapun permasalahan yang sedang Ia hadapi, Ia akan merasa tenang hanya dengan melihat anak dan istrinya.


Nathan akan mengatasi masalah yang di buat oleh Widya esok hari. Ia akan mencari tahu motiv di balik Widya ingin menjebaknya.

__ADS_1


TBC......


__ADS_2