Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
43. Nathan Bikin Ulah


__ADS_3

" Apa yang kamu lakukan Mas?" Teriak Valen menghampiri Nathan dan Meli.


" Sayang." Ujar Nathan.


" Meli? Kau masih berani ke sini?" Tanya Valen menatap Meli.


" Dia hanya...


" Diam." Potong Valen membuat Nathan bungkam.


" Maafkan aku Valen, aku hanya ingin meminta bantuan Nathan." Ucap Meli.


" Kenapa minta bantuan suamiku? Bukankah ada Papa Jordan? Kenapa kamu tidak meminta bantuannya saja seperti yang kau lakukan sebelumnya." Ujar Valen.


" Sayang....


" Diam! Aku bilang diam ya diam, kamu mau membelanya begitu?" Ketus Valen menatap Nathan.


" Tidak... Baiklah aku akan diam." Sahut Nathan.


" Bagus." Ujar Valen kembali menatap Meli.


" Sekarang kau pergilah." Titah Valen.


" Tapi Valen aku sangat membutuhkan bantuan Nathan." Ujar Meli.


" Nanti akan aku pikirkan, sekarang pergilah sebelum aku berbuat kasar padamu." Usir Valen di sertai ancamannya.


" Baiklah aku akan pergi, Nathan jangan lupa dengan ucapanmu." Ujar Meli meninggalkan ruangan Nathan yang terasa seperti pengadilan.


" Apa yang kamu janjikan padanya Mas?" Tanya Valen setelah kepergian Meli.


" E... e...." Gugup Nathan.


" Baiklah jika kau tidak mau mengatakannya, tidak apa." Sahut Valen duduk di sofa.


" Sayang." Ucap Nathan duduk di sebelah Valen.


" Papanya Meli saat ini sedang sakit, dia tidak punya uang sama sekali untuk pengobatan Papanya sayang, dia meminta bantuanku untuk meminjamkan uang kepadanya tapi aku bersedia memberinya karna aku tahu dia tidak akan bisa mengembalikannya Yank." Terang Nathan.


" Wow kau terlihat seperti pahlawan kesiangan." Cebik Valen.


" Sayang jangan begitu donk, Meli itu temenku Yank, dia sedang membutuhkan bantuan saat ini sebagai sesama bukankah kita wajib membantunya." Ujar Nathan.


" Ya ya ya.... Kau benar, jadi kamu mau membantu temanmu?" Tanya Valen.


" Iya mau Yank." Sahut Nathan.


" Eh... tapi kalau kamu boleh sih, kalau nggak boleh nggak usah nggak pa pa Yank." Sambung Nathan.


" Aku ijinkan kok." Sahut Valen.


" Beneran?" Tanya Nathan memastikan.

__ADS_1


" Hmm." Gumam Valen.


" Baiklah aku akan menelepon Meli untuk meminta rekeningnya, aku akan menstranfer uangnya sekarang." Ujar Nathan membuka kunci ponselnya.


" Eits tunggu dulu." Cegah Valen.


" Ada apa Yank?" Tanya Nathan.


" Kau boleh membantunya tapi dengan uangmu sendiri." Ujar Valen.


" Uangku sendiri? Apa maksudmu Yank?" Tanya Nathan tidak mengerti.


" Kau tahu betul maksudku Mas." Ujar Valen mengelys pipi Nathan. Nathan memejamkan matanya menikmati sentuhan istrinya.


" Seluruh penghasilanmu di perusahaan ini milikku, jadi kalau kamu punya uang di luar saldo yang ada di dalam rekeningmu kamu bisa memakainya untuk membantu temanmu itu." Ujar Valen.


Gubrak....


Hampir saja Nathan kejang kejang mendengar ucapan Valen. Ini seperti pepatah jawa " Di culke ndase di gondeli buntute " ( Kalau nggak tahu artinya translate aja ya... Author juga nggak bisa mengartikannya ha ha)


" Bagaimana bisa begitu sayang? Aku tidak punya uang selain yang ada dalam rekeningku." Ucap Nathan.


" Terserah kamu saja, aku tidak rela ya uangku kamu gunakan untuk membantu teman luckn*tmu walaupun hanya sedikit saja." Ucap Valen.


" Kau membuang waktuku sayang, seharusnya dari tadi kamu katakan saja kalau aku tidak boleh membantunya, tidak usah muter muter Yank." Ucap Nathan.


" Terserah aku, lagian kamu sudah untung kan di peluk sama dia." Ujar Valen.


" Nggak gitu juga kali Yank, tadi itu dia tiba tiba meluk aku, aku juga kaget Yank." Sahut Nathan.


" Enggak Yank, sumpah." Ucap Nathan.


" Bodo' ah, nanti aku juga mau pelukan sama Irvan." Ujar Valen.


" Nggak boleh, aku nggak rela ya kamu sama pria lain apalagi sampai peluk pelukan, awas aja kalau sampai kamu berani begitu aku akan hajar tuh si Irvan." Sahut Nathan.


" Emangnya kamu berani? Irvan jago taekwondo lho." Ujar Valen.


" Aku juga kalau kamu tidak tahu." Sahut Valen.


" Benarkah?" Tanya Valen memastikan.


Nathan memajukan wajahnya.


" Aku akan mencoba beberapa jurusnya bersamu di atas ranjang nanti." Bisik Nathan membuat bulu kuduk Valen berdiri.


" Jurus???? Jurus apa?" Tanya Valen belum koneck.


" Jurus cinta sayang...." Lirih Nathan mencium pipi Valen. Valen membulatkan matanya mendengar ucapan Nathan.


" Kamu mengerjaiku? Sialan kamu Mas." Cebik Valen memukuli dada Nathan.


" Sayang nggak baik lhoh mengumpat suami begitu." Ujar Nathan.

__ADS_1


" Bodo' amat kamunya juga gitu kok." Sahut Valen masih memukul dada Nathan dengan pelan.


" Aduh sakit Yank, udah Yank stop." Ujar Nathan. Valen menghentikan pukulannya.


" Hah...." Valen menghela nafasnya.


" Sayang kalau semua uangku itu milikmu, lalu bagaimana aku mentransfer jatah bulanan Cia sama Ria sayang?" Ujar Nathan merangkul pundak Valen.


" Kalau itu beda urusannya Mas, aku hanya tidak rela kalau uangmu mengalir ke rekening wanita lain tidak peduli itu temanmu atau musuhmu, tapi tidak dengan adik adikku tersayang, apalagi mertuaku." Sahut Valen.


" Uangmu lebih banyak dariku Yank, kenapa kamu mau semua uangku." Ujar Nathan keceplosan. Valen menatap tajam ke arah Nathan.


" Lalu maksudmu aku harus menggunakan uangku sendiri untuk memenuhi semua kebutuhanku begitu? Kamu tidak mau menafkahiku tapi kamu mau membantu wanita jahat yang kamu anggap sebagai temanmu begitu Mas?" Tanya Valen.


" Bukan begitu maksusku sayang, aku hanya asal bicara saja, maaf ya." Sahut Nathan.


" Lalu apa maksudmu? Baiklah kalau kamu tetap mau membantu temanmu itu, lakukanlah aku tidak peduli apa yang akan kamu lakukan Mas." Ucap Valen beranjak dari duduknya.


" Yank bukan gitu, aku hanya merasa kasihan saja padanya, tapi kalau kamu tidak mengijinkannya aku tidak akan memaksa kok." Ujar Nathan.


" Terserah kamu saja Mas, aku tidak akan menerima sepersen pun uang darimu apalagi memintanya." Ketus Valen kesal.


Valen mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Irvan. Sambungan pun terhubung.


" Halo Len." Sapa Irvan di sebrang sana.


" Jemput aku sekarang juga Van." Titah Valen mematikan sambungan teleponnya.


" Kenapa harus menelepon Irvan Yank, kan ada aku." Kesal Nathan.


" Aku membayarnya untuk itu Mas, jangan sampai dia makan gaji buta." Ketus Valen.


" Kamu marah padaku? Maafkan aku Yank, aku akan memberikan semua uangku padamu tapi kamu jangan marah ya." Bujuk Nathan.


" Tidak ada gunanya marah padamu, hanya akan membuang tenaga saja, lagian tanpa uangmu aku punya uang yang lebih banyak darimu bahkan untuk membeli perusahaanmu pun aku mampu, aku pulang." Ucap Valen berjalan menuju pintu untuk keluar.


" Sayang." Panggil Nathan mengejar Valen.


Valen terus berjalan menjauh dari ruangan Nathan.


" Yank jangan marah donk Yank." Ujar Nathan mengikuti Valen dari belakang.


Valen berlari saat lift hendak tertutup. Nathan turut mengejarnya, tapi sayang lift sudah tertutup. Nathan segera berlari menuruni anak tangga menuju lobby bawah. Keringat mengucur deras di dahinya.


Hayo noh.. Baru juga baikan udah bikin problem lagi Babang Nathan nih....


Jangan lupa like dan komentnya ya..


Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu.....


Miss U All...


...AUTHOR MENGUCAPKAN...

__ADS_1


...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H...


...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...


__ADS_2