Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
17. Tawaran


__ADS_3

Nathan dan Valen pulang lebih dulu karna acara makan malam juga sudah selesai. Saat ini keduanya masih dalam perjalanan menuju rumah Valen.


" Yank besok berangkat kerja aku jemput ya." Ucap Nathan.


" Nggak usah lah Mas aku bawa mobil sendiri aja, lagian malu kalau di lihat orang kantor." Sahut Valen.


" Kenapa? Kita akan menjadi pasangan suami istri jadi biarkan mereka tahu yank, Lagian aku penginnya kita berangkat sama pulang bisa bareng biar kita makin dekat." Ujar Nathan.


" Lakukan pendekatan setelah menikah saja Mas, karna kalau sekarang kita udah saling dekat nanti pas nikah kamu udah bosan duluan." Ucap Valen.


" Ya enggaklah Yank emang aku cowok apaan, kamu ini ada ada aja deh dapat pemikiran darimana tuh." Sahut Nathan.


" He he... Biarkan aku menikmati kesendirianku dulu Mas, karna setelah menikah aku yakin kamu pasti akan selalu mengikuti kemanapun aku pergi." Ujar Valen sambil tersenyum lebar membuat Nathan gemas.


" Baiklah aku tidak akan mengekang privasimu, nikmati kesendirianmu karna setelah menikah aku akan mengukungmu" Sahut Nathan.


" Apaan sih Mas." Cebik Valen.


" Ya bener kan, sekarang aku masih membebaskan kamu tapi nanti kalau udah nikah.....


" Makasih atas pengertiannya Mas." Ucap Valen memotong ucapan Nathan.


" Sama sama sayang." Sahut Nathan.


" Besok kita ada meeting?" Tanya Nathan membelokkan mobilnya ke pekarangan rumah Valen.


" Ada dengan wakil perusahaan dari AZ Group jam sembilan pagi." Sahut Valen.


Nathan menghentikan mobilnya. Ia menghadap Valen dan menatap wajah cantik Valen dengan seksama.


" Kenapa? Mau memastikan aku cantik asli atau kw?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Tidak aku yakin wajahmu cantik alami seperti hatimu." Ujar Nathan.


" Tahu darimana hatiku cantik? Kamu belum tahu aja gimana sifat aku sebenarnya." Ujar Valen.


" Emang gimana? Kasih tahu donk!" Ucap Nathan.


" Aku orangnya keras kepala, nggak bisa di atur, suka semaunya sendiri yang jelas sifatku tidak ada baik baiknya deh." Ucap Valen.


" Tapi aku lihatnya enggak gitu sih, tapi satu yang aku benarkan kamu memang tidak suka di atur." Ucap Nathan.


" Makanya jangan suka ngatur ngatur aku karna semakin aku di atur maka aku akan semakin memberontak." Ucap Valen.


" Asalkan sikap itu tidak merugikan orang lain aku tidak akan mengekangnya, tapi kalau sudah merugikan orang lain aku harus menegurnya." Ucap Nathan.


" Aku akan selalu merepotkanmu kedepannya." Ujar Valen.


" Benarkah? Bukankah kamu wanita mandiri." Ucap Nathan.


" Semandiri apapun wanita pasti dia butuh sandaran juga Mas, aku juga punya sisi rapuh yang tidak pernah orang lain tahu." Ujar Valen.

__ADS_1


" Hmmm.... Mas tahu, tenang saja bahu Mas selalu siap untuk menjadi sandaran dirimu, sekarang masuklah istirahat dan ingat..." Nathan menjeda ucapannya.


" Ingat apa?" Tanya Valen mengerutkan keningnya.


" Jangan lupa mimpiin Mas tampan satu ini." Ucap Nathan mengerlingkan sebelah matanya.


" Narsis." Cebik Valen.


" Ya biarin sama calon istri sendiri, selamat malam sampai jumpa di mimpimu, sampaikan salam untuk Papa dan maaf tidak bisa mampir karna sudah terlalu malam." Ucap Nathan.


" Ok.. Kamu hati hati Mas." Ujar Valen membuka pintu mobil.


" Nggak salim dulu nih atau kecup kecup pipi gitu sebagai salam perpisahan." Ucap Nathan.


" Belum muhrim Mas, besok kalau udah nikah aku kasih kecupan tuh di pipi, kening sama di bibir." Ujar Valen dengan gerakan menunjuk Nathan.


" Beneran ya Mas tagih janjimu lho." Ucap Nathan.


" Ok... Hati hati Mas, bye..." Ucap Valen turun dari mobil.


Valen berjalan masuk ke dalam rumah setelah itu baru Nathan melajukan mobilnya menuju rumahnya. Hatinya sangat berbunga bunga, cinta semakin hari semakin tumbuh di hatinya, walaupun Valen menerimanya dengan terpaksa karna alasan mantannya tapi Nathan bahagia karna Valen tidak bersikap buruk kepadanya. Bahkan keduanya menjalani hubungan seperti pasangan yang saling mencintai.


Di tempat lain tepatnya masih di dalam ruangan Vip di Cafe KA, Gama sedang berbincang dengan Kavia.


" Gama." Panggil Kavia.


" Ya, ada apa?" Tanya Gama.


Gama menatap kaget ke arah Kavia. Apakah sikapnya begitu kentara hingga Kavia bisa memahaminya.


" Laki laki mana yang tidak akan suka melihat kebaikan dan keanggunan Valen? Aku rasa jika kamu pria kamu juga akan tertarik kepadanya." Sahut Gama membuat Kavia mengepalkan tangannya.


" Lalu kenapa kau tidak mengejarnya?" Tanya Kavia.


" Kalau aku jadi kamu aku akan memperjuangkan cintaku." Sambung Kavia.


" Dia milik Abangku, aku tidak mungkin merebutnya, selama ini Abang sudah terlalu baik dan menyayangiku aku tidak mau hubungan kami rusak karna hal itu." Terang Gama.


" Bagaimana kalau kita kerja sama?" Tawar Kavia.


" Kerja sama?" Gama mengerutkan keningnya.


" Ya kerja sama, Kamu mendekati Valen dan aku akan mendekati Nathan, pisahkan mereka sebelum pernikahan itu terjadi." Ucap Kavia.


Gama menatap Kavia dengan tatapan yang sulit di artikan. Entah sebenarnya apa yang sedang Ia sembunyikan yang jelas Gama harus menjaga Nathan dari wanita licik di depannya ini.


" Gimana? Dengan begitu kita bisa memiliki orang yang kita cintai bukan?" Tanya Kavia.


" Memang rencana yang bagaimana yang akan kamu mainkan?" Selidik Gama.


" Kita gunakan waktu yang ada untuk memisahkan mereka secara perlahan, jika tidak berhasil kita pakai cara instant." Ujar Kavia.

__ADS_1


Gama tersenyum smirk menatap Kavia.


" Apa yang kau harap dari Abangku?" Tanya Gama.


" Ak... Aku mencintainya." Jawab Kavia


" Cinta atau hanya obsesi semata karna Abang memiliki banyak kekayaan?" Selidik Gama.


" Apa maksudmu? Aku tidak mengincar hartanya, Gama, tapi aku mengincar cintanya." Ujar Kavia.


" Bagaimana jika seandainya yang Abangku miliki bukan miliknya tapi milikku?" Tanya Gama.


" Apa maksudmu?" Kali ini Kavia yang bertanya.


" Bagaimana jika seandainya Abangku itu anak pungut, lalu dia tidak memiliki apapun karna kau tahu kan jika harta itu milik keluargaku." Ujar Gama.


" Nggak mungkin Nathan anak pungut, kamu jangan asal ngomong deh." Ujar Kavia.


" Kan aku bilang seandainya, apa kamu masih mencintai Abangku dan mau hidup susah bersamanya?" Tanya Nathan.


Kavia menatap Gama.


" Kenapa sepertinya Gama mengatakan yang sebenarnya? Apa memang Nathan anak pungut? Tidak tidak tidak.... Walaupun aku mencintainya tapi jika sampai itu terjadi aku tidak bisa menerimanya, hidupku sudah susah selama ini aku tidak hidup susah lebih lama lagi." Gumam Kavia dalam hati.


Gama menatap Kavia sambil tersenyum smirk.


" Aku tahu apa yang kau rencanakan rubah licik, jangan pikir kamu lebih pintar dariku, Abang maafkan adikmu yang sudah mengatakan hal buruk tentangmu, walaupun seandainya benar Abang bukan anak Papi tapi aku akan selalu menyayangimu Bang, berbahagialah dengan gadis yang tepat yang mampu membuatmu bahagia Bang, doaku selalu bersamamu, aku akan mencari wanita seperti Valen juga dan semoga aku bisa mendapatkannya." Batin Gama.


" Sudahlah kau tidak perlu menjawabnya karna aku sendiri sudah tahu jawabannya, jangan pernah merencanakan apapun karna kau akan menyesalinya nanti, bukankah aku juga tidak kalah tampan dari Abangku? Aku juga tidak kalah mapan dengan Abangku, lalu kurang apa dalam diriku?" Tanya Gama.


" Seharusnya kamu bersyukur salah satu putra dari keluarga Ardiansyah mau menjadikanmu calon istrinya, jika kau tidak bersyukur maka kau tidak akan mendapatkan apa apa." Ucap Gama penuh arti.


" Ah iya kau benar maafkan aku." Ujar Kavia.


" Sudah terlalu malam tidak baik jika kita terus berdua, sekarang ayo aku antar pulang." Ujar Gama.


" Ayo." Sahut Kavia.


Keduanya berjalan keluar menuju mobilnya. Gama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Kavia. Kavia sedang memikirkan kata kata Gama sedangkan Gama tersenyum penuh kemenangan karna berhasil membuat Kavia mati kutu.


Coba tebakkkkk sebenarnya ada apa sih dengan Gama???? Author juga penasaran..


Temukan jawabannya di bab bab berikutnya ya....


Tbc.....


*jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat author reehan ini....


Author ucapkan terima kasih kepada para readers yang tidak bisa Author sebutkan namanya satu persatu, terima kasih atas dukungan kalian semua, apalah artinya Author tanpa kalian...


Miss U Alll*

__ADS_1


__ADS_2