Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
46. Adrian kecelakaan


__ADS_3

Malam ini semua anggota keluarga Ardiansyah sedang berkumpul di ruang keluarga kecuali Cia tentunya. Mereka berbincang ke sana kemari membuat keluarga ini terlihat harmonis.


" Pi.. Mi tadi Ria sudah membahas soal pernikahan dengan Mas Adrian, kata Mas Adrian kalau kalian semua mau menerima keadaan Mas Adrian saat ini, maka dia akan secepatnya menikahiku Mi." Ucap Ria menatap kedua orang tuanya. Papi Farhan tersenyum ke arah Ria.


" Sayang Papi tidak pernah memandang dari segi ekonominya, yang jelas dia bisa menjadi imam yang baik untukmu, soal rezeki itu sudah ada yang mengaturnya, yang penting kamu bahagia." Sahut Papi Farhan.


" Mas Adrian berkecil hati Pi karna menantu pertama Papi orang yang paling terpandang di kota ini." Ujar Ria melirik Valen.


" Maksudmu aku?" Tanya Valen menunjuk dirinya sendiri. Ria menganggukkan kepalanya.


" Ria... Yang Kakak miliki itu punya Papa Alex, kalau Kakak sendiri nggak punya apa apa dan bukan siapa siapa, jadi jangan berkecil hati tetap semangat untuk berkarir! Jika tiba pada waktunya Insyaallah akan ada kesuksessan sebagai hasilnya." Sahut Valen.


" Makasih Kak, semoga suatu saat nanti Mas Adrian bisa sesukses Kakak." Ujar Ria.


" Dalam pernikahan kesuksesan bukan terletak pada materi sayang, tapi pada bagaimana kita bisa menjaga keutuhan pernikahan kita dan membuat anggota keluarga kita bahagia tanpa kekurangan kasih sayang sedikitpun, bukan begitu Mi?" Valen menatap Mami Nesha.


" Iya.. Kakakmu benar Ria, selalu menjadi istri solehah ya Nak jika kamu sudah menikah nanti." Ujar Mami Nesha.


" Insyaallah Mi." Sahut Ria.


" Ternyata istriku pinter juga." Ucap Nathan merangkul Valen dan mencium pipinya.


" Masss." Lirih Valen.


" Apa sayang?" Sahut Nathan.


" Abang bikin iri saja." Cebik Gama.


" Makanya buruan cari." Ujar Nathan.


" Aku trauma Bang." Sahut Gama.


" Trauma? Trauma kenapa?" Tanya Nathan menatap Gama.


" Ya gimana nggak trauma coba, sekali aku jatuh cinta sama wanita malah di embat sama kamu Bang." Ujar Gama.


" Enak aja kamu bilang di embat, emang dari awal Valen milik Abang kok." Sahut Nathan tidak terima.


" Ya harusnya Abang mengalah seperti yang Abang lakukan selama ini." Ujar Gama.


" Ya nggak bisa donk kalau soal Valen, Abang tidak akan pernah mengalah." Sahut Nathan.


" Gama... Kamu nggak boleh gitu ah, kamu itu selalu menggoda Abangmu saja." Ujar Mami Nesha.


" Aku nggak menggoda Mi, aku sedang curhat." Seloroh Gama.


" Kamu cari yang lain saja." Ujar Nathan.


" Nggak mau, aku mau nunggu Abang buat kesalahan lagi terus Valen meninggalkan Abang, dan saat itu aku akan menjadi pengganti Abang." Ucap Gama.


" Gama." Bentak Papi, Mami dan Nathan secara bersamaan.


" Jangan keterlaluan kamu Gama, Papi tidak suka itu." Ucap Papi Farhan.


" Maaf Pi." Ucap Gama menundukkan kepalanya.


" Ya sudah Pi nggak pa pa.. Gama juga cuma bercanda kok, aku dan Mas Nathan tidak mempermasalahkannya, benarkan Mas?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Iya Pi." Sahut Nathan.


Drt.... Drt....

__ADS_1


Ponsel Ria berdering tanda panggilan masuk. Ia menatap ID pemanggil.


" Mas Adrian." Gumam Ria. Ria segera mengangkatnya.


" Hallo Mas." Sapa Ria.


" Maaf Nona, saya petugas kepolisian ingin mengabarkan jika saudara Adrian mengalami kecelakaan tunggal dan Beliau meninggal di tempat." Ucap Polisi di sebrang sana.


" Apa?" Pekik Ria menjatuhkan ponselnya.


Tubuhnya terasa lemas tanpa tulang. Wajah Ria menjadi pucat pasi, nafasnya tersengal menahan rasa sesak di dalam dadanya.


" Ria kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Valen.


Lidah Ria terasa kelu untuk menjawab pertanyaan Valen. Valen mengambil ponsel Ria lalu menempelkannya di telinga.


" Halo." Ucap Valen.


" Halo Nona, saat ini jenazah saudara Adrian berada di rumah sakit xx." Ujar Polisi.


" Jenazah Adrian? Adrian kenapa Pak?" Tanya Valen memastikan.


" Saudara Adrian mengalami kecelakaan di jalan xx Nona, dan beliau meninggal di tempat, saat ini jenazahnya ada di rumah sakit xx, kami akan menunggu keluarganya datang kemari." Terang Polisi.


" Innalillahiwainnailaihiroji'un, kami akan segera ke sana Pak." Ucap Valen.


" Iya Nona." Sahut Polisi.


Valen mematikan sambungan teleponnya, Ia menatap Ria yang diam saja karna syok. Valen menghampiri Ria.


" Menangislah sayang supaya bisa menghilangkan sesaknya." Ucap Valen memeluk Ria.


" Kakak... Hiks... Hiks... Mas Adrian Kak... Huaaaa..." Tangis Ria pecah dalam pelukan Valen.


" Yank apa yang terjadi? Siapa yang meninggal?" Tanya Nathan.


" Adrian mengalam kecelakaan dan meninggal di tempat Mas." Sahut Valen.


" Innallilahiwainnailaihiroji'un." Ucap mereka serempak. Mereka juga syok mendengar berita ini. Baru saja mereka membicarakannya kini orangnya sudah tiada.


" Valen yang sabar ya, jodoh dan maut hanya Allah yang tahu sayang, menangislah supaya hatimu terasa lega! Setelah itu kita kerumah sakit untuk melihat jenazah Ardian." Ucap Valen.


" Atau kamu mau di rumah saja? Akan Kakak temani kamu di sini, biar mereka saja yang ke rumah sakit." Sambung Valen menatap Nathan dan yang lainnya.


" Iya Kak aku di rumah saja, aku tidak sanggup melihat Mas Ardian Kak." Ujar Ria mengusap air matanya.


" Ya sudah kita di rumah saja, biar Abang yang ke sana." Ujar Valen.


" Aku mau ke kamar Kak." Ucap Ria beranjak dari kursinya.


" Mau Kakak temani?" Tanya Valen.


" Kalau tidak keberatan, boleh Kak." Sahut Ria.


" Baiklah ayo." Sahut Valen.


" Mas aku ke kamar Ria dulu ya." Ucap Valen.


" Iya, Mas ke rumah sakit dulu, Mami mau ikut?" Ujar Nathan.


" Iya Mami ikut kalian, Valen Mami titip Ria ya." Ucap Mami Nesha.

__ADS_1


" Iya Mi." Sahut Valen.


Valen berjalan menuju kamar Ria, sedangkan yang lainnya pergi ke rumah sakit untuk mengurus jenazah Ardian karna Ardian tidak punya siapa siapa di sini.


...****************...


Acara pemakaman Ardian di lakukan hari ini. Saat ini keluarga Ardiansyah sedang mengikuti acara pemakaman di TPU terdekat. Tak henti hentinya Ria menangisi kepergian Ardian sambil menatap gundukan tanah merah di depannya. Ia bahkan tidak mau meninggalkan makam Ardian yang baru saja di tinggalkan oleh para pelayat.


" Sayang ayo kita pulang." Ucap Mami Nesha.


" Kalian pulanglah dulu, aku masih ingin di sini sendiri." Sahut Ria.


" Kakak akan menemanimu Ria." Ucap Valen.


" Tidak usah Kak, biarkan aku sendiri untuk saat ini." Sahut Ria.


" Kau yakin?" Tanya Valen.


" Iya." Sahut Ria.


" Baiklah kita pulang saja, berikan waktu untuk Ria sendiri." Ujar Papi Farhan.


Semuanya meninggalkan Ria sendiri di sana. Ria kembali menangis meratapi kepergian Ardian.


" Mas... Kenapa kamu meninggalkan aku secepat ini? Bagaimana dengan janji janji yang kita ucapkan? Kau bahkan pergi lebih dulu sebelum kita mewujudkannya... Hiks..." Isak Ria.


Pernikahan yang mereka impikan harus pupus di tengah jalan. Keduanya berencana untuk menikah di bulan ini dan melakukan perjalanan honeymoon di Pulau Dewata. Tapi semua layu sebelum berkembang karna kepergian Adrian.


" Sekarang istirahatlah dengan tenang, aku sudah mengikhlaskanmu, mungkin kita belum jodoh di dunia ini tapi aku berdoa semoga kita berjodoh di akhirat nanti." Ucap Ria menghapus air matanya.


" Pakai ini." Ucap seseorang menyodorkan tisu. Tanpa menoleh Ria mengambil tisu itu untuk mengusap air matanya.


" Terima kasih." Ucap Ria mendongak.


" Kamu." Gumam Ria.


Davian turut berjongkok di samping Ria.


" Aku turut berduka cita atas kepergian pacarmu, semoga amal ibadahnya di terima di sisiNya." Ucap Davian.


" Terima kasih." Sahut Ria.


" Mau pulang? Ayo aku antar." Tawar Davian.


" Tidak usah, aku pulang sendiri saja rumahku tidak jauh dari sini." Sahut Ria.


" Walau tidak jauh tapi jika jalan kaki pasti capek Vale, jangan keras kepala! Aku akan mengantarmu, ayo." Ucap Davian menarik tangan Ria.


Ria hanya pasrah, Ia tidak punya tenaga untuk berdebat saat ini. Davian menggandeng Ria menuju mobilnya. Ia membukakan pintu depan untuk Ria.


" Terima kasih." Lirih Ria.


" Sama sama." Sahut Davian.


Davian memutari mobilnya masuk ke dalam. Ia melajukan mobilnya menuju rumah Ria.


" Awal yang baik." Batin Davian melirik Ria.


TBC....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya..

__ADS_1


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All


__ADS_2