
Di dalam mobil Valen menelepon Irvan.
" Halo Len." Sapa Irvan setelah mengangkat panggilannya.
" Selidiki apa yang terjadi pada rumah tangga adikku, Ria dan Davian dan cari tahu apa motif Davian menyiksa Ria." Titah Valen.
" Maaf tanpa kau minta aku sudah menyelidikinya karna aku tahu hari ini pasti akan datang, tapi aku tidak menemukan apapun." Ujar Irvan.
" Bagaimana bisa kamu gagal mendapat infonya? Tidak biasanya kau gagal seperti ini Van." Gerutu Valen.
" Aku akan mencoba beberapa hari lagi Len, sepertinya ada orang penting di belakangnya." Ucap Irvan.
" Pokoknya aku nggak mau tahu segera dapatkan informasi itu." Ujar Valen.
" Baik sayangku..." Canda Irvan.
" Nggak usah sayang sayangan kalau nggak dapat informasi." Cebik Valen tanpa sadar jika ada suaminya di sampingnya.
" Ehm ehm." Dehem Nathan.
Valen menoleh ke arah Nathan lalu mematikan sambungan ponselnya.
" Masih berani sayang sayangan di depan suami." Ucap Nathan.
" Ah maaf Mas, lagian sayang sebagai sahabat kan nggak pa pa, udah ah jangan cemburu Mas aku lagi bingung mikirin Ria ini." Sahut Valen.
" Apa kamu sepemikiran denganku Yank?" Tanya Nathan.
" Iya Mas, aku akan mencari info sampai ke akar akarnya." Ujar Valen tahu apa maksud Nathan.
" Aku akan membantumu." Sahut Nathan.
" Apa itu yang membuatmu tidak jadi memberitahu Ria tentang kehamilanmu?" Tanya Nathan lagi.
" Aku nggak mau kita bahagia di atas penderitaan Ria Mas, entah apa yang sebenarnya terjadi tapi hatiku berkata jika Ria membutuhkan pertolongan kita." Ucap Valen.
" Mas juga berpikir seperti itu, makasih sayang sudah peduli sama keluargaku." Ujar Nathan.
" Hei dia juga keluargaku Mas." Cebik Valen.
" Iya iya aku tahu sayang." Sahut Nathan.
Nathan melajukan mobilnya menuju rumahnya. Lima belas menit kemudian mobil Nathan sampai di kediamannya. Keduanya memasuki rumah di sambut oleh Mami Nesha.
" Gimana hasil pemeriksaannya sayang?" Tanya Mami Nesha.
" Aku akan menjadi seorang Ayah Mi." Sahut Nathan.
Mami Nesha membulatkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Kamu hamil sayang? Mami akan menjadi Oma?" Tanya Mami Nesha memastikan.
" Iya Mi." Sahut Valen.
" Ah selamat sayang atas kehadiran pewaris pertama keluarga Ardiansyah, sehat sehat selalu sayang jangan sampai kecapekan." Ucap Mami Nesha memeluk Valen.
" Terima kasih Mi." Sahut Valen.
" Sekarang kamu istirahat saja ya." Ujar Mami Nesha.
__ADS_1
" Baiklah Mi, aku ke kamar dulu Mi." Ucap Valen.
" Silahkan sayang." Sahut Mami Nesha.Valen menggandeng tangan Nathan menuju kamarnya. Keduanya merasa bahagia dan sedih secara bersamaan. Bahagia karna hadirnya calon anak mereka dan sedih karna keadaan adiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari Ria sedang membersihkan wajahnya di depan meja rias. Davian menghampirinya lalu memeluk lehernya dari belakang.
" Bersiaplah aku akan mendatangimu." Bisik Davian. Ria tidak bergeming Ia hanya diam saja.
Davian menuntun Ria ke atas ranjang. Ia mulai memberikan sentuhan demi sentuhan kepada Ria. Ria memejamkan matanya menahan emosi di dadanya.
" Kamu harus kuat Ria.... Demi keselamatan Cia, lagian kamu tidak akan hamil karna kamu mengkonsumsi pil penunda kehamilan." Batin Ria menyemangati dirinya sendiri.
Dua jam berlalu akhirnya Davian melepaskannya. Ria segera berlari ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dari jejak lelaki brengs*k seperti Davian. Setelah selesai Ia kembali ke ranjang dan segera naik ke atas ranjang menutupi tubuhnya dengan selimut. Davian menatapnya dengan tatapan sendu. Apapun yang Ia lakukan Ria tidak melawannya. Itulah yang membuat Davian di liputi rasa bersalah. Terkadang Ia melupakan Misi balas dendamnya.
Tok tok tok...
Pintu kamar di ketuk dari luar.
" Tuan ada tamu yang ingin menemui Tuan." Ucap Bi Asih dari luar.
" Siapa Bi?" Teriak Davian.
" Tuan Reno, Tuan." Sahut Bi Asih.
" Suruh tunggu sebentar." Sahut Davian.
" Baiklah Tuan." Sahut Bi Asih menjauh dari kamar Davian.
Davian kembali memakai pakaiannya. Ia mencium kening Ria tanpa sadar sebelum meninggalkan kamarnya.
" Aku menemui temenku dulu, kau tidurlah pulihkan tenaga untuk malam nanti." Ucap Davian.
" Ngapain Lo datang malam malam gini? Ganggu aja." Cebik Davian duduk di samping Reno.
" Widih marah nih.... Katanya cuma balas dendam kok malah keenakan." Sindir Reno.
" Sialan Lo." Umpat Davian.
" Atau Lo udah mulai jatuh cinta sama istri Lo?" Tanya Reno tiba tiba.
" Entahlah Ren, tujuan gue menikahinya emang buat menyiksa dia tapi makin ke sini gue merasa tersiksa saat gue melihat dia kesakitan." Ujar Davian.
" Itu tandanya Lo udah jatuh cinta sama dia Broo, tapi gue yakin dia akan ninggalin Lo saat tahu semuanya." Ujar Reno.
Deg...
Jantung Davian berdetak kencang. Benarkah apa yang di ucapkan Reno kepadanya?
" Lalu bagaimana caranya supaya gue nggak kehilangan dia, jujur gue nggak mau kehilangan dia Broo." Ujar Davian.
" Harus ada anak di antara kalian." Saran Reno.
" Anak? Aku bahkan memintanya meminum pil kontrasepsi... Sepertinya aku harus melakukan sesuatu." Batin Davian.
" Ada apa Lo datang ke sini?" Tanya Davian.
" Pengiriman barang sudah selesai, jadi gue mau memberi laporannya aja." Ujar Reno.
__ADS_1
" Gue udah nggak mau ngurusin itu lagi Ren, jabatan gue kasih ke Lo aja, gue mau fokus mengurus perusahaan aja dan membiayai hidup keluarga gue dengan yang halal, apalagi Lo bilang gue harus memiliki anak kan, gue nggak mau anak gue yang dapat karmanya." Ujar Davian.
" Baiklah gue akan sampaikan ke ketua lama." Ujar Reno. Mereka lanjut mengobrol ke sana kemari.
Di dalam kamar, ponsel Ria tiba tiba berdering tanda panggilan masuk.
" Halo Kak." Sapa Ria mengangkat panggilan dari Valen.
" Ria katakan apa motif Davian menyiksamu agar Kakak bisa membantumu sayang." Ucap Valen to the point. Tubuh Ria menjadi kaku.
" Bagaimana Kakak tahu?" Tanya Ria.
" Dari sorot matamu, sekarang katakanlah sebelum suamimu kembali ke kamarmu." Ujar Valen.
" Kakak pasang cctv di rumahku?" Tanya Ria heran kenapa Kakaknya bisa tahu.
" Sudah katakan saja." Ujar Valen.
" Setelah aku mengatakannya, aku harap Kakak mau berjanji padaku untuk merahasiakan semua ini dari siapapun Kak." Ucap Ria.
" Baiklah Kakak berjanji." Sahut Valen.
Akhirnya Ria menceritakan tentang pernikahan balas dendamnya kepada Valen. Ia sangat yakin jika Kakaknya akan membantu mengakhiri semuanya.
" Sekarang Kakak tanya padamu, jika nanti Davian tahu yang sebenarnya jika dia bukan kamu, apa kamu akan meninggalkannya? Atau kamu akan bertahan di sisihnya?" Tanya Valen.
" Aku akan pergi Kak." Sahut Ria.
" Bagaimana jika seandainya Davian mencintaimu?" Tanya Valen.
" Aku tetap akan pergi Kak, yang dia cintai Cia bukan aku.. Aku sudah menebus kesalahan Cia selama ini jadi aku tidak akan bertahan di sisihnya lagi" Sahut Ria.
" Baiklah Kakak akan membantumu, bersabarlah sebentar lagi... Jaga dirimu baik baik adik tersayangku." Ucap Valen menutup panggilannya.
Ria merasa haus, Ia turun ke bawah menuju dapur. Saat mendekati ruang keluarga Ria mendengar Davian dan Reno sedang membicarakan Adrian.
" Sampai sekarang polisi sudah menutup kasusnya, Lo aman terkendali tanpa jejak Dav, Gue bener bener kagum sama kepintaran yang Lo miliki, Lo bisa menyabotase kecelakaan dengan baik dan terlihat begitu nyata." Ujar Reno.
" Ingat Ren! Jangan bahas soal ini lagi dan jangan sampai ada yang tahu jika aku yang menyebabkan Adrian kecelakaan." Ucap Davian.
Jeduarrr ...
Tubuh Ria terhuyung ke belakang. Ia membekap mulutnya dengan kedua tangannya agar tidak menimbulkan suara. Ia takut jika Davian mengetahui Ia menguping pembicaraannya. Jadi Davian yang menyabotase kecelakaan yang di alami oleh Adrian? Orang yang Ia sayangi? Pikir Ria.
" Kenapa kamu tega melenyapkan nyawa seseorang hanya demi membalas dendammu padaku Daviannnn.... Kau memang iblis berwajah manusia, keputusanku tidak salah jika aku harus meninggalkanmu." Batin Ria kembali menuju kamarnya.
TBC....
Nah yo siapa yang tebakannya benar???
Mau di apain nih si Davian????
Mau langsung terungkap siapa Ria atau nunggu penyiksaan Davian dulu nih???
Kira kira sebenarnya siapa ya orang yang di tuju Davian???
Emang bener Ria? Atau Cia ya???
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...
__ADS_1
Beri hadiah ya udah double up nih
Miss U All...