
Sebenarnya author sedih banget dimarahi sama emak emak, Tapi jiwa jail author sedang naik ke permukaan hingga author sengaja membuat alur cerita yang sedikit rumit biar para emak emak gemes dan pengin cubit author. Author minta maaf jika telah mengecewakan para readers dengan cerita author yang alurnya ngawur... Sekali lagi maaf ya... Yang masih berkenan mendukung author, Author ucapin terima kasih banyak atas suportnya....
MISS U All
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mas.... Mas Jordan..." Teriak Sifa di dekat telinga Jordan membuat Jordan tersadar dari lamunannya.
" Astaga... I.... Iya sayang." Gugup Jordan mengusap usap telinganya yang sedikit pengang karena teriakan Sifa.
" Kenapa dari tadi melamun? Akunya nyerocos sendiri dari tadi, Ngelamunin apa sih? Di ajak cek juga, Ayo ah keburu Dokternya nungguin." Ajak Sifa.
" Baiklah." Sahut Jordan.
Mau tidak mau akhirnya Jordan mengikuti Sifa menuju mobilnya karena hari hampir malam, Ternyata lama juga Jordan melamunnya. Jordan melajukan mobilnya dengan pikiran menerawang.
"Apa aku jujur saja ya sama Sifa? Tapi kalau yang tadi aku bayangin terjadi gimana? Aku tidak mau sampai Sifa meninggalkan aku... Ya Allah aku mohon turunkan keajaibanmu hari ini padaku Ya Allah... Aku tidak mau kehilangan istri yang sangat aku cintai karena kesalahanku di masa lalu" Batin Jordan.
Sesampainya di tempat Dokter yang di tuju, Sifa segera menggandeng Jordan masuk ke dalam. Jantung Jordan berdetak begitu kencang, Ia takut jika sesuatu yang Ia sembunyikan akan terbongkar. Saat ini Jordan benar benar dilema, Ia bagai makan buah simalakama. Jika jujur Ia akan kehilangan Sifa seperti yang Ia bayangkan tadi, Tapi kalau bohong Ia juga akan kehilangan Sifa juga.
"Argh... Pusing...." Gumam Jordan mengacak rambutnya.
" Kenapa Mas? Kok sepertinya gelisah gitu." Tanya Sifa.
" Enggak pa pa Yank." Sahut Jordan.
Sesampainya di ruangan periksa Sifa sudah di tunggu oleh asistent Dokter. Sebut saja namanya Ajeng.
" Malam Nona Sifa." Sapa Ajeng.
" Malam Mbak." Sahut Sifa.
" Dokter Sinta sudah nunggu sedari tadi." Ucap Ajeng.
" Maaf mbak tadi ada kendala sedikit." Sahut Sifa.
" Baiklah silahkan Nona." Ucap Ajeng mempersilahkan Sifa masuk.
Sifa menggandeng Jordan masuk ke dalam ruangan untuk menemui Dokter. Keringat dingin Jordan mulai keluar. Ia segera mengusapnya.
" Malam Mbak Sifa, Langsung saja silahkan berbaring di brankar saya usg dulu ya." Ucap Dokrer Sinta.
Sifa menjalani serangkaian test kesehatan tentang kandungannya begitupun dengan Jordan. Hati Jordan gelisah tak menentu, Ia harus mengantisipasi agar Sifa tidak pergi meninggalkannya. Ia tidak mau apa yang Ia lamunkan terjadi padanya. Jordan memasukkan kunci mobilnya ke dalam saku celananya. Sambil menunggu hasil pemeriksaan Jordan terus meremas jaketnya menghilangkan rasa gugupnya.
Tak lama Dokter Sinta keluar dengan membawa kertas di tangannya. Jordan semakin panik menatap ke arah Sifa.
" Mas tenanglah semua akan baik baik saja." Ucap Sifa menggenggam tangan Jordan.
" Sayang berjanjilah padaku, Apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku, Apalagi meminta pisah dariku." Ucap Jordan.
" Iya Mas aku janji." Sahut Sifa membuat hati Jordan sedikit lega.
__ADS_1
" Saya bacakan hasilnya ya... Hasil pemeriksaan dari Mbak Sifa semuanya sehat, Tidak ada masalah satupun dalam kandungan dan tingkat kesuburannya." Ucap Dokter Sinta.
" Alhamdulillah." Ucap Sifa.
" Sekarang hasil pemeriksaan dari Tuan Jordan." Ucap Dokter membuat jantung Jordan berdetak sangat kencang.
" Gimana hasilnya Dok?" Tanya Sifa penasaran. Jordan memejamkan matanya.
" Hasilnya sama, Sama sama sehat tidak ada yang perlu di khawatirkan mungkin hanya waktunya saja yang belum tepat, Jadi bersabarlah semoga bulan besok saya bisa mendengar kabar bahagia dari anda Mbak Sifa." Jelas Dokter.
" Alhamdulillah Mas sehat." Pekik Sifa memeluk Jordan.
" A... Apa?" Tanya Jordan memastikan kalau Ia tidak salah dengar.
" Kita sama sama sehat Mas, Jadi kita bisa segera memiliki momongan." Jelas Sifa membuat Jordan melongo.
" Sehat? Tidak mungkin." Ucap Jordan.
" Apa maksudmu tidak mungkin Mas?" Tanya Sifa.
" Apa Dokter tidak salah saat meriksa saya?" Selidik Jordan menatap ke arah Dokter Sinta.
" Tidak Tuan berdasarkan hasil pemeriksaan mengatakan jika anda sehat jasmani." Ucap Dokter Sinta.
" Apa Dokter tidak menemukan sesuatu yang janggal dalam tubuh saya?" Tanya Jordan memastikan.
" Tidak Tuan." Sahut Dokter Sinta.
Iqbal adalah asistent pribadinya yang dulu mengantar dan menunggunya saat oprasi itu.
" Kenapa sih Mas? Sepertinya kamu sedang mencemaskan sesuatu." Ujar Sifa.
" Tidak sayang...Mas hanya memastikan saja karena usia Mas kan sudah matang, Takutnya Dokter salah periksa saja, Kamu konsultasi dulu sama Dokter, Mas ada kepentingan sebentar." Ucap Jordan.
" Baiklah Mas jangan lama lama." Sahut Sifa
Jordan segera melangkah keluar menuju tempat sepi. Ia mengambil ponsel pada saku jaketnya, Ia mencari kontak Iqbal lalu meneleponnya.
" Hallo Tuan selamat malam." Sapa Iqbal di sebrang sana.
" Halo iqbal bisa kamu jelaskan tentang oprasi vasekt*m* yang aku lakukan?" Tanya Jordan tegas.
" Apa maksud Tuan?" Iqbal kembali bertanya.
" Jelaskan atau aku pecat sekarang juga." Ancam Jordan.
" Ba... Baik Tuan." Sahut Iqbal ketakutan. Iqbal menghela nafasnya mengumpulkan keberanian.
" Waktu itu anda tidak melakukan oprasi apapun Tuan." Ucap Iqbal.
" Apa? Bagaimana bisa? Orang waktu itu aku udah di ruang oprasi sampai aku di bius total." Tanya Jordan tidak percaya.
__ADS_1
" Itulah sebabnya Tuan saya meminta Dokter untuk membius total anda, Saya tidak menyuruh Dokter untuk melakukan apapun, Saya tahu jika suatu hari nanti Tuan pasti akan menikah dan ingin membangun keluarga bahagia, Saya tidak mau kalau Tuan sampai di tinggalkan istri Tuan karena tidak bisa memberikan keturunan, Maafkan saya Tuan saya telah lancang melakukan semua itu pada Tuan." Jelas Iqbal.
Jordan tersenyum bahagia, Akhirnya Tuhan mengirimkan keajaiban untuknya.
" Aku sangat berterima kasih padamu Iqbal, Aku akan kirim bonusmu yang setara dengan satu tahun gaji untukmu." Ujar Jordan.
" Apa Tuan? Bonus gaji satu tahun? Makasih Tuan terima kasih semoga Tuan selalu bahagia dan segera di beri momongan oleh yang Maha Kuasa." Pekik Iqbal sambil berjoget ria. Bayangkan gaji satu tahun broooo Iqbal bisa kawin tujuh kali ha ha ha...
" Baiklah sekali lagi terima kasih." Ucap Jordan memutuskan teleponnya.
" Hah Iqbal kau penyelamat hidupku, Akhirnya apa yang aku lamunkan tidak akan pernah terjadi, My Babby Papa coming... Mulai malam nanti Papa akan cetak kamu dengan semangat." Monolog Jordan.
(Author kasihan deh Lo udah di marah marahi sama emak emak karena lamunan gue, Maafin gue ya thor, Jangan balas dendam sama gue, Buat gue bahagia bersama Sifa)
( Siap Jor)
Jordan masuk kembali menghampiri Sifa yang sudah selesai konsultasi dengan Dokter.
" Udah Yank?" Tanya Jordan.
" Udah Mas, Ayo kita pulang." Sahut Sifa.
Jordan menggandeng tangan Sifa menuju mobilnya, Jordan segera melajukan mobilnya menuju rumahnya, Ia sudah tidak sabar untuk mencetak Babby yang manis dan imut tanpa beban pikiran di hatinya.
Sesampainya di rumah Jordan dan Sifa segera menuju kamar untuk membersihkan diri mereka. Sifa masuk ke kamar mandi lebih dulu, Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower dengan air hangat. Tiba tiba...
Grepppp
Jordan memeluknya dari belakang.
" Mas ngagetin aja." Ucap Sifa.
" Kita main di sini Yank." Ucap Jordan meremas squishy milik Sifa.
" Massss." Ucap Sifa membalikkan badannya.
Jordan mencium lembut bibir Sifa, Setelah puas ciumannya pindah pada leher Sifa. Ia membuat banyak stempel kepemilikan di sana. Tangannya sudah menjelajah kemana mana membuat Sifa men*****. Jordan menundukkan badannya, Ia memainkan *****nya pada squishy Sifa.
...DAN.........
...SKIP...
Silahkan berimajinasi sendiri biar merasakan bagaimana nikmatnya jadi penulis.
Malam ini Jordan menggunakan kekuatannya dengan semangat yang menggebu, Ia berharap akan segera hadir malaikat kecil di tengah tengah mereka. Semoga keberuntungan akan datang untuk kedua kalinya bagi mereka berdua.
TBC....
Author buat prank lagi.... Jangan di koment kaya' sinetron ya... Ternyata jadi penulis tidak sesimple yang kita bayangkan lhoh... Di sarankan untuk koment yang membangun ya... jangan membuat author down...
Peace ✌✌✌✌✌
__ADS_1
Makasih suportnya