Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
35. Kehancuran


__ADS_3

" Ka.... Kamu hamil?" Tanya Tuan Raman menatap Meli.


" Maafkan aku Pa... Hiks... Saat ini aku sedang hamil Pa." Isak Meli.


" Tuan Raman baiknya masalah ini kita selesaikan di dalam saja, dan untuk semuanya maaf acara pernikahan di batalkan dan saya mohon kalian semua bubar." Ucap Valen membubarkan semua tamu undangan beserta para awak media.


" Semuanya silahkan masuk ke dalam." Ucap Tuan Raman.


Keluarga Ardiansyah dan Jordan masuk ke dalam rumah. Mereka berkumpul di ruang tamu. Nathan duduk di samping Valen tapi Valen mengacuhkannya.


" Maafkan saya Nona Valen, Farhan dan Kau... Jordan, saya tidak tahu apa yang sudah putriku lakukan pada kalian semua." Ucap Tuan Raman meminta maaf.


" Saya bisa memaafkannya tapi saya tidak bisa membantu perusahaan anda kembali normal Tuan Raman." Sahut Valen.


Tuan Raman menghela nafasnya dalam dalam. Perusahaan yang Ia rintis bertahun tahun lamanya kini hilang sudah dari tangannya karna ulah bodoh putrinya.


" Tapi anda tenang saja, saya akan membayar semua hutang hutang mertua saya untuk pengobatan adik ipar saya, anda tinggal menyebutkan nominalnya saja Tuan, nanti asistent saya yang akan mentransfernya." Ucap Valen.


" Sebenarnya saya tidak mau mengungkit hal itu Nona Valen, tapi karna kondisi yang mendesak dan saya sangat mrmbutuhkannya maka saya menerimanya, semuanya ada lima ratus milyar Nona, dengan uang itu saya bisa membuka usaha lagi." Sahut Tuan Raman.


" Baiklah." Sahut Valen.


Valen segera menelepon Ivan untuk mentransfer uangnya.


" Uangnya sudah masuk Tuan, jadi masalah hutang piutang sudah beres sampai di sini." Ucap Valen.


" Terima kasih Nona, sekali lagi saya minta maaf saya tidak tahu jika Meli ke sini berencana merusak pernikahan anda Nona Valen." Ucap Tuan Raman.


" Kalau anda tidak tahu menahu soal ini, kenapa Papa mertua saya bisa mengatakan kalau anda menagih hutang anda di rumahnya dan menawarkan pernikahan ini sebagai gantinya?" Selidik Valen.


Deg..


Jantung Papa Jordan berdetak dengan kencang. Ia tidak tahu kalau menantunya orang yang membawa pengaruh besar dalam dunia bisnis. Ternyata selama ini Meli membohonginya.


" Saya tidak pernah menagih hutang Tuan Jordan Nona, saya ikhlas membantunya mau kapanpun Tuan Jordan membayarnya saya tidak keberatan." Terang Tuan Raman.


" Lalu? Apa anda membohongi kami juga Papa mertua?" Tanya Valen menatap Papa Jordan.


" Katakan Pa." Titah Nathan.


" Soal itu Papa membohongimu Nak, Papa terpaksa karna Meli mengancam Papa dan Meli juga sudah membohongi Papa, Meli bilang kamu menikahi gadis miskin yang hanya mengincar hartamu saja, Papa ingin menyelamatkanmu dari wanita itu, itulah sebabnya Papa membohongimu soal itu, tapi jika soal hutang itu Papa berkata jujur Nak, saat pernikahanmu kami semua sibuk mengurus pengobatan Arsya, jadi kami tidak melihat berita yang ada tentang dengan siapa kamu menikah." Sahut Papa Jordan.

__ADS_1


" Bukan hanya soal itu saja anda membohongi kami Papa mertua." Ujar Valen.


" Apa maksudmu Papa menyimpan kebohongan lainnya?" Tanya Nathan menatap Valen.


" Ya.... Perusahaan Papa mertua sebenarnya tidak bangkrut." Sahut Valen.


Jeduarrrr


Semua orang terkejut mendengar ucapan Valen.


" Ada apa semua ini? Kenapa kamu melakukan semua ini Kak?" Pekik Mami Nesha.


" Papa Jordan punya alasan sendiri untuk melakukan semua ini, Ia tidak suka melihat Nathan bahagia, Ia merasa iri dengan keberhasilan Nathan sedangkan Arsya hanya bisa berbaring di atas ranjang, itulah sebabnya Ia ingin merenggut kebahagiaan Nathan." Ucap Valen.


" Valentina." Bentak Nathan membuat Valen kaget.


" Ada apa Tuan Nathan? Apa kamu tidak terima aku bicara seperti itu? Kalau kau tidak percaya tanyakan saja kebenarannya kepada Papamu." Ujar Valen.


" Papa katakan jika semua itu tidak benar Pa, katakan apa yang Valen ucapkan adalah kebohongan." Titah Nathan.


Papa Jordan menangis sesegukan. Ia sangat malu dengan tindakannya.


" Katakan kebenarannya Papa mertua, apa kau mau menutupi kesalahanmu dengan kebohongan lagi." Ucap Valen tegas.


Deg....


Hati Nathan menceloa mendengar ucapan Papa kandungnya. Bagaimana seorang Papa bisa melakukan hal sekeji ini.


" Papa iri kepadamu, bagaimana kamu bisa bahagia dengan keberhasilanmu sedangkan adikmu di sana menderita, Arsya tidak bisa melakukan aktifitas apa apa, dia banyak menghabiskan waktunya hanya di dalam kamar saja, entah kutukan ataukah hukuman untukku hingga membuat Arsya sulit sembuh dari penyakitnya, sebenarnya Papa juga bingung Arsya terkena penyakit apa... Papa tidak suka melihat kau lebih bahagia daripada Arsya... Maafkan Papa." Terang Papa Jordan.


( soal penyakit jangan di perdebatkan ya... Jika yang kuasa sudah berkehendak maka hal kecil pun akan menjadi besar)


" Kenapa Papa tega melakukan ini semua padaku, kau datang lalu mengatakan kebenaran jika aku anak kandungmu, kau memintaku mengorbankan cintaku untuk membantumu dan dengan bodohnya aku melakukannya, tapi di balik semua itu tersimpan banyak kepalsuan untukku." Ujar Nathan menyesali keputusannya.


" Valen maafkan Papa Nak, Pap khilaf... Papa dibutakan oleh kedengkian hingga Papa membantu Meli merencanakan semua ini, Papa harap kamu mau memaafkanku, dan terima kasih atas bantuanmu." Ucap Papa Jordan.


" Aku bukan orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain, sekarang urusanku di sini sudah selesai, terserah kalian apa kalian akan melanjutkan pernikahan ini dengan alasan lainnya atau akan membatalkannya aku sudah tidak peduli lagi, bagiku hubunganku dengan keluarga ini sudah berakhir saat kalian mengambil keputusan untuk menikahkan Nathan dengan Meli, aku permisi." Ucap Valen beranjak dari kursinya.


" Sayang tunggu, jangan pergi." Ucap Nathan.


" Valen jangan pergi Nak." Ucap Mami Nesha.

__ADS_1


" Kak Valen jangan tinggalkan kami." Teriak Cia.


" Valen jangan mengambil keputusan saat kau marah sayang." Ucap Mama Sifa


Valen tidak mempedulikan ucapan mereka semua. Ia terus berjalan menuju mobilnya.


" Sayang." Panggil Nathan mengejarnya.


Valen masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. Nathan menarik kasar rambutnya.


" Sayang.... Maafkan aku... Ku mohon jangan tinggalkan aku hiks hiks." Isak Nathan.


" Ini semua gara gara kamu Meli." Bentak Tuan Raman.


" Kamu telah bermain main dengan orang yang salah, kau tidak ada apa apanya di bandingkan dengan Nona Valen penguasa di dunia bisnis Meli." Teriak Tuan Raman.


" Maafkan aku Pa... Aku bingung harus bagaimana... Aku bingung harus meminta tanggung jawab dengan siapa." Isak Meli.


" Siapa ayah dari bayi itu?" Tanya Tuan Raman.


" Aku tidak tahu Pa.." Sahut Meli.


" Apa." Pekik Mami Nesha menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


" Bagaimana kau tidak tahu Meli..." Geram Tuan Raman.


Mami Nesha beranjak dari sana.


" Selamat atas keberhasilanmu menghancurkan hidup Nathan Kak Jordan, walaupun mereka batal menikah tapi aku yakin kalau Valen akan pergi meninggalkan Nathan untuk selamanya." Ucap Mami Nesha.


" Dan kau Sifa." Ucap Mami Nesha menunjuk Mama Sifa.


" Aku tidak menyangka kau tega menusukku dari belakang, kalian semua berhasil menghancurkan kebahagiaan keluargaku, hubungan persahabatan kita berakhir sampai di sini, kau bukan siapa siapaku lagi." Teriak Mami Nesha berlari keluar meninggalkan rumah Tuan Raman. Begitupun dengan Gama, Si kembar dan Papi Farhan.


" Nesha maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apa apa karna aku juga tidak tahu apa apa, memang seharusnya kita tidak punya ikatan apa apa agar Mas Jordan tidak mengusik keluarga kalian lagi." Batin Mama Sifa menghapus air matanya.


**TBC.....


Babang Nathan sama Valen pisah dulu ya...


Kita akan melihat perjuangan Babang Nathan untuk mendapatkan cinta dan kepercayaan Valen kembali...

__ADS_1


Miss U All...


Selamat berbuka puasa bagi yang menjalankannya**....


__ADS_2