Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
21. Keputusan Nathan


__ADS_3

" Jangan mendekat Mas!" Ucap Valen menghentikan langkah Nathan.


" Kenapa?" Tanya Nathan.


" Ak... Aku... Aku kotor Mas... Aku sudah ternoda hiks...." Isak Valen.


Jeduarrrrr......


Bagai tersambar petir di pagi hari tubuh Nathan membeku, Ia bisa menebak apa yang terjadi dengan Valen dan Ardan tapi entah mengapa mendengar pengakuan dari mulut Valen membuat hatinya begitu sakit... Perih... dan begitu terluka....


Nathan semakin mendekati Valen. Ia menarik pelan selimut yang menutupi tubuh Valen.


" Jangan Mas... Aku tidak mau melukaimu Mas... Pergilah." Ucap Valen menggelengkan kepalanya.


" Jangan menangis sayang." Ucap Nathan menangkup wajah Valen. Valen mendongak menatap Nathan dengan penuh rasa takut.


" Ini bukan kemauanmu." Ujar Nathan menghapus air mata Valen.


" Sekarang ayo kita pulang, lupakan masalah ini! Anggap saja semua ini tidak pernah terjadi dan jangan katakan pada siapapun ok." Ucap Nathan memakaikan kemeja pada tubuh Valen.


Ardan menatap Nathan tidak percaya.


" Apa maksudmu tidak terjadi apa apa Tuan Nathan? Aku sudah menodai Valen maka aku akan bertanggung jawab dengan menikahinya karna aku khawatir dia akan hamil anakku." Ujar Ardan.


" Aku dan Valen tidak meminta pertanggung jawaban apapun darimu jadi kau tidak perlu repot repot melakukan semua itu, aku akan tetap menikahi Valen dan jangan khawatir setelah ini Valen akan meminum pil penunda kehamilan jadi dia tidak akan hamil anakmu." Terang Nathan membuat Ardan mengepalkan tangannya erat.


" Tapi Mas... Tanda ini." Ujar Valen lirih sambil menunjuk lehernya.


" Jika ada yang bertanya jawablah jika itu karna ulahku." Sahut Nathan mengerti kegundahan Valen.


" Tidak... Aku akan tetap mengatakan yang sebenarnya kepada keluargamu Valen, aku dan kedua orang tuaku akan datang melamarmu, dan jangan pernah meminum pil apapun itu." Ucap Ardan.


" Kenapa kau ngotot sekali ingin menikahinya ha? Jangan kau kira cintaku selemah itu Tuan Ardan, apapun yang terjadi pada Valen aku akan tetap menerimanya apa adanya, Cintaku bukan sebatas pada kesucian saja karna hati yang tulus itulah kesucian yang sebenarnya." Ujar Nathan.


" Ayo sayang." Ucap Nathan menggendong Valen keluar kamar lucknut itu menuju mobilnya. Valen mengalungkan tangannya dan menyembunyikan wajahnya di dada Nathan.


Nathan mendudukkan Valen di samping kursi kemudi. Ia juga memakaikan sealbeltnya juga. Nathan mulai menjalankan mobilnya menuju rumah calon mertuanya. Valen hanya diam sesekali Ia mengusap air matanya.


" Sayang jangan menangis lagi, semuanya akan baik baik saja, pernikahan kita tidak akan terpengaruh oleh hal ini." Ujar Nathan menggenggam tangan Valen dengan satu tangannya.


" Mas carilah wanita yang lain, aku tidak pantas untukmu." Ucap Valen.


" Tidak... Hanya kamu yang akan menjadi istri dan ibu dari anak anakku." Sahut Nathan.


" Mas ini tidak adil untukmu, Aku sudah kotor Mas aku tidak pantas mendapatkan pria sebaik dirimu." Ucap Valen menatap Nathan.


" Sayang jangan merendah! Aku sudah bilang jika cintaku padamu tidak selemah itu, apapun rintangannya akan aku hadapi, sekarang jangan bersedih lagi ya.. Dan jangan berpikiran aneh seperti itu.." Ujar Nathan.


" Kalau kamu mau menerimaku kamu harus tidur dengan wanita lain dulu, jadi kita impas Mas." Ujar Valen menyarankan ide gila kepada Nathan.

__ADS_1


" Bener nih?" Tanya Nathan.


" Iya Mas." Sahut Valen walau sebenarnya sangat berat.


" Emang kamu rela jika aku sengaja meniduri wanita lain? Kamu rela berbagi tubuhku dengan wanita lain begitu?" Tanya Nathan.


Deg....


Benar... Apa Valen rela melihat Nathan bersama wanita lain? Apalagi membagi bagian dari tubuhnya?


" Nggak bisa jawab kan? Dengarkan aku! Aku hanya akan menyentuhmu saja itupun setelah kita menikah nanti, jadi jangan memberi saran yang merugikan dirimu sendiri, OK." Ujar Nathan.


" Maaf Mas." Ucap Valen.


" Aku maafkan." Sahut Nathan.


Di tempat lain, setelah kepergian Nathan dan Valen. Ardan menggila di kamar hotel itu. Ia membuang semua barang barang yang ada di sana.


" Arghhhh sial sial sial..... Kenapa sampai sejauh ini tidak juga berhasil sih, Apa yang kurang dari diriku? Kenapa Valen sama sekali tidak melirik ke arahku?.. Argh....." Teriak Ardan menjambak rambutnya sendiri.


" Hei hei hei apa yang terjadi hingga membuatmu menggila begini ha?" Tanya seorang wanita yang baru masuk ke dalam kamar Ardan. Siapa lagi kalau bukan Kavia. Ia menatap kamar yang lebih mirip kapal pecah.


" Diam kau brengsek! Ini semua gara gara kau hingga membuat Valen membenciku." Bentak Ardan.


" Kenapa gara gara aku? Kamu menikmatinya kan? Bagaimana rasanya? Pasti nikmatkan?" Tanya Kavia.


" Aku tidak ingat dan aku juga tidak merasakan apa apa." Sahut Ardan duduk di tepi ranjang.


" Apa??? Nathan masih mau menikahi gadis bekasmu itu?" Tanya Kavia.


" Jangan lupa kau juga gadis bekasku Kavia." Ketus Ardan.


" Ah iya sorry... Lalu gimana? Rencana apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Tanya Kavia.


" Mau tidak mau kamu harus mengungkap kejadian ini sebelum pernikahan mereka di depan keluarganya, Jika Nathan tidak mau memutuskan hubungan ini maka biarkan keluarganya yang memutuskannya." Ucap Ardan tersenyum smirk.


" Pernikahan mereka tinggal satu minggu lagi berarti kita harus bergerak cepat." Ucap Kavia.


" Lakukan besok atau lusa! Kau sudah mengambil buktinya kan?" Tanya Ardan.


" Sudah semua." Sahut Kavia menggoyangkan ponselnya.


" Karna tadi malam aku tidak merasakan apa apa maka sekarang kau yang harus memberiku rasa yang luar biasa." Ucap Ardan menatap Kavia dengan tatapan lapar.


" Baiklah apapun untukmu sayang." Ucap Kavia duduk di pangkuan Ardan.


Dannnnn... Jangan di bayangkan apa yang terjadi ya... Ingat lagi puasa ha ha ha....


Sesampainya di rumah Nathan dan Valen masuk ke dalam menghampiri Papa Alex yang sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


" Pagi Pa." Sapa Nathan.


" Pagi Than... Darimana saja kalian? Kenapa semalam kamu tidak pulang Len?" Tanya Papa Alex menatap Valen.


" Pa ada yang ingin Nathan bicarakan." Ucap Nathan.


" Apa itu Than? Katakan saja." Ujar Papa Alex.


" aku ingin pernikahanku dengan Valen di percepat menjadi besok pagi Pa." Ucap Nathan.


Ya Nathan mempercepat pernikahannya karna Ia tidak mau Valen berubah pikiran. Ia juga yakin jika Ardan pasti sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkan Valen.


" Apa yang membuatmu mempercepat pernikahan ini? Padahal pernikahan kalian tinggal satu minggu lagi." Ucap Papa Alex.


" Maafkan aku Pa, Aku melakukan sesuatu yang merugikan Valen, Semalam aku menodainya." Ucap Nathan.


Papa Alex dan Valen menatap ke arah Nathan. Nathan menundukkan kepala.


" Jika Papa ingin menghajarku, aku siap Pa." Ucap Nathan.


" Papa sangat kecewa padamu Nak, Putri Papa satu satunya kamu rusak sebelum pernikahannya, Tapi Papa harus bagaimana? Papa juga menyadari jiwa muda yang ada pada diri kalian, Papa memaafkanmu.... Semua sudah terjadi tidak ada gunanya di sesali lagi, Papa akan mengurusnya secepatnya." Ucap Papa Alex penuh kekecewaan.


" Pa tapi aku mohon jangan mengundang para kolega Papa, kita lakukan akad nikahnya saja dulu kalau resepsi tetap satu minggu lagi." Pinta Nathan.


" Baiklah.... Papa akan mengabulkannya." Sahut Papa Alex.


" Terima kasih Pa, sekali lagi maafkan Nathan." Ucap Nathan.


" Tidak usah di pikirkan." Sahut Papa Alex.


Papa Alex beranjak meninggalkan keduanya menuju kamarnya membawa rasa sesak di dadanya.


" Mas kenapa kamu mengatakan hal ini pada Papa? Ini bukan salahmu Mas." Ucap Valen.


" Lalu ini salah siapa? Bajingan itu? Apa kamu mau menikah dengannya? Tidak kan?" Tanya Nathan.


Valen menggelengkan kepalanya.


"Untuk saat ini menurutlah sayang, semua ini demi kebaikan kita." Ucap Nathan.


" Tadi kamu sendiri yang bilang kalau aku tidak boleh memberitahu siapapun, sekarang kamu sendiri yang memberitahu Papa." Cebik Valen.


" Aku berubah pikiran karna aku yakin Ardan pasti sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkanmu Yank, aku tidak mau kehilanganmu, kamu nafasku lalu bagaimana aku bisa bernafas jika kau berada jauh dariku?Sekarang jawab pertanyaanku kamu maukan kalau kita menikah besok?" Tanya Nathan menggenggam tangan Valen.


Valen menatap wajah tampan Nathan. Ia bingung harus bagaimana. Di sisi lain Ia merasa tidak pantas untuk Nathan tapi di sisi lain Ia juga tidak bisa kehilangan Nathan. Lalu apa jawaban yang akan Ia berikan untuk Nathan? Apakah masalah ini tidak akan membawa pengaruh buruk dalam rumah tangganya di kemudian hari?


Kira kira Valen mau nggak ya???? Atau Valen berubah pikiran????


TBC.....

__ADS_1


Kasih hadiah yang banyak donk.... Udah double up lhoh...


__ADS_2