
Cia meneteskan air matanya. Ia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya agar tangisnya tidak meledak di sana. Hatinya sesak karena tidak bisa mengeluarkan suara tangisannya. Irvan segera menghampirinya.
" Cia sebenarnya aku ingin mengatakan.....
" Mas... Hiks...." Isak Cia memeluk Irvan.
" Maafkan aku sayang, karena aku membuatmu menangis seperti ini." Ucap Irvan mengelus pucuk kepala Cia yang tertutup oleh hijabnya.
" Kenapa kamu lakuin ini Mas? Kenapa kamu melakukan semua ini kepadaku? Kamu tega membuatku tidak bisa tidur nyenyak hanya karena memikirkan hal ini Mas, kamu membuatku berpikiran yang tidak tidak Mas, kamu jahat Mas." Ucap Cia.
" Maafkan aku sayang." Ucap Irvan.
" Aku ucapkan selamat datang di rumah baru kita, rumah idamanmu dan dengan struktur pembangunan sesuai keinginanmu." Sambung Irvan.
" Mas jahat, pokoknya kamu jahat udah buat jantungku terasa mau lopat dari tempatnya." Cebik Cia.
" Hei lihat aku." Ucap Irvan menangkup wajah Cia.
" Aku sengaja ingin membuat surprise untukmu sayang, aku mau di hari acara tujuh bulanmu menjadi hari bersejarah untuk kita." Ujar Irvan mengusap air mata di pipi Cia.
" Surprisemu benar benar membuat hatiku jungkir balik tak karuan Mas, kamu benar benar jahat sama aku, aku berpikir kamu selingkuh dari aku dan mau meninggalkan aku dan anak anakmu dan hidup bahagia dengan wanita itu." Ucap Cia cemberut.
" Jangan cemberut gitu donk, saat ini kamu harus bahagia supaya dua babby kita juga bahagia di dalam sini, aku mencintai kalian bertiga, aku tidak akan mengkhianati cinta dan pernikahan kita sayang, aku sudah berjanji akan membuatmu bahagia kan? Aku akan menepati janji itu, aku akan menjaga cinta ini hanya untukmu, jadi jangan pernah beepikir jika aku akan meninggalkan kalian bertiga, aku hanya menginginkanmu di sisihku, love you sayang." Ucap Irvan mencium pipi Cia.
" Hiks...." Cia kembali terisak.
" Hei jangan menangis lagi donk sayang, nanti di kira Mami aku nakalin putri kesayangannya." Ujar Irvan.
" Ya kamu emang nakal Mas." Sahut Cia.
" Iya maaf deh maaf." Ucap Irvan.
" Saya juga ingin minta maaf Nona Cia, karena saya sudah membuat anda mencurigai Tuan Irvan." Ucap Popi sambil menunduk.
" Sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu ada bersama suami saya? Apa kamu temannya? Karena kalau kamu bilang kamu pegawai baru di kantor Mas Irvan, aku nggak percaya karena tidak ada pegawai baru di sana." Ujar Cia menatap Popi. Irvan tersenyum mendengar ucapan Cia, Ia tidak menyangka jika Cia sudah menyelidiki tentang pegawai baru itu.
" Saya arsitektur yang di sewa oleh Tuan Irvan untuk membuat rumah ini, yang katanya rumah impian anda Nona, dan saya sudah melaksanakannya sesuai keinginan anda Nona, nanti anda bisa melihatnya sendiri." Sahut Popi.
" Kamu arsitektur? Wah hebat juga ya masih muda sudah menjadi arsitektur handal." Ucap Cia.
__ADS_1
" Terima kasih Nona, jadi apakah anda sudah memaafkan saya Nona?" Tanya Popi sopan.
" Aku memaafkanmu, dan terima kasih sudah bekerja dengan baik untuk suamiku." Ucap Cia.
" Sama sama Nona." Sahut Popi.
" Sayang." Panggil Irvan.
" Apa?" Ketus Cia membuat Irvan mengerutkan keningnya.
" Kamu marah sama aku?" Tanya Irvan.
" Ya aku marah sama kamu." Sahut Cia.
" Ya udah aku minta maaf ya sayang sama kamu, aku udah buat kamu berpikiran yang enggak enggak tentang aku, aku udah buat kamu badmood, aku udah buat kamu kesal, aku udah buat kamu marah, maaf ya." Ucap Irvan. Cia tidak bergeming, ia masih kesal karena merasa telah di kerjain oleh Irfan.
Irvan berjongkok di depan perut Cia. Ia tempelkan telinganya di sana.
" Halo sayang sayangnya Papa, maafin Papa ya Nak karena sudah membuat kalian tidak nyaman, Papa sudah membuat kalian bersedih, tapi Papa melakukannya karena ingin membuat kejutan untuk Mamamu, bukannya terkejut dan bahagia malah Mamamu marah dan sedih, maaf ya." Ucap Irvan mengelus perut Cia membuat Cia terharu.
" Sudah sekarang jangan marah dan sedih lagi ya, sekarang kita masuk ke dalam dan memulai acaranya karena banyak orang yang sudah menunggumu dari tadi." Ujar Irvan.
" Oh ya, hari ini bukan hanya acara tujuh bulanan saja tapi juga acara syukuran rumah baru kita." Ujar Irvan.
" Iya Mas, terima kasih untuk kado terindah ini." Ucap Cia.
" Nanti ada imbalannya ya." Bisik Irvan.
" Siap Mas." Sahut Cia.
Keduanya bergandengan tangan menuju ruang keluarga.
Dan.......
" Surprise." Teriak semua orang yang berada di sana secara bersamaan.
Cia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia benar benar terkejut dengan semua ini. Semua anggota keluarga Ardiansyah berkumpul di sana, beserta para ibu ibu dari majelis taklim yang di pimpin oleh kiai haji Erwanto.
" Selamat datang di rumah barumu Cia, Mami berdoa semoga kamu dan kedua bayimu selalu sehat, di beri kelancaran saat persalinan dan keluarga kalian selalu di limpahkan kebahagiaan." Ucap Mami Nesha memeluk Cia.
__ADS_1
" Terima kasih Mi." Ucap Cia membalas pelukan Maminya.
" Cia bahagia di saat kalian semua ada untuk mendukungku, terima kasih untuk kalian semua yang sudah menyayangi Cia selama ini." Ucap Cia melepas pelukannya.
" Tentu sayang, kami akan selalu menyayangimu." Sahut Mami Nesha.
" Tapi malam ini aku merasa sedih Mi." Ucap Cia.
" Kenapa sayang?" Tanya Mami Cia cemas.
" Karena kalian semua mendukung Mas Irvan tidak mendukungku." Sahut Cia membuat semua orang tersenyum.
" Untuk itu kami mohon maaf, sekarang ayo kita mulai acara pengajiannya, kasihan pak ustadz sudah menunggu dari tadi." Ujar Mami Nesha.
" Baiklah Mi." Sahut Cia.
" Kamu dan Irvan duduklah di sana." Ucap Mami Nesha menunjuk sofa di pojokan yang sudah di siapkan khusus untuk Cia dan Irvan karena Cia tidak mungkin ikut duduk lesehan bersama yang lainnya.
" Tidak mengurangi rasa hormat saya sedikitpun kepada ibu ibu semua beserta Pak ustadz, saya mohon maaf kalau saya duduk atas karena saya tidak bisa ikut lesehan dengan perut saya yang sudah membesar ini." Ucap Cia sopan.
" Tidak masalah Nona Cia, kami memakluminya." Ucap Pak Ustadz Yusuf.
" Terima kasih Pak Ustadz." Ucap Cia.
" Kalau begitu acara bisa di mulai ya." Ujar Pak Ustadz.
" Silahkan Pak." Sahut Cia.
Acara pengajian segera di mulai dengan di pimpin oleh Pak Ustadz Yusuf. Seorang Ustadz muda dari pondok pesantren pimpinan Haji Erwanto.
Acara berjalan lancar, sampai selesai. Cia dan Irvan merasa sangat bahagia, keduanya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kebahagiaan dan juga memberikan orang orang yang telah menyayangi dan selalu mendukung keduanya.
Selama acara berlangsung, Irvan terus menggenggam tangan Cia seolah Ia tidak mau berpisah dengan istrinya. Ia berharap hanya akan ada kebahagiaan yang mengiringi kehidupan mereka.
TBC....
Jangan lupa like vote koment dan hafiahnya
Miss U All...
__ADS_1