Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kekecewaan Sifa


__ADS_3

Dukung karya author yang lain donk... Untuk yang udah baca cerita" SUAMIKU KAKAK ANGKATKU" covernya di ganti oleh pihak Noveltoon ya.... Jadi jangan bingung... Yang belum baca author tunggu di sana ya...



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


Hari ini rumah Farhan penuh dengan keramaian. Nathan sangat senang sekali karena mempunyai teman bermain. Para wanita mulai sibuk mengurus dapur sedangkan para pria sibuk membicarakan pekerjaan sambil memantau anak anak bermain. Kalau Mama Ranti langsung pamit pulang karena udah di jemput sopir, Ia hendak pergi keluar kota urusan pekerjaan.


Di dapur Nesha, Sifa, Mama dan Reni sedang bekerja sama membuat nasi kuning untuk merayakan ulang tahun Farhan.


" Kak Reni anaknya baru satu?" Tanya Sifa.


" Iya... Mau nambah belum di kasih rejeki." Sahut Reni sambil memotong daun bawang.


" Kalau kamu nggak menundanya kan Sif?" Tanya Nesha.


" Enggak sih.. Tapi sama belum di kasih juga." Sahut Sifa.


" Yang sabar karena buah kesabaran itu manis rasanya, Mama dulu dapat Farhan juga lama lhoh, Bahkan Mama nunggu sampai hampir lima tahunan." Ujar Mama.


" Iya sih Tan, Tapi kalau udah nikah lama terus belum di kasih momongan itu pasti akan jadi perbincangan orang, Mereka kalau ketemu pasti nanya udah isi belum? Kok belum hamil juga sih? Kadang aku juga malu Tan kalau jawabannya belum mulu." Sahut Sifa dengan wajah murung. Padahal udah beberapa bulan lamanya Ia nikah sama Jordan tapi belum juga di beri momongan. Kalau segi umur keduanya masih sama sama muda, Lalu kenapa dia belum juga hamil? Padahal selalu rutin buatnya.


" Coba nunggu sampai beberapa bulan lagi, Kalau belum hamil juga coba cek kandungan." Saran Reni.


" Iya Kak." Sahut Sifa.


" Nes kamu nggak begah sedari tadi melakukan pekerjaan, Kamu istirahat aja biar kami yang memasaknya, Kasihan Babbynya kalau kamu kecapekan." ujar Sifa.


" Enggak lah tenang aja aman kok, Dedeknya pengertian kali Sif." Ucap Nesha.


" Ah aku jadi nggak sabar pengin cepet cepet hamil, Aku harus periksa kandungan dulu konsultasi sama dokter." Ujar Sifa.


" Itu lebih baik Sif ." Sahut Nesha.


Mereka melanjutkan masakannya, Setelah hampir dua jam akhirnya masakan nasi kuningnya matang. Nesha segera menatanya di meja makan.


" Sif panggilkan mereka semua untuk makan siang." Ucap Nesha.


" Baiklah." Sahut Sifa.


Sifa menuju ruang keluarga dimana para pria melakukan konferensinya.


" Mas Jordan, Kak Farhan, Kak Lucky dan Om makanannya udah siap." Ucap Sifa.


" Baiklah, Ayo kita makan siang dulu." Ujar Farhan.


Mereka semua berkumpul di meja makan, Para istri melayani suami masing masing. Nesha mengambilkan makanan untuk Farhan.


" Ini Mas, Selamat menikmati." Ucap Nesha.


" Makasih sayang, Sini duduk Mas suapi." Sahut Farhan.


Nesha menatap ke semua orang yang sedang menatapnya, Ia menjadi malu.


" Jangan pada iri ya, Dedeknya cuma mau makan kalau di suapi sama Papinya." Ucap Farhan.


" Oh.... Ya udah Nes makan aja, Anggap aja kami tidak ada." Ujar Sifa.


Nesha duduk menghadap Farhan, Farhan segera menyuapinya. Semua orang menatapnya penuh dengan rasa iri di dalam hatinya melihat perhatian Farhan kepada istrinya.


" Kamu mau juga Yank?" Tanya Jordan menatap Sifa.

__ADS_1


" Apa sih Mas aku bisa makan sendiri, Besok kalau aku hamil baru aku mau di perlakukan seperti Nesha." Sahut Sifa membuat hati Jordan tercubit.


Mereka makan denga. tenang termasuk kedua bocil, Mereka sudah bisa makan sendiri tidak perlu di suapi.


Setelah acara makan makan usai, Mereka semua pamit pulang, Papa dan Mamanya Farhan pun langsung terbang ke Luar Negri bersama Lucky dan Reni.


Saat ini Sifa sedang berdandan di depan kaca riasnya, Jordan menghampirinya, Ia memeluk Sifa dari belakang.


" Mau kemana Yank?" Tanya Jordan.


" Mau ke Dokter kandungan Mas." Jawab Sifa.


" Mau ngapain?" Tanya Jordan.


" Mau cek kandungan aku sehat apa tidak, Karena sampai beberapa bulan ini aku belum juga hamil." Sahut Sifa.


" Nggak perlu lah Yank, Kan kita buatnya aja baru berapa bulan juga." Ujar Jordan.


"Ya nggak pa pa Mas, Lebih cepat akan lebih baik kan? Jadi nanti jika ada masalah dapat tertangani dengan baik dan tidak terlambat." Ucap Sifa. Jordan memijat pelipisnya, Ia menghela nafas pelan


" Jika memang ada masalah itu pasti ada padaku sayang." Ujar Jordan.


" Kok gitu?" Tanya Sifa.


" Ya kamu kan masih muda, Sedangkan aku udah berumur, Mungkin masalah ada padaku." Ucap Jordan.


" Ya kalau gitu kita cek berdua aja Mas, Jadi kita bisa tahu siapa yang bermasalah di sini." Saran Sifa.


"Mampus aku." Batin Jordan.


" Ayo Mas kamu bersiap dulu sana keburu malam ntar, Aku juga udah janji akan segera datang sama Dokternya." Ucap Sifa.


" Batalkan saja Yank." Sahut Jordan.


" Bu... Bukan begitu sayang.... Percuma juga kita cek ke Dokter kandungan, Tidak akan membuatmu hamil juga kan." Kukuh Jordan.


" Itulah sebabnya Mas aku juga ingin konsultasi ke Dokter bagaimana caranya supaya aku cepet hamil, Aku udah pengin gendong Babby Mas, Aku ingin menyempurnakan diriku menjadi seorang ibu Mas." Jelas Sifa.


"Selama kamu bersamaku, Itu tidak akan pernah terjadi sayang." Lirih Jordan.


" Apa maksud kamu sih Mas? Kamu mandul? Lalu kenapa bisa ada Nathan? Jangan muter muter deh pusing aku dengernya." Kesal Sifa beranjak dari duduknya, Ia berdiri di depan Jordan sambil bersedekap dada.


" Katakan apa maksud ucapanmu?" Tanya Sifa menatap tajam ke arah Jordan.


" Sebenarnya... A...Aku." Jordan menggantung ucapannya.


" Aku apa? Katakan dengan jelas." Titah Sifa.


" Se... Setelah aku menghamili Vera... Aku melakukan oprasi v*s*kt*m*." Jelas Jordan.


Jeduarrrrrr


Bagai di sambar petir di siang bolong, Jantung Sifa berdetak sangat kencang, Dadanya sesak seperti di himpit bebatuan besar. Sebegitu cintakah Jordan dengan Vera hingga Ia rela mengorbankan hidupnya demi Vera. Apa dia tidak berpikir bagaimana perasaan wanita yang akan menjadi istrinya.


" Maafkan aku.... Aku tidak akan pernah bisa membuatmu hamil sayang... Maafkan aku." Lirih Jordan menggenggam tangan Sifa.


Sifa menarik kasar tangannya, Air mata meleleh begitu saja di pipinya. Kecewa.... Itulah yang Sifa rasakan saat ini. Harapan ingin membangun keluarga kecil hancur begitu saja.


" Sayang maafkan aku...." Sesal Jordan.


" Sebegitu cintakah dirimu sama wanita yang bernama Vera Mas? Hingga kamu tidak mau punya anak dari wanita lain termasuk diriku?" Tanya Sifa sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


" Sayang... Bukan itu maksudku.." Jawab Jordan.


" Lalu apa maksudmu Hah?" Bentak Sifa


" Waktu itu aku takut kalau aku tidak bisa menahan diri dengan tidak menyentuh wanita, Aku takut membuat hamil wanita lain lagi, Aku tidak mau ada korban lagi dari kesadisanku sayang, Itulah sebabnya aku melakukan oprasi itu, Aku tidak berpikir jika suatu hari nanti aku akan menikah denganmu." Jelas Jordan.


" Lalu kenapa kau menikahiku?" Teriak Sifa.


" Itu karena aku mencintaimu." Sahut Jordan.


" Bulshit.... Persetan dengan cinta." Bentak Sifa.


" Kau...." Ucap Sifa menuding wajah Jordan.


" Kau sudah menghancurkan hidupku berkali kali Jordan.. Kau menghancurkan hidupku hingga ke akar akarnya." Teriak Sifa.


" Kau menikahiku secara paksa, Kau menghancurkan hatiku dengan Kau mempunyai anak dari wanita lain.. Dan sekarang..... " Sifa menjeda ucapannya, Ia menghapus air matanya.


" Dan sekarang kau menghancurkan mimpiku untuk menjadi seorang ibu." Teriak Sifa.


" Maaf sayang.... Maafkan aku." Sesal Jordan hendak memeluk Sifa tapi Sifa menghindarinya.


" Lalu apa yang kau harapkan dari pernikahan ini Tuan Jordan?" Tanya Sifa menatap sinis ke arah Jordan.


" Kita akan meminta hak asuh Nathan, Kita akan hidup bahagia bertiga." Ujar Jordan.


" Aku tidak sudi membesarkan anakmu bersama ****** itu." Teriak Sifa tanpa sadar.


" Sifa." Bentak Jordan membuat Sifa berjingkrak kaget.


" Heh... Kau bahkan tidak terima aku menyebutnya dengan sebutan ******." Kekeh Sifa.


" Bukan itu maksudku, Kau menyayangi Nathan seperti putramu sendiri kan? Kenapa kau bisa berkata seperti itu sayang." Ucap Jordan pelan.


" Sekarang tidak lagi..." Sahut Sifa.


" Apa maksudmu?" Selidik Jordan.


" Aku tidak akan pernah menyayangi anak dari seorang ****** dan penipu sepertimu." Teriak Sifa.


" Kau penipu Jordan... Kau penipu." Bentak Sifa menarik kerah Jordan.


" Aku tidak sudi hidup bersama penipu sepertimu, Aku membencimu.... Kau yang mengikatku maka kau yang harus menceraikanku, Atau aku yang akan menceraikanmu." Ucap Sifa.


" Tidak... Jangan sayang, Aku tidak akan membiarkan perceraian itu terjadi." Ujar Jordan.


" Aku tidak peduli, Mulai sekarang jangan pernah temui aku lagi, Anggap saja kita tidak pernah bertemu, Aku tunggu surat gugatan cerai darimu." Sifa mendorong tubuh Jordan sampai terhuyung ke belakang.


" Sayang...." Teriak Jordan.


Sifa berlari keluar kamar sambil menyeka air matanya, Hatinya pedih pernikahannya sudah hancur, Ia tidak bisa lagi mendampingi Jordan yang penuh dengan misteri. Sifa tidak sanggup, Ia hanya manusia biasa mana mungkin bisa mendampingi pria yang luar biasa seperti Jordan. Ia tidak mau terluka lagi, Ia tidak sanggup menahan kecewa dan rasa sakit lagi.


" Sayang tunggu aku." Teriak Jordan mengejar Sifa.


Sifa melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Ia melajukan mobilnya tanpa tujuan yang pasti. Air hujan turun dengan lebat seakan ikut merasakan kesedihannya. Ia melewati jalanan sepi dengan jurang yang curam di pinggirnya, Karena tidak hafal jalan, Akhirnya Sifa kehilangan kendali. Naas saat Ia ingin menginjak rem malah Ia menginjak pedal gas hingga mobilnya jatuh ke dalam jurang, Dan Brummmm Jeduar... Mobil Sifa terbakar di bawah jurang sana.


TBC...


Yang minta Part Sifa sama Jordan udah author kasih Ya... Jangan lupa like dan komentnya...


Authornya mau kabur dulu takut di marah marahin sama emak emak...

__ADS_1


Miss U All.....


__ADS_2