Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kejutan


__ADS_3

*Hallo Readers tersayang sebelumnya author mau nanya, Keberatan nggak sih kalau Sifa dan Nesha sama sama jadi tokoh utama? Jadi author akan menceritakan kehidupan keduanya di sini. Kalau keberatan Author akan fokus sama Nesha dan Farhan saja, Sifa sama Jordan akan author umpetin..


Tulis di kolom komentar ya... Makasih atas suport yang Readers berikan.. Miss U All*


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Malam hari telah tiba, Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Nesha mengajak Farhan dan Nathan jalan jalan ke alun alun kota. Sifa tidak mau ketinggalan, Ia rela menjadi babby sister Nathan demi melihat Indahnya kota kelahirannya. Nesha menggandeng tangan Farhan, Sedangkan Sifa menggendong Nathan.


" Mama mau naik itu." Tunjuk Nathan ke arah prosotan.


" Ayo." Sahut Sifa.


" Hati hati sayang." Ucap Nesha.


Farhan dan Nesha duduk di kursi tak jauh dari area bermain anak.


" Gimana Yank? Lancar?" Tanya Farhan.


" Beres pokoknya Mas." Sahut Nesha mengerlingkan mata.


" Pinter juga kamu aku yakin Sifa pasti akan terkena serangan jantung." Ucap Farhan.


" Hah... Semoga dia nggak pingsan Mas." Ujar Nesha.


" Ya enggak lah paling dia marah marah sama kamu nantinya." Ujar Farhan.


" Mana berani dianya sama aku, Aku ancam nggak boleh pake mobilku dianya pasti langsung kicep." Sahut Nesha.


" Sayang...." Farhan menggenggam tangan Nesha. Nesha menatap mata Farhan.


" Apa kamu tidak iri dengan Sifa?" Tanya Farhan membuat Nesha mengerutkan keningnya.


" Iri gimana?" Tanya Nesha.


" Kalau di buat novel, Kamu ini tokoh utama..


" Lalu?" Nesha menatap Farhan.


" Sifa tokoh pendukungnya, Masa tokoh utama dapat orang biasa biasa saja, Sedang tokoh pendukung dapet CEO Perusahaan ternama." Ujar Farhan.


" Ya tergantung judul juga kali Mas... Kalau judulnya Menjadi Mommy Anak Bosku maka aku dan Sifa sama sama tokoh utama kan? Karna kami sama sama jadi Mommynya Nathan, Kalau judulnya Farhan Suamiku iu baru hanya aku yang jadi tokoh utamanya." Sahut Nesha.


" Dan tidak semua tokoh utama harus kaya, Punya jabatan tinggi, Atau semacamnya bahkan seorang OB juga bisa jadi tokoh utama." Ucap Nesha.


" Lagian kamu kan juga CEO Mas, Kamu seorang Bos di Bank milikmu sendiri, Orang aku juga CEO kok.... CEO butik VF Boutique hhhhh." Nesha tertawa lepas.


" Aku merasa lucu Mas ngapain kita mikirin cerira novel, Itu urusan authornya Mas, Biar dia yang pusing mikirin gimana alur ceritanya, Bisa bisanya kamu mikirin sampai ke sana." Sambung Nesha.


" Ah iya juga ya..." Sahut Farhan menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Ting...


Ponsel Nesha berdering tanda notif pesan masuk, Ia segera membukanya.


" Siapa? Dia?" Tanya Farhan.


" Hmmm Ayo Mas." Ajak Nesha.


Nesha dan Farhan menghampiri Sifa dan Nathan yang sedang bermain.


" Sayang ayo pulang." Ajak Nesha.


" Kok pulang si Nes, Baru jam berapa juga." Protes Sifa.


" Jam delapan lebih Sif, Waktunya Nathan tidur nggak baik kalau Nathan tidur malam malam." Ujar Nesha.


" Baiklah... Ayo sayang gendong Mama aja." Ucap Sifa menggendong Nathan. Mereka berjalan menuju di mana mobil di parkirkan.


" Eh Nes... Kok aku geli ya Nathan manggil aku Mama...Hhhh berasa udah tua gue." Sambung Sifa.


" Ya emang udah tua kan? Bentar lagi aja nikah sama Om Om." Ejek Nesha.


" Eh nggak jadi ya... Aku mau cari yang muda yang seumuran denganku aja, Nggak enak kali nikah sama yang jauh lebih tua, Yang ada banyak makan hati di kibulin mulu, Apa apa serba rahasia beh.... Mereka menganggap kita bocil Sist." Ujar Sifa.


" Aduh ada yang tersindir lhoh Sif." Sahut Nesha. Farhan menghentikan langkahnya menatap Nesha.


" Siapa yang tersindir?" Tanya Farhan. Sifa menutup mulutnya.


" He he Maaf Kak gak da maksud nyindir lhoh suer." Sifa mengangkat dua jarinya ke atas.


" Ya udah ayo ah keburu malam." Nesha mengapit lengan Farhan melanjutkan langkahnya. Sesampainya di mobil mereka segera masuk ke dalam. Farhan mulai melajukan mobilnya meninggalkan alun alun kota.


Setelah beberapa menit mengendarai mobil akhirnya mereka sampai di rumah Sifa.


" Lhoh kok ke rumah gue Nes?" Tanya Sifa.


" Iya, Ayo turun." Sahut Nesha.


" Lhoh lhoh sebentar." Ucap Sifa saat akan membuka pintu mobil.


" Kenapa lagi?" Tanya Nesha.


" Kok banyak banget orang Nes... Ada apa ya? Apa terjadi sesuatu dengan Bonyok gue?" Tanya Sifa.


" Udah turun aja biar tahu pasti." Ajak Nesha.


Sifa turun dari mobil, Nesha meminta Nathan dari gendongannya dan memberikannya kepada Farhan. Nesha mengapit lengan Sifa memasuki rumahnya. Terdengar bisik bisik dari tetangga yang datang. Saat sampai di depan pintu....


Deg.... Jantung Nesha berdetak dengan kencang mendengar seseorang menyebut namanya.

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawinnya Sifa Anggraeni binti Antok dengan mas kawin tersebut tunai." Ucap seseorang yang membelakangi pintu.


" Gimana Saksi?" Tanya Pak Kiai.


" Sah." Sahut kedua saksi.


Sifa membeku di tempatnya, Apa ini? Siapa yang menikahinya? Kenapa ini seperti lelucon untuknya? Tidak ada yang memberitahunya?


Sifa menatap Nesha dengan tatapan tajam, Ia ingin mencari jawaban dari Nesha. Nesha hanya menundukkan kepalanya saja.


" Nah itu mempelai wanitanya sudah datang, Sini Mbak Sifa salami tangan suaminya dulu." Ucap Pak Kia.


Sifa seperti orang linglung, Nesha segera menggandengnya menuju seseorang yang sudah menunggunya di sana. Nesha mendudukkan Sifa di sebelah suaminya, Lalu Ia menutupi kepala Sifa dengan kerudung.


" Mbak Sifa jabat tangan suaminya lalu cium punggung tangannya." Ucap Pak Kiai.


Sifa menoleh ke arah seseorang yang menjadi suaminya, Ia menatap lekat wajah tampan, Kulit putih jangan lupakan lesung di pipinya.


" Om Jordan...." Lirih Sifa membulatkan matanya.


" Mas! Saat ini aku adalah suamimu." Bisik Jordan ke telinga Sifa. Sifa menoleh ke arah Nesha seakan mengatakan kau berhutang penjelasan denganku.


Sifa segera menyalami Jordan dengan takzim, Jordan mencium kening Sifa dan menyebulkan doa doa pada ubun ubun Sifa. Tepuk tangan meriah mengiringi kebahagiaan Jordan. Acara di lanjutkan doa doa dari Pak Kiai yang di Amini para tamu undangan yang hadir. Setelah selesai para tamu undangan di persilahkan memakan makanan yang sudah di hidangkan.


" Mbak Sifa... Walau pernikahan ini Siri tapi tetap sah di mata agama,Tugas sebagai istri tetap wajib di lakukan, Mas Jordan sudah mengajukan berkas berkas ke KUA setempat tinggal nunggu Akta nikahnya jadi saja." Ujar Pak Kiai.


" Iya Pak Kiai terima kasih, Kalau sudah selesai saya permisi dulu." Sahut Sifa.


Sifa berjalan menghampiri Nesha, Ia menarik tangan Nesha menuju kamarnya, Saat Ia membuka kamar betapa rerkejutnya Sifa.


" Oh kamarku.... Sejak kapan kamarku jadi taman bunga seperti ini Nes..." Pekik Sifa melihat kelopak mawar menghiasi ranjang dan kamarnya.


" Hei kau salah target Nona, Harusnya yang kamu seret kemari itu suamimu bukan aku." Goda Nesha.


" Aku yakin kau lah dalang utama di balik semua ini." Selidik Sifa menatap tajam ke arah Nesha.


" Aku?" Nesha menunjuk dirinya sendiri.


" Aku tidak tahu apa apa." Kilah Nesha.


" Jangan bohong.... Dari mana Om Jordan tahu kalau aku di sini, Dan darimana dia tahu alamat rumah ini, Ini pasti semua karna ulahmu Nesha, Iya kan?" Tanya Sifa.


" Aku tidak tahu." Ucap Nesha masih berkilah.


" Lalu darimana dia tahu Nes?" Geram Sifa.


" Dari hatiku." Sahut seseorang yang berdiri di depan pintu...


TBC.....

__ADS_1


Mau lanjut Sifa Jordan apa cukup sampai di sini nih? Kita fokus ke Nesha Farhan aja....


Berikan pendapat kalian ya... makasih


__ADS_2