Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
85. Pernikahan Dika & Azza


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Dika dan Azza menggelar pernikahannya di kediaman Azza. Dengan memakai gaun pengantin panjang dengan hijab putihnya membuat Azza tampak sangat cantik, sedangkan Dika memakai kemeja putih di padu dengan jas hitam membuatnya nampak lebih tampan dari biasanya.


Setelah melangsungkan acara ijab qobul, kini acara di lanjut dengan acara resepsi. Banyak tamu yang datang untuk memberikan restu dan doa terbaik untuk ke dua mempelai.


" Selamat Mas Dika akhirnya sukses juga perjuangannya, semoga bahagia." Ucap Valen menyalami Dika.


" Terima kasih Len." Sahut Dika.


Valen beralih memeluk Azza.


" Selamat Dek, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah." Ucap Valen.


" Terima kasih Kak." Sahut Azza.


" Selamat sayang, semoga berbahagia." Ucap Mami Nesha.


" Terima kasih Tante." Sahut Azza.


Para teman teman Azza dan Dika juga datang memberi selamat untuk mereka. Di kursi pelaminan Dika terus menatap Azza tanpa berkedip.


" Mas jangan menatapku seperti itu, aku tidak nyaman Mas." Ucap Azza lembut.


" Nggak pa pa donk, kan sekarang kita pasangan halal jadi Mas bisa memandangmu sampai puas." Sahut Dika.


" Jangan puas dulu, entar Mas bosan lagi sama aku." Ujar Azza tersenyum manis.


" Kamu ini, ya nggak mungkinlah Mas bosan sama kamu, kamu kan istriku, istri yang akan selalu mendampingi hidupku, terima kasih sudah mau menerimaku sebagai suamimu." Ucap Dika.


" Sama sama Mas." Sahut Azza.


" Bolehkah aku memanggilmu sayang?" Tanya Dika.


" Boleh Mas." Sahut Azza.


" Kau benar benar wanita berhati lembut sayang, ucapanmu selalu lembut padaku." Ujar Dika.


" Mas belum tahu aja gimana aku kalau marah." Sahut Azza.


" Emang gimana?" Tanya Dika.


" Ganas seperti macan." Sahut Azza.


" Masa' sih? Gadis selembut dirimu bisa berubah seperti macan kalau marah? Palingan juga kamu diam aja." Ujar Dika.


" Ya suatu saat Mas akan tahu yang sebenarnya" Sahut Azza.


" Sudah siapkah untuk malam nanti?" Tanya Dika.


" Malam nanti? Ada dengan nanti malam Mas?" Tanya Azza polos.


" Malam pertama kita, apa kau siap melakukannya?" Tanya Dika menaik turunkan alisnya membuat pipi Azza memerah karena malu.


" Siap tidak siap itu sudah menjadi kewajibanku sebagai istrimu Mas, jadi aku siap melakukannya untukmu." Sahut Azza.


" Terima kasih sayang." Sahut Dika menggenggam tangan Azza.


Irvan dan Cia menghampiri kedua mempelai untuk memberikan selamat.

__ADS_1


" Selamat untukmu Mas Dika, semoga bahagia." Ucap Cia menatap Dika dengan tatapan sendu. Bohong jika di dalam hati Cia sudah tidak ada cinta untuk Dika. Sisa sisa cinta itu masih melekat di dalam hatinya.


" Kau kenapa? Apa kau kurang sehat?" Tanya Dika sedikit khawatir.


Azza menatap ke arah keduanya.


" Tidak Mas, aku hanya terharu melihat kebahagiaan kalian berdua." Sahut Cia.


Cia beralih memeluk Azza.


" Selamat Za, semoga bahagia." Ucap Cia melepas pelukannya.


" Terima kasih Cia." Sahut Azza.


" Selamat Broo." Ucap Irvan memeluk Dika.


" Terima kasih." Sahut Dika.


Irvan dan Cia turun dari pelaminan, tatapan Dika mengikuti Cia. Azza menyadari akan hal itu.


" Ehm." Dehem Azza membuat Dika tersadar lalu menoleh ke arah Azza.


" Kenapa sayang?" Tanya Dika.


" Tidak apa Mas." Sahut Azza menepis pikiran buruknya.


Malam hari selesai acara resepsi tamu sudah pulang ke rumah. Kini tinggal keluarga Azza yang sedang berkumpul di ruang tamu setelah makan makan. Azza dan Dika sudah berganti pakaian. Di sana ada Papa Bram, Papi Farhan, Papa Alex, Mami Nesha, Cia, Valen dan Nathan, sedangkan yang lainnya sudah pulang ke rumah.


" Rencana kalian mau bulan madu kemana?" Tanya Valen menatap pengantin baru yang sedang duduk berdampingan.


" Kalau aku sih maunya di rumah aja Kak, tapi ya terserah sama Mas Dika aja." Sabut Azza.


" Kemana Mas?" Tanya Valen menatap Dika.


" Kami belum memikirkannya Len, mungkin kita ke puncak aja lah yang deket." Sahut Dika.


" Enak juga lhoh di puncak, suasananya mendukung banget untuk pengantin baru yang lagi hot hotnya." Sahut Valen.


" Iya." Sahut Dika.


Setelah mengobrol mereka semua pamit pulang. Dika dan Azza berjalan menuju kamar Azza.


Ceklek....


Azza membuka pintu kamarnya yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin yang begitu indah.


" Silahkan masuk Mas, maaf tempatnya seperti ini." Ucap Azza masuk ke dalam di ikuti Dika daei belakang.


" Bagus kok kamarnya, rapi lagi nggak kaya' kamarku Yank." Sahut Dika.


" Aku ke kamar mandi dulu Mas." Ucap Azza.


" Mas tunggu kamu di ranjang, dan ya lepas hijabmu saat menghampiriku, aku berhak melihatnya bukan." Ujar Dikam


" Iya Mas." Sahut Azza masuk ke dalam kamar mandi.


Lima belas menit kemudian, Azza keluar kamar mandi hanya memakai bathrobe saja, itupun hanya selutut. Dika menelan kasar salivanya menatap Azza yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


" Subhanallah sayang, kamu cantik banget, terima kasih sudah menutupi semua ini untuk Mas." Ucap Dika menarik Azza ke dalam pangkuannya.


" Mas." Pekik Azza. Dika memeluk perut Azza.


" Mas tidak menyangka kalau hari ini akan tiba, Mas memiliki wanita sholehah, cantik dan lembut sepertimu." Ujar Dika.


" Jodoh itu sudah di tentukan oleh Tuhan Mas, jadi syukuri apa yang ada." Sahut Azza.


Dika merebahkan tubuh Azza ke ranjang dengan pelan. Ia mulai mencium bibir Azza. Azza membuka sedikit mulutnya membiarkan Dika mengekspos setiap inchinya. Dika mencecap bibir Azza dengan lembut. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka.


Dika membuka tali bathrobe yang dikenakan Azza membuat tubuh Azza terekspos. Tangan Dika mulai menjelajah kemana mana, membuat Azza mendesis dengan setiap sentuhan yang Dika berikan kepadanya. Entah sejak kapan Dika pun membuka bajunya membuat tubuh keduanya sama sama polos.


Dika pandangi wajah cantik istrinya dengan tatapan penuh gairah, Dika menindih tubuh Azza, sedangkan Azza mengalungkan tangannya ke leher Dika. Dika membaca doa sebelum melakukan permainan yang hendak Ia mainkan. Saat Dika hendak memulai pertempurannya tiba tiba Dika menjauh dari tubuh Azza.


" Kenapa Mas?" Tanya Azza heran.


" Maaf sayang, Mas belum bisa melakukannya hari ini, lain kali saja ya." Ujar Dika.


" Iya Mas nggak pa pa." Sahut Azza.


Dika memakai kembali pakaiannya. Sedangkan Azza kembali membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Setelah selesai Azza memakai piyama tidurnya. Ia melihat Dika yang duduk di tepi ranjang sambil memijat pelipisnya.


" Aku buatkan teh hangat ya Mas, biar relax." Ujar Azza.


" Boleh deh." Sahut Dika.


Azza keluar kamar menuju dapur.


" Mas Dika suka manis atau tidak terlalu manis ya? Aku lupa menanyakannya, aku tanya dulu deh." Ujar Azza kembali ke kamarnya.


Saat Ia membuka pintu, Ia menatap Dika yang sedang berbicara lewat telepon dengan seseorang menghadap ke balkon memunggungi pintu. Azza berjalan pelan menghampirinya.


" Cia, malam ini malam pertamaku tapi aku tidak bisa melakukannya." Ucap Dika.


Deg....


Langkah Azza terhenti seketika.


" Kenapa Mas? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Cia di seberang sana.


" Entah mengapa bayang bayang wajahmu tiba tiba muncul di dalam pikiranku Cia."


Jeduar.....


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Azza terasa kaku, Ia membekap mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara. Hatinya sakit... Begitu sakit mendengar ucapan Dika. Tubuhnya mundur.... mundur.... mundur...


Hingga....


Prank.........


Hayooo apa tuh yang jatuh????


Beberapa bab ke depan author menceritakan tentang Dika dan Azza ya....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya...


Miss U All.....

__ADS_1


TBC......


__ADS_2