Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Rasa Bahagia


__ADS_3

" Dari siapa dia mengetahuinya Nes?" Tanya Sifa menatap ke arah Nesha.


" Dari hatiku." Sahut seseorang yang berdiri di depan pintu. Keduanya menoleh ke arah suara.


" Kak Jordan.... Maaf Sif aku keluar dulu." Ujar Nesha.


" Jangan kasar mainnya kualat nanti sama orang tua." Bisik Nesha di telinga Sifa saat melewatinya.


" Nesha... Sialan Lo.." Teriak Sifa.


" Jangan teriak teriak sayang... Belum juga di apa apain udah main teriak aja." Ucap Jordan.


" Bodo'." Ketus Sifa.


" Sama suami nggak boleh gitu." Ujar Jordan.


" Heh Suami.... Suami colongan, Nikahin orang kok nggak ada orangnya, Cemen... Anda kurang Gentle Broo." Ucap Sifa menepuk dada Jordan dengan tangan terkepal.


" Janga merendahkan aku atau kau akan tahu betapa beraninya aku, Aku bahkan bisa menghabisimu di sini." Jordan memajukan tubuhnya sedang Sifa terus mundur, mundur dan mundur lagi sampai... Tubuh Sifa hampir terjengkang dengan refleks dia menarik kerah Jordan hingga....


Brugh.....


Keduanya jatuh ke ranjang dengan posisi Sifa berada di bawah tubuh Jordan. Bibir Jordan menempel tepat pada bibir Sifa. Sifa melongo membulatkan matanya dengan mulut menganga. Jordan tidak membuang kesempatan Ia menyusupkan tangannya ke bawah kepala Sifa menahan tengkuk Sifa, Jordan segera mencecap bibir manis gadis yang baru sah menjadi istrinya. Sifa berontak tapi tenaganya tetap kalah dari suaminya. Jordan terus mel**** lembut bibir Sifa dengan lama hingga rasanya bibir Sifa mulai kebas. Di rasa keduanya sama sama kehabisan nafas, Jordan melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Sifa dengan jempolnya.


" Makasih." Ucap Jordan menatap mata Sifa masih dalam posisi yang sama. Sifa menatap mata Jordan, Jantungnya terasa berdetak kencang dari biasanya. Jordan menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Sifa.


" Ya ampun gusti.... " Pekik Mama Sari.


Jordan segera bangkit menjauh dari tubuh Sifa. Begitupun dengan Sifa, Ia segera berdiri merapikan pakaiannya yang tak kusut. Mereka sama sama salah tingkah kepergok Mama Sarah.


" Kalau mau itu itu pintunya di tutup dulu Fa.... Nggak malu apa kalau ketahuan orang." Ucap Mama Sari berlalu dari sana sambil menutup pintu kamar Sifa. Keduanya saling pandang dan kemudian saling membuang muka.


" Yank gerah." Ucap Jordan membuka jasnya.


" Nyemplung sana di bak mandi pasti adem." Sahut Sifa.


" Kok gitu sih Yank... Ntar kalau aku masuk angin gimana?" Tanya Jordan.


"Ya biarin aja nanti kalau koleps aku liatin doank, Terus kalau mati aku kubur gampang kan?" Ketus Sifa.


" Kamu tega ngomong gitu sama suami sendiri." Lirih Jordan.


" Oh My God... Ya ampun dosa apa yang aku lakukan di masa lalu hingga harus menikah dengan pria tua sepertinya, Gagal sudah rencanaku untuk mencari berondong.." Keluh Sifa.

__ADS_1


" Makanan apaan tuh berondong?" Tanya Jordan. Sifa membulatkan matanya menatap Jordan.


" Kamu nggak tahu berondong?" Tanya Sifa.


" Enggak." Jawab Jordan menggelengkan kepalanya.


" Berondong itu cowok muda, Manis, Imut imut dan yang pasti banyak duitnya." Sahut Sifa.


" Emang aku kurang apa? Manis sudah, imut imut juga sudah, Banyak duitnya jangan di tanya." Ucap Jordan.


" Tapi umurmu nggak muda Om, Jauh di atas aku, Dua belas tahun... " Ucap Sifa tersenyum kecut.


" Justru ini usia matang sayang... Lagi enak enaknya, Kalau nggak percaya ayo kita coba." Jordan mulai membuka kancing kemejanya satu persatu sambil mendekati Sifa.


" Mau apa?" Tanya Sifa was was.


" Mau nyoba enak apa enggak." Jawab jordan yang mulai membuka kemejanya hingga menampakkan perut sispaxnya.


" Stop jangan mendekat." Sifa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Jangan nodai mata suciku dengan tubuh jelekmu itu." Sambung Sifa.


" Mana ada tubuh jelek? Yang ada ini tubuh idaman semua wanita sayang." Sahut Jordan berdiri di hadapan Sifa.


" Iya." Jawab Jordan mantap.


" Aaaaa kalau begitu bisa di tawarkan kali ya, Sekali sentuh satu juta... Uh pasti cepet kaya aku." Ujar Sifa dengan mata berbinar sedangkan Jordan melongo mendengar ucapan istrinya, Dia polos atau agak bego' ya..


Jordan langsung menarik tubuh Sifa hingga tubuh Sifa menempel pada tubuhnya. Tangan Sifa menyentuh dada bidang suaminya. Jordan memeluk pinggang ramping istrinya.


" Satu detik satu juta." Ucap Jordan.


" Engh..." Lenguh Sifa.


" Satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan...." Hitung Jordan.


" Kamu ngapain sih? Lagi belajar ngitung?." Sifa mendongak menatap Jordan.


" Dua puluh..." Ucap Jordan masih terus menghitung.


" Hei bro... Ngapain sih." Kesal Sifa.


" Cukup sampai dua puluh lima aja, Aku takut kamu tidak bisa membayarnya." Ucap Jordan.

__ADS_1


" Bayar apaan?" Tanya Sifa.


" Tanganmu menyentuh tubuhku hingga saat ini kalau di hitung total semuanya udah lima puluh juta." Sahut Jordan. Sifa menatap ke bawah tangannya.


" Oh Maaf." Sifa menjauhkan tangannya dari dada Jordan.


" Bayar dua puluh lima juta, Kalau kamu tidak bisa membayarnya aku anggap hutang." Ujar Jordan.


" Eh nggak ada ya, Mana bisa gitu." Ucap Sifa.


" Kan tadi kamu sendiri yang bilang mau menawarkan tubuhku, Sekali sentuh satu juta, Aku hanya mengikuti kemauanmu saja sayang." Goda Jordan.


" Itu wanita lain, Aku kan istrimu." Sahut Sifa.


" Oh istriku ya... Kalau begitu beaeti aku boleh donk nyentuh istri sendiri, Lagian udah halal kok." Ucap Jordan menggoda Sifa membuat Sifa ketakutan.


" Eh..enggak enggak ding.... Bukan...Ah bodo' ah, Gila lama lama aku ada di sini." Ucap Sifa.


Sifa keluar dari kamarnya menuju depan. Rumah sudah sepi karna memang acara sudah selesai. Sifa duduk termenung di sofa ruang tamu. Lama kelamaan Sifa mengantuk lalu tanpa sadar Ia berbaring di sofa.


Di tempat lain Farhan dan Nesha sedang memadu kasih menyatukan cinta mereka. Farhan menguasai tubuh istrinya sepenuhnya. Permainan yang membuatnya ketagihan Ia mainkan dengan lembut. Suara erangan dan des**** tertahan ikut mengiringi kebahagiaan mereka. Sesekali Farhan menciumi bibir istrinya menyalurkan kenikmatan yang Ia ciptakan. Setelah lama melakukannya, Akhirnya Farhan tumbang di sebelah tubuh istrinya.


" Terima kasih sayang... Semoga dia cepat hadir di sini." Ucap Farhan mengelus perut rata Nesha berharap akan ada kehidupan di dalamnya.


" Semoga di segerakan Mas..." Ujar Nesha.


" Amien." Sahut Farhan.


Farhan memeluk Nesha dari belakang. Mereka terlelap dalam kehangatan malam yang mereka ciptakan.


Pagi hari yang cerah Nesha mengerjapkan matanya, Ia menoleh ke samping sudah tidak ada Farhan di sebelahnya. Ia melihat jam pada dinding kamarnya yang menunjukkan pukul setengah tujuh.


" Astaga aku kesiangan." Pekik Nesha. Ia segera menyibak selimutnya.


"Perasaan semalem aku nggak pakai baju.... Mas Farhan so sweet..." Batin Nesha.


Nesha membawa handuk dan ganti menuju kamar mandi, Ia membersihkan dirinya. Setelah selesai, Nesha memoles wajahnya dengan make up tipis. Ia segera keluar kamar mencari pujaan hatinya. Terlihat Farhan dan Nathan sedang bermain bola bersama anak anak sebaya Nathan di halaman depan. Nesha tersenyum melihat kedua orang yang cintainya nampak gembira rebutan bola dengan anak anak yang lainnya.


Nikmat mana yang kau dustakan? Kebahagiaan tidak hanya mencakup harta dan tahta saja, Kebahagiaan yang hakiki adalah segala hal yang mampu membuat kita tersenyum tanpa ada tangisan sedih di dalamnya. Bersyukur adalah cara terbaik menciptakan kebahagiaan yang nyata. Sebagai seorang istri Cinta adalah hal yang utama, Apalah artinya harta dan tahta tanpa adanya cinta semua itu tidak akan membuat kita bahagia... Karna dengan adanya CINTA mampu membuat pasangan kita untuk selalu SETIA.


**TBC.....


Hai readers tersayang... Maaf bila nanti untuk beberapa hari ke depan author jarang up date ya... Tapi akan Author usahakan. Author sedang ada acara keluarga. Dan kebetulan tempatnya di daerah pegunungan yang jarang signal.... Jadi tetap setia menunggu author ter...ter....imut ini ya hhhhh Canda... Di banding author pasti lebih imut dan cute para readers...

__ADS_1


MISS U All...💖💖💖💖💖💖**


__ADS_2