Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Negatif Thinking


__ADS_3

*Authornya lemes karna ada beberapa yang unfav sudah tidak mau menemani auhtor lagi ya...


Sebelumnya Author minta maaf jika ceritanya kurang berkenan di hati readers, Author masih proses belajar dalam membuat cerita jadi belum bisa menyuguhkan cerita semenarik seperti author senior lainnya*...


Makasih buat yang selalu dukung dan menemani author selama ini semoga sehat selalu...


Miss U All...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebulan berlalu pagi ini Sifa merasa badannya tak karuan, Kepalanya berdenyut nyeri dan perutnya bergejolak ingin muntah. Ia turun dari ranjang segera berlari ke wastafel kamar mandi .


Huek Huek


Sifa memuntahkan cairan bening dalam perutnya. Mendengar Sifa muntah Jordan refleks turun dari ranjang lalu menghampirinya.


" Sayang kau kenapa?" Tanya Jordan mendekati Sifa. Sifa hanya menggelengkan kepalanya saja.


Huek Huek


Jordan memijat tengkuk Sifa dengan pelan beharap bisa sedikit membantu Sifa. Setelah sedikit baikan Jordan menggendong Sifa menuju ranjangnya.


" Tunggu sebentar Mas buat minuman hangat dulu." Ucap Jordan.


" Mau apa susu atau teh? Atau coklat panas?" Sambung Jordan.


" Jeruk hangat." Sahut Sifa.


" Nggak boleh entar perih perutnya sayang, Ini masih pagi perutmu belum terisi apa apa, Coklat hangat aja ya." Ujar Jordan.


" Nggak mau aku maunya jeruk hangat buat lebih manis jangan asam biar nggak perih." Kukuh Sifa.


" Baiklah sayang apapun untukmu." Sahut Jordan menyentuh pucuk kepala Sifa.


Jordan turun ke dapur membuatkan pesanan Sifa, Lima belas menit kemudian Ia kembali kekamarnya dengan membawa segelas jeruk hangatnya.


" Di minum dulu sayang." Ucap Jordan memberikan gelasnya pada Sifa.


" Makasih Mas." Ucap Sifa setelah menghabiskan minumannya.


"Kita ke Dokter ya." Ujar Jordan.


" Nggak perlu Mas mungkin hanya masuk angin saja soalnya kemarin kemarin aku mandinya di buat lama sama kamu." Ucap Sifa.


" Maaf deh habisnya lihat kamu bikin nggak nahan sayang, Jadi pengin itu." Ujar Jordan menaikkan alisnya.


" Apaan sih Mas." Sahut Sifa.


Jordan bersiap untuk berangkat ke kantor sedangkan Sifa sedang beberes kamarnya.


" Ayo turun kita sarapan dulu." Ajak Jordan.


" Aku nanti aja Mas lagi malas." Sahut Sifa.


" Ya jangan malas donk Yank entar kamu tambah sakit gimana?" Ujar Jordan.


" Enggaklah Mas, Udah kamu aja duluan ya plis untuk kali ini aja aku sarapannya nanti." Ujar Sifa mengatupkan kedua tangannya. Entah mengapa saat ini Ia tidak selera makan.


" Baiklah sayang tapi sebelum jam sembilan udah makan ya." Ucap Jordan.


" Iya." Sahut Sifa.


Setelah sarapan Jordan berpamitan untuk pergi ke kantor.


" Mas berangkat dulu ya, Jika tidak enak badan istirahat aja jangan mengerjakan apapun, Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu denganmu." Ucap Jordan mencium kening Sifa.


" Iya Mas hati hati." Sahut Sifa mencium punggung tangan Jordan.


" Assalamu'alaikum." Ucap Jordan.


" Wa'alaikumsalam." Sahut Sifa.

__ADS_1


Setelah kepergian Jordan Sifa segera masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengeluarkan dua benda pipih yang sama kegunaannya. Sifa mulai melakukan tes sesuai prosedur.


"Semoga hasilnya memuaskan, Aku udah nahan pip*s dari tadi semoga membuahkan hasil." Gumam Sifa dalam hati.


Sekitar lima menit Sifa mengangkat kedua benda itu, Dan hasilnya begitu mengejutkan. Sifa mengembangkan senyumnya dengan perasaan bahagia yang membuncah. Ia segera memesan barang untuk melengkapi kadonya malam ini.


Malam hari yang di tunggu Sifa pun tiba, Ia segera merias diri lalu menyiapakan kadonya di atas kasur. Ia menanti kedatangan Jordan tapi tak kunjung datang juga.Tiba tiba terlintas di pikirannya Ia ingin menikmati Boba malam ini.


Di tempat lain tepatnya di dalam Cafe KA Jordan sedang berjalan masuk menghampiri meja seseorang yang sudah membuat janji temu dengannya.


" Hai." Sapa Jordan membuat wanita cantik itu mendongak.


" Jordan akhirnya kau datang juga, Makasih." Pekik wanita itu memeluk Jordan.


" Silahkan duduk." Ucap Jordan.


Keduanya duduk berhadapan sambil menikmati pesanan masing masing.


" Ada perlu apa kau menemuiku Ken?" Tanya Jordan menatap wanita yang bernama Niken.


" A... Aku butuh bantuanmu." Jawab Niken.


" Bantuan apa?" Tanya Jordan kembali.


" Aku kabur dari rumah suamiku, Aku tidak kuat berada di sana Dan, Berilah aku tempat tinggal sementara sampai aku mendapatkan pekerjaan, Aku yakin kau mampu memenuhi keinginanku." Ujar Niken.


" Dari dulu aku sudah bilang jika dia bukan pria baik tapi kau terus membelanya, Sekarang kau butuh bantuanku untuk menyembunyikanmu darinya begitu maksudmu?" Ujar Jordan dengan senyum mengejek.


" Dan jangan ungkit masa itu, Aku akan malu." Ucap Niken.


" Kalau masih punya malu kenapa kau minta bantuan padaku?" Tanya Jordan.


" Hanya kamu yang bisa melindungiku dari suami kejamku itu, Plis mau ya bantu aku, Aku kabur tanpa membawa apapun kecuali uang yang sudah aku pakai buat terbang sampai ke sini." Ujar Niken.


" Mau berapa hari kamu butuh tumpangan?" Tanya Jordan.


" E.... Satu minggu." Jawab Niken.


Niken sedikit berpikir.


" Hotel." Sahut Niken.


" Baiklah nanti aku akan antar kamu ke sana." Ucap Jordan.


" Jangan beritahu siapapun." Ucap Niken. Jordan hanya mengedikkan bahunya saja.


Drt....Drt....


Ponsel Jordan berdering tanda panggilan masuk dari Sifa.


" Siapa?" Tanya Niken.


" Istriku." Sahut Jordan.


" Aktifkan loudspeakernya." Ujar Niken.


Jordan segera mengangkatnya dan mengaktifkan loudspeaker.


" Halo sayang apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Jordan.


" Tidak, Aku hanya mau tanya sekarang kamu dimana? Kenapa belum pulang padahal ini sudah malam?" Tanya Sifa di sebrang sana.


" Aku sedang...." Ucapan Jordan menggantung saat Niken memberi kode untuk tidak memberitahukan keberadaannya.


" Aku sedang lembur di kantor sayang." Sahut Jordan berbohong.


" Apa kamu sedang tidak berbohong padaku?" Tanya Sifa memastikan.


" Tidak sayang...." Sahut Jordan.


" Kalau kau bohong hukuman apa yang harus aku berikan padamu?" Tanya Sifa membuat tenggorokan Jordan tercekat. Sedangkan Niken menahan tawanya.

__ADS_1


" E.. E.... Apapapun boleh kau lakukan sayang aku akan menerima apapun hukuman darimu." Sahut Jordan.


" Baiklah jika kau ketahuan berbohong bersiaplah untuk mencariku karena aku akan meninggalkanmu." Ucap Sifa memutus sambungan teleponnya.


Tes.....


Air mata menetes di pipi Sifa yang saat ini berada di dalam mobil depan Cafe KA, Cafe Ka berdinding kaca hingga Sifa bisa melihat ke dalam dimana Jordan sedang bersama seorang wanita yang belum pernah di temuinya.


Tidak mau berprasangka buruk dengan suaminya, Sifa menunggu Jordan keluar dari dalam sana. Pucuk di cinta ulam pun tiba karena tak lama setelah Jordan keluar bersama Niken menuju mobilnya.


Sifa mengikuti mobil Jordan dari belakang, Kebetulan saat ini Sifa menggunakan mobil yang baru Ia beli siang tadi. Sifa menguatkan hatinya dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi.


Deg....


" Hotel." Gumam Sifa.


Sifa menatap Jordan yang masuk ke dalam hotel bersama Niken dari sebrang jalan. Kali ini air matanya tidak mampu Ia bendung, Ia merasakan sesak di dadanya. Suaminya bersama wanita lain masuk ke dalam hotel, Sifa rasa semua istri akan berpikiran sama dengannya.


" Kamu tega melukai hatiku Mas, Siapapun wanita itu yang jelas kau sudah membohongiku, Jangan sesali kepergianku Mas." Ucap Sifa.


Sifa melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.


Waktu menunjukkan pukul sebelas malam Jordan akhirnya sampai di rumahnya. Ia berjalan menuju kamarnya ingin menemui istri tercintanya.


Ceklek..


Jordan memasuki kamarnya yang masih terang benderang. Tapi Ia tidak menemukan Sifa di atas ranjang.


" Sayang." Panggil Jordan membuka pintu kamar mandi.


" Kosong kemana Sifa?" Gumam Jordan.


Jordan hendak keluar sampai tiba tiba pandangannya menatap ke arah kotak yang berada di atas ranjang. Ia menghampiri lalu membuka kotak itu.


Jordan membuka lipatan kertas yang berada di dalamnya bersama benda lainnya.


Selamat ulang tahun Mas


Di tahun ini Tuhan memberikanmu kado terindah


Jordan mengambil sesuatu di dalam kotak itu. Sebuah benda yang menampilkan dua garis merah di bagian tengahnya. Ia menatap baju yang ada di kotak itu.



Jordan tersenyum bahagia saat menyadari apa arti dari semua itu. Ingin rasanya dia memeluk erat istrinya dan berteriak menyuarakan isi hatinya. Tapi dimana istrinya saat ini?


Deg....


Jantung Jordan berdetak dengan kencang saat mengingat Sifa yang akan pergi meninggalkannya jika sampai Ia berbohong.


" Apa Sifa tahu jika sebenarnya aku membohonginya? Apa Sifa pergi meninggalkan aku dengan membawa buah hati di antara kami karena dia salah paham melihatku dan Niken? Ah siallll... Kau harus bertanggung jawab jika sampai itu terjadi Niken." Monolog Jordan.


Jordan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Sifa tapi sambungan tidak terhubung karena nomer Sifa tidak aktif. Jordan hendak menelepon Nesha tapi Ia urungkan karena saat ini sudah tengah malam Ia tidak mau mengganggu waktu istirahat Nesha.


Jordan segera menghubungi orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan Sifa tapi ternyata tidak semudah itu karena sepertinya Sifa pergi tanpa meninggalkan jejaknya.


" Ah sialll kemana kamu sayang? Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Pulanglah atau setidaknya kabari aku jangan buat aku khawatir seperti ini." Monolog Jordan.


" Cctv... Ya aku harus melihat cctv di Cafe itu aku yakin Sifa melihatku di sana dan dia salah paham." Ucap Jordan.


" Jordan segera menelepon pihak Cafe untuk meminta rekaman cctv yang mengarah ke halaman Cafe. Dengan segala kuasanya akhirnya Ia mendapatkan rekaman itu.


Jordan memindah file itu ke laptopnya agar lebih jelas. Sampai Jordan menemukan sebuah mobil hitam terparkir di depan Cafe tanpa pengemudinya turun dari sana. Ia mezoom bagian plat mobil itu, Setelah mendapatkannya Jordan menelepon pihak kepolisian untuk menanyakan identitas pemilik mobil tersebut.


Lagi lagi dengan kekuasaan yang Jordan miliki Ia bisa mendapatkannya dengan cepat.


" Katakan." Titah Jordan pada orang di sebrang telepon.


" Mobil itu baru di beli tadi siang atas nama Nona Sifa Anggraeni, Beralamat di jalan xx perumahan xx no xx atas nama anda sendiri Tuan Jordan." Ucap Orang itu.


" Ah sial kau salah paham sayang.... Mas berharap kamu baik baik saja begitupun dengan calon Babby kita." Ujar Jordan.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2