Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
1. Pertemuan Yang Mencuri Perhatian


__ADS_3

Di Bandara SH seorang pria tampan yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya harus berjalan dengan terburu buru karna mendapat kabar jika sang Mami sakit. Ia bahkan tidak melihat ke sekitarnya hingga Ia harus berulang kali menyenggol pengunjung lainnya.


Saat di depan Lobby tiba tiba ponselnya berdering. Ia segera mengambil ponselnya di saku celananya.


" Cia." Gumam Nathan. Ia segera mengangkat panggilan dari adiknya.


" Halo sayang." Sapa Nathan.


" Bang jangan panggil aku dengan sebutan sayang lagi atau abang tidak akan laku karna menyayangi aku yang super cantik ini." Gerutu Cia.


" Bukan tidak laku sayang tapi Abang itu sedang dalam tahap memilih." Sahut Nathan.


" Memilih dari dulu kok nggak dapat dapat, Kalo Abang milihnya yang mirip kaya' Mami ya nggak bakal dapat lah Bang karna Mami kita itu tiada duanya." Cebik Cia.


Ya Mami Nesha sering kali memperkenalkan Nathan kepada gadis gadis teman realitanya tapi Nathan selalu menolaknya dengan alasan belum bisa membagi cintanya untuk wanita lain. Karna cintanya saat ini hanya untuk Maminya saja.


" Iya iya Abang tahu, Tapi kalau Mami udah berbicara Abang pasti akan menurutinya." Ujar Nathan.


" Walau dengan siapapun?" Tanya Cia memastikan.


" Iya... Sesuai kemauan Mami." Sahut Nathan.


" Cia kamu ini bagaimana sih? Di suruh ngabari Abang malah ngobrol." Terdengar teriakan Ria dari sebrang sana.


" Iya iya bawel." Sahut Cia.


"Abang sudah sampai mana? Nih Mami udah di bawa ke rumah sakit xx kalau bisa Abang langsung ke sini aja." Ujar Cia kepada Nathan.


" Baiklah sayang Abang akan langsung ke sana." Ucap Nathan.


" Jangan panggil sayang lagi, Cia udah dewasa Abang.. Kalau begini Cia yang tidak akan laku karna mereka berpikir Cia sudah punya pacar yang super tampan dan super perhatian sama Cia." Protes Cia.


" Seberapa besar dirimu dan Ria, Abang akan tetap menganggap kalian Adik kecil Abang yang harus Abang sayangi, Jadi jangan protes lagi ya." Sahut Nathan.


" Terserah Abang saja." Sahut Cia mematikan teleponnya sepihak.


" Yei tidak sopan." Ujar Nathan menatap ponselnya. Tiba tiba...


Brugh....


" Awh." Pekik seorang gadis.


Nathan melongo karna saat ini tubuhnya menindih seorang gadis manis. Dimana bibirnya beradu dengan bibir gadis di bawahnya. Nathan merasa terpesona akan tampilan gadis ini. Ia bahkan tidak menjauhkan bibirnya dari bibir gadis itu.


" Woy minggir donk! Berat nih." Ujar Gadis itu.


" Ah iya maaf." Ucap Nathan beranjak dari tubuh gadis itu.

__ADS_1


" Punya mata nggak sih? Kalau jalan liat liat donk Mas, Jangan seenaknya nabrak orang e ini apalagi sampai nyium segala, Ciuman pertama gue jadi hilang begitu saja Mas." Omel Gadis itu.


Nathan tidak membalas omelan gadis itu. Ia justru menatap gerakan bibir gadis itu yang menurutnya sangat *****. Bibir tipis berwarna pink kemerahan membuat Nathan ingin mengecupnya.


" Eh malah bengong lagi." Ujar Gadis itu.


" Nih rasain." Gadis itu menginjak kaki Nathan dengan keras membuat Nathan mengaduh. Setelah itu Ia meninggalkan Nathan yang masih berdiri mematung, Gadis itu sempat menoleh ke arah Nathan.



" Awh." Aduh Nathan menatap kepergian gadis itu.


" Gadis manis tapi sayang sangat galak, Ah kau mencuri hatiku gadis manis." Gumam Nathan.


Nathan melanjutkan langkahnya menghindari tatapan gadis itu yang membuat jantungnya deg degan. Saat Ia hendak melangkah tiba tiba kakinya menginjak sesuatu. Nathan mengambilnya yang ternyata sebuah kertas dan sebuah kalung berliontin huruf VA.



Nathan hendak mengejar gadis itu tapi Ia mengurungkannya karna tiba tiba Ia mengingat Maminya.


" Aku akan menemukanmu dengan kalung ini gadis manis." Ujar Nathan tersenyum lebar.


Nathan keluar menuju jalan raya mencari taksi yang lewat. Hari ini Nathan tidak membawa mobil dan sialnya tidak ada orang yang bisa menjemputnya karna mereka berada di rumah sakit semua menunggu Maminya. Nathan menghela nafasnya sambil menatap jam yang melingkar di tangannya.


Hampir satu jam lamanya Nathan menunggu tapi tidak kunjung mendapatkan taksi. Ponselnya pun mati karna kehabisan daya.


Tiba tiba Ia melihat mobil yang terparkir di depannya. Sepertinya tidak ada orangnya tapi mesin menyala dan pintunya pun terbuka. Tanpa berpikir panjang, Nathan membuka pintu belakang dan masuk ke dalamnya.


Blam...


Seseorang menutup pintu dengan kasar. Nathan bersembunyi dengan membungkukkan badannya agar tidak terlihat dari kursi kemudi.


" Ah sial sial sial.... Kurang ajar kau Arman... Kau mengkhianatiku, Sial banget sih gue hari ini, Niat mau jemput doi e malah lihat pengkhianatan mereka, Awas kau Arman aku akan membalas perbuatan Lo sama gue.... Gue bersumpah sebelum hari pernikahan Lo, Gue udah nikah dulu sama cowok lain." Kesal gadis di dalam mobil itu sambil memukul mukul stirnya.


" Ternyata dia sedang patah hati, Eh kenapa laju mobilnya kenceng banget ya... Widih nih cewek mirip pemenang motogp aja." Batin Nathan saat mobil itu melaju dengan kencang.


Selama perjalanan Nathan mengelus dadanya karna saking ngebutnya gadis itu. Bahkan Ia harus mengimbangi tubuhnya yang terombang ambing kesana kemari. Entah kebetulan atau keberuntungan ternyata gadis itu menghentikan mobilnya di rumah sakit tempat Maminya di rawat. Sebelum gadis itu mengunci mobilnya, Nathan turun dengan mengendap endap agar tidak ketahuan.


Nathan menatap kepergian gadis yang mengendarai mobil dengan tatapan tak percaya karna gadis itu adalah orang yang sama dengan gadis yang Ia tabrak di bandara.


" Kalau jodoh memang tidak kemana, Aku harus mengejarnya dan menanyakan namanya." Ucap Nathan. Saat Ia hendak melangkah tiba tiba...


" Abang." Panggil Cia berlari ke arah Nathan membuat Nathan mengurungkan niatnya.


" Cia." Ucap Nathan memeluk Cia.


" Abang kemana aja sih? Dari tadi di tungguin juga, Udah satu jam lhoh Bang." Cebik Cia melepas pelukannya.

__ADS_1


" Iya maaf tadi Abang tidak mendapat taksi ataupun angkutan." Sahut Nathan.


" Ya ampun Bang Cia lupa." Pekik Cia menepuk jidatnya.


" Lupa kenapa?" Tanya Nathan.


" Kalau hari ini para sopir angkot maupun taksi pada demo di depan istana." Ujar Cia.


" Kenapa tidak bilang dari awal." Ujar Nathan.


" Kan aku udah bilang lupa, Terus bagaimana bisa Abang sampai sini?" Selidik Cia.


" Abang numpang di mobil...


" Cewek ya Bang?" Tanya Cia memotong ucapan Nathan.


" Cantik nggak Bang? Siapa namanya Bang?" Sambung Cia.


" Boro boro tahu namanya, Kenalan juga kagak." Sahut Nathan berjalan masuk ke lobby rumah sakit.


" Kok nggak kenalan sih Bang? Gimana ceritanya?" Tanya Cia mengikuti Nathan dari belakang.


" Abang diam diam masuk ke dalam mobilnya, Dan beruntung tujuannya rumah sakit ini juga." Ujar Nathan.


" Berarti dia di sini Bang? Ayo kita cari untuk bilang terima kasih padanya." Ujar Cia.


" Nanti aja Abang mau bertemu Mami dulu,Udah kangen juga." Sahut Nathan.


" Yah keburu pergi dianya Bang." Ucap Cia.


" Kalau jodoh tidak akan kemana Cia, Pasti suatu saat nanti kami akan bertemu lagi, Dan Abang sangat mengharapkan pertemuan itu." Ucap Nathan.


" Aku doakan semoga Abang berjodoh sama wanita yang sudah membuat Abang sampai ke sini dengan selamat." Ucap Cia.


" Amien, Makasih sa...." Ucapan Nathan menggantung saat mendapat pelototan dari Cia.


" Cia." Ucap Nathan membuat Cia tersenyum.


TBC.....


*Gimana kesan pertamanya menarik nggak sih?


Jangan lupa like dan komentnya ya..


Insya Allah author akan up lagi nanti malam setelah berbuka ya....


Miss U All*...

__ADS_1


__ADS_2