Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Perhatian atau Posesif


__ADS_3

Setelah di rawat hampir satu minggu, Hari ini Nesha sudah pulang ke rumahnya, Ia sudah mulai bisa berjalan normal mesthi harus hati hati. Saat ini mereka sedang berkumpul di kamar Farhan. Rencana awal Gama akan sekamar dengan Nathan tapi karena Nesha di cesar jadi Farhan membawa box bayi ke kamarnya untuk memudahkan Nesha agar tidak bolak balik kamar. Di dalam sudah ada Sifa, Nathan, Mama Ranti, dan Jordan. Kalau Mama Rena dan Papa Ardi sudah pulang ke negaranya. Entah mengapa mereka lebih suka tinggal di sana. Nesha duduk di atas ranjang bersandar pada headboard sambil memangku Gama. Ia suka sekali memangku Gama seperti itu tanpa mempedulikan luka bekas jahitannya.


(Author bingung namanya menggendong atau memangku ya posisi menyusui, Ya pokoknya gitulah ya)


" Nes aku mau gendong Gama donk." Ucap Sifa.


" Boleh." Sahut Nesha memberikan Gama pada Sifa.


" Hallo anak Mama udah mandi ya? Kok wangi banget sih, Uluh uluh gantengnya, Ih gemesin mirip bayi thailand deh." Ucap Sifa menciumi pipi Gama.


" Mama Mama Athan mau cium dedek." Ucap Nathan.


" Sini sayang, Cium adek sampai puas." Ujar Sifa.


Nathan menciumi Gama sampai pipinya merah merona. Nathan terlihat begitu menyayangi Gama.


" Yank makan dulu." Farhan masuk ke dalam sambil membawa nampan berisi makanan di tangannya.


" Masss aku belum lapar, Baru tadi pagi aku makan udah di suruh makan lagi." Ucap Nesha.


" Sedikit aja biar asinya banyak, Biar dedek Gama kenyang kalau net*k kamu." Ujar Farhan.


Farhan begitu memperhatikan Nesha dan Gama. Bahkan Nesha makan hampir lima kali sehari walaupun sedikit sedikit makannya. Hampir setiap tiga jam sekali Farhan menyuapi Nesha. Farhan tidak akan membiarkan putranya kelaparan. Terbukti dalam waktu satu minggu Babby Gama sudah naik hampir satu kilo.


" A'." Farhan menyodorkan sesendok makanan ke mulut Nesha. Mau tak mau Nesha menerima nya. Suapan demi suapan Farhan berikan kepada istrinya. Nesha mengunyahnya dengan perasaan kesal.


" Udah Mas." Ucap Nesha.


" Sedikit lagi." Ujar Farhan.


" Aku udah kenyang Mas, Bisa meledak perut aku." Kesal Nesha.


" Sayang nggak boleh gitu sama suami." Tegur Mama Ranti.


" Maaf Mas." Ucap Nesha.


" Baiklah tiga jam setelah ini kamu harus makan lagi." Ucap Farhan.


" Ckk." Decak Nesha.


" Hei kamu juga harus memulihkan kondisimu kan? Jadi menurutlah makan yang banyak, Makan buah, Minum susu dan minum obatnya secara teratur biar kamu dan Gama sehat semuanya." Ujar Farhan.


Sifa menatap iri perhatian Farhan, Ia melirik ke arah Jordan yang juga sedang meliriknya, Seolah Jordan mengatakan aku juga akan melakukan hal yang sama lewat tatapannya. Sifa tersenyum manis ke arahnya.


" Sore ini Mama mau pulang, Apa kamu tidak repot Nes?" Tanya Mama Ranti.


" Tidak Ma kan ada Mbak Nadia, Kalau siang Sifa juga ada di sini, Maaf ya Ma Vanes ngrepotin Mama." Sahut Nesha.


"Apa sih kamu itu, Ya sudah kalau begitu Mama mau berkemas dulu ya." Sahut Mama Ranti.


" Iya Ma." Sahut Nesha.


" Maaf semuanya di mohon keluar dulu ya, Saat ini istriku Nesha mau istirahat." Ucap Farhan mengusir mereka.


" Masss." Gumam Nesha menarik celana Farhan. Ia tidak enak jika harus mengusir mereka.

__ADS_1


" Apa sayang? Mereka mengerti kok, kan kamu memang harus banyak istirahat bukan begitu Sif? Dan?." Ujar Farhan.


" Iya Nes kamu harus banyak istirahat." Sahut Jordan.


Nesha membaringkan tubuhnya miring memunggungi Farhan yang sedang berdiri di samping ranjang.


" Sayang jangan miring tidurnya, Entar jahitannya ke tekan gimana? Entar berdarah lagi, Ayo terlentang aja tidurnya biar enakan." Ujar Farhan.


Nesha merubah posisinya menjadi terlentang. Ia memejamkan matanya kesal dengan perhatian Farhan yang menurutnya berlebihan. Ia seperti anak kecil yang apa apa harus di atur.


" Sayang Mama main dulu sama Bang Nathan ya, Kamu bobok aja di sini." Ucap Sifa menidurkan Gama di box bayi.


" Ayo Nathan main sama Mama di luar, Maminya mau bobok dulu, Kasihan Mami tadi malam begadang lhoh jagain dek Gama." Ucap Sifa.


" Baik Ma, Ayo Pa kita main." Ajak Nathan. Mereka semua meninggalkan kamar Nesha.


" Tidurlah sayang Mas akan jaga Gama." Ucap Farhan.


Farhan menuju sofa lalu membuka laptopnya, Ia akan menyelesaikan pekerjaannya di rumah.


Sore hari Nesha mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamarnya.


Ceklek....


Kamar mandi terbuka menampilkan Farhan yang sedang menggendong Gama.


" Eh anak Mami udah mandi? Kok nggak bangunin aku sih Mas, Biar aku saja yang mandiin Gama." Ujar Nesha.


" Nggak pa pa sayang aku udah biasa, Dulu saat Nathan bayi aku juga yang mengurusnya, Aku bahkan menyuruh Vera untuk tiduran sama main ponsel aja." Ucap Farhan tanpa sadar sambil memakaikan baju dan popok Gama.


" Jangan samakan aku dengannya Mas." Ketus Nesha.


" Aku tidak peduli." Sahut Nesha.


Nesha turun dari ranjang,


" Sayang pelan pelan donk, Tunggu Mas dulu biar Mas gendong." Ujar Farhan.


" Nggak perlu." Ketus Nesha meninggalkan Farhan menuju kamar mandi. Nesha selalu kesal jika Farhan mengungkit masa lalunya, Cuma sebatas kesal aja sih kaya' author 😁. Nesha merasa Farhan belum bisa melupakan mantan istrinya.


" Haish ni mulut kenapa nggak bisa diem sih, Ini yang dinamakan mulutku harimauku yang bisa menerkamku juga." Batin Farhan.


" Gama sayang bantu Papi bujuk Mami ya biar tidak merajuk." Ujar Farhan menimang Gama.


Setengah jam kemudian Nesha keluar dari kamar mandi. Ia duduk di depan meja rias menyisir rambutnya. Seperti biasa Farhan akan mengambil alih sisirnya dan menyisir rambut Nesha dengan pelan.


" Sayang." Panggil Farhan. Nesha diam tidak bergeming.


" Yank jangan marah donk, Aku minta maaf deh, Aku tidak sadar bicara sampai ke sana, Aku sudah lama melupakan dia Yank, Sumpah deh hanya kamu di hati aku." Rayu Farhan.


" Sayang.... Maminya Nathan dan Gama, Maafin Papinya Nathan dan Gama ini ya, Papi siap deh menerima hukuman dari Mami tersayang." Ucap Farhan konyol.


Farhan berlutut di depan Nesha. Ia menggenggam tangan Nesha dan menciuminya.


" Maaf Yank... Jangan gini donk aku jadi sedih nih, Sayangku cintaku padamu I Love you, Jangan marah ya.." Ujar Farhan dengan wajah imutnya membuat Nesha tidak tega melihatnya.

__ADS_1


" Di maafkan?" Tanya Farhan.


Nesha menganggukkan kepalanya, Farhan langsung memeluk Nesha.


" Makasih sayang." Ucap Farhan mencium kening Nesha.


" Kamu di sini saja Mas mau masak dulu buat kamu makan." Ujar Farhan meninggalkan Nesha.


Ya untuk urusan Nesha dan Gama, Farhan menanginya sendiri, Jika Nathan ada Mbak Nadia. Kalau ada waktu maka Farhan sendiri yang turun tangan. Ia tidak mau Nathan merasa di kucilkan setelah punya adik, Sebisa mungkin Farhan selalu menghabiskan waktu dengan merawat ketiganya.


Setelah pulang dari rumah Nesha, Sifa segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower. Tiba tiba....


Hap...


Jordan memeluknya dari belakang, Tangannya bermain main di area depan Sifa.


" Mas..." Desis Sifa.


" Pengin Yank." Sahut Jordan.


" Minggir aku mau mandi." Ucap Sifa.


" Mandi bareng." Sahut Jordan.


Nyatanya tidak hanya mandi, Mereka berdua melakukan apapun sesuka hati mereka. Terbang ke atas nirwana itulah yang di rasakan Sifa dan Jordan saat ini. Di bawah guyuran shower Jordan benar benar memanjakan tubuh istrinya hingga Sifa tidak bisa berpaling darinya. Setelah menghabiskan waktu hingga satu jam lamanya akhirnya mereka mandi beneran tanpa ada kegiatan lainnya.


" Sini Mas keringin." Ucap Jordan mengeringkan rambut Sifa dengan handuk di tangannya.


" Yank." Panggil Jordan.


" Iya Mas." Sifa menatap Jordan lewat pantulan cermin.


" Kita nikmati masa masa pacaran dulu ya, Kalau kita udah bosan baru punya anak, Sambil nungguin aku sembuh." Ucap Jordan.


" Iya Mas, Lagian untuk saat ini aku juga mau membantu Nesha ngurus Gama sama Nathan dulu, Kalau mereka udah sedikit besar baru aku punya Babby sendiri, Setahun cukuplah untuk bermain main dengan mereka." Ujar Sifa.


" Kalau seandainya aku tidak bisa di sembuhkan gimana?" Tanya Jordan.


" Aku.... Aku akan....." Sifa menjeda ucapannya, Ia membalikkan badannya menatap Jordan.


" Kamu akan, Akan apa?" Tanya Jordan dengan jantung deg deg an.


" Aku akan menerimamu apa adanya Mas, Kita juga udah punya Nathan dan Gama kan? Jadi jangan cemaskan apapun OK?" Sahut Sifa menangkup wajah Jordan.


" Makasih sayang." Ucap Jordan memeluk Sifa.


" Cinta itu tidak hanya tentang kebahagiaan Mas, Tapi tentang menerima kekurangan pasangan kita juga, Mulai sekarang jangan pikirkan itu lagi hmm, Itu akan mempengaruhi kesembuhanmu." Ujar Sifa.


" Baiklah sayang, Mulai sekarang aku akan memikirkan yang indah indah saja, Gimana kalau kita ulangi masa masa indah tadi?." Sahut Jordan semangat.


" Nggak mau capek aku mau tidur." Sahut Sifa.


" Baiklah sayang sekarang tidurlah aku mau menyelesaikan pekerjaanku dulu." Ucap Jordan mencium kening Sifa.


TBC.....

__ADS_1


*Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya... Makasih udah suport author...


Miss U All*


__ADS_2