Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
32. Kebodohan Nathan


__ADS_3

Pagi ini keluarga Ardiansyah dan Jordan sedang sarapan bersama. Mereka semua makan dengan khidmat. Nathan dan Valen hari ini sudah mulai bekerja. Sejak semalam Valen mengabaikan Nathan membuat hati Nathan gelisah tak menentu.


" Nathan Papa ucapkan terima kasih karna kamu mau membantu keluarga kami, Papa janji ini terakhir kalinya Papa mengusik hidupmu." Ucap Papa Jordan membuka suara.


" Tapi ingat Pa, pernikahan ini hanya formalitas saja, aku tidak akan menjalankan kewajibanku sebagaimana suami pada umumnya, istriku hanya Valen tidak ada yang lainnya, dan setelah enam bulan aku akan menceraikannya sesuai perjanjian, nanti Dika akan mengirim surat perjanjian itu kepada Papa." Sahut Nathan membuat Valen dan Mami Nesha menghela nafasnya.


Nathan terdesak dan tidak punya pilihan lain. Bagaimanapun Ia adalah pria yang sangat menyayangi keluarganya. Semalam Ia sudah memberikan pengertian kepada Mami Nesha. Dan mau tidak mau akhirnya Mami Nesha mengijinkannya. Valen tidak lagi memprotes keputusan Nathan tapi entah apa yang sedang Ia rencanakan, hanya dia saja yang tahu.


" Pernikahan kalian tiga hari lagi, saat ini Meli sudah berada di rumahnya, apa kamu tidak mau menemuinya?" Tanya Papa Jordan.


" Apa jika aku menemuinya, lalu memintanya untuk membatalkan pernikahan ini dia akan mendengarkan aku?" Nathan balik bertanya.


" Papa rasa itu tidak mungkin, karna Papa sudah berkali kali mencoba membujuknya tapi dia tetap kukuh memintamu untuk menikahinya." Sahut Papa Jordan.


" Lalu buat apa aku menemuinya jika tidak bisa mengubah semuanya?" Ujar Nathan.


" Valen.... Setelah ini Mama mau berbicara berdua denganmu saja, apa kamu bisa?" Tanya Mama Sifa menatap Valen.


" Maaf Ma aku tidak bisa, aku sudah terlambat untuk ke kantor." Sahut Valen dingin.


Valen beranjak dari tempat duduknya, Ia berjalan meninggalkan meja makan tanpa berpamitan kepada siapapun. Memang tidak sopan, tapi saat ini Ia sedang malas beramah tamah dengan semua orang yang berada di sana.


" Aku sudah kenyang." Ucap Cia pergi dari sana.


" Aku juga." Ujar Ria


" Aku berangkat ke kantor dulu." Ucap Gama.


Gama dan Ria meninggalkan meja makan juga.


" Kau lihat Kak Jordan? Kedatanganmu selalu membuat kedamaian di rumahku hilang begitu saja, kau takut di penjara tapi kau tidak takut merampas kebahagian anak anakku." Ucap Mami Nesha ikut meninggalkan meja makan juga.


" Nesha." Panggil Mama Sifa.


Mami Nesha tidak bergeming, Ia terus melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


" Maafkan Papa Than, Papa mengacaukan semuanya, sekarang Papa akan membatalkan pernikahanmu dengan Meli biarkan Papa di penjara." Ujar Papa Jordan.


" Pa jangan katakan itu Pa, aku tidak mau jika Papa harus di penjara, kalau sampai Kak Arsya tahu Papa di penjara karna hutang Papa untuk pengobatannya maka Kak Arsya akan merasa sangat bersalah Pa, Kak Arsya pasti lebih memilih mati daripada membebani Papa dengan penyakitnya." Ucap Rasya mencegah Papanya.


" Bang.... Tolong Papa Bang, aku mohon.... Aku akan bersujud di kaki Kakak ipar agar dia mengijinkannya Bang." Sambung Rasaya menatap Nathan.


" Tenanglah Sya, Abang akan membantu kalian sebisa Abang, Abang berangkat ke kantor dulu ya." Sahut Nathan.


" Makasih Bang." Sahut Rasya.


Nathan berjalan menuju ruang tamu untuk mengambil tasnya. Di saat bersamaan Valen sedang menuruni tangga.


" Yank... Kamu sudah siap?" Tanya Nathan.


" Hmm." Gumam Valen.


Keduanya keluar rumah menuju mobil. Nathan membukakan pintu mobil untuk Valen, tapi Valen justru terus berjalan menuju mobilnya sendiri.

__ADS_1


" Yank berangkat bareng aku aja, jangan pakai mobil sendiri." Ujar Nathan.


" Nggak perlu." Ketus Valen membuat Nathan menghela nafasnya.


" Yank... Jangan begini donk." Ucap Nathan menghampiri mobil Valen.


Valen masuk ke dalam lalu segera mengunci semua pintunya. Ia menjalankan mobilnya meninggalkan Nathan yang berdiri mematung di sana.


" Arghhhhhh." Teriak Nathan frustasi.


...****************...


Di ruangan Nathan, Valen sedang membacakan agenda Nathan hari ini dengan profesional. Valen mampu bersikap layaknya atasan dan bawahan. Nathan menjadi cemas, gelisah tak karuan dengan sikap dingin Valen yang mengabaikannya. Pernikahannya dengan Meli belum terlaksana saja Ia sudah tersiksa seperti ini, bagaimana nasibnya setelah Ia menikahi Meli?


" Yank jangan bersikap formal gitu donk, aku kangen kamu sebagai istriku." Ucap Nathan menatap Valen dengan tatapan sendu. Nathan beranjak mendekati Valen.


" Setelah Bapak menandatangani berkas itu, Bapak bisa panggil saya kembali." Ucap Valen tanpa mempedulikan ucapan Nathan.


" Yank...


Ceklek.....


Pintu terbuka menampakkan wanita cantik yang berjalan masuk menghampiri Nathan.


" Vernathan...... Im coming." Teriak wanita itu memeluk Nathan.


" Meli." Ucap Nathan.


Deg....


" Meli lepaskan aku, ini tidak pantas di lakukan karna aku sudah menikah." Ujar Nathan mendorong tubuh Meli agar menjauh dari tubuhnya, tapi Meli justru mempererat pelukannya.


" Tapi aku calon istrimu, aku mau kamu memperlakukan aku sebagai kekasihmu." Sahut Meli.


Tidak tahan melihat semuanya, Valen membalikkan tubuhnya hendak keluar ruangan tapi tangannya di cekal oleh Nathan yang masih di peluk oleh Meli. Valen menyentak kasar tangan Nathan hingga punggung tangannya terpentok meja.


" Awh." Pekik Nathan.


Meli melepas pelukannya.


" Ada apa Vernathan?" Tanya Meli.


" Ah tidak tanganku hanya terpentok meja saja." Ucap Nathan meniup punggung tangannya yang memerah.


" Tanganmu sampai merah begini, dimana kamu meletakkan salep? Biar aku yang mengobatinya." Ujar Meli.


Valen keluar ruangan, saat di depan pintu Ia berpapasan dengan Dika.


" Valen kamu kenapa menangis? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Dika mengusap air mata Valen.


" Tidak ada Kak, ini hanya kelilipan saja." Sahut Valen.


" Oh ya Kak, dimana Naren?" Sambung Valen.

__ADS_1


" Naren ada di rumah masih tidur." Sahut Dika.


" Hari ini aku ijin ya Kak, aku mau menemui Naren." Ujar Valen.


" Baiklah.... Semoga kau baik baik saja." Sahut Dika.


Dika masuk ke dalam ruangan saat Valen menjauh darinya. Mata Dika membulat saat melihat Nathan sedang duduk bersama wanita lain.


" Nathan." Panggil Dika.


" Ya." Sahut Nathan menoleh ke arah Dika.


" Dia siapa?" Tanya Dika.


" Perkenalkan saya Meli calon istri Vernathan." Ucap Meli mengulurkan tangannya.


" Istri kedua yang tak lain sebagai pelakor." Sinis Dika.


Meli mengepalkan erat tangannya. Ia menatap Dika dengan penuh kebencian.


" Mel aku banyak kerjaan, sekarang kamu pulanglah jangan temui aku sebelum hari pernikahan kita." Ucap Nathan.


" Baiklah aku pulang dulu." Sahut Meli keluar ruangan Nathan.


" Kau puas sudah membuat Valen menangis?" Tanya Dika.


" Valen menangis?" Nathan balik bertanya.


" Kenapa? Apa dia tidak boleh menangis saat kau menyakitinya?" Tanya Dika.


" Kau tahu bahkan dia butuh bahu adikku sebagai sandarannya, jangan menyesal jika Valen lebih nyaman bersama adikku daripada kamu, Valen wanita yang keras kepala sekali Ia membencimu maka selamanya dia akan membencimu Than, lebih baik pikirkan kembali keputusanmu untuk menikahi Meli, jangan sampai kau benar benar kehilangannya." Ujar Dika panjang lebar.


" Aku ingin kamu menyelidiki Meli, kenapa dia tiba tiba menginginkan aku menikahinya, Aku beri waktu satu hari untuk kamu mendapatkan informasinya." Ujar Nathan.


" Baiklah aku akan mencari informasinya, semoga ada hal yang bisa membuat pernikahan ini tidak terjadi." Ujar Dika.


" Aku juga berharap begitu." Sahut Nathan.


*Hal apa yang akan membatalkan pernikahan Nathan dan Meli????


Ataukah pernikahan itu akan tetap terjadi????


Tunggu jawabannya di bab berikutnya ya....


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author ....


Author mohon maaf jika cerita yang author buat tidak berkenan di hati para readers karna setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda.....


Cerita tidak akan menarik tanpa konflik dan maafkan jika konfliknya tidak masuk akal atau tidak mendidik...


Tujuan author hanya membuat hiburan entah itu berhasil atau tidak yang jelas author sudah berusaha semaximal mungkin...


Miss U All*

__ADS_1


TBC.......


__ADS_2