Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
2. Berkumpul dengan Keluarga.


__ADS_3

Ceklek....


Nathan mendorong pintu ruangan Maminya. Ia melongkokkan kepalanya menatap ke arah ranjang. Seorang wanita yang masih terlihat cantik tersenyum menatapnya. Semua yang berada di ruangan mengikuti arah pandang Nesha.


" Abang." Pekik Gama menghampiri Nathan lalu memeluknya.



" Bagaimana kabarmu Gama?" Tanya Nathan. Ia meninggalkan panggilan Dek Gam karna Gama yang memintanya karna alasan Ia sudah dewasa.


" Baik Bang, Abang sendiri gimana?" Sahut Gama melepas pelukannya.


" Baik sayang, Gimana pekerjaanmu? Lancar kan?" Tanya Nathan.


" Lancar lah Bang, Kan berkat bantuan Abang." Sahut Gama.


Ehm ehm....


Deheman Mami Nesha menyadarkan keduanya. Nathan tersenyum kuda menatap Maminya.


" Maaf Mi, Abang suka lupa kalau udah ketemu Dek Gam." Ucap Nathan.


" Gama Abang." Protes Gama.


" Ah iya Gama Mami." Ujar Nathan memghampiri Farhan dahulu yang sedang duduk di sofa bersama Ria.


" Siang Pi, Bagaimana kabar Papi?" Tanya Nathan menyalami Farhan dengan takzim.


" Alhamdulillah baik sayang." Sahut Papi Farhan.


" Abang." Ucap Ria memeluk Nathan.


" Gimana kabar Adek abang yang cantik ini?" Tanya Nathan.


" Baik Abang." Sahut Ria melepas pelukannya.


" Baik apanya orang dia lagi patah hati Bang." Cebik Cia.


" Sialan Lo, Siapa bilang gue lagi patah hati? Elo kali di tinggal doi pacaran sama cewek lain." Ejek Ria.


" Eh enggak ya... Lo aja kali." Sahut Cia.


" Elo lah... Broken heart." Ejek Ria.


" Gue nggak suka sama dia ya.. Amit amit suka sama cowok cupu gitu." Ujar Cia menyangkal.


" Enggak suka kok kaya'nya kecewa banget gitu lihatnya." Ujar Ria.


" Leria... Lecia..." Gumam Nathan membuat keduanya diam.


" Maaf Bang." Ucap Keduanya sambil menunduk.


Nathan berjalan menuju ranjang menghampiri Nesha yang sedang berbaring tidak berdaya.


" Mami.... " Ucap Nathan menunduk memeluk Maminya. Nathan melepas pelukannya. Ia duduk di kursi samping ranjang.


" Kenapa Mami bisa sampai di sini hmm? Apa Mami tidak menjaga kesehatan Mami?" Tanya Nathan menggenggam tangan Maminya.


" Mami merindukanmu sayang." Sahut Mami Nesha.


Ya... Nesha selalu meriang jika di tinggal Nathan pergi jauh. Entah apa penyebabnya Nesha sendiri tidak tahu, Padahal Nathan hanya pergi selama satu minggu saja.


" Maafkan Abang Mami, Karna Abang Mami jadi sakit begini." Lirih Nathan.


" Bukan salahmu sayang, Sekarang jangan bersedih lagi Mami baik baik saja sayang." Ucap Mami Nesha.


" Baiklah Mi, Sekarang Abang sudah ada di sini, Apa ada yang Mami inginkan dari Abang?" Tanya Nathan.

__ADS_1


" Tidak sayang, Mami hanya ingin kamu di sini." Sahut Mami Nesha.


" Iya Mi Abang akan menemani Mami di sini, Sekarang istirahatlah Mi." Ucap Nathan mengelus tangan Nesha yang kelihatan kurus.


" Mami pasti tidak menjaga asupan makannya, Maafkan Abang Mi karna telah meninggalkan Mami demi pekerjaan Abang." Gumam Nathan dalam hatinya. Ia tidak mau mengatakannya langsung karna Nesha pasti akan menyalahkan dirinya karna menjadi batu sandungan untuk pekerjaan putranya.


Mami Nesha nampak memejamkan matanya, Nathan beranjak dengan pelan mengampiri Papinya.


" Apa diagnosa Dokter tentang Mami Pi?" Tanya Nathan menatap Papi Farhan dan ketiga adiknya.


" Mami hanya kelelahan dan tekanan darahnya rendah sayang, Kau tidak perlu khawatir, Bukankah biasa setiap kamu pergi pasti Mami akan seperti ini." Ujar Papi Farhan.


" Kenapa semua ini selalu terjadi pada Mami, Padahal...." Gumam Nathan menjeda ucapannya.


" Apa maksudmu?" Tanya Papi Farhan yang mendengar Nathan bergumam.


" Ah tidak Pi, Sekarang kalian istirahat saja biar Abang yang menjaga Mami, Atau kalian mau pulang?" Tawar Nathan kepada ketiga adiknya.


" Tidak Bang kami tetap mau di sini sampai Mami pulang." Jawab Ketiga adik Nathan serempak.


" Mami akan pulang sore nanti karna obatnya sudah datang, Jadi kalian pulanglah lebih dulu." Ujar Papi Farhan.


" Baiklah Pi, Kami pulang." Ucap Gama.


" Iya Pi, Kami pulang." Ujar Ria.


" Aku mau di sini sama Abang." Ujar Cia.


Cia memang lebih dekat dengan Nathan dari pada Ria, Cia bahkan tidak malu bermanja manja dengan Nathan.


" Ya udah Kak kita pulang aja dulu, Cia kalau udah ketemu pacarnya suka lupa sama kita." Goda Ria.


" Biarin wekk." Sahut Cia menjulurkan lidahnya.


" Kami pulang Pi, Bang." Pamit Gama.


" Siap Bang." Sahut Gama.


Keduanya berjalan keluar ruangan rawat Nesha. Kini tinggal mereka bertiga yang duduk di sofa itu.


" Bang..." Panggil Cia tiduran di sofa dengan paha Nathan sebagai bantalannya.


" Apa?" Sahut Nathan.


" Abang melupakan sesuatu." Ujar Cia.


" Apa itu? Apa wanita tadi?" Tanya Nathan.


" Wanita? Wanita mana yang kamu maksud Nathan?" Selidik Papi Farhan.


" Ah tidak Pi." Sahut Nathan.


" Wanita yang tadi memberi Abang tumpangan Pi, Dia sangat cantik tapi sayang belum sempat Abang berterima kasih, Wanita itu sudah keburu pergi." Jelas Cia.


" Bener Bang?" Tanya Papi Farhan.


" Iya Pi." Sahut Nathan.


" Tapi bukan itu Bang yang Cia maksud." Ujar Cia.


" Lalu apa yang kamu maksud say...


" Stop." potong Cia.


" Baiklah apa yang kamu maksud Cia?" Tanya Nathan mengelus kepala Cia.


" Oleh oleh Abang." Sahut Cia.

__ADS_1


" Oh..." Gumam Nathan.


" Kok cuma oh doank Bang, Mana oleh olehnya?" Tanya Cia.


Nathan mengotak atik ponselnya.


Ting


Satu notif pesan masuk ke dalam ponsel Cia. Ia segera membukanya. Transferan sepuluh juta menambah isi saldonya.


" Ahhhh Abang makasih." Ucap Cia beranjak memeluk Nathan.


" Sama sama sayang." Sahut Nathan.


" Cia doakan semoga Abang di pertemukan dengan jodoh yang baik hati dan penyayang seperti Abang, Kalau perlu cewek itu, Cia akan menyuruh Ria dan Kak Gama untuk mendoakan Abang juga." Ujar Cia kegirangan.


" Makasih atas doanya sayang." Ucap Nathan.


Drt.... Drt...


Ponsel Cia berdering tanda panggilan masuk. Ia menatap ID pemanggil.


" Ria." Gumam Cia.


" Halo ada apa." Sapa Cia setelah mengangkat panggilan teleponnya.


" Lo pasti yang minta hadiah dari Abang, Lo nggak punya malu banget Ci, Kasihan Abang jauh jauh kerja buat ngumpulin uang Ci, Entar Abang nggak punya modal buat nikah kalau kamu mintain terus, Nggak mikir banget kamu ini." Omel Ria di sebrang sana.


" Yeeee kenapa nyalahin gue? Orang Abang sendiri yang ngasih segitu kok, Gue cuma minta oleh oleh doank tapi Abang kasih segitu ya beneran lah rejeki anak solehah." Sahut Cia.


" Solehah solehah pala' Lo peyang, Mana Abang?" Tanya Ria.


" Nih." Ujar Cia memberikan ponselnya pada Nathan.


" Abang stop memanjakan Cia dan kami, Harusnya uangnya Abang tabung buat modal kawin, Ria nggak mau nanti Abang di tinggal Kakak ipar karna nggak punya cuan." Ucap Ria.


" Tidak pa pa sayang, Abang masih punya banyak uang kok." Sahut Nathan lembut.


" Abang mah selalu begitu." Cebik Ria menutup panggilannya.


" Kenapa Bang? Kena marah Ria lagi?" Tanya Papi Farhan.


" Iya Pi." Sahut Nathan.


" Makanya jangan terlalu memanjakan adik adikmu nggak baik juga." Ujar Papi Farhan.


" Iya Pi maaf, Niat Abang cuma buat mereka seneng aja." Sahut Nathan.


" Hmm tidak masalah jika mereka sudah mendapatkan uang saku darimu maka Papa akan menyetop transferan mereka selama enam bulan." Ucap Papi Farhan.


" Apa pi? Enam bulan?" Pekik Cia.


" Iya." Sahut Papi Farhan.


" Kalau begitu ambil aja lagi Bang, Aku nggak mau uang jajanku di potong selama enam bulan." Ujar Cia membuat Farhan dan Nathan tersenyum.


Si kembar



TBC......


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu suport author...


Miss U All....

__ADS_1


__ADS_2