Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Cerita Mama


__ADS_3

Siang ini Nesha dan Farhan baru kembali dari rumah. Mereka baru saja memeriksakan kandungan Nesha yang baru memasuki bulan ke tiga. Dan kabar baiknya Nesha benar benar hamil anak kembar. Keduanya merasa sangat bahagia.


Farhan menggandeng tangan Nesha masuk ke dalam rumahnya.


" Mama." Pekik Nesha berlari menghampiri Mama Ranti di ruang tamu.


" Sayang kamu sudah kembali? Gimana hasil pemeriksaannya?" Tanya Mama memeluk Nesha.


" Hasilnya baik Ma, Vanes dan dedeknya sehat semua." Sahut Nesha.


" Apa kabar Ma?" Tanya Farhan menyalami Mama Ranti dengan takzim.


" Alhamdulillah baik Han, Mama ucapkan selamat pada kalian berdua." Ujar Mama Ranti.


" Makasih Ma." Sahut Farhan duduk di samping Nesha.


" Mbak Nadia." Panggil Nesha.


" Iya Non." Sahut Mbak Nadia menghampiri Nesha.


" Nathan dan Gama dimana Mbak?" Tanya Nesha.


" Mereka lagi tidur Non." Sahut Mbak Nadia.


" Oh ya udah buatkan aku jus jeruk ya Mbak." Ujar Nesha.


" Iya Non." Sahut Mbak Nadia.


Mbak Nadia kembali ke dapur.


" Ma ada yang mengganjal di hati Vanes." Ucap Nesha tiba tiba membuat Mama dan Farhan menatap ke arahnya.


" Apa itu sayang?" Tanya Mama Ranti.


" Apakah keluarga kita punya keturunan kembar?" Tanya Nesha.


Deg....


Jantung Mama Ranti berdebar dengan kencang, Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Inilah yang Mama Ranti takutkan. Rahasia dan rasa bersalah yang selama ini Ia pendam akhirnya terungkap juga.


" Ma jawab pertanyaan Vanes Ma? Vanes ingin tahu apakah di dalam keluarga kita ada turunan kembar?" Desak Nesha.


" Ada." Jawab Mama Ranti menghela nafasnya.


" Siapa Ma?" Nesha kembali bertanya.


" Kamu tidak perlu tahu itu sayang, Yang jelas dalam keluarga kita ada yang kembar." Ucap Mama Ranti.


Nesha menatap Mamanya heran, Tidak biasanya Mama Ranti seemosional ini. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang tidak Ia ketahui tentang keluarganya? Nesha semakin penasaran.


" Ma... Vanesh mohon beritahu Vanesh siapa yang kembar dalam keluarga kita? Yang Vanesh tahu tidak ada kan." Ujar Nesha menatap Mamanya.


" Memangnya kenapa kamu bertanya tentang itu? Apa yang membuatmu sekhawatir ini sayang?" Mama Ranti balik bertanya.


" Karena saat ini Vanesh mengandung anak kembar Ma, Vanesh tidak mau Mas Farhan berpikiran buruk tentang Vanesh jika keluarga kita tidak ada yang kembar Ma, Vanesh tidak mau Mas Farhan mengira jika Vanesh mengkhianatinya, Sekarang katakan siapa yang kembar dalam keluarga kita Ma?" Tanya Nesha membuat Mama Ranti terpojok.


Mama Ranti memejamkan matanya menahan sesuatu yang membuat sesak di dadanya. Mau tak mau Ia harus memberitahu Nesha.

__ADS_1


" Kamu." Jawab Mama Ranti.


" A... Aku? Aku kembar?" Pekik Nesha.


" Iya." Sahut Mama Ranti.


Nesha menatap ke arah Farhan, Lalu Ia menatap ke arah Mama Ranti lagi.


" Lalu dimana kembaran Vanesh saat ini Ma?" Selidik Nesha.


" Kamu membuka luka lama sayang." Ujar Mama Ranti mengusap air matanya.


" Maafkan Vanesh Ma, Kalau begitu tidak usah di ceritakan yang penting Vanesh dan Mas Farhan tahu kalau kami punya turunan kembar, Jadi tidak ada prasangka buruk di antara kami Ma." Sindir Nesha melirik Farhan. Farhan hanya menundukkan kepalanya saja.


Ya Farhan sempat kecewa mendengar penjelasan Dokter jika seseorang yang hamil kembar itu sembilan puluh persen karena faktor keturunan. Sedangkan yang Farhan tahu di dalam keluarganya ataupun keluarga Nesha tidak ada yang kembar. Lalu bagaimana bisa Nesha hamil kembar? Apakah mungkin Nrsha mengkhianatinya? Pertanyaan Farhan terjawab sudah tapi bukannya tenang Ia justru gelusah karena rasa bersalah yang sudah berpikiran buruk tentang istrinya.


Nesha bisa menilai kecurigaan Farhan hanya dengan menatap matanya saja. Itu sebabnya Ia mengundang Mamanya untuk menanyakan hal itu kepada Mamanya. Ia tidak ingin ada masalah dalam rumah tangganya.


" Kamu terlahir kembar sayang, Tapi sayang kembaranmu tidak bisa terselamatkan karena dulu Mama melahirkanmu karena Mama terjatuh di kamar mandi dengan posisi tengkurap, Sama sepertimu waktu itu." Ucap Mama Ranti.


" Apa itu sebabnya setiap hari ulang tahunku Mama selalu pergi? Sebenarnya Mam pergi ke makam bukan?" Tebak Nesha.


" Iya sayang maafkan Mama karna telah menyembunyikan semua ini darimu." Ujar Mama Ranti.


" Tapi kenapa selama ini Mama tidak pernah cerita padaku?" Tanya Nesha.


" Mama selalu merasa bersalah jika mengingatnya sayang, Mama takut Mama tidak bisa mengendalikan diri Mama karna rasa bersalah ini." Ujar Mama sedih.


" Maafkan Vanesh Ma, Sekarang jangan bersedih lagi, Lupakan semua yang sudah berlalu Ma." Ucap Nesha memeluk Mama Ranti.


" Yang sabar ya Ma, Sekali lagi maafkan Vanesh." Ucap Nesha.


" Iya sayang." Sahut Mama Ranti.


" Oma...." Teriak Nathan menghampiri mereka. Nesha dan Mama Ranti langsung menghapus air mata mereka.


" Halo cucu Oma yang ganteng, Gimana kabarnya?" Tanya Mama Ranti.


" Aku baik Oma." Sahut Nathan sambil mencium punggung tangan Mama Ranti.


" Pinternya cucu oma." Puji Mama Ranti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jordan berkacak pinggang menatap ke arah Sifa yang saat ini sedang menangis di tepi ranjang. Ia tidak menduga jika istrinya diam diam sering menemui pria lain di luar sana. Apakah Sifa mengkhianatinya? Jika benar apa yang kurang dalam diri Jordan? Bukankah Jordan sangat mencintainya?


" Kenapa kamu membohongiku? Ada hubungan apa kamu dengan pria itu Sifa?" Bentak Jordan.


Saat ini di kamar mereka hanya berdua, Tadi Jordan meminta bi Imah membawa Arsya keluar. Ia ingin menyelesaikan masalahnya hingga selesai.


" Kenapa kau diam saja? Katakan siapa pria itu?" Tanya Jordan.


" Dia... Dia.. Rocki Mas." Sahut Sifa.


" Siapa Rocki itu Sifa? Katakan yang jelas jangan berbelit! Aku tidak suka kamu bermain di belakangku Sifa, Apa dia pacarmu? Dia selingkuhanmu? Katakan Sifa." Ucap Jordan.


" Mas aku tidak punya hubungan apa apa dengannya? Dia ke sini hanya....

__ADS_1


" Hanya apa?" Potong Jordan.


" Hanya menagih hutang Papaku Mas." Lirih Sifa.


" Hutang? Hutang Papamu? Memang berapa hutang Papamu? Apa kamu tidak bisa membayarnya hingga kamu selalu ketemuan dengannya? Kau merayunya begitu?" Tanya Jordan.


" Mas jangan pernah berpikiran seperti itu, Bukannya aku tidak bisa membayarnya tapi aku takut menggunakan uangmu Mas, Hutang Papaku sangat banyak kepadanya." Sahut Sifa.


" Berapa?" Tanya Jordan.


" Lima M." Sahut Sifa.


" Apa? Lima M? Uang sebesar itu Papamu gunakan untuk apa?" Selidik Jordan.


" Papaku meminjam uang itu untuk investasi, Tapi dia justru tertipu investasi palsu itu bersama temannya, Dan jika Papaku tidak bisa membayar hutangnya maka aku sebagai jaminannya, Aku harus menikah dengan Rocki, Dengan begitu hutang Papaku akan lunas." Jelas Sifa


Prang......


Jordan melempar gelas di atas nakas hingga hancur berantakan. Sifa gemetar ketakutan melihat kemarahan Jordan yang tak pernah Ia lihat selama ini.


" Apa Papamu gila? Kamu sudah menikah denganku, Bagaimana bisa Papamu menjaminkan dirimu untuk membayar hutangnya? Papamu benar benar gila Sifa.... Apakah aku harus membunuh Papamu itu?" Tanya Jordan emosi.


" Mas ku mohon jangan lakukan itu, Aku yakin Papa tidak ada cara lain Mas, Papa sudah meminta keringanan padanya, Papa janji akan membayarnya tapi dia bersikukuh untuk menikahiku Mas, Maafkan Papaku Mas, Maafkan dia." Ucap Sifa sambil mengatupkan kedua tangannya di hadapan Jordan.


Jordan menatap Sifa, Ia baru sadar jika sikapnya membuat istrinya takut.


" Maafkan aku sayang." Jordan menarik tubuh Sifa ke dalam pelukannya.


" Maafkan aku, Aku begitu emosi mendengar semua ini, Aku tidak rela kamu menjadi milik orang lain sayang, Maafkan aku sudah membuatmu takut." Ujar Jordan menciumi pucuk kepala Sifa.


" Aku juga minta maaf padamu Mas karna aku tidak jujur padamu, Bukan tidak mau jujur tapi belum.. Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk memberitahumu tapi kamu keburu mengetahuinya, Maafkan aku." Ucap Sifa.


" Tenanglah sayang aku akan melunasi hutang Papamu, Yang penting jangan pernah tinggalkan aku, Aku mencintaimu." Ucap Jordan.


" Aku juga sangat mencintaimu Mas." Sahut Sifa.


Hati Sifa lega walau harus seperti ini caranya. Ia benar benar tidak enak hati jika harus meminta uang sebanyak itu pda suaminya untuk membayarkan hutang Papanya. Tapi sekarang Ia sudah bisa bernafas lega setidaknya masalahnya tidak akan berlarut larut.


TBC......


*Jangan lupa like dan komentnya ya...


Masalah Sifa udah terselesaikan ya....


Mau bahagia apa konflik lagi nih? Tulis di kolom komentar ya...


Makasih atas suport yang kalian berikan kepada Author


Baca juga cerita author yang lain ya.. Yang insyaallah tidak kalah seru....


Karya terbaru author


" Ternyata dia hanya milikku"


Author tunggu di sana ya....


Miss U All*...

__ADS_1


__ADS_2