Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
117. Berkunjung


__ADS_3

Selesai sarapan Azza kembali ke kamarnya. Ia duduk di atas ranjang bersandar pada headboard sambil memainkan ponselnya. Hari ini Azza dan Dika sama sama cuti kerja karena mood mereka yang sedang buruk. Dika ingin memyelesaikan masalahnya saat ini juga.


Ceklek....


Dika membuka pintu kamarnya membuat Azza menoleh sekilas ke arahnya. Lalu Azza kembali fokus pada ponselnya.


" Sayang ada Cia di bawah, kaya'nya dia ingin menemuimu." Ujar Dika menghampiri Azza.


" Kenapa menemuiku? Bukankah dia ada urusan dengan kamu?" Tanya Azza.


Dika menghela nafasnya mendengar kata panggilan 'kamu' dari Azza. Biasanya Azza akan menyebutnya dengan Mas Dika.


" Tidak sayang, Cia sengaja datang untuk menemuimu, mungkin mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada kami kemarin." Ujar Dika.


" Apa kamu yang memintanya ke sini? Apa kamu tidak bisa menyelesaikan masalah kita sendiri hingga kamu menyuruhnya kemari?" Tanya Azza.


" Astaga sayang... Kenapa pikiranmu negatif terus tentang aku? Nggak baik sayang." Ujar Dika.


Azza melafalkan kata istighfar beberapa kali di dalam hatinya.


" Niat Cia ke sini itu baik, Ia ingin meluruskan masalah kita karena secara tidak sengaja Cialah yang menyebabkannya, Cia merasa bersalah kepadamu dan dia tulua ingin meminta maaf padamu sayang, sekarang temuilah dia, hargai tamu yang mau berniat baik kepada kita." Ujar Dika.


" Bela aja dia terus, di sini akulah yang bersalah jika kalian berdua sama sekali tidak bersalah." Sahut Azza turun dari ranjangnya.


Azza bejalan keluar meninggalkan Dika dengan perasaan kesal. Ia menuruni tangga dengan pelan.


" Azza." Ucap Cia setelah Azza sampai di ruang tamu.


" Bagaimana kabarmu Za?" Tanya Cia.


Azza duduk si sofa sebrang Cia.


" Seperti yang kamu lihat Cia, aku baik baik saja." Sahut Azza.


" Oh syukurlah kalau begitu." Gumam Cia.


Dika yang baru saja datang duduk di sebelah Azza.


" Azza, Kak Dika maksud kedatanganku kemari ingin meminta maaf pada kalian berdua, tanpa aku sadari aku membuat kerenggangan pada hubungan kalian, aku menyesal telah meminta kamu membantu masalahku Kak, tidak seharusnya aku meminta bantuanmu untuk menyelesaikan masalah pribadiku di saat kamu sudah memiliki kehidupan sendiri...


" Mohon maaf Cia, bukannya aku mau mengajarimu ataupun sok tahu di depanmu, namun aku sarankan jika masalah pribadi antara suami dan istri maka cukup suami dan istri itu sendiri yang tahu, tidak baik membuka aib pasangan di depan orang lain, apalagi orang itu bukan siapa siapa kita, jangan menarik perhatian orang lain dengan masalah kita dan membuat mereka ingin terlibat jauh di dalamnya." Tutur Azza membuat Dika dan Cia merasa malu.


" Baiklah Azza terima kasih atas saran yang kamu berikan kepadaku, saran darimu akan membuat hidupku jauh lebih tenteram." Ucap Cia.


" Jadi apakah kamu mau memaafkan aku?" Tanya Cia menatap Azza.


" Sebagai manusia biasa kita tidak luput akan kesalahan, dan sebagai sesama juga kita harus saling memaafkan kan? Aku memaafkan dirimu dengan segenap hatiku, dan aku berharap kamu bisa menjaga dirimu lebih baik lagi." Ucap Azza.


" Terima kasih Azza." Ucap Cia.


" Aku juga di maafkan kan sayang?" Tanya Dika.


" Aku sudah memaafkan Mas Dika dari kemarin kan Mas?" Azza balik bertanya.


" Terima kasih sayang, kau memang wanita terbaik dalam hidupku." Ucap Dika memeluk Azza.


" Lepas Mas! Malu ada Cia.. Aku memang memaafkanmu tapi aku masih malas dekat dekat sama kamu." Bisik Azza membuat Dika langsung melepas pelukannya.

__ADS_1


" Kamu beruntung Kak mendapatkan wanita seperti Azza." Ucap Cia.


" Iya kau benar Cia, aku memang sangat beruntung." Sahut Dika.


" Cia bagaimana keadaan babby twins?" Tanya Azza menatap perut Cia yang nampak begitu besar.


" Mereka baik baik saja, kini tendangan mereka semakin terasa." Sahut Cia.


" Semoga nanti lancar ya persalinannya." Ucap Azza.


" Terima kasih, kamu juga ya." Ujar Cia.


" Amin." Sahut Azza dan Dika bersamaan.


" Kalau begitu aku permisi ya Za, kasihan Pak sopirnya udah nunggu lama." Ucap Cia.


" Hati hati ya." Ujar Azza.


" Iya, Kak aku pamit." Ucap Cia.


" Hati hati." Sahut Dika.


Cia berjalan keluar rumah Dika. Ia masuk ke dalam mobilnya meninggalkan kediaman Dika dan Azza.


" Sayang aku mau berkunjung ke rumah Erald, kamu mau ikut nggak?" Tanya Dika setelah kepergian Cia.


" Boleh deh, aku juga kangen sama Kak Valen dan Erald." Sahut Azza.


Dika tersenyum manis ke arah Azza. Sepertinya Azza sudah melupakan kemarahannya.


Dika melajukan mobilnya menuju rumah Nathan. Sekitar tiga puluh menit Dika sampai di kediaman Nathan.


" Assalamu'alaikum." Ucap Dika dan Azza bersamaan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Valen menghampiri keduanya sambil menggendong Erald.


" Eh ada aunti Azza Dek, masuk Za, Kak." Ucap Valen mempersilhakan mereka masuk.


Ketiganya menuju ruang tamu lalu duduk di sana.


" Gimana kabarnya Kak?" Tanya Azza menggenggam tangan mungil Erald.


" Alhamdulillah baik, kamu dan Kak Dika baik baik saja kan?" Valen balik bertanya.


" Alhamdulillah baik Kak." Sahut Azza.


" Ini kok sepi Len, Nathan sama Om dan Tante pada kemana?" Tanya Dika.


" Mas Nathan di kantor, terus Papi sam Mami sedang berkunjung ke rumah temannya Kak." Sahut Valen.


" Owh... Maaf ya gara gara libur Nathan jadi sibuk di kantor." Ucap Dika.


" Tidak apa Kak, kan memang sudah menjadi tanggung jawab Mas Nathan." Sahut Valen yang mengerti tentang masalah yang menimpa rumah tangga Dika.


" Kak boleh nggak kalau aku menggendong Erald?" Tanya Azza.


" Kenapa tidak?" Ujar Valen.

__ADS_1


" Ayo Erald gendong sama aunti ya." Ujar Azza mengulurkan kedua tangannya.


Erald menerima uluran tangan Azza sambil terkekeh.


" Ma ma ma ma" Celoteh Erald.


" Ini aunti bukan Mama, kalau Mama kamu tuh." Ujar Azza menunjuk Valen.


" Ma ma ma ma." Erald kembali mengoceh sambil memainkan lidahnya membuat encesnya menetes ke bawah.


" Ih ngences." Ujar Azza.


" Lap pakai tisu Za." Ucap Valen menyodorkan tisu ke arah Azza. Azza segera mengelap ences pada bibir Erald membuat Erald tertawa.


" Kita jalan jalan yuk Er, kita lihat lihat taman belakang." Ujar Azza.


" Jangan keluar rumah tapi Za, kasihan panas." Ujar Valen.


" Iya Kak, aku mau ngajak Erald ke taman belakang aja kok." Sahut Azza.


" Mas aku ke sana dulu ya." Ucap Azza menatap Dika.


" Iya hati hati ya, atau perlu Mas temani?" Tanya Dika.


" Mas ngobrol aja sama Kak Valen, aku mau pacaran sama Erald saja." Sahut Azza.


" Baiklah." Sahut Dika.


Azza berjalan menuju taman belakang. Sedangkan Dika dan Valen berbincang bincang.


" Ini Den minumnya." Ucap Bi Nadia meletakkan secangkir kopi dan teh di atas meja.


" Makasih Bi." Ucap Dika.


" Sama sama Den." Sahut Bi Nadia.


" Gimana Kak? Apa Cia sudah menemui Azza? Apa masalahnya sudah selesai?" Tanya Valen menatap Dika.


" Sudah, Azza sudah memaafkan aku dan Cia tapi dia masih kesal sama aku, dia masih cuek sama aku Len." Sahut Dika.


" Ya wajar sih Kak kalau dia masih begitu, tapi mungkin itu juga bawaan bayi bisa Kak." Ujar Valen.


" Mungkin juga." Sahut Dika menyesap kopinya.


" Oh ya Len ada berita baik dari Naren." Ujar Dika.


" Apa itu Kak?" Tanya Valen.


Apa hayoooo?????


Jangan lupa like vote koment dan hadiahnya ya biar author semangat...


Terimaa kasih untuk readers yang sudah mensuport author... Semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2