
Nathan turun dari mobil langsung masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Farhan yang nelihatnya menjadi iba dengan apa yang di alami anak sekecil Nathan. Farhan berjalan menuju kamarnya, Ia membuka pintu kamarnya menatap Nesha yang sedang tidur miring sambil memeluk Gama. Farhan tersenyum sambil menghampirinya, Ia membungkukkan badannya mencium kening Nesha hingga mengganggu tidurnya.
" Mas... Kamu udah pulang?" Tanya Nesha menyandarkan punggungnya pada headboard.
" Udah, Maaf Mas mengganggu tidurmu." Ucap Farhan.
" Nggak pa pa Mas, Gimana apa Nathan senang berada di sana? Kenapa tidak vc?" Nesha memberondong pertanyaan kepada Farhan.
" Tidak jadi." Sahut Farhan menghela nafasnya.
" Tidak jadi? Kenapa?" Tanya Nesha menatap Farhan.
" Saat sampai di sana Nathan........
Farhan menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tidak ada yang Ia lewatkan.
" Astaghfirulohhal'adzim, Kenapa bisa jadi begini? Ya ampun Kak Jordan aku kecewa padanya, Kalau dia tidak mengharapkan Nathan kenapa dulu dia mendekatinya? Sok sokan mau mengambil alih hak asuh Nathan segala." Cebik Nesha.
" Itu karena dia sebenarnya mengincar dirimu sayang." Sahut Farhan.
" Untung aku tidak tergoda dengannya, Bayangkan saja jika aku sampai beralih menjadi istrinya huh akan aku bejek bejek dia jadi sambal, Setelah ini aku yakin Nathan pasti tidak akan pernah mau ke sana lagi." Ujar Nesha merasa kesal sendiri.
" Itulah makanya Nathan minta pulang, Dia terlihat sangat kecewa banget sama Jordan." Ucap Farhan.
" Kasihan sekali Nathan Mas, Aku mau ke kamarnya Mas antar ya." Ujar Nesha.
" Baiklah ayo Mas bantu." Ujar Farhan.
Farhan menuntun Nesha menuju kamar Nathan. Setelah masuk ke kamar Nathan Nesha menatap Nathan yang sedang memainkan ponselnya.
" Sayang." Panggil Nesha.
" Mami." Pekik Nathan meletakkan ponselnya di atas kasur.
" Kenapa Mami ke sini? Harusnya panggil saja Abang biar Abang yang ke sana Mi." Ujar Nathan.
Nesha duduk di tepi ranjang, Walau sebenarnya tubuhnya masih lemas tapi Ia paksakan. Ia ingin menghibur Nathan yang sedang sedih.
" Sayang maafin Mami ya karena telah memaksamu ke sana, Mami tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini, Jika Mami tahu akan seperti ini Mami tidak akan membiarkanmu ke sana sayang, Maafkan Mami ya." Ucap Nesha.
Nathan langsung menubruk tubuh Nesha. Nesha membalas pelukannya.
__ADS_1
" Bukan salah Mami, Abang tahu maksud Mami kok tapi bolehkah Abang minta sesuatu kepada Mami?" Tanya Nathan mendongak menatap Nesha.
" Apa itu sayang?" Tanya Nesha.
" Jangan lagi membujuk Abang untuk dekat atau ke rumah Mama dan Papa, Kalau Abang mau ke sana biarkan Abang sendiri yang memintanya, Bolehkan Mi?" Ujar Nathan.
" Baiklah sayang Mami tidak akan memaksamu lagi, Sekarang jangan pernah memikirkan hal yang tidak penting lagi OK? Tanpa Mama dan Papa kita juga bisa menjadi keluarga yang bahagia." Ujar Nesha.
" Mami sebenarnya siapa Papa Jordan dan Mama Sifa itu? Kenapa mereka menjadi orang tua Abang? Apa hubungan Abang dengan mereka Mi?" Tanya Nathan penasaran karena tadi Ia hanya mendengar sekilas saja jadi tidak jelas.
Deg....
Detak jantung Nesha seakan berhenti berdetak. Ia belum siap mengatakan yang sebenarnya kepada Nathan. Ia takut Nathan akan semakin terluka dan terpuruk dengan keadaan ini. Bagaimana tidak? Jika Nathan tahu kalau yang mengatakan hal menyakitkan itu adalah Papa kandungnya sendiri.
" Mereka teman Mami sayang dan mereka sudah menganggapmu sebagai putra kandungnya sendiri, Jadi mereka mau kamu memanggil mereka Mama dan Papa." Sahut Farhan.
Nesha memejamkan matanya bukan jawaban ini yang akan dia lontarkan. Jawaban Farhan memang menyelamatkannya saat ini tapi justru akan menjadi boomerang suatu hari nanti. Di saat Nathan mengetahui kebenarannya maka Ia akan sangat kecewa dengan kedua orang tuanya karena telah membohonginya.
" Apa benar begitu Mi?" Tanya Nathan meminta jawaban pada Nesha.
" Sayang siapapun mereka yang jelas mereka ingin kamu menganggap mereka sebagai orang tuamu, Saat ini Mami belum bisa menjelaskan apa apa padamu tunggu saatnya nanti kamu pasti akan mengetahui semuanya, Nathan paham kan dengan ucapan Mami?" Ujar Nesha.
" Paham Mi, Bagi Abang siapapun mereka tapi Mamilah Mami Abang, Abang sayang Mami, Jangan tinggalin Abang ya Mi." Ucap Nathan.
" Ternyata anak Papi dewasa sebelum waktunya ya, Papi bangga kepadamu sayang, Jika suatu saat nanti Papi tiada tetaplah menjadi pelindung untuk Mamimu ya, Sayangi Mamimu sampai akhir hayat nanti." Ujar Farhan.
" Iya donk Pi kan Abang sudah punya adik banyak, Abang juga akan selalu menyayangi Mami, Abang akan menjadi pelindung Mami dari orang orang yang berniat menyakiti Mami walaupun itu Papi sendiri." Sahut Nathan mantap.
" Pinter." Ucap Nesha mengelus kepala Nathan.
" I Love U Mi." Ucap Nathan membuat Nesha dan Farhan melongo.
" Darimana Abang tahu kata kata itu?" Selidik Nesha.
" Di sekolahan ada temen cewek Abang yang selalu bilang seperti itu sama Abang Mi." Jelas Nathan.
" Lalu?" Tanya Nesha.
" Ya Abang diemin aja orang Abang cintanya sama Mami." Sahut Nathan.
" Ha?????" Gumam Farhan.
__ADS_1
" Emang tahu apa Abang soal cinta?" Tanya Nesha menaik turunkan alisnya.
" Tahu.... Seperti apa yang di lakukan Mami untuk Nathan selama ini, Mami selalu menegur Abang jika Abang salah, Mami selalu mengajari Abang tentang kebaikan, Mami tidak pernah menyakiti Abang, Mami selalu menjadi pelindung Abang, Mami selalu menjadi yang terdepan di saat Abang kenapa napa, Itulah yang dinamakan cinta Mi, Abang bisa melihat cinta tulus Mami untuk Abang." Sahut Nathan.
Jawaban Nathan benar benar membuat Nesha dan Farhan tak percaya. Anak sekecil Nathan sudah bisa mengartikan cinta yang sesungguhnya.
" Hiks hiks.... Sayang." Isak Nesha.
" Jika suatu hari nanti Mami membuatmu kecewa karena mungkin Mami pernah membohongimu apa kamu mau memaafkan Mami? Apa kamu masih mau menyayangi Mami?" Tanya Nesha menghapus air matanya.
" Satu kesalahan Mami tidak sedikitpun mampu merusak Cinta Mami pada Abang, Jadi apapun kesalahan Mami Abang akan memaafkannya." Sahut Nathan.
" Masss..." Nesha memeluk Farhan menumpahkan air mata kesedihannya di dada suaminya. Ia merasa bersalah karena tidak jujur dengan Nathan siapa Jordan sebenarnya. (Kok Author mewek ya, Sedih nggak si bun?)
" Mami jangan nangis donk entar Abang sedih lho." Ucap Nathan.
" Ah baiklah sayang Mami tidak akan menangis lagi." Ujar Nesha menghapus air matanya begitupun dengan Farhan.
" I Love U Mami." Ucap Nathan.
Nesha menatap Nathan dengan perasaan yang entah, Ia sendiri tidak tahu rasanya Ia ingin menangis lagi tapi Ia tahan karena Ia tidak mau terlihat lemah di mata putra tercintanya.
" Di balas donk Mi." Ujar Nathan.
" Ah baiklah sayang Love U more anak Mami tercinta." Sahut Nesha memeluk Nathan.
" Mami... Sekarang Mami istirahat aja di kamar, Nanti Abang akan ke sana menemani Mami." Ujar Nathan melepas pelukannya.
" Baiklah sayang Dek Gama juga sedang tidur, Berbahagialah sayang dan selalu menjadi pria yang kuat." Ucap Nesha.
" Siap Mi." Sahut Nathan.
Farhan kembali menuntun Nesha menuju kamarnya. Ia membantu Nesha merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Farhan mencium kening Nesha. Ia berbaring di sebelah Nesha memeluk tubuh istrinya.
TBC.....
*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya...
Baca dan dukung juga karya baru author ya...
...TERNYATA DIA HANYA MILIKKU...
__ADS_1
Makasih yang udah selalu menemani author dan selalu suport author semoga sehat selalu.
Miss U All*