
Setelah acara syukuran kelahiran babby twins, Para anggota keluarga kembali ke rumah masing masing. Rumah ini menjadi sepi lagi. Nesha dan Farhan mengurus kedua babbynya sendiri secara bergantian. Jika Gama dan Nathan di urus oleh Mbak Nadia. Saat ini Nesha sedang menyusui Lecia, Sedangkan Leria sedang di gendong oleh Farhan.
" Sayang Cia udah kenyang belum? Sepertinya Ria juga lapar." Ucap Farhan.
" Udah Mas, Sini gantian." Sahut Nesha.
" Sebentar Mas taruh Leria dulu di box." Ujar Farhan menidurkan Leria di ranjangnya.
Setelah itu Farhan mengambil Lecia dari gendongan Nesha. Ia menukarnya dengan Leria. Sekarang gantian Leria yang menyusu.
" Sayang kalau kamu repot mending kasih sufor aja ya." Ujar Farhan.
" Enggak Mas, Anak cewek itu beda sama anak cowok, Stok asiku masih memenuhi untuk mereka berdua Mas." Sahut Nesha.
" Baiklah Mas percaya sama kamu, Nanti kalau sisa kasih Papinya ya." Goda Farhan.
" Apaan kamu sih Mas." Ujar Nesha.
Drt..... Drt.....
" Ponselku berdering Mas." Ucap Nesha.
Farhan mengambil ponsel Nesha di atas nakas.
" Sifa telepon sayang." Ujar Farhan.
" Angkat aja Mas nyalakan loudspeakernya." Sahut Nesha.
Farhan mengangkat telepon Sifa dan menyalakan loudspeakernya.
" Halo Nes." Sapa Sifa di sebrang sana.
" Halo Sif, Gimana?" Tanya Nesha.
" Aku mau mengabarkan kalau aku dan Arsya akan pergi ke luar Negri untuk pengobatan Arsya, Maaf aku tidak bisa pamit langsung soalnya mendadak nih, Papa Ardi baru saja menelepon kami." Terang Sifa.
" Iya nggak pa pa Sif, Hati hati ya semoga pengobatannya lancar sampai Arsya sembuh." Ucap Nesha.
" Makasih ya Nes, Dan aku minta maaf kalau selama ini aku menjadi sahabat yang egois." Ujar Sifa.
" Enggak lah kamu tetap sahabat terbaikku Sif, Rencana kalian menggunakan metode yang mana?" Tanya Nesha.
" Metode tali pusar Nes, Doakan semoga aku cepet hamil lagi ya." Jawab Sifa.
" Iya tentulah.... Kembar ya biar sama kaya' aku." Ujar Nesha.
" Yang jelas semoga anakku kali ini sehat." Ucap Sifa.
" Amien.. Jagain Arsya untukku ya." Ujar Nesha.
" Hmmm ya udah aku berangkat dulu Nes, Salam untuk Kak Farhan dan Nathan." Ucap Sifa.
" OK nanti aku sampaikan, Hati hati Sif." Sahut Nesha memutuskan sambungan teleponnya.
" Semoga usahamu membuahkan hasil sesuai keinginanmu Sif." Gumam Nesha.
" Tenanglah sayang semuanya pasti akan baik baik saja." Ucap Farhan.
" Iya Mas semoga saja, Dan semoga hubungan kami kembali damai seperti dulu lagi." Ucap Nesha.
Tok tok
__ADS_1
" Mami.... Apa Abang boleh masuk?" Ucap Nathan dari luar.
" Nathan Mas." Ujar Nesha.
" Mas buka pintu dulu." Ujar Farhan mendekati pintu lalu membukanya.
" Mami mana Pi? Apa Mami baik baik saja?" Tanya Nathan.
" Iya sayang Mami baik baik saja jangan khawatir." Sahut Farhan.
" Gama mana Bang?" Tanya Farhan.
" Dek Gam udah bobok Pi." Sahut Nathan.
" Oh... Ayo masuk." Ucap Farhan.
Nathan menghampiri Nesha yang sedang menyusui Leria.
" Uluh uluh adek Ria haus ya...." Ucap Nathan mengelus pelan pipi Leria.
" Iya Abang." Sahut Nesha.
" Abang udah makan belum?" Tanya Nesha.
" Udah Mi barusan sama Dek Gam, Terus Abang kelonin Dek Gamnya lalu dia tidur pulas terus Abang tinggal ke sini deh." Sahut Nathan.
" Gama tidur?" Tanya Nesha.
" Iya Mi makanya Abang ke sini pengin main sama Ria dan Cia." Ujar Nathan.
" Abang senang punya adek cewek dua sekaligus?" Tanya Nesha.
" Tunggu satu tahun lagi ya.." Ujar Nesha.
" Mi berarti hari ulang tahun kami sama donk Mi." Ujar Nathan.
" Iya sayang.... Bagus kan? Padahal Mami tidak merencanakannya lhoh." Ucap Nesha.
" Berarti kami akan merayakan hari ulang tahun bersama sama." Ujar Nathan. Nesha menganggukkan kepalanya.
Ya saat kelahiran babby twins Nathan ulang tahun ke enam, Gama ulang tahun ke dua. Jadi bisa di pastikan hari ulang tahun keempat anak Nesha dan Farhan sama. ( Jangan protes ya)
" Papi... Abang ingin memangku Dek Cia." Ujar Nathan.
" Baiklah hati hati tapi ya." Ujar Farhan.
Farhan memberikan Cia ke pangkuan Nathan. Nathan mencoba mengajak adiknya berbicara sambil berceloteh ria.
Pagi hari Nathan sudah siap berangkat ke sekolah, Tiba tiba Gama nangis hendak ikut dengan abangnya.
" Huaaaa... A..bang...itut." Tangis Gama.
" Sayang Abang mau sekolah dulu ya, Nanti kita main lagi, Sekarang Dek Gam main sama Mbak Nad ya." Ujar Nathan menggendong Gama.
" Ndak au... au ama abang." Sahut Gama yang sudah mulai lancar berbicara.
" Abang sekolah dulu biar pintar biar besok bisa ngajarin Dek Gam ya." Bujuk Nathan.
" Ndak au ndak au." Kukuh Gama memegang erat leher Nathan.
" Gama sayang Abang mau sekolah, Sama Mami ya." Ucap Nesha mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" Koyah." Tanya Gama.
" Iya Abang sekolah dulu nanti kalau udah pulang Gama main lagi sama Abang, Mau main apa? Mobil apa bola?" Tanya Nesha.
" Boya." Sahut Gama.
" Ya udah sekarang ayo sama Mami dulu." Ujar Nesha.
Gama mengulurkan tangannya, Nesha segera menggendongnya.
" Abang hati hati ya." Ucap Nesha.
" Iya Mi, Abang berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum." Ucap Nathan menyalami Nesha dengan takzim.
" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Nesha.
" Sayang Mas berangkat ya." Ucap Farhan yang baru turun dari atas tangga. Ia menghampiri Nesha dan mencium kening Nesha dan Gama bergantian.
" Papi." Ucap Gama.
" Papi berangkat dulu ya." Ucap Farhan.
Gama menganggukkan kepalanya. Nesha menyalami Farhan dan mencium punggung tangannya
" Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.
" Wa'alaikumsallam Mas." Sahut Nesha.
Farhan melangkahkan kakinya kelyar menuju mobil dimana Nathan sudah menunggunya. Ia melajukan mobilnya menuju sekolah Nathan setelah itu Ia menuju kantornya.
Sampai di sekolah Nathan di sambut oleh Meli.
" Vernathan." Panggil Meli.
" Ada apa Mel?" Tanya Nathan.
" Ver, Aku mau pindah ke luar negri untuk pengobatan, Entah kapan aku akan kembali ke sini, Tapi aku janji padamu jika aku sudah sembuh aku langsung kembali ke sini untuk menemuimu." Ucap Meli.
" Ya sudah fokus saja sama pengobatanmu, Aku doakan semoga kau cepat sembuh." Sahut Nathan.
" Ver apa kau mau berjanji padaku?" Tanya Meli.
" Janji apa?" Nathan balik bertanya.
" Jika sudah dewasa nanti kau tidak akan menikah dengan wanita lain sebelum aku kembali, Maukah kamu menjanjikan itu padaku?" Tanya Meli.
" Maaf Mel aku tidak bisa menjanjikan itu padamu, Hidupku hanya untuk Mamiku, Jadi jika dewasa nanti aku akan menurut kepada Mami dengan siapa aku harus menikah, Kamu paham kan maksudku." Ujar Nathan.
" Apa cintamu kepada Mamimu tidak bisa kau bagi untukku walau sedikit saja?" Tanya Meli sedih.
" Tidak... Jika bukan Mamiku sendiri yang memintanya aku tidak bisa melakukan itu, Maafkan aku Mel aku harus masuk ke dalam kelas." Ucap Nathan meninggalkan Meli.
" Vernathan aku janji padamu kalau aku akan kembali hanya untukmu, Semoga jika saat itu tiba aku belum terlambat menghampirimu." Gumam Meli dalam hati.
TBC.....
*Jangan lupa like dan komentnya author tunggu ya... Kalau berkenan kasih hadiah ya...
Makasih buat yang udah mensuport author...
Miss U All*...
__ADS_1