Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Surat Dari Fatika


__ADS_3

" Kamu Sifa kan?" Tanya Bara.


" Siapa Nes?" Tanya Sifa menatap Nesha.


" Kamu nggak inget?" Nesha balik bertanya.


" Enggak.... Siapa sih?" Tanya Sifa penasaran.


" Kak Bara..." Jawab Nesha.


" What????? Kak Bara Bramantyo?" Pekik Sifa.


" Iya senior kita." Sahut Nesha.


" Kakak kelas yang item dekil pakai kaca mata dan suka ngejar ngejar Lo itu kan?." Tanya Sifa memastikan.


" Omongannya di jaga Sif... Kamu ini... Maaf ya Kak." Ujar Nesha.


" Nggak pa pa kok." Sahut Bara.


" Ahhhhhh aku nggak nyangka sekarang kamu jadi pangeran tampan... Kulit putih, Wajah imut dannnn hidungmu mancung banget Kak Wahhhh kamu jadi ganteng banget." Celoteh Sifa memutar mutar badan Bara.


" Ehmm ehmm." Dehem Jordan. Sifa menoleh ke arah suara.


" He he kamu tetap yang paling tampan Mas." Ujar Sifa.


" Kalau aku tampan kenapa kamu nggak tertarik sama aku, Bahkan mau buka segel aja selalu gagal" Ucap Jordan.


" Apasih Mas... Nggak tahu malu banget kamu jadi orang, Ngomong sembarangan." Cebik Sifa.


" Ah iya maaf." Sahut Jordan.


" Sebentar... Sebentar..." Ucap Sifa.


" Kenapa wajahmu berubah jadi tampan seperti ini Kak? Apa kamu oplas?" Selidik Sifa.


" Aku emang ganteng sejak dulu... Kamunya aja yang matanya bermasalah." Sahut Bara.


" Masa' sih." Ujar Sifa.


" Kalau menurutmu gimana Nes?" Tanya Bara menatap Nesha.


" Kalau menurutku ya biasa aja sih..." Sahut Nesha.


" Pantes aja kamu nolak aku." Ucap Bara.


" Ya bukan gitu Kak, Cinta itu tidak memandang fisik, Yang penting sifatnya." Sahut Nesha.


" Biar nggak kaya' suamimu... Ganteng, Banyak duit tapi nggak bikin Lo bahagia." Ceplos Sifa.


" Sayang....." Panggil Jordan.


" Sorry Nes." Ucap Sifa.


" Nggak masalah Sif." Sahut Nesha.


" Kalau begitu ayo anak anak kita main saja." Ajak Bara mencairkan suasana.


" Ayo sayang." Ucap Jordan.


Akhirnya hari ini Nathan bermain bersama baby Vanesha, Mereka tampak akrab seperti Kakak dan Adik. Jordan dan Bara tampak sedang asik berbincang, Pasti soal kerjaan. Sifa mengajak Nesha menuju kamarnya. Ia segera menutup pintu kamar Nesha.


" Ada apa si?" Tanya Nesha.


" Kemarin Kak Farhan ke rumah mencarimu." Ucap Sifa.


" Biarkan saja, Aku sedang memberi pelajaran padanya." Sahut Nesha.


" Dia minta maaf padamu, Dia bilang dia sangat merindukanmu." Ucap Sifa.


" Aku juga merindukannya Sif, Tapi aku masih malas untuk pulang, Aku masih mual jika dekat Mas Farhan." Sahut Nesha.

__ADS_1


" Dia juga memberikan surat yang Fatika titipkan untukmu." Ucap Sifa.


" Fatika?" Tanya Nesha memastikan.


" Iya... Dia sudah tiada." Jawab Sifa.


" Innalillahiwainnailaihiroji'un." Ucap Nesha.


" Ini suratnya." Ucap Sifa memberikan surat yang di titipkan Farhan.


Nesha menerima surat itu lalu membukanya.


Untukmu Nesha


Sebelumnya perkenalkan... Namaku Fatika, Aku sahabat Farhan, Hanya sahabatnya... Aku yakin saat kamu membaca suratku aku sudah tiada....Tapi aku belum tenang di atas sini karena belum mendapat maafmu... Aku minta maaf padamu karena aku hubunganmu dengan Farhan menjadi renggang... Farhan mencintaimu... Sangat mencintaimu... Dia hanya sahabatku... Sahabat yang selalu membantuku... Sahabat yang selalu ada untukku.... Tapi itu dulu.... Sekarang dia milikmu.... Hanya milikmu... Setelah aku di vonis umurku tidak lama lagi, Aku ingin sahabatku menemaniku di masa masa terakhirku... Tapi sungguh aku tidak tahu kalau Farhan tidak meminta izinnya... Maafkan aku... Karena demi memenuhi keinginanku dia harus membohongimu... Sekali lagi maafkan aku... Aku tidak bermaksud apalagi berniat merebut Farhan darimu, Aku tidak ada perasaan apa apa dengannya, Aku menganggapnya sahabatku.. Hanya sebagai sahabat.. Sekali lagi maafkan aku...


Dariku Fatika


" Gimana? Apa yang dia tulis?" Tanya Sifa.


" Dia hanya meminta maaf saja dan bilang kalau dia tidak tahu jika Mas Farhan membohongiku... Itu aja." Sahut Nesha.


" Berarti memang Kak Farhan yang bersalah Nes, Nyatanya Fatika tahunya kamu sudah mengizinkannya." Ujar Sifa.


" Mas Farhan memang selalu begitu, Tapi tidak apa apa aku sudah memaafkannya." Ucap Nesha.


" Gimana ponakan Aunti? Nakal nggak nih hari ini?" Tanya Sifa mengelus perut Nesha.


" Geli tahu Sif." Ujar Nesha.


" Kalau sama Kak Farhan nggak geli ya?" Goda Sifa.


" Apanya? Orang sama dia mual kok." Sahut Nesha.


" Masih sering mutah kalau pagi?" Tanya Sifa.


" Masih.. Tapi udah agak mendingan si, Udah mau makan juga." Jawab Nesha.


" Ngomong ngomong kapan kamu mau kembali ke rumah?" Tanya Sifa.


" Mungkin sebentar lagi.. Nunggu mualnya hilang kali ya? Kan nggak mungkin kalau aku dekat sama Mas Farhan harus tutup hidung mulu, Aku kasihan lihatnya." Ujar Nesha.


" Anakmu nggak mau dekat sama Papinya karna Papinya ngeyel.... Tukang boong juga." Ucap Sifa.


" Biarinlah suka suka dia aja, Aku nggak mau ambil pusing." Sahut Nesha.


" Bagaimana kalau setelah ini dia mengulangi kesalahan yang sama lagi?" Tanya Sifa.


" Aku akan benar benar meninggalkannya Sif.. Kali ini aku masih memaafkannya dan akan memberinya kesempatan lagi... Kesempatan terakhir, Aku masih memikirkan anak anak." Ujar Nesha.


" Semoga dia jera Nes dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi." Ujar Sifa.


" Semoga saja Sif." Sahut Nesha.


" Ayo ke bawah lagi, Nggak enak ada tamu palah di tinggal." Ajak Nesha.


" Ayo." Sahut Sifa. Mereka berdua turun ke bawah.


" Mami sini...." Ucap Nathan yang udah mulai jelas ngomongnya.


" Ada apa sayang?" Tanya Nesha.


" Mami.... Apa adek yang ada di pelut Mami kaya' dedek Neca?" Tanya Nathan.


" Maksud Nathan cewek gitu?" Tanya Nesha memastikan.


" Iya.. Yang lambutnya bisa di kucil." Jawab Nathan.


" Mami belum tahu sayang.... Mungkin saja seperti dedek Vanesha atau mungkin juga seperti Kak Nathan." Jelas Nesha.


" Yaudah deh ndak pa pa, Kalo kaya' Athan bisa di ajak main bola." Ujar Nathan.

__ADS_1


" Athan main lagi ya Mi." Ucap Nathan.


" OK." Sahut Nesha.


Nesha kembali duduk di sofa yang tadi Ia duduki. Di depannya Bara dan Jordan sedang asik berbincang.


" Nes, Apa kamu sedang hamil?" Tanya Bara.


" Iya Kak." Jawab Nesha.


" Kalau begitu selamat untuk kehamilanmu, Semoga lancar hingga persalinan." Ucap Bara.


" Makasih Kak." Sahut Nesha.


Mereka berbincang hingga sore hari. Setelah kepergian mereka semua sekarang Nesha merasa sepi lagi. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit langit kamar meresapi kesendiriannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari berlalu tak terasa sudah dua bulan Nesha meninggalkan rumah, Setiap hari Nathan datang ke rumah, Kadang kadang Vanesha juga main ke rumahnya saat ada Nathan tentunya. Pernah suatu hari Nathan keceplosan sama Farhan tentang pertemuannya dengan Nesha, Bahkan Farhan sempat mengikuti mobil Sifa tapi nasib baik belum berpihak padanya, Sifa menyadari jika Farhan mengikutinya hingga Ia membelokkan mobilnya ke taman kota. Semua itu membuat Farhan semakin frustasi.


Sore ini Nesha sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit mengecek kandungannya, Ia sudah tidak mengalami morning sicknes lagi seperti sebelumnya. Nesha teringat jika Ia belum menyalakan ponsel sama sekali, Ia mengambil ponselnya lalu menghidupkannya. Banyak notif dan panggilan tak terjawab dari Farhan. Kalau yang lainnya, Nesha sudah menghubunginya dengan nomer barunya.


📲 My Hubby


*Sayang kamu dimana


Maafkan aku


Kamu lagi apa


Dedek rewel nggak


Sayang kangennnnnnn


Sayang udahan donk marahnya


Sayang love U Full


Udah bobok belum*


Dan masih banyak lagi yang lainnya, Semuanya ada hampir seribu pesan dari Farhan selama dua bulan ini. Nesha malas membacanya, Ia mematikan kembali ponselnya.


Dengan mengunakan dress merah maroon, Di lengkapi jaket hitam Nesha segera melangkah keluar menuju mobilnya. Nesha melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit Kasih Ibu. Rumah sakit khusus ibu dan anak.


Sesampainya di sana Nesha segera menuju ke poli kandungan, Dia sudah mendaftar online. Sampai di depan poli, Nesha menghentikan langkahnya hatinya mencelos melihat semua yang ada di sana di dampingi oleh suaminya. Nesha menyenderkan tubuhnya pada dinding tak jauh dari sana.


Sedangkan di tempat lain, Farhan sedang duduk di lantai bersandar pada ranjang, Semenjak di tinggal Nesha, Farhan tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas lainnya. Pekerjaannya saja Ia titipkan pada orang kepercayaannya. Ia traveling mencari Nesha kemana mana tapi tidak kunjung menemukannya, Bahkan Ia sudah sampai ke rumah mertuanya, Farhan menceritakan semua yang terjadi pada keluarganya. Mama Ranti tidak komen apa apa, Dia menyerahkan semuanya pada keduanya.


Ting....


Ponsel Farhan berbunyi tanda pesan masuk. Dengan malas Ia membukanya, Tenyata pesan dari Deny sahabatnya.


📲Deny


Sebenarnya aku ingin menemaninya... Kasihan cewek cantik periksa sendiri tanpa suaminya, Kamu mau nggak menemaninya?


" Ini orang ngelantur apa gimana? Ya kali aku di suruh nemenin cewe orang.... Ada ada saja.. Yang ada ntar Nesha makin menjauh dariku." Monolog Farhan.


Ting....


Ponsel Farhan berbunyi lagi, Kali ini pesan gambar dari Deny.


" Apalagi ini." Ucap Farhan membuka kiriman foto dari Deny.



" Sayangggg.." Pekik Farhan.


**TBC..... Jangan lupa like dan komentnya ya... Maaf jika banyak typo authornya lagi nggliyeng.


Miss**

__ADS_1


__ADS_2