Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
23. Malam Pengantin


__ADS_3

Sesampainya di rumah Nathan, keduanya masuk ke dalam kamar. Valen mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Kamar luas dengan warna abu abu dan putih yang dominan mencerminkan seorang pria yang tinggal di sana. Rapi.... Kesan pertama yang Valen berikan.


" Kok sudah ada foto pernikahan kita Mas?" Tanya Valen heran.


" Iya lah Yank kamu kan prioritas utamaku." Sahut Nathan.


" Ah so sweet." Ujar Valen.


" Yank mandi dulu gih nanti gantian Mas." Ucap Nathan.


Valen menoleh ke arah Nathan, pandangan mereka bertemu membuat jantung keduanya deg deg an. Rasanya lebih nervous dari sebelumnya saat status mereka belum halal.


" Mandi Yank jangan malah liatin aku kaya' gitu entar jatuh cinta gimana." Ujar Nathan tersenyum manis menampakkan lesung pipinya.


" Ah iya Mas, aku siapkan baju ganti dulu." Sahut Valen salah tingkah.


Valen menuju kopernya, Ia mengangkat kopernya di atas ranjang lalu mulai mengambil baju ganti untuknya.


Greppp


Nathan memeluknya dari belakang. Tubuh Valen membeku dengan jantung yang bertalu talu serasa mau lepas dari tempatnya apalagi saat Nathan menyusupkan wajahnya di ceruk leher Valen.


" Masss." Desis Valen yang tanpa dia tahu membuat gairah Nathan semakin membara.


" Sayang.... Malam ini ijinkan aku menghapus jejak pria itu dari tubuhmu, Mas tidak mau jejak itu terlalu lama menempel di tubuh yang sekarang sudah menjadi milikku." Bisik Nathan di telinga Valen membuat bulu kuduk Valen meremang.


" Lakukan apa maumu Mas karna sekarang aku dan apa yang ada pada diriku adalah milikmu." Sahut Valen.


" Terima kasih sayang.... Mas jadi tidak sabar menunggu malam tiba, ah sebentar lagi." Ujar Nathan.


" Mas kalau aku membersihkan riasan ini maka kismarknya akan terlihat." Ucap Valen hati hati takut membuat Nathan jijik dengan dirinya karna sudah tersentuh oleh pria lain.


" Pakai foundation aja Yank, Mas sudah membelikannya untukmu." Sahut Nathan.


" Terima kasih Mas mau menerima aku yang sudah.....


" Stttt jangan katakan itu lagi, lupakan masa lalu kita buka lembaran yang baru dan mari kita ukir kebahagiaan kita untuk ke depannya." Ucap Nathan memotong ucapan Valen.


" Terima kasih sekali lagi untukmu karna sudah menjadi suami yang baik untukku, tetaplah seperti ini Mas sampai maut memisahkan kita." Ucap Valen.


" Mas akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia sayang." Ucap Nathan mencium pipi Valen.


" Mas kapan aku mandi kalau kamu nempel terus begini." Ujar Valen.


" Mandi bareng aja gimana? Biar cepet." Tawar Nathan.

__ADS_1


" Nggak mau ah malu." Sahut Valen.


" Baiklah sekarang mandilah Mas juga mau mandi di kamar tamu saja." Ucap Nathan tanpa melepas pelukannya.


" Ya ampun Bang... Kalau mau begituan itu pintunya di tutup dulu jangan di buka begini membuat mataku ternodai aja." Pekik Cia yang tiba tiba menyelonong masuk ke dalam.


Nathan melepas pelukannya lalu menatap tajam ke arah Cia.


" Adek ngapain sih datang ke sini? Ganggu aja." Cebik Nathan.


" Uluh uluh Abangku merajuk nih ceritanya." Ujar Cia.


" Ada apa Cia?" Tanya Valen.


" Ini sudah jam tujuh malam Kak waktunya makan malam, Mami menyuruhku memanggil pengantin baru untuk turun makan malam e malah pengantin barunya mandi aja belum, cepetan mandi Kak kami semua sudah menunggu." Ucap Cia.


" Maafkan kami ya, bilang sama Mami untuk makan duluan aja entar kami nyusul, kalau nunggu kami entar kelamaan kasihan yang lainnya." Ujar Valen.


" Oh ceritanya mau dinner berdua aja nih... Ya udah deh kalian nggak perlu turun biar Cia aja yang nganter makanannya ke sini." Ucap Cia.


" Jangan Cia itu nggak sopan, Ya udah gini aja deh suruh mereka menunggu sebentar." Ucap Valen akhirnya.


" Baiklah cepat turun ya Kak, Bang." Ucap Valen.


" Hmm." Gumam Nathan.


Selesai mandi keduanya turun ke bawah menuju meja makan sambil bergandengan tangan.


" Mentang mentang pengantin baru mandi aja lama." Cebik Cia.


" Iya maaf." Sahut Nathan.


" Maaf Mi Pi, maaf semuanya karna kami membuat kalian semua menunggu lama." Ucap Valen merasa bersalah, sebagai anggota keluarga baru bukannya datang pertama fan menyiapkan makanan ini malah membuat semua orang menunggunya.


" Tidak masalah kami memakluminya Nak karna kalian pengantin baru, bukan begitu Mi?" Ucap Papi Farhan.


" Iya sayang, sekarang duduklah dan mulailah makan yang banyak supaya ada tenaga untuk pertempuran nanti." Ucap Mami Nesha mengerlingkan sebelah matanya membuat pipi Valen langsung memerah karna menahan malu.


" Mami jangan ganggu istriku gitu nanti dia malu Mi." Ucap Nathan.


" Baiklah Bang karna milikmu memang tidak boleh di ganggu." Sahut Mami Nesha.


" Mau makan pakai apa Mas?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Coba tebak makanan apa yang aku suka lalu isikan di piring itu, ikuti kata hatimu sayang, Mas mau tahu sampai mana kamu bisa memahami Mas." Sahut Nathan membuat semua orang tersenyum. Valen menatap semua orang bergantian dan di balas anggukan kepala oleh mereka.

__ADS_1


Valen mulai mengisi piring Nathan dengan makanan yang menurutnya kesukaan Nathan. Nasi putih, ayam lada hitam dan capcay sayur.


" Maaf Mas jika tidak sesuai pilihanmu." Ucap Valen meletakkan piringnya di depan Nathan.


" Gimana Mi? Benar nggak Mi ini makanan kesukaan Abang." Ucap Nathan menatap Maminya.


" Wah Valen hatimu benar benar mengerti apa yang Abang inginkan, terima kasih sayang karna sudah menjadi istri yang baik untuk anak Mami." Ucap Mami Nesha.


" Jadi ini semua.....


" Iya sayang, ini semua makanan kesukaan Mas makasih sayang." Potong Nathan.


" Baiklah sekarang kita mulai makan." Ucap Papi Farhan.


Mereka semua makan dengan khidmat. Setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga sebentar untuk sekedar berbincang. Jam sepuluh malam mereka semua kembali ke kamar masing masing.


" Yank pakai gaun yang sudah Mas siapkan di kamar mandi ya." Ucap Nathan duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Gaun apa Mas?" Tanya Valen.


" Gaun malam." Sahut Nathan.


Valen masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia menatap gaun yang tergeletak di samping wastafel. Ia menjereng pakaian yang mirip seperti jala ikan itu. Valen menelan kasar salivanya.


" Bagaimana aku bisa memakai pakaian seperti ini? Bahkan tubuhku akan tersekspos dengan jelas." Monolog Valen.


" Tapi demi suamiku aku harus melakukannya... Eh kenapa aku seperti ini? Apakah aku sudah jatuh cinta dengan Mas Nathan?" Ujar Valen memakai gaun malam yang di sebut lingerie itu.


Setelah memakainya Valen membuka pintu kamar mandi dengan pelan. Mendengar itu Nathan segera berdiri di depan kamar mandi.


" Mas aku malu." Ucap Valen malu malu.


" Kenapa harus malu sayang? Keluarlah aku sudah menunggumu." Ucap Nathan.


Valen memajukan langkahnya hingga berhadapan dengan Nathan.


Glekkkkkk


Nathan menelan kasar salivanya. Bagaimana tidak? Gaun malam berwarna merah terang sangat kontras dengan kulit putih valen. Semua yang ada pada Valen kini nampak terlihat jelas. Sesuatu bagian bawah Nathan langsung bereaksi. Ada yang tegak tapi bukan keadilan... Apakah itu?...


TBC......


*Yang penasaran dengan malam pertama mereka like dulu ya... Nantikan jawabannya di bab selanjutnya....


Terima kasih atas suport yang kalian berikan pada authorrr semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All*....


__ADS_2