Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
103. Kejutan Yang Menyesakkan


__ADS_3

" Gimana hasilnya Cia?" Tanya Nathan menatap Cia.


Cia menggelengkan kepala lalu Ia memberikan dua alat itu kepada Nathan. Irvan segera merebutnya dari tangan Nathan lalu Ia mengamati hasil tes itu apakah garis satu atau garis dua.


" Garis satu, itu artinya masih negatif." Gumam Irvan.


" Iya Mas, maafkan aku yang belum bisa memberikanmu keturunan." Ucap Cia.


" Jangan bersedih sayang, kita akan menunggu untuk bulan berikutnya, dan jangan pernah merasa bersalah seperti ini." Ujar Irvan memeluk Cia.


" Iya Mas." Sahut Cia.


" Berusaha dan berdoa adalah kunci utama dalam keberhasilan, jangan bersedih Cia mungkin bulan ini belum menjadi rezekimu tapi siapa tahu bulan depan kamu akan mendapat kejutan yang luar biasa, dan ingat jangan sampai kamu kecapekan ataupun stress, itu akan berpengaruh buruk pada program kehamilanmu." Ujar Nathan.


" Iya Bang terima kasih." Sahut Cia.


" Ya udah sekarang di minum dulu jusnya, nanti kalau mau sesuatu lagi, kamu tinggal telepon Abang atau suruh Irvan untuk membelikannya." Ujar Nathan.


" Iya Bang makasih ya, maaf sudah merepotkan Abang." Ucap Cia.


" Tidak masalah sayang, sudah tugas Abang sebagai Abang yang baik untukmu." Ucap Nathan.


" Kalau begitu Abang pulang dulu ya." Sambung Nathan.


" Hati hati Bang." Ucap Cia.


" Tentu." Sahut Nathan keluar dari kamar Cia.


Cia berjalan menuju balkon dengan membawa jus di tangannya. Ia duduk di balkon sambil menyesap jusnya menatap jalanan di bawah sana. Melihat itu Irvan segera menyusul Cia.


" Sayang, apa kamu kecewa dengan hasil tes tadi?" Tanya Irvan. Irvan duduk di sebelah Cia.


" Tidak Mas, aku justru bahagia karena kita di beri waktu untuk berduaan lebih lama lagi." Sahut Cia menyandarkan kepalanya pada bahu Irvan.


" Syukurlah sayang aku takut kamu kecewa dan berpikiran yang tidak tidak." Ujar Irvan.


" Kamu tenang aja Mas, aku wanita keras kepala yang tidak akan sedih dengan hal hal kecil seperti ini." Sahut Cia.


" Mas aku mau nanti kamu pulang lebih awal ya, aku mau ajak kamu makan malam di luar." Sambung Cia.


" Emm nanti deh aku usahain, emang mau makan dimana?" Tanya Irvan.


" Aku mau makan di cafe KA, aku tunggu di sana jam tujuh malam gimana?" Ujar Cia.


" Baiklah akan aku usahakan ya, semoga hari ini tidak ada jadwal lembur ataupun pekerjaan dadakan." Ujar Irvan.


" Ya udah gih kamu bersiap dulu, aku mau siapkan sarapan untukmu." Ucap Cia.


" OK, makasih sayang." Ucap Irvan mencium kening Cia.

__ADS_1


Irvan segera masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Cia menyiapkan baju untuk suaminya. Setelah itu Cia turun ke bawah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


Setelah selesai memasak Cia segera menatanya di meja makan.


" Sarapannya sudah siap sayang?" Tanya Irvan yang baru saja masuk ke dapur.


" Sudah Mas, silahkan di nikmati sarapan spesial untuk orang spesial." Sahut Cia.


" Kamu makan juga donk." Ucap Irvan.


" Nanti aja Mas aku belum lapar, aku barusan makan roti." Ujar Cia.


" Baiklah aku tidak akan memaksa, tapi nanti kamu harus makan ya." Ujar Irvan menyuapkan makanan ke mulutnya.


" Iya Mas tenang saja." Sahut Cia.


Selesai sarapan Irvan berpamitan untuk berangkat kerja.


" Aku berangkat ya, jaga diri di rumah." Ucap Irvan mencium kening Cia.


" Iya Mas, kamu hati hati ya." Sahut Cia mencium punggung tangan Irvan.


" Assalamu'alaikum." Ucap Irvan.


" wa'alaikumsallam Mas." Sahut Cia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari Cia sudah bersiap untuk acara makan malamnya. Dengan memakai dress di bawah lutut berwarna merah maroon dan riasan natural membuat Cia nampak begitu cantik. Ia memasukkan sebuah kotak kecil ke dalam tasnya. Cia membuka aplikasi hijau pada ponselnya untuk menelepon Irvan.


Tut.... Tut....


" Halo sayang." Ucap Irvan setelah mengangkat panggilannya.


" Halo Mas, aku udah siap mau otw nih, kamu gimana?" Tanya Cia.


" Aku juga, kamu naik taksi aja ya, kita langsung ketemuan di sana aja gimana?" Ujar Irvan.


" Ya nggak pa pa, kalau begitu aku berangkat dulu." Sahut Cia.


" Ok hati hati, aku mencintaimu sayang." Ucap Irvan.


" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Cia menutup panggilannya.


Cia berjalan turun menuju jalan raya untuk menyetop taksi. Setelah mendapatkan taksi, Cia segera masuk ke dalam taksi yang melaju menuju cafe KA.


Tiga puluh menit kemudian taksi yang di tumpangi Cia sampai di tempat tujuan. Cia turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam cafe.


" Mbak reservasi atas nama Valecia." Ucap Cia pada pelayan cafe memastikan tempatnya.

__ADS_1


" Oh silahkan Mbak, Vip nomer lima, di sana ruangannya." Sahut pelayan cafe menunjuk ruangan yang sudah di pesan Cia sebelumnya.


" OK makasih." Sahut Cia berjalan menuju ruang Vip nomer lima.


Lama Cia duduk menunggu kedatangan Irvan, namun Irvan tidak datang juga. Bahkan semua makanan yang di pesan oleh Cia berubah menjadi dingin.


" Kamu dimana sih Mas? Kenapa sampai sekarang belum sampai juga, apa terjadi sesuatu denganmu? Kenapa nomermu tidak aktif?." Gerutu Cia menatap jam yang melingkar di tangannya. Bayangkan saja dia sudah menunggu Irvan lebih dari satu jam lamanya.


Cia kembali mencoba menelepon Irvan namun nomernya masih tidak aktif membuat Cia semakin kesal.


" Hah.... Kalau kamu tidak bisa datang, harusnya kamu ngomong Mas, jangan membuatku kecewa menunggumu seperti ini, aku bahkan sampai kelaparan menunggumu datang, kejutan yang aku rencanakan hancur berantakan." Monolog Cia meninggalkan ruangan itu.


Cia kembali menyetop taksi di depan cafe. Jalanan sudah mulai sepi karna memang saat ini sudah jam sepuluh malam. Cia menatap keluar jendela.


Saat sampai di depan rumah sakit tatapannya tertuju kepada seseorang yang Ia nanti kedatangannya. Siapa lagi kalau bukan Irvan, Ia sedang berjalan menuju pintu masuk rumah sakit.


" Pak berhenti Pak." Ucap Cia.


Driver memberhentikan taksinya tepat di depan pintu gerbang rumah sakit.


" Ini ongkosnya Pak, kembaliannya ambil saja." Ujar Cia memberikan uang berwarna biru kepada Driver taksi.


Cia segera turun dari taksi dan mengikuti Irvan dari kejauhan.


" Kenapa Mas Irvan ada di sini? Siapa yang sakit ya?" Monolog Cia.


" Apa mungkin Mas Irvan menabrak orang saat mau ke cafe tadi?" Gumam Ria.


Cia terus mengikuti Irvan yang berjalan menuju ruang perawatan sambil membawa kantong kresek. Sepertinya berisi makanan di dalamnya. Sampai pada Irvan masuk ke dalam ruang rawat. Cia berjalan mengendap endap mendekati ruangan itu.


Ceklek....


Dengan sangat pelan Cia membuka pintu ruangan itu dan...


Deg.....


Jantung Cia serasa berhenti berdetak, dunianya terasa berhenti berputar saat melihat siapa yang sedang terbaring di atas brankar. Tanpa ijin darinya air matanya menetes membasahi pipinya.


Siapakah yang ada di sana?????


Tekan like, koment, hadiah dan votenya ya...


Biar author semangat melanjutkan ceritanya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensupport author... semoga sehat selalu.....


Miss U Alll..


TBC...

__ADS_1


__ADS_2