
Jordan dan Farhan segera melaju ke rumah Masya, Jordan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena jarak antara pantai dan rumah Masya terbilang cukup jauh hingga harus memakan waktu beberapa jam untuk sampai di sana.
" Kita harus langsung mengambil Nathan dan membawanya pulang Dan." Ucap Farhan.
" Ya.... Semoga Masya akan menyerahkan Nathan dengan mudah." Sahut Jordan sambil terus menyetir mobilnya.
" Sayang.... Tunggu Papi sebentar lagi ya, Bersabarlah sayang... Semoga kamu baik baik saja." Gumam Farhan.
Sesampainya di rumah yang di tuju, Jordan segera menghentikan mobilnya di depan rumah Masya.
" Aku turun dulu kamu tunggu sini aja." Ucap Jordan.
" Aku ikut ke dalam lah Dan." Ujar Farhan.
" Ini urusanku dengannya biar aku yang menyelesaikan sendiri, Kalau terjadi sesuatu denganku baru kamu segera cari pertolongan." Sahut Jordan.
" Baiklah hati hati." Ucap Farhan.
Jordan turun dari mobil, Ia berjalan menuju pintu rumah Masya.
Ceklek.....
Jordan membuka pintu yang ternyata tidak di kunci, Jordan melongokkan kepalanya ke dalam. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri... Sepi..
Jordan masuk ke dalam dengan langkah hati hati. Saat Ia sampai di bawah tangga tiba tiba Ia di kagetkan oleh suara seseorang dari belakang Jordan.
" Akhirnya kamu datang juga, Padahal aku tidak menyuruhmu untuk datang kemari, Tapi aku tahu kalau kamu pasti akan menemukan putramu karena alat pelacak yang kau pasang pada jam tangannya." Ucap Masya dari belakang Jordan, Jordan membalikkan badannya menatap ke arah Masya.
" Kamu tahu aku memasang pelacak itu?" Tanya Jordan.
" Ya... Aku tidak bodoh Jordan, Aku memang sengaja tidak melepas jam itu dari tangan putramu agar kamu menemukanku di sini, Itu makanya aku sudah menyiapkan semuanya untukmu." Sahut Masya.
" Dimana putraku sekarang?" Tanya Jordan mengabaikan ucapan Masya.
" Tenang sayang.... Putramu aman bersamaku." Sahut Masya mendekati Jordan, Ia mengelus dada Jordan yang terhalang kemeja.
" Minggir.... Menjauhlah dariku! Jangan bersikap seperti seorang jal*ng." Ketus Jordan mendorong pelan Masya. Masya tidak bergeming.
" Aku bahkan rela menjadi jal*ngmu sayang, Asalkan aku bisa selalu dekat denganmu, Bagaimana kalau mulai hari ini aku yang akan menjadi penghang*t ranj*ngmu." Ucap Masya mengelus pipi Jordan.
" Jangan sentuh aku." Bentak Jordan menepis tangan Masya.
" Owh..... Aku jadi semakin tertantang untuk bisa terus menyentuhmu sayang..." Ucap Masya.
" Jangan pernah panggil aku sayang.... Aku jijik mendengarnya."Ujar Jordan.
" Baiklah sayang mari kita selesaikan urusan kita sekarang, Kau mau putramu kembali bukan?" Ujar Masya sambil duduk di sofa.
" Kembalikan Nathan padaku maka urusan kita akan selesai, Aku tidak akan melaporkanmu ke polisi karena aku masih menghargai persahabatan kita." Ujar Jordan.
" Sahabat sahabat sahabat terus yang kau ucapkan dari dulu, Aku ingin kita menjalin hubungan lebih dari sekedar sahabat Jordan, Aku mencintaimu.... Sangat mencintaimu." Ucap Masya.
" Kau tidak mencintaiku.... Tapi kau hanya terobsesi padaku." Sahut Jordan.
" Maka dari itu turutilah keinginanku, Menikahlah denganku Jordan sayang, Dengan begitu aku akan memberikan Nathan padamu, Kita akan sama sama merawat dan membesarkannya, Gimana?" Tanya Masya.
" Jangan bercanda Masya, Aku sudah menikah saat ini aku sangat mencintai istriku dan aku tidak akan pernah menduakannya, Jadi jangan pernah bermimpi bisa mendekatiku walau hanya menjadi jal*ngku." Ucap Jordan dengan sinis.
" Kalau begitu kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan putramu lagi, Aku akan melenyapkannya dari dunia ini." Ucap Masya membuat emosi Jordan meledak.
" Jangan pernah berani menyentuh putraku." Bentak Jordan mencekik Masya.
" Le.... le...pas....kan... a...ku..." Ucap Masya terbata bata sambil menahan sesak di dadanya.
" Jordan lepaskan dia, Kau bisa membunuhnya." Ucap Farhan berlari menghampiri Jordan yang sedang mencekik leher Masya, Ia melepaskan tangan Jordan pada leher Masya membuat Jordan melepas cekikannya.
" Uhuk.... Uhuk.... Uhuk....." Masya terbatuk batuk.
" Baiklah jika kamu menolakku maka aku akan melenyapkan putramu sekarang juga, Kau tidak bisa di ajak negosiasi dengan baik." Ucap Masya.
" Dodi....." Teriak Masya memanggil seseorang sambil mendongak ke atas.
Di lantai atas nampak seorang pria yang sedang menggendong Nathan yang masih tidur sepertinya.
" Lemparkan anak itu dari sana, Biarkan dia tiada." Titah Masya membuat Farhan dan Jordan terkejut.
" Apa maksudmu? Jangan berani macam macam kepada putraku." Bentak Farhan.
" Bukan.... Dia bukan putramu, Kau bodoh.... Kau sudah di tipu mentah mentah oleh Jordan." Ucap Masya.
" Cukup..... Jangan pernah kamu katakan apa apa lagi." Bentak Jordan.
" Kenapa? Apa kau takut semua rahasia yang sudah kamu simpan beberapa tahun ini akan segera terbongkar?" Tanya Masya menatap Jordan.
__ADS_1
" Apa maksudmu? Rahasia apa?" Tanya Farhan bingung.
" Jangan percaya dengan apa yang dia ucapkan Han, Dia pembohong." Sahut Jordan.
" Aku yang pembohong atau kau yang pembohong sayang???? Kau bahkan membohongi semua orang dengan tampang palsumu itu." Sinis Masya.
" Tutup mulut sampahmu Masya, Atau aku akan membunuhmu." Bentak Jordan.
" Stop....." Teriak Farhan.
" Sebenarnya ada apa dengan kalian hah? Siapa yang berbohong dan pembohong di sini?" Ujar Farhan.
" Dia...." Ucap Masya menunjuk Jordan.
" Bisa kau jelaskan semuanya? Kenapa kau menuduhnya sebagai pembohong?" Tanya Farhan.
" Jangan tanyakan apapun padanya Han.... Jangan percaya padanya." Ucap Jordan.
" Kau diamlah... Duduk, Aku bertanya padanya bukan padamu." Tegas Farhan.
" Tapi Han...
" Duduk." Tekan Farhan.
Jordan terpaksa duduk sambil menyugar kasar rambutnya.
" Aku akan memberitahumu tentang siapa Jordan sebenarnya." Ucap Masya.
" Diam." Bentak Jordan.
" Kau yang diam Jordan." Farhan membentak Jordan. Jordan menundukkan kepalanya.
" Jordan sudah membohongimu, Istrimu dan juga istrinya sendiri." Ucap Masya.
" Tentang apa?" Tanya Farhan.
" Tentang Nathan." Sahut Masya.
" Tentang Nathan???? Apa maksudmu????" Tanya Farhan semakin bingung.
" Dod.... Bawa masuk Nathan kembali, Jangan biarkan mereka menemuinya sebelum aku memerintahnya." Titah Masya. Dodi segera membawa Nathan masuk kembali ke kamarnya dan mengunci pintunya.
" Beberapa tahun yang lalu saat kami berada di Lond*n, Aku selalu menemani dan menjadi teman curhat Jordan, Dia selalu menceritakan semua tentang kisah hidupnya padaku, Dan aku juga mengetahui dengan mata kepalaku sendiri termasuk saat Jordan menjalin hubungan dengan kekasih kakaknya.... Jonathan." Jelas Masya.
" Lanjutkan." Titah Farhan.
" Jordan menjalin hubungan dengan kekasih Jonathan hingga wanita itu hamil, Mereka berdua begitu ketakutan jika Jonathan sampai mengetahuinya, Itu sebabnya wanita itu mengakui anak dalam kandungannya sebagai anak Jonathan di depan Jonathan, Jonathan sempat memergoki kekasihnya bersama Jordan, Itu sebabnya Jonathan meninggalkan wanita itu....Ia tidak mau bertanggung jawab karena ragu jika anak itu bukan hasil dari benihnya." Masya menghela nafasnya, Sedangkan Jordan tidak bisa berkutik mungkin ini saatnya semua kebusukannya terungkap.
" Beberapa bulan kemudian Jonathan kembali menemui wanita itu, Ia ingin menikahi wanita itu tanpa peduli siapa ayah dari bayi yang ada dalam kandungannya, Tapi sayang wanita itu sudah menikah dengan pria lain." Jelas Masya.
Deg.....
Jantung Farhan serasa berhenti berdetak, Apakah ini menyangkut kisahnya???? Farhan masih belum bisa menyimpulkannya.
" Kau tahu siapa wanita itu?" Tanya Masya menatap ke arah Farhan. Farhan menggelengkan kepalanya.
" Istrimu..... Vera." Sambung Masya.
Jederrrrrrrr
Bagai di sambar petir di siang bolong.... Lagi lagi Farhan seperti orang bodoh yang sangat mudah di perdaya oleh orang lain.
" Jadi maksudmu.... Nathan adalah....." Ucap Farhan menggantung.
" Ya kau benar.... Nathan adalah anak kandung dari Jordan dan Vera, Itu sebabnya Jordan bisa dengan mudah mendapatkan hak asuh Nathan tanpa menghadirkan kedua orang tuanya, Karena Jordanlah ayah biologisnya, Jordan memalsukan semua berkas berkas yang Ia ajukan ke pengadilan, Ia dan pengacaranya memberikan bukti seolah olah Nathan adalah putra dari Kakaknya... Jonathan, Kau tahu dengan uang semua akan Ia dapat dengan mudah untuk mendapatkan bukti itu." Jelas Masya.
" Apa semua yang di ucapkan Masya benar Dan? Katakan sejujurnya jangan sampai ada kebohongan." Ucap Farhan menatap Jordan.
" Benar Han... Maafkan aku... Aku dan Vera memang menjalin hubungan di belakang Kak Jo, Tapi setelah dia menikah aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi." Ungkap Jordan jujur.
Jeduarrrrrrr..........
Tubuh Sifa mundur.....mundur.... Semakin mundur mendengar semua yang di ucapkan oleh Masya. Ya Sifa menyusul Jordan ke rumah Masya setelah Nesha tidur. Ia ingin ikut andil dalam misi menyelamatkan Nathan dari penculikan yang Masya lakukan. Ia juga ingin memberi perhitungan kepada Masya, Tapi apa yang Ia dapatkan? Kenyataan pahit.. Kenyataan bahwa suaminya telah membohonginya selama ini. Sifa masih memundurkan langkahnya hingga.....
Pyarrrrrrr.....
Sifa menyenggol guci di belakangnya, Ketiga orang yang sedang duduk di sofa menoleh ke asal suara.
" Sifa.." Ucap Farhan.
" Sa.... Sayang...." Jordan segera beranjak menghampiri Sifa yang masih berdiri mematung di sana.
" Sayang sejak kapan kamu ada di sini?" Tanya Jordan menyentuh kedua bahu Sifa.
__ADS_1
" Jangan sentuh aku." Sifa menepis tangan Jordan. Ia mengusap air matanya.
Sifa berjalan melewati Jordan menghampiri Masya dan Farhan.
" Masya.... Kita selesaikan semua ini dengan baik, Aku meminta Nathan demi sahabatku, Karena dia sangat menyayanginya, Dia sudah menganggap Nathan sebagai putranya sendiri tanpa mau tahu siapa orang tua kandung yang sebenarnya, Ku mohon berikan Nathan padaku dan jangan pernah mengganggunya lagi, Biarkan Nathan bahagia bersama sahabatku." Ucap Sifa.
" Apa yang akan kau berikan padaku jika aku berikan Nathan padamu?" Tanya Masya.
" Kau menginginkan Jordan bukan? Maka aku akan memberikannya padamu asalkan kamu mau memberikan Nathan padaku." Ujar Sifa.
Jedarrrrrr
Sekarang gantian jantung Jordan yang terasa berhenti berdetak karena tersambar petir. Jordan menghampiri Sifa.
" Apa maksudmu sayang?" Tanya Jordan memastikan.
" Jangan pernah memanggil namaku dengan mulut kotormu itu, Aku tidak sudi di panggil sayang oleh pembohong sepertimu." Ketus Sifa.
" Sayang... Maafkan aku...." Ucap Jordan memeluk Sifa.
" Lepas...." Bentak Sifa mendorong Jordan dengan sekuat tenaga hingga tubuh Jordan terhuyung ke belakang.
" Jangan pernah menyentuhku, Aku tidak sudi di sentuh olehmu Jordan." Bentak Sifa menunjuk wajah Jordan.
" Masya segera kembalikan Nathan padaku, Aku sudah muak berada di sini." Ucap Sifa.
" Baiklah aku akan kembalikan Nathan padamu, Tapi tanda tangani dulu surat ini." Sahut Masya memberikan kertas dan ballpoint ke arah Sifa.
Sifa menerimanya lalu Ia membacanya dengan teliti. Tanpa berpikir dua kali Sifa menanda tangani surat itu dengan memejamkan matanya. Ia menahan air matanya agar tidak jatuh dari sana.
" Ini." Sifa memberikan kembali kertas itu kepada Masya setelah menandatanganinya.
Jordan segera merebutnya, Ia membacanya lalu meremasnya dengan amarah di dadanya.
" Apa apaan ini Masya." Bentak Jordan.
" Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan istriku..... Kau akan menyesali perbuatanmu karena telah berani bermain main denganku." Tekan Jordan.
" Sifa kenapa kamu lakukan itu? Kamu menghancurkan pernikahanmu hanya demi persahabatanmu dengan istriku." Ucap Farhan menatap Sifa.
" Pernikahan ini sudah hancur sejak kebohongannya terkuak Kak, Dan perlu kakak tahu persahabatanku lebih penting dari pada pernikahan yang penuh kebohongan ini Kak." Teriak Sifa tidak sanggup menahan emosinya.
" Sayang.... Ku mohon dengarkan aku." Ucap Jordan.
" Masya bawa kemari Nathan sekarang juga, Tenang saja aku sendiri yang menggugat cerai Jordan secepatnya." Ucap Sifa.
" Aku pegang kata katamu, Kalau tidak aku akan melakukan lebih dari ini." Ujar Masya.
" Kau tenang saja aku tidak pernah membohongi siapapun." Sahut Sifa.
" Dodi.... Bawa kemari anak itu." Teriak Masya.
Dodi segera berlari sambil menggendong Nathan lalu memberikannya kepada Sifa. Sifa menciumi pipi Nathan.
" Dia aku beri obat tidur dosis rendah... Sekarang pergilah sebelum aku berubah pikiran." Ujar Masya.
" Baiklah terima kasih.... Terima kasih atas kebenaran yang kau ungkapkan." Ucap Sifa
" Ayo Kak kita pulang." Ajak Sifa kepada Farhan.
Farhan mengikuti Nesha dari belakang menuju mobil Sifa.
" Sayang...... Dengarkan aku Yank..." Ucap Jordan mengejar Sifa. Sifa menulikan telinganya, Ia masuk ke dalam mobil langsung mengunci pintunya, Ia memangku Nathan sedangkan Farhan duduk di kursi kemudi.
" Buruan kunci semua pintunya Kak dan segera jalan aku nggak mau melihatnya lagi." Ucap Sifa.
" Baiklah." Sahut Farhan menstater mobilnya.
" Han buka Han..." Ucap Jordan mengetuk kaca mobilnya. Farhan segera melajukan mobilnya meninggalkan Jordan yang masih mengejarnya.
" Arghhhhh." Teriak Jordan menyugar kasar rambutnya.
" Maafkan aku sayang....." Ucap Jordan.
TBC.....
Kok banyak petasan sih thor? Jedar jeder melulu dari tadi... Hahaha biar rame..
*Gimana nih seru nggak? Atau malah nggak masuk akal? Masuk lah ya..... Yang suka ceritanya beri author mawar donk....
Jangan lupa like koment dan votenya... Makasih atas suport yang readers berikan...
Miss U All*...
__ADS_1