Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
30. Permintaan Papa Jordan


__ADS_3

Keluarga Ardiansyah saat ini sedang sarapan bersama. Seperti biasa acara makan mereka akan di selingi canda tawa dari si kembar. Suara Cia tentunya yang lebih mendominasi.


" Abang kapan aku dapat keponakan?" Tanya Cia tiba tiba.


" Doakan saja semoga dia segera hadir ya." Sahut Nathan.


" Amien." Sahut semua orang.


" Kalau aku maunya nanti keponakan cowok ya." Ujar Ria.


" Cewek aja biar bisa kita ajak nyalon." Sahut Cia.


" Yah anak pertama harus cowok lah kaya' anak Papi sama Mami." Ujar Ria.


" Nggak mau... Pokoknya cewek." Kukuh Cia.


Saat mereka sedang asyik menikmati sarapan sambil mendengarkan perdebatan si kembar, tiba tiba bel rumah berbunyi.


Ting tong...


Bi Nadia membuka pintu lalu mempersilahkan masuk tamu yang sudah di tunggu tunggu.


" Silahkan langsung ke meja makan Non, semua sudah menunggu di sana." Ucap Bi Nadia.


" Terima kasih Mbak." Sahut Mama Sifa.


Papa Jordan dan Mama Sifa menghampiri keluarga Ardiansyah di meja makan.


" Nesha." Pekik Mama Sifa.


" Sifa...." Mami Nesha memeluk Mama Sifa dengan erat.


" Gimana kabarmu Beb?" Tanya Mama Sifa.


" Baik." Sahut Mami Nesha.


" Semuanya kenalkan ini Tante Sifa, teman Mama sedari kecil, Abang memanggilnya Mama." Ucap Mami Nesha memperkenalkan Mama Sifa kepada semuanya karna memang Gama dan si kembar tidak mengenalnya. Mereka hanya tahu dari cerita Maminya.


" Halo Tante." Sapa Si kembar bersamaan.


" Hai... Ini si kembar?" Tanya Mama Sifa.


" Iya Tan, aku Cia dan ini Ria." Sahut Cia.


" Cantik sekali." Puji Mama Sifa.


" Terima kasih Tan." Sahut Cia.


" Ah iya kenalkan ini anak Tante yang ke dua namanya Rasya." Ucap Mama Sifa.


" Hai Kak." Sapa Rasya.


" Hai." Sahut Cia dan Ria.


Mama Sifa beralih ke Gama. Gama menatap wajah sahabat Maminya.


" Ini Dek Gam kan? Kamu tampan sekali." Ujar Mama Sifa.


" Iya Tan." Sahut Gama menyalami Mama Sifa.


"Bang Nathan nggak kangen sama Mama?" Tanya Mama Sifa menatap Nathan.


Nathan melirik ke arah Mami Nesha yang di balas anggukan kepala oleh Mami Nesha.


" Ternyata kamu belum berubah Bang, masih anak Mami." Cebik Mama Sifa.


" Apa kabar Ma?" Tanya Nathan memeluk Mama Sifa.


" Mama baik baik saja sayang." Sahut Mama Sifa melepas pelukannya.


" Kenalkan Ma, Pa, ini Valen istri tercinta Abang." Sambung Nathan.

__ADS_1


Valen mendekati Mama Sifa, Ia mencium punggung tangan Mama Sifa.


" Valen Ma." Ucap Valen.


" Semoga bahagia sayang." Ujar Mama Sifa.


" Terima kasih Ma." Sahut Valen.


Valen beralih mendekati Papa Jordan.


" Valen Pa." Ucap Valen hendak menyalami Papa Jordan.


" Tidak perlu." Sahut Papa Jordan.


Deg ....


Hati Valen mencelos mendengar penolakan Papa mertuanya. Begitupun dengan semua orang di sana. Nathan menarik tangan Valen kembali ke kursinya.


" Sekarang lanjutkan makanmu, aku sudah terlambat datang ke kantor Yank." Ucap Nathan.


" Ah iya, ayo silahkan di lanjutkan lagi makannya, Sifa Kak Jordan silahkan bergabung." Ucap Mami Nesha.


" Makasih Nes." Sahut Mama Sifa.


Mereka kembali makan, kali ini tidak ada yang berani membuka suara. Nathan menggenggam tangan Valen seolah mengerti apa yang Valen rasakan saat ini.


Selesai makan, mereka semua berkumpul di ruang tamu. Tidak ada yang berangkat bekerja karna Papa Jordan hendak mengatakan sesuatu di depan para anggota keluarga.


" Sebenarnya apa yang ingin Papa katakan?" Tanya Nathan.


" Sebenarnya Papa ingin memberitahu rahasia yang selama ini kami sembunyikan darimu Than." Ucap Papa Jordan.


" Apa itu?" Tanya Nathan.


Papa Jordan menatap ke arah Mami Nesha seolah meminta ijinnya. Mami Nesha menganggukkan kepalanya.


" Sebenarnya..... Sebenarnya kamu bukan anak kandung dari Farhan dan Nesha." Ucap Papa Jordan.


Jeduarrrr


" Lalu aku anak siapa?" Tanya Nathan.


" Sebenarnya kau anak kandungku bersama Vera.. Ibumu." Sahut Papa Jordan.


" Aku sudah tahu semuanya." Ucap Nathan tenang.


" Apa? Abang sudah tahu semuanya? Siapa yang bilang kepadamu Bang? Sejak kapan Abang mengetahuinya?" Tanya Mami Nesha terkejut.


" Sejak aku ke rumah Papa saat Arsya masih bayi, Abang mendengar semua ucapan Papa sama Mama, tapi apa daya Abang jika Papa tidak mempedulikan kehadiranku karna sudah ada Arsya saat itu." Terang Nathan.


Ucapan Nathan menohok hati Papa Jordan. Bagaimana Nathan nampak santai menghadapi permasalahan ini.


" Aku tidak peduli siapa orang tua kandungku, Bagiku Mami dan Papilah orang tuaku." Sambung Nathan.


" Tapi aku tetap ayah kandungmu Nathan." Ujar Papa Jordan.


" Lalu apa maumu Pa? Kenapa kau tiba tiba kembali ke sini dan mengungkapkan semuanya, Apa tujuanmu sebenarnya? Katakan saja jangan berbelit." Ucap Nathan.


" Baiklah akan Pap katakan, sSebelumnya Papa akan bercerita bagaimana kehidupan Papamu di sana, Sejak pengobatan Arsya yang membutuhkan biaya yang banyak dan dalam jangka waktu lama, Papa kehabisan uang, bahkan usaha Papa bangkrut... Keluarga Papa tidak ada yang membantu Papa apalagi kakek dan Nenekmu sudah meninggal, mereka tidak mengakui Papa lagi." Ucap Papa Jordan.


" Lalu?" Tanya Nathan.


" Papa sempat menghentikan pengobatan Arsya, tapi naas Arsya sempat koleps dan hampir kehilangan nyawanya, entah kenapa penyakitnya begitu sulit untuk di sembuhkan, Saat itu Papa dan Mamamu sudah putus asa Than, sampai tiba Papa bertemu dengan Tuan Raman." Terang Papa Jordan.


" Raman?" Tanya Papi Farhan.


" Ya... Tuan Raman bilang dia temanmu Han." Sahut Papa Jordan.


" Bukan tapi dia saingan bisnisku." Sahut Papi Farhan.


" Anaknya Meli teman kamu kan Than?" Tanya Papa Jordan.

__ADS_1


" Hmm." Gumam Nathan.


" Dia menawarkan bantuan kepadaku untuk biaya pengobatan Arsya, dia memberikan pinjaman tanpa jangka waktu yang di tentukan sampai pengobatan terakhir untuk Arsya kemarin." Sahut Papa Jordan.


" Kenapa kamu tidak meminta bantuan pada kami Dan?" Tanya Papi Farhan.


" Aku sudah berjanji tidak akan mengusik keluargamu Han, tapi kali ini aku benar benar membutuhkan bantuan dari keluargamu, terutama Nathan." Ujar Papa Jordan.


" Lalu bagaimana kondisi Arsya saat ini Pa?" Tanya Nathan.


" Dia baik baik saja Than, Arsya sudah sembuh tapi dia belum bisa bepergian jauh." Sahut Papa Jordan.


" Syukurlah." Ucap Nathan.


" Tapi Papa dalam masalah Than." Ucap Papa Jordan sedih. Bahkan Ia mengeluarkan air matanya.


" Masalah apa Dan? Katakan saja siapa tahu kami bisa membantunya." Ujar Papi Farhan.


" Pinjaman itu semakin menumpuk Han, Kami tidak bisa membayarnya.... Kemarin Tuan Raman datang ke rumah kami untuk menagih semua pinjaman kami, kami meminta waktu untuk melunasinya, kami berencana untuk mengajukan pinjaman denganmu tapi Tuan Raman tidak mau Han.. Dia tidak mau di bayar dengan uang Hiks..." Ucap Papa Jordan menghapus air matanya.


" Lalu apa yang dia inginkan?" Tanya Nathan.


" Dia akan memenjarakan kami kalau kami tidak bisa membayarnya saat itu juga, Dia memberikan penawaran kepada kami, Jika kami tidak mau masuk penjara maka kami harus menerima Meli sebagai menantu kami." Ujar Papa Jordan.


" Lalu apa masalahnya? Tinggal nikahkan saja Meli dengan Arsya." Ujar Mami Nesha.


" Itulah masalahnya Nes, Yang Tuan Raman inginkan adalah Nathan... Dia mau Nathan menikahi Meli." Sahut Papa Jordan.


Jeduarrrr.....


Kali ini benar benar terasa tersambar petir di siang bolong. Semua orang menatap ke arah Nathan dan Valen. Jantung Valen terasa berhenti berdetak, Ia menatap Nathan dengan tatapan nanar. Apakah Nathan akan menyetujui permintaan konyol ini? Atau Nathan akan mempertahankan cintanya untuknya.


" Apa apaan ini Pa, aku sudah menikah, aku mencintai Valen istriku, bagaimana bisa aku menikahi Meli Pa, sungguh hal yang konyol." Cebik Nathan menyugar rambutnya kasar.


Tiba tiba Papa Jordan berlutut di bawah Kaki Nathan. Semua orang terkejut melihatnya.


" Pa apa apaan ini Pa, bangunlah kau tidak pantas berlutut di kakiku." Ujar Nathan.


Nathan beranjak menjauh dari Papa Jordan. Ia berdiri sambil berkacak pinggang.


" Nathan tolong Papamu Nak, menikahlah dengan Meli... Pernikahan ini hanya berlangsung enam bulan saja, setelah enam bulan kau bisa menceraikannya." Pinta Papa Jordan.


" Enam bulan???? Pernikahan itu bukan main main Pa, jika aku mempunyai dua istri aku harus adil dengan keduanya, apalagi ini enam bulan terus cerai sama sekali tidak menghargai janji suci." Kesal Nathan.


" Jika Papamu ini di penjara lalu bagaimana dengan Mama dan adik adikmu? Walaupun kau tidak menganggapku sebagai ayahmu setidaknya kasihanilah adik adikmu Nathan, bagaimana masa depannya jika Papa masuk penjara, Siapa yang akan menafkahi mereka, bagaimana para tetangga akan mencemooh keluarga kami Nathan.... Papa mohon padamu, tolonglah Papamu ini Nathan." Ucap Papa Jordan.


" Kita lunasi saja hutang hutang Papa, aku tidak mau menikah lagi." Sahut Nathan.


" Tuan Raman tidak membutuhkan uang Than, dia hanya memberikan dua pilihan yaitu masuk penjara atau membuatmu menikahi Meli, Meli gadis yang baik Than, dia teman semasa kecilmu kamu pasti tahu bagaimana sifatnya bukan? Papa mohon Nak... Lihatlah Rasya.." Ucap Papa Jordan menunjuk Rasya.


" Bagaimana dia bisa hidup tanpa Papa, Lihatlah Mamamu... Bagaimana dia bisa merawat adik adikmu jika Papa dalam penjara Nathan... Papa mohon... Hanya enam bulan saja." Ujar Papa Jordan mengatupkan kedua tangannya.


Nathan merasa iba dengan kondisi keluarga kandungnya. Menatap mata Rasya ada perasaan tidak tega dalam hatinya, tapi bagaimana dengan Valen? Nathan menatap Valen dengan perasaan bersalahnya. Ia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Ia sama sekali tidak mampu melihat wajah sedih istrinya, Lalu apa yang harus Ia lakukan? Enam bulan... Bukankah hanya enam bulan saja? Setelah itu Ia bisa menceraikan Meli lalu hidup bahagia bersama Valen lagi? Apapun yang Jordan lakukan padanya, Ikatan darah tetap ada. Bagaimana Nathan bisa membiarkan hal buruk terjadi pada keluarganya, apalagi Nathan memiliki jiwa penyayang.


" Bagaimana Than, apa kau mau membantu kesulitan kami?" Tanya Papa Jordan menatap Nathan. Nathan menghela nafasnya.


" Akan aku pikirkan." Sahut Nathan.


Deg.....


Dada Valen terasa begitu sesak mendengar jawaban Nathan. Kenapa Nathan memberikan harapan kepada orang tuanya? Itu berarti ada kemungkinan Nathan mau menerima permintaan Papanya untuk menikah lagi.


" Kau mengambil keputusan sendiri Mas, jangan sesali jika aku juga mengambil keputusan untuk diriku sendiri." Batin Valen.


TBC......


Masuk konflik ya Mak....


Jangan lupa like dan komentnya....


Thankyou so much untuk readers yang sudah mendukung author selama ini...

__ADS_1


Baca dan dukung juga cerita author yang lain ya...


Miss U All....


__ADS_2