Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
78. Radha Maheswari


__ADS_3

" Sayang, terimalah lamaranku kali ini, tolong jangan menolak lagi karna aku tidak akan sanggup bertemu mereka semua jika kau menolakku lagi." Ucap Gama menatap Luci.


Luci menatap para tamu undangan yang kini sedang menatapnya. Tiba tiba pandangannya bertemu dengan Radha.Tubuhnya terasa kaku dan Luci menatap ke arah Valen. Valen menganggukkan kepalanya seolah memberikan keberanian kepada Luci.


" Aku mau menjadi istrimu Kak." Ucap Luci.


" Apa apaan kamu Luci." Teriak Radha menghampiri Luci.


Radha hendak menyerang Luci, mengetahui hal itu Luci segera menyembunyikan tubuhnya di belakang Gama. Ia merasa ketakutan dengan sikap Radha. Melihat itu Valen segera menghampiri Radha. Valen menarik kasar tangan Radha hingga membuat Radha berbalik ke arahnya dan...


Plak.....


Satu tamparan keras mendarat di pipi Radha.


" Kak Valen, apa yang kau lakukan padaku? Kenapa kau menamparku Kak?" Tanya Radha sambil memegang pipinya yang terasa sakit.


" Kau menanyakan itu padaku? Kau kira aku tidak tahu apa tujuanmu sebenarnya datang ke sini hah." Bentak Valen.


" Sayang tenanglah jangan berteriak, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat begitu marah?" Tanya Nathan merangkul pundak Valen.


" Radha..." Ucap Valen menunjuk wajahnya.


" Dia datang kemari bukan sebagai teman Cia, tapi dia datang kemari atas suruhan orang untuk menghancurkan pernikahan Davian dan Ria." Sambung Valen membuat semua orang terkejut.


Ria menatap Davian yang sedang melongo mendengar ucapan Valen.


" Apa ini Mas?" Tanya Ria.


" Aku tidak tahu sayang." Sahut Davian menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kau menuduhku seperti ini Kak?" Teriak Radha.


" Tidak perlu berteriak kepadaku karna aku sudah tahu apa yang kamu lakukan kepada Luci, Radha." Ucap Valen dengan suara meninggi.


" Apa yang dia lakukan kepada Luci Kakak ipar?" Tanya Cia menghampiri Valen.


" Dia meminta Luci untuk menolak Gama karna Radha menyukai Gama." Sahut Valen menatap tajam ke arah Radha.


" Apa? Jadi selama ini kamu menginginkan Kakakku? Tega teganya kamu melakukan semua ini padaku Radha, kau mengkhianati persahabatan kita." Ucap Cia menatap Radha dengan tatapan tak percaya.


" Ti.. Tidak Cia, kau salah paham, jangan percaya kepada mereka, apalagi Luci... Dia berbohong, dia bicara omong kosong." Ucap Radha menunjuk Luci.


" Kamu bisa mengelak ataupun menuduhku jika aku tidak punya buktinya Radha, tapi bagaimana kalau aku punya buktinya? Apa kau masih mau mengelaknya?" Tanya Valen menatap Radha membuat Radha menjadi gugup.


" Bukti apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti." Sahut Radha.


" Baiklah jika kau tidak mengerti maksudku, akan aku tunjukkan bukti itu kepadamu supaya kau mengerti." Ujar Valen.


" Tora." Panggil Valen.

__ADS_1


Tora segera berlari menghampiri Valen sambil membawa ponselnya.


" Thanks." Ucap Valen.


Valen membuka ponselnya lalu memperlihatkan video dimana Radha sedang mengancam Luci di sebuah restoran.


Flashback On


Luci duduk di meja resto membelakangi pintu masuk, Ia nampak sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon karna ponsel masih menempel di telinganya.


" Tenang saja aku akan melakukan sesuai rencana kita, aku akan menghancurkan pernikahan Davian dan Ria, dengan begitu aku akan mendapatkan Davian kembali dan kau bisa membalaskan dendammu kepadanya tapi bersabarlah, Ria dan Davian di kelilingi orang orang besar, apalagi Kakak iparnya si Valentina itu, kau tahu kan dia pemilik perusahaan Alexander group sudah pasti orang orangnya ada di mana mana." Ucap Radha kepada seseorang di sebrang sana.


Deg....


Jantung Luci terasa berhenti berdetak mendengar pembicaraan Radha. Ya.. Luci baru saja tiba di resto itu. Ia ada janji dengan temannya, dan kebetulan mejanya berada di belakang meja Radha jadi Ia bisa dengan jelas mendengar ucapan Radha.


" Jadi kau punya tujuan lain selain membantu memberikan kejutan untuk Kakakku?" Tanya Luci membuat Radha menoleh ke belakang.


Tatapan mereka bertemu. Radha nampak tenang, Ia menghampiri Luci dan duduk di kursi depan Luci.


" Rupanya kau sudah tahu, aku katakan padamu, memang benar aku merencanakan semua itu, mau bagaimana lagi aku membutuhkan cuan, ada orang yang membayarku untuk melakukan pekerjaan ini." Sahut Radha.


" Jangan pernah lakukan itu karna aku tidak akan membiarkannya." Ujar Ria menatap Luci.


" Oh adik ipar, sejujurnya aku sudah tidak tertarik lagi dengan Kakakmu yang payah itu, aku lebih tertarik dengan Kakaknya Cia." Ucap Radha.


" Siapa?" Selidik Luci.


Deg....


" Kau menyukai Kak Gama." Ujar Luci.


" Ya... Sejak aku melihatnya aku langsung jatuh cinta padanya." Sahut Radha.


" Emmm gimana kalau kita membuat kesepakatan saja." Tawar Radha.


" Kesepakatan? Kesepakatan apa yang kau maksud?" Tanya Luci menatap Radha.


" Aku tidak akan menghancurkan pernikahan Davian asalkan kamu memberikan Gama padaku." Ucap Radha.


" Emang siapa Kak Gama hingga aku harus memberikannya padamu? Apakah dia barang hingga aku akan mengopernya kepada dirimu, aku juga mencintainya dan yang paling penting, kami saling mencintai." Tekan Luci.


" Ya terserah kau saja, kalau kau tidak mau memberikan Gama padaku maka aku akan merebut Davian dari Ria, aku akan dengan mudah menghancurkan pernikahan mereka Luci karna yang mendukungku adalah pria yang berkuasa." Terang Radha membuat Luci merasa dilema.


Apakah Luci harus memilih kebahagiaannya sendiri? Atau memilih kebahagiaan Kakaknya?


" Pikirkan lagi Luci, Ria sedang mengandung anak Davian saat ini, kau bisa membayangkan kan apa jadinya kalau mereka sampai berpisah? Keponakanmu akan lahir tanpa seorang ayah, aku bisa melakukan apa saja Luci termasuk melenyapkan Ria jika dia menghalangi jalanku, aku tidak peduli hukuman apa yang akan di berikan oleh orang yang menyuruhku, yang jelas aku akan membuat Davian menderita karna kehilangan istri dan anaknya, sekarang kau pilih yang mana? Opsi pertama tinggalkan Gama atau opsi ke dua, melihat Davian menderita." Ujar Radha menatap Luci.


" Opsi pertama." Sahut Luci memejamkan matanya.

__ADS_1


" Kau pintar juga, mulai sekarang bantu aku untuk dekat dengan Gamaku tersayang." Ucap Radha menepuk pipi Luci.


" Terima kasih." Sambung Radha meninggalkan Luci sendiri.


Flashback off.


Plak......


Tamparan kembali mendarat di pipi Radha. Kali ini tamparan itu berasal dari Ria.


" Kau wanita jahat yang pernah aku temui, kau berani mengancam adikku dengan ancaman murahanmu itu, kau pikir kau bisa memisahkan aku dan Mas Davian dengan mudah? Cinta kami tidak selemah itu Radha." Geram Ria.


" Dan kau pikir aku mau menerima wanita gila sepertimu? Tidak Radha..... Untuk melihat wajahmu saja aku tidak sudi." Ucap Gama menatap Radha dengan nyalang.


" Kak...


" Jangan memanggil namaku dengan mulut kotormu." Bentak Gama.


" Tidak ada wanita yang bisa menggantikan Luci dalam hatiku, apalagi wanita rendahan sepertimu, katakan siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini? Aku akan membuat perhitungan kepadanya." Sambung Gama.


Radha tidak bergeming. Ia bungkam seribu bahasa.


" Biarkan orangku yang mengintrogasinya Gama, Tora bawa dia ke markas kita dan buat dia mengatakan siapa yang berani bermain main dengan kita." Titah Valen.


" Baik Nona." Sahut Tora.


Tora menarik tangan Radha membuat Radha berteriak.


" Lepaskan aku.... Lepaskan." Teriak Radha.


Tora tidak bergeming, Ia tetap menyeret Radha menuju mobilnya.


" Terima kasih Kak Valen." Ucap Luci memeluk Valen.


" Sama sama Luci." Sahut Valen.


" Jadi kapan aku bisa menyematkan cincin di jari manismu?" Tanya Gama. Luci melepas pelukannya.


" Sekarang." Sahut Luci mengulurkan tangannya kepada Gama.


Gama segera mengambil cincin dalam kotak, Ia sematkan cincin itu di jari Luci. Nampak cantik dan pas di jari manis Luci.


Prok.... Prok...


Suara tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Semua terlihat bahagia melihat kebahagiaan dua pasangan yang baru saja bertunangan.


" Terima kasih sayang sudah mau menerimaku, aku mencintaimu." Ucap Gama memeluk Luci.


" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Luci.

__ADS_1


Gama mencium kening Luci. Hatinya benar benar bahagia saat ini. Ia akan menikahi Luci di hari yang sama dengan pernikahan Irvan dan Cia. Katanya biar pas aniversary bisa bareng. Benar benar konyol....


TBC.....


__ADS_2