
Hari hari berlalu, Kini Ria sudah pulang ke rumah karna kondisinya yang sudah membaik. Ia sudah bisa merespon anggota keluarganya kecuali suaminya. Ia masih selalu mengunci mulutnya saat bersama Davian. Keluarganya juga sudah memberitahu tentang kehamilannya, tapi sayangnya Ia tidak peduli. Ria memang tidak menggugurkan kandungannya tapi Ia juga tidak menjaga kandungannya dengan baik. Saat ini usia kandungannya memasuki bulan ke dua sedangkan kehamilan Valen memasuki bulan ke tiga.
Pagi ini mereka berkumpul di meja makan untuk merayakan kepulangan Ria. Semua orang fokus pada makanan masing masing sama seperti Davian dan Ria.
" Ria... Apa kamu tidak menginginkan sesuatu?" Tanya Mami Nesha menatap Ria. Ria mendongak menatap Mami Nesha.
" Tidak Mi." Sahut Ria.
" Kamu kan lagi masa ngidam masa' nggak ingin makan sesuatu gitu." Ujar Mami Nesha.
" Anak ini tahu kalau aku tidak menginginkannya, itu sebabnya dia tidak mau merepotkan aku." Sahut Ria.
" Sayang jangan bicara seperti itu." Ujar Davian.
" Kenapa? Memang itu kenyataannya, kehamilan ini merupakan kesialan bagiku, karna anak ini aku tidak bisa berpisah dari pria sepertimu." Ketus Ria. Hati Davian mencelos mendengar ucapan Ria.
" Sayang kamu boleh membenciku, kamu boleh berbuat apapun semaumu kepadaku tapi aku mohon jangan pernah menganggap kehamilanmu sebagai kesialan, aku tidak sanggup mendengarnya... Yang bersalah itu aku, jangan hukum anak kita karna kesalahanku, dia anugrah dari Tuhan untuk kita berdua Vale, aku mohon sayangi anak kita." Ujar Davian mengusap air matanya.
" Bagaimana aku bisa menyanyangi anak dari seorang pembunuh sepertimu." Bentak Ria.
" Harusnya kau di penjara dan aku bisa lepas dari pria brengsek sepertimu Davian, tapi apa? Karna anak ini aku harus terikat dengan pembunuh sepertimu selama hidupku, aku membencimu dan aku juga membencinya, aku membencinya." Teriak Ria memukul perutnya sendiri.
" Sayang hentikan." Ucap Mami Nesha.
" Ria jangan sayang." Ucap Valen.
" Sayang jangan sakiti anak kita." Ucap Davian mencekal tangan Ria. Ria menghentikan tindakannya. Ia menatap nyalang ke arah Davian.
" Aku membencimu, kau pria tidak punya hati, Kau membunuh kekasihku hanya untuk balas dendam denganku, kau menyiksaku tanpa peduli apakah aku kesakitan atau tidak, aku membencimu Davian Bagaskara." Bentak Ria menarik kaos yang Davian pakai di bagian depan.
Davian memejamkan mata menahan sakit di dadanya, ini belum seberapa tindakan Davian lebih menyakitkan dari semua ini. Pikir Davian.
" Aku akan membunuhmu, ya... Aku akan membalas kematian Mas Adrian, aku akan membunuhmu Davian." Ucap Ria histeris.
Ria berlari menuju pisau buah yang berada di atas meja dapur membuat semua orang menghampirinya.
__ADS_1
" Ria kendalikan dirimu." Ucap Papi Farhan.
" Ria jangan lakukan itu." Ucap Nathan.
Mami Nesha menangis sambil membekap mulutnya. Ria berdiri di depan Davian sambil menodongkan pisau itu ke leher Davian.
" Aku akan membunuhmu Davian lalu aku akan menyerahkan diriku ke polisi, dengan begitu anak dalam kandunganku akan merasakan bagaimana rasanya tersiksa di balik jeruji besi, dan saat dia lahir nanti dia akan malu mempunyai orang tua pembunuh seperti kita." Ucap Ria tersenyum licik menatap Davian.
" Jangan sayang, kalau kamu ingin aku mati aku akan meminum racun, atau aku akan mengiris nadiku sendiri supaya kamu tidak di penjara, aku tidak akan membiarkan kamu dan anak kita mengalami penderitaan lebih dalam lagi karna aku, aku mencintaimu sayang... Aku mencintaimu dan anak kita, sekarang turunkan pisaunya biarkan aku yang mrlakukannya.. Hiks Hiks..." Isak Davian menatap Ria dengan tatapan memohon.
" Tidak... Aku tidak mau hidup dengan anak dari pembunuh sepertimu, selama ini aku sudah menuruti apa maumu maka sekarang giliran kau yang menurutiku." Ucap Ria menekan pisaunya membuat kulit leher Davian mengeluarkan darah.
" Shhh." Desis Davian menahan sakit.
" Ria... Jangan gila Ria, jauhkan pisau itu dari leher Davian, jangan kotori tanganmu dengan membunuhnya, terlepas bagaimanapun Davian, dia tetap suamimu Ria." Ucap Valen.
Ria menatap ke arah Valen.
" Ria dengarkan aku, saat ini kita akan memiliki anak dan kelak ketika mereka sudah lahir mereka sama besarnya, kita akan sama sama bermain dengan mereka yang lucu lucu, aku bersama Abangmu dan kau bersama Davian suamimu, Kakak mohon jangan melakukan sesuatu yang merugikan dirimu sendiri, sekarang lupakanlah sesuatu yang membuatmu marah... Ingatlah cintamu dengan Davian, kalian akan hidup bahagia bersama anak anak kalian nanti, bangkitlah Ria jangan berpijak di masa lalu yang akan menghambat langkahmu menuju masa depan, Davian tidak bermaksud menyakitimu sayang.... Dia hanya tersesat saat itu dan mengira kau adalah Cia, sekarang Davian sudah berubah Ria, dia mencintaimu, dia tidak memikirkan balas dendamnya lagi, dia benar benar mencintaimu buktinya dia melepaskan Cia target balas dendamnya, sekarang beri kesempatan padanya untuk membuktikan cinta dan kasih sayangnya padamu dan anakmu Ria, Kakak yakin kalian akan hidup bahagia, bangkitlah Ria... tinggalkan masa lalu jangan pernah menoleh ke belakang, tataplah ke depan demi kebahagiaan anak anakmu, kau paham kan apa yang Kakak katakan." Ujar Valen.
plek...
Ria menjatuhkan pisau yang ada di tangannya, Ia menatap Davian dengan air mata yang menetes di pipinya.
" Sayang." Ucap Davian hendak menyentuh pipi Ria.
" Jangan sentuh aku." Ucap Ria menepis tangan Davian.
Tiba tiba tubuh Ria limbung dan...
Brugh....
Ria tidak sadarkan diri di dalam pelukan Davian. Beruntung Davian sigap menangkap tubuh Ria.
" Sayang bangun sayang." Ucap Davian menepuk pipi Ria.
__ADS_1
" Bawa dia ke kamar Davi." Ucap Valen.
Davian membopong Ria menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Ia merebahkan tubuh Ria di atas ranjang. Semua orang menatap iba kepada Ria dan Davian. Hubungan mereka menjadi rumit. Keluarga Ardiansyah menerima dengan ikhlas kepergian Ardian, mereka berpikir semua sudah kehendak Tuhan itu sebabnya mereka tidak menuntut Davian ke penjara. Apalagi setelah Irvan selidiki ternyata bukan tangan Davian yang melakukannya tapi kaki tangannya yang melakukan semua itu dan atas suruhan Reno.
Davian memang merencanakan sesuatu kepada Adrian tapi bukan pembunuhan, Ia hanya berencana membuat perhitungan dengan Ardian tapi siapa sangka anak buahnya berkhianat kepadanya. Dan saat Reno di rumah Davian, Ia sengaja membahas soal kematian Adrian karna Reno sudah melihat Ria yang sedang berjalan ke arah mereka. Ia sengaja membuat hubungan Davian dan Ria hancur karna sesungguhnya Reno merasa iri dengan jabatan Davian sebagai ketua di dalam dunia bisnis gelapnya. Tapi sekarang sudah tidak lagi karna Davian memberikan jabatan itu kepadanya. Davian akan membuat perhitungan dengan Reno setelah masalahnya dengan Ria selesai.
Davian berjanji akan berubah menjadi manusia yang lebih baik. Ia akan menjaga dan melindungi Ria dan calon anaknya nanti.
" Kau istirahatlah! Kami keluar dulu." Ujar Papi Farhan.
" Terima kasih Pi." Sahut Davian.
Setelah kepergian semua orang dan Ria sudah tertidur lelap, Davian segera masuk ke dalam kamar mandi. Ia menghidupkan kran air dengan kecil. Ia duduk di lantai kamar mandi sambil menekuk kedua kakinya.
Bugh bugh bugh
Davian memukul dadanya sendiri berharap bisa menghilangkan sesak yang selama ini Ia tahan. Ya... Setiap saat Davian selalu melakukan hal ini. Ia selalu menyendiri di dalam kamar mandi apalagi saat Ria sedang tertidur pulas. Ia benar benar menyesali perbuatannya dan rasa ketakutan yang Ia rasakan selama ini. Davian takut kehilangan Ria.
" Hiks.... Hiks.... Jika memang ini hukuman untukku, aku ikhlas menerimanya walaupun rasanya sangat sakit.... Tapi aku tidak bisa kehilangan wanita yang aku cintai apalagi saat ini dia sedang mengandung anakku, Ya Tuhan tolong aku... Kembalikan keutuhan pernikahan kami dan berikan kebahagiaan kepada kami." Monolog Davian mengusap air matanya. Ia membasuh mukanya lalu kembali ke kursi samping ranjang Ria.
Davian menatap wajah pucat Ria, pelan pelan Ia mengelus perut rata Ria dengan hati hati.
" Sayang... Bantu Daddy meluluhkan Mommymu ya, Daddy berjanji akan selalu menyayangimu dan Mommymu, semoga kita bisa selalu bersama sayang." Lirih Davian.
Kira kira Ria mau menerima Davian nggak ya????
Kita kasih sedikit kebahagiaan untuk Davian di bab selanjutnya ya....
Jangan lupa like dan komentnya....
Terima kasih udah suport author...
Miss U All....
TBC.....
__ADS_1