
Nesha sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Dengan memakai dress putih di bawah lutut Nesha terlihat lebih anggun. Ia hendak melangkahkan kakinya ke luar kamar tapi Nathan sudah menghadangnya di ambang pintu.
" Mami.... Wah Mami cantik sekali." Pekik Nathan menatap Maminya dengan rasa kagum.
" Makasih sayang, Kecil kecil udah bisa gombalin Mami ya." Ucap Nesha mencubit hidung Nathan.
"Enggak... Itu nyata Mami, Apa mami udah siap?" Tanya Nathan.
" Udah sayang, Ayo kita berangkat." Sahut Nesha.
" Mami kenapa Dek Gam tidak ikut? Abang malas kalau nggak sama Dek Gam." Ujar Nathan.
" Sayang Mami kan mau periksa dulu dan nggak baik juga bawa Adek ke rumah sakit, Banyak penyakit Adek kan juga masih kecil jadi nggak boleh ke sana ya." Jelas Nesha.
" Baiklah Mi, Tapi nanti ketemu Papa nya jangan lama lama ya." Ucap Nathan.
" Lihat aja nanti ya, Emang Abang nggak mau main dulu sama dedek bayi?" Tanya Nesha.
" Nggak mau Abang lebih pengin main di rumah sama Dek Gam." Sahut Nathan membuat Nesha menghela nafasnya.
" Baiklah terserah Abang saja." Sahut Nesha.
" Ayo berangkat." Ajak Farhan menghampiri mereka.
" Ayo Pi, Abang udah siap menemani Mami periksa." Ujar Nathan.
Ketiganya berjalan menuju mobil, Farhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit Kasih Ibu yang letaknya tak jauh dari pusat kota.
Lima belas menit kemudian mereka sampai di pelataran rumah sakit. Farhan memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus pengunjung.
" Ayo turun." Ucap Farhan.
Ketiganya turun dari mobil lalu berjalan menuju lobby rumah sakit.
" Mbak mau ketemu dengan Dokter Sinta." Ucap Farhan di depan loket pendaftaran.
" Janji atas nama ibu Vanesha Ardiansyah ya Pak?" Tanya pegawai pendaftaran.
" Iya Mbak." Sahut Farhan.
" Beliau sudah menunggu di ruangannya, Sudah tahu kan ruangannya?" Tanyanya.
" Sudah, Terima kasih." Ucap Farhan.
" Ayo." Ajak Farhan.
Farhan menggandeng Nesha dan Nathan menuju ruangan Dokter Sinta, Dokter kandungan yang Farhan percaya untuk menangani Nesha. Setelah sampai di depan ruangannya, Farhan segera masuk ke dalam.
" Pagi Dok." Sapa Farhan.
" Pagi Pak Farhan, Silahkan duduk." Sahut Dokter Sinta.
" Bagaimana Bu Vanesha? Apa yang anda keluhkan?" Tanya Dokter Sinta.
" Dua hari ini saya mual di pagi hari Dok, Saya juga sudah telat datang bulan selama tiga hari." Jelas Nesha membuat Dokter Sinta tersenyum.
" Silahkan berbaring Bu kita akan lihat ada kabar baik apa ya." Ujar Dokter Sinta.
Nesha merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Dokter menyibak baju Nesha memperlihatkan perutnya yang ada bekas oprasinya. Dokter memberikan gel lalu menggerakkan transduser ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
" Bagaimana Dok?" Tanya Farhan yang di balas Dokter Sinta dengan senyuman.
" Selamat Pak Bu atas kehamilannya, Kalau saya tidak salah tafsir mereka ada dua." Ucap Dokter.
" Me.... Mereka?" Tanya Nesha.
" Iya Bu, Anda sedang mengandung janin kembar, Di sini terlihat dua titik hitam di dalam kantung rahim anda, Jadi ada kemungkinan mereka kembar." Sahut Dokter Sinta.
" Apa kembar? Abang mau punya Adek lagi? Kembar?" Tanya Nathan.
" Iya sayang.... Kamu mau punya dua Adek sekaligus." Ujar Dokter Sinta.
" Yei...." Pekik Nathan.
" Makasih sayang." Ucap Farhan mencium kening Nesha.
" Dok apa ini tidak beresiko? Karena saya kan baru oprasi." Ujar Nesha.
" Nanti saya jelaskan ya bu, Silahkan duduk kembali." Ucap Dokter Sinta.
Nesha dan Farhan duduk kembali di kursinya.
" Begini Pak Bu, Usia kehamilan Ibu Vanesha memasuki minggu ke lima, Di usia ini janin sangat rentan akan keguguran, Dan saya sarankan untuk kehamilan ini anda harus benar benar menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan pola makan supaya janin tidak terlalu berkembang terlalu besar." Jelas Dokter Sinta.
" Memang kenapa Dok?" Tanya Farhan.
" Seharusnya Ibu Vanesha menunggu dua tahunan untuk hamil lagi karena beliau baru oprasi saat melahirkan anak sebelumnya, Tapi tidak pa pa karena saat nanti Ibu Vanesha melahirkan jaraknya sudah dua tahun ya, Resikonya jika bayi terlalu besar di khawatirkan jahitan bekas oprasinya akan terbuka lagi, Apalagi saat ini Ibu Vanesha mengandung janin kembar, Jika memungkinkan besok bisa lahir normal tapi jika tidak maka terpaksa harus cesar lagi." Ucap Dokter Sinta.
Farhan menatap Nesha, Ia merasa bersalah karena telah meminta Nesha untuk hamil lagi, Ia tidak memikirkan resiko yang akan Nesha hadapi saat melahirkan nanti. Apalagi saat Nesha melahirkan Gama penuh dengan tragedi dan perjuangan.
" Tidak masalah Dok yang terpenting saya minta bantuan dari Dokter, Selalu ingatkan saya jika ada kesalahan yang saya lakukan." Ucap Nesha.
" Baiklah bu saya resepkan vitaminnya, Istirahat total dan jangan mengangkat yang berat berat dulu." Ucap Dokter Sinta.
" Iya Dok terima kasih." Sahut Nesha.
Setelah menebus resep dari Dokter, Farhan mengajak Nesha dan Nathan menjenguk Sifa di ruangannya.
Tok tok tok
" Masuk." Terdengar sahutan dari dalam.
Ceklek....
Farhan membuka pintunya lalu Ia mempersilahkan Nesha dan Nathan untuk masuk lebih dulu.
" Eh sayang, Sini lihat dedeknya Nathan." Ucap Jordan.
" Iya Pa." Sahut Nathan.
" Sifa selamat ya atas kelahiran Babby Boy." Ucap Nesha cipika cipiki dengan Sifa.
" Makasih Nes." Sahut Sifa.
Nesha berjalan menuju box bayi, Terlihat bayi mungil sedang terlelap di atasnya.
" Lihat deh Bang, Adeknya ganteng." Ucap Nesha.
" Masih gantengan Dek Gam Mi." Sahut Nathan.
__ADS_1
Nesha menatap ke arah Jordan dan Sifa yang terlihat kecewa dengan ucapan Nathan walau yang di ucapkannya kebenaran.
" Sayang nggak boleh gitu donk." Tegur Nesha.
" Kata Mami Abang tidak boleh berbohong." Ujar Nathan.
" Ah iya... Siapa namanya Sif?" Tanya Nesha masih sibuk menoel noel pipi Babby Sifa.
" Namanya Arion Fathan Marvello." Sahut Jordan. (Jangan tanya artinya ya author tidak tahu 😁).
" Wah nama yang indah, Ya nggak Bang? Abang mau panggil siapa nih buat dedeknya?" Tanya Nesha menatap Nathan.
" Nggak tahu Mi, Tanya sama Papa aja Abang harus panggil siapa." Jawab Nathan. Nesha menepuk jidatnya. Ternyata Nathan memang benar benar keras kepala.
" Panggil saja Fathan." Ujar Jordan.
" Nggak mau namanya hampir sama kaya' Abang." Protes Nathan membuat keempat orang tuanya menghela nafasnya.
" Baiklah kita panggil Dedek Ar aja gimana?" Tanya Sifa.
" Arion aja." Sahut Nathan.
Entah kenapa sepertinya Nathan tidak suka jika gelar 'Dek' di pakai oleh Babbynya Sifa.
" Baiklah terserah kau saja, Coba sapa adiknya!" Ucap Nesha.
" Hai Arion." Sapa Nathan singkat.
" Hai Abang." Sahut Nesha menirukan suara anak kecil.
" Oh ya Nes, Gimana hasil pemeriksaannya?" Tanya Sifa.
" Alhamdulillah Nathan sama Gama mau punya Adik lagi." Sahut Farhan.
" Apa? Adik lagi?" Pekik Sifa.
" Iya." Sahut Farhan.
" Jadi kamu hamil lagi Nes?" Tanya Sifa.
" Iya Sif, Kalau Dokter tidak salah tafsir mereka kembar." Sahut Nesha.
" Ya ampunnnm beruntung banget kamu Nes dapat kembar, Cepat lagi." Ujar Sifa.
" Nathan mau adik laki laki apa perempuan nih dari Mami?" Canda Sifa.
" Apapun yang Mami berikan Nathan menerimanya." Sahut Nathan.
Hati Sifa mencelos mendengarnya, Dulu saja Nathan kekeh minta Sifa adik perempuan, Sekarang dari Nesha, Nathan mau menerimanya. Ternyata kasih sayang Nesha mampu membuat Nathan begitu menyayanginya.
Tbc....
*Yang minta kembar udah author kabulin ya, Dan makasih yang udah berkenan menyumbang nama buat anaknya Sifa.
Kalau ada yang nanya " Thor masa' baru satu tahun lebih cesar sekarang udah hamil kembar?" Kan nanti pas waktu lahiran jaraknya udah dua tahunan ya... Jadi masuk tahap aman.
Jangan lupa like dan komentnya ya.... Jika berkenan beri authornya hadiah biar semangat nulisnya...
Makasih untuk readers yang udah selalu dukung author...
__ADS_1
Miss U All*....