Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
12. Gadis Bandara


__ADS_3

Valen masuk ke ruangan Nathan setelah mengetuk pintunya. Ia berjalan menghampiri Nathan dengan berkas di tangannya.


" Pagi Pak, ini berkas yang harus anda tanda tangani Pak." Ucap Valen.


Nathan menatap ke arah Valen.


" Mana?" Tanya Nathan mengulurkan tangannya.


" Ini Pak." Ucap Valen memberikan berkas itu.


Nathan membuka berkas berkas itu untuk menelitinya kembali. Ia meletakkan berkasnya di meja untuk di tanda tangani, tiba tiba...


klitik.... ( anggap saja seperti itu suaranya ya)


Sesuatu jatuh kelantai. Valen mengambilnya.


" Kalung...." Batin Valen.


Valen melihat kalung Nathan yang jatuh. Kalung dengan liontin huruf VA.


" Pak darimana anda mendapatkan kalung ini?" Tanya Valen mengangkat kalung itu di depan wajahnya.


" Memangnya kenapa?" Nathan justru bertanya sambil menatap Valen.


" Ini kalung saya Pak." Sahut Valen.


Deg....


Jantung Nathan berdetak kencang. Ada ribuan kupu kupu terbang di dalam hatinya.


" Benarkah kalung itu milik Valen. Berarti selama ini dugaannya benar. Ah Mami aku menemukan calon menantumu." Sorak Nathan dalam hati.


" Darimana Bapak mendapatkan kalung ini?" Valen bertanya lagi.


" Saat kalung itu hilang emang kamu kemana saja?" Tanya Nathan.


" Hari itu aku ke Bandara Pak." Sahut Valen membuat Nathan tersenyum.


" Ngapain kamu ke Bandara?" Selidik Nathan.


" Jemput pacar nggak tahunya malah mergoki pacar gue selingkuh, belum lagi di tabrak sama cowok ganteng Pak." Gerutu Valen. Valen menutup mulutnya dengan telapak tangannya saat menyadari ucapannya sendiri.


" Siapa cowok ganteng itu?" Tanya Nathan mendekati Valen. Kini wajah mereka sangat dekat.


" A... aku tidak tahu...." Gugup Valen.


" Coba di ingat ingat gimana wajahnya." Ucap Nathan.


Valen menatap mata Nathan. Ia meneliti wajah Nathan. Valen fokus pada tahi lalat di pipi atasnya.


" Eh... Kok cowok itu mirip Bapak ya." Ujar Valen.


" Yang bener?" Tanya Nathan.


" Iya... tahi lalat di pipi Bapak, dan bibir itu..." Lirih Valen.


" Bibir ini kenapa? Lembut dan manis bukan?" Ucap Nathan memajukan wajahnya membuat hidung mereka bersentuhan.


" Ah astaga." Ucap Valen mendorong tubuh Nathan. Ia mundur menjauh dari Nathan.


" Kenapa?" Tanya Nathan.

__ADS_1


" Ah tidak apa apa Pak, lupakan saja." Sahut Valen salah tingkah.


" Tapi aku tidak mau melupakannya, bibirmu juga manis dan lembut membuatku ingin mencecapnya lagi bahkan **********." Ucap Nathan menggoda Valen. Ia senang melihat wajah Valen yang gugup seperti itu. Terlihat sangat lucu bagi Nathan.


Nathan tidak tahu jika Valen sedang mengontrol detak jantungnya yang berdebar lebih kencang dari biasanya. Ia menghela nafasnya dalam dalam menetralkan detak jantungnya.


" Berarti cowok di Bandara itu kamu?" Tanya Valen meninggalkan kata formalnya.


" Iya, dan kau tahu gadis yang selama ini aku cari adalah dirimu." Ucap Nathan.


" Tidak... Dan aku juga tidak mau tahu." Sahut Valen.


" Kenapa tidak mau tahu? Kau harus tahu jika kita sudah di jodohkan oleh orang tua kita, Mamiku sahabat Mamamu, jadi kita sudah di jodohkan sejak lama bukan?" Tanya Nathan.


" Aku tidak memikirkan hal itu Pak, aku tidak mau jatuh lagi dalam pelukan cowok, aku tidak mau sakit hati lagi." Ujar Valen.


" Tidak semua co...


" Bagiku cowok sama saja, aku mau fokus ke karirku dulu." Ucap Valen memotong ucapan Nathan.


" Kau tidak bisa menyamakan aku dengan cowokmu itu ya." Ujar Nathan.


" Aku tidak mau membahas itu lagi Pak." Sahut Valen.


" Weekend nanti kamu pulang ke rumah kan?" Tanya Nathan.


" Kenapa?" Tanya Valen.


" Aku dan keluargaku akan datang untuk melamarmu." Sahut Nathan.


" Tidak tidak.... Jangan jangan... Jangan lakukan itu." Ucap Valen menggelengkan kepala dan tangannya.


" Batalkan saja perjodohan ini, saat ini aku belum mau terikat dengan pria manapun, dan aku juga tidak mau menikah karna perjodohan, aku hanya ingin menikah dengan pria yang aku cintai dan mencintaiku." Jelas Valen.


" Bagaimana jika aku katakan kalau aku mencintaimu sejak pertemuan kita di Bandara?" Tanya Nathan menatap Valen.


" Bullshit, aku tidak percaya lagi dengan ucapan pria, sudahlah yang jelas aku tidak mau kamu datang ke rumahku, aku masih mau fokus bekerja titik." Ucap Valen.


" Tapi aku akan tetap datang ke rumahmu, biarkan Papamu yang mrnjawabnya." Sahut Nathan sama kerasnya.


" Terserah tapi aku akan tetap menolaknya, jika Papaku menerimanya maka kamu menikah saja dengan Papaku." Ketus Valen.


Valen meninggalkan ruangan dan menutup pintu dengan keras. Nathan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Ternyata pujaan hatinya selama ini ada di depan matanya.


" Aku harus menghubungi Mami." Ucap Nathan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam minggu pukul tujuh malam keluarga Farhan menuju rumah Alexander. Kali ini Cia dan Ria ikut karna mereka akan memastikan apakah calon istri Abangnya ini wanita yang pantas mendampingi Abangnya atau tidak. Kemarin Nathan meminta Dika melacak alamat rumah Valen dan betapa tercengangnya Nathan saat mengetahui darimana Valen berasal. Begitupun dengan orang tuanya. Ternyata wanita yang di jodohkan dengan putranya adalah putri orang nomer satu di Negara ini.


Cia dan Ria tercengang saat menatap bangunan mewah di depannya setelah turun dari mobil.


" Abang..... Ini rumah apa istana Bang?" Tanya Cia.


" Berasa di negeri dongeng Ci." Ujar Ria.


" Iya.. Abang memang pintar memilih." Sahut Cia.


" Sudah sudah jangan norak begitu, ayo kita masuk." Ucap Mami Nesha.


Kali Papi Farhan yang berada di depan untuk mengetuk pintunya. Lebih tepatnya memencet bel rumah ya...

__ADS_1


Ting tong


Lima menit kemudian pintu terbuka dari dalam.


" Maaf cari siapa Tuan?" Tanya Bi Sari, art di rumah itu.


" Apa benar ini rumah Tuan Alexander?" Tanya Papi Farhan.


" Iya benar Tuan, silahkan masuk saya akan panggilkan Beliau." Ucap Bi Sari.


Mereka semua masuk ke dalam lalu duduk di ruang tamu. Si kembar mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah itu dengan mata berbinar. Tak lama Tuan rumah pun menghampiri mereka.


" Selamat malam Tuan Alex." Sapa Papi Farhan menyalami Papa Alex.


" Selamat malam Tuan." Sahut Papa Alex.


" Maaf jika kedatangan kami ke sini membuat anda kaget Tuan Alex." Ucap Papi Farhan.


" Tidak masalah Tuan, katakan apa tujuan anda semua datang kemari." Ujar Papa Alex.


" Perkenalkan dulu, saya Farhan dan ini istri saya Nesha sahabat lama almarhum istri anda Tuan." Ucap Papi Farhan.


" Ah iya saya ingat kalau istri saya pernah menceritakannya." Sahut Papa Alex.


" Apa Vidya juga menceritakan tentang perjodohan yang kami rencanakan untuk anak anak kami Tuan?" Tanya Mami Nesha.


" Iya Nyonya, tapi sayang sebelum dia menyebut dari keluarga mana dia sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir." Ucap Papa Alex sedih.


" Kami turut berduka atas itu Tuan." Ucap Papi Farhan.


" Terima kasih Tuan Farhan, lalu yang mana yang di jodohkan dengan putri saya?" Tanya Papa Alex menatap Gama dan Nathan bergantian.


" Saya Om, perkenalkan saya Vernathan Ardiansyah CEO di perusahaan kecil VA coorp." Ucap Nathan.


" Apa? Jadi Valen bekerja di perusahaanmu?" Tanya Papa Alex.


" Iya Om." Sahut Nathan.


" Wah kalian memang berjodoh." Ujar Papa Alex.


" Mereka juga bertemu di Bandara sebelumnya Tuan, dan jujur putri anda sudah mencuri hati anak saya saat itu." Ucap Mami Nesha.


" Ha ha ha." Papa Alex tertawa.


" Papa.... Papa... Papa dimana?"


Terdengar seseorang berteriak dari lantai atas. Siapa lagi kalau bukan Valen. Valen berlari kecil menuruni tangga. Dengan memakai dress merah maroon selurut membuat semua mata terpana tapi Valen sendiri belum menyadarinya.


" Papa....." Panggil Valen menghampiri Papa Alex di ruang tamu.


" Pa......


TBC.......


*Bagaimana reaksi Valen melihat Nathan membawa keluarganya????


Tunggu di bab selanjutnya...


Jangan lupa like dan koment ya...


Miss U all*...

__ADS_1


__ADS_2