
Setelah mengucapkan selamat ulang tahun dan memotong kue, Farhan mengajak Nesha dan Nathan ke panti asuhan yang sering di datanginya.
" Sudah siap Yank?" Tanya Farhan.
" Sudah Mas." Jawab Nesha.
" Nathan gendong Papi aja ya kasian Mami, Sekarang Nathan udah berat udah tiga tahun lho." Ujar Farhan.
" Baik Pi." Sahut Nathan.
" Mas apa makanannya sudah di kirim oleh pihak catering?" Tanya Nesha sambil berjalan mengikuti Farhan menuju mobilnya.
" Sudah, Barang barangnya juga sudah sampai." Jawab Farhan. Mereka masuk ke dalam mobil.
" Sayang ayo baca doa dulu sebelum bepergian." Ucap Nesha kepada Nathan.
" Bismillahilohmanilohhim, Bismillahi tawakaltu ngalalloh lahaula wala kuata illa billah Amien." Ucap Nathan. ( Jangan protes soal pengucapan ya karna Nathan masih cadel).
" Pinter anak Papi." Puji Farhan.
" Iya donk." Sahut Nesha.
Farhan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai ke tempat yang di tuju. Sebuah bangunan panti yang bertuliskan Panti Asuhan " Fatika Rahma" di depannya. Farhan dan Nesha segera turun dari mobil.
" Sini gendong Papi." Farhan menggendong Nathan. Tangan kanannya menggandeng Nesha menuju halaman panti.
" Assalamu'alaikum" Sapa Farhan di depan pintu.
" Wa'alaikumsallam, Eh Nak Farhan mari masuk." Sahut ibu panti.
" Selamat ulang tahun dedek Vernathan Ardiansyah." Teriak anak anak panti saat Farhan masuk ke dalam. Mereka berjejer rapi sambil memegang balon berwarna warni.
" Makasih Kakak Kakak." Sahut Nesha.
Mereka kembali duduk lesehan di lantai dengan beralaskan karpet. Sedang Ibu panti mengajak Farhan dan Nesha masuk ke ruang tamu.
" Silahkan duduk Nak Farhan, Nak...."
" Nesha bu." Sahut Farhan.
" Oh Silahkan duduk Nak Nesha." Ucap Ibu panti.
" Terima kasih bu." Sahut Nesha.
" Sayang ini Bu Wiwik pengurus sekaligus pengelola panti ini." Ucap Farhan memperkenalkan.
" Saya Nesha Bu istrinya Mas Farhan." Ucap Nesha.
" Nama yang cantik seperti orangnya." Puji bu Wiwik.
" Terima kasih Bu atas sanjungannya." Sahut Nesha.
" Nak Farhan terima kasih atas semua yang Nak Farhan berikan hari ini, Semoga Nak Farhan dan keluarga selalu di limpahkan kebahagiaan dan rejeki yang melimpah." Ucap Bu Wiwik.
" Amien...Terima kasih doanya bu." Sahut Farhan dan Nesha bersamaan.
" Dan selamat ulang tahun adek Nathan, Semoga menjadi anak yang Sholeh dan berbakti kepada kedua orang tuanya..Amien." Ucap Bu Wiwik.
" Terima kasih Bu." Ucap Nesha.
" Mari kita mulai acaranya." Bu Wiwik mengajak mereka kembali ke anak anak panti yang sedang duduk di sana.
" Anak anak mari kita berdoa untuk adek Vernathan Ardiansyah yang sedang berulang tahun hari ini, Di Aminin ya." Ucap Bu Wiwik.
__ADS_1
Bu Wiwik memimpin doa untuk kebaikan, Umur panjang yang barokah dan Kesuksesan dunia akhirat untuk Nathan. Setelah itu di lanjut acara makan makan untuk anak anak panti, Mereka di persilahkan untuk makan makanan yang sudah di sediakan.
Setelah selesai makan mereka semua bermain bersama Nathan dan Nesha, Ada juga yang bermain sendiri, Atau berdua dengan temannya. Farhan juga membagikan banyak mainan untuk mereka. Sedang Bu Wiwik mengajak Farhan duduk di sofa ruang tamu.
" Istrimu walau masih muda tapi sikapnya terlihat lebih dewasa." Ucap Bu Wiwik. Mereka berdua memang sudah akrab sejak lama. Farhan merupakan donatur tetap di panti ini. Farhan menganggap Bu Wiwik seperti ibunya sendiri.
" Iya bu aku tidak salah memilihnya bukan?" Farhan menatap ke arah Nesha yang sedang bermain bersama anak anak.
" Bukannya yang milih Nathan ya? Kalau kamu yang milih ibu yakin pasti keliru seperti dulu lagi." Ucap Bu Wiwik mengejek.
" Eh iya Bu tahu aja." Sahut Farhan cengengesan. Mereka melanjutkan berbincang soal perkembangan panti.
" Ada donatur baru di panti ini Nak." Ucap Bu Wiwik.
" Siapa Bu? Dari kalangan mana?" Tanya Farhan
" Namanya Jordan Pradana dari keluarga Pradana, Dia baru pindah dari luar negri." Farhan mengerutkan keningnya.
" Jordan Pradana? Berarti adik dari Jonathan Pradana?." Tanya Farhan.
" Iya.. sebenarnya ibu mau menolaknya tapi dia memberikan dana yang lumayan besar, Ya walau uang dari kamu cukup tapi Ibu berpikir bisa untuk tabungan jika nanti anak anak panti ada yang mau kuliah." Jelas Bu Wiwik.
" Tidak masalah Bu yang penting rahasiakan siapa pendiri dan pemilik panti ini." Sahut Farhan.
" Tenang saja tidak ada yang tahu kecuali Ratna." Ujar Bu Wiwik.
" Mas." Panggil Nesha menghampiri mereka.
" Ya.. Gimana Yank?" Tanya Farhan.
" Nathan mau main sama kamu katanya." Ucap Nesha.
" Baiklah kamu di sini saja nemenin Bu Wiwik sambil istirahat." Ujar Farhan.
" Massss." Ucap Nesha.
" Aku kesana dulu." Farhan berjalan menghampiri Nathan dan anak anak lainnya.
" Maaf Bu, Mas Farhan suka nggak ingat tempat." Ucap Nesha. Ia duduk di sofa sebrang Bu Wiwik.
"Tidak apa Ibu juga pernah muda kok." Sahut Bu Wiwik.
" Sebelumnya kamu kerja dimana?" Tanya Bu Wiwik.
" Aku kerja di Bank milik Mas Farhan Bu, Pegawai baru." Jawab Nesha.
" Oh jodoh emang nggak kemana ya." Ujar Bu Wiwik.
" Iya Bu pegawai baru jadi istri bos... Padahal rencanaku mau nerusin kuliah dulu." Ujar Nesha.
" Kenapa nggak nerusin kuliah aja sekarang?" Bu Wiwik menatap Nesha inhin mendengar alasannya.
" Enggaklah Bu udah nikah juga, Mau ngurus suami sama anak aja, Jadi ibu rumah tangga." Jawab Nesha membuat Bu Wiwik salut dengan pemikiran Nesha.
" Pekerjaan ibu Rumah tangga justru banyak pahalanya." Sahut Bu Wiwik.
" Iya Bu... Oh ya Bu, Kalau boleh saya tahu kenapa panti ini di beri nama Fatika Rahma?" Tanya Nesha.
Deg...Jantung Bu Wiwik berdetak lebih kencang dari biasanya.
" Emang ada yang salah ya dengan nama itu?." Bu Wiwik balik bertanya.
" Ya nggak sih Bu, Cuma aku merasa kalau nama itu begitu istimewa saja, Apa itu nama pemilik panti ini?" Tanya Nesha kepo.
__ADS_1
" Eh... Ibu lupa ada yang harus Ibu kerjakan, Ibu tinggal dulu ya." Bu Wiwik segera berlalu dari sana membuat Nesha bertanya tanya.
"Kenapa Bu Wiwik seperti menghindari pertanyaanku? Ada apa sebenarnya? Siapa Fatika Rahma? Apa ada yang Bu Wiwik sembunyikan?." Gumam Nesha dalam hati.
Tiba tiba ada anak yang menghampiri Nesha di sana. Anak perempuan sepertinya seumuran dengannya.
" Istrinya Kak Farhan ya?" Tanyanya.
" Iya kamu siapa?" Tanya Nesha.
" Kenalin aku Ratna adik Kak Fatika." Ucap Ratna mengulurkan tangannya.
" Nesha." Jawab Nesha sambil menjabat tangan Ratna.
" Sebentar kamu adiknya Fatika? Pemilik panti ini? " Tanya Nesha.
" Bukan... Pemilik panti ini adalah Kak Farhan sendiri." Jawab Ratna.
" Mas Farhan pemilik panti ini?" Ratna menganggukkan kepalanya.
" Lalu siapa Fatika?" Tanya Nesha.
" Kak Fatika calon istri Kak Farhan saat itu." Jawab Ratna.
Deg... Calon istri? Nesha semakin yakin ada yang mereka sembunyikan darinya.
" Ya...Kak Farhan dan Kak Fatika menjalin hubungan sejak pertama masuk SMA, Mereka sudah bertunangan, Bahkan hampir menikah." Jelas Ratna.
" Me...Menikah?" Tanya Nesha.
" Ya... Bahkan undangan sudah di sebar, Tapi naas mendekati hari H Kak Fatika kecelakaan dan sampai sekarang menghilang." Jelas Ratna.
" Maksudmu menghilang itu gimana?" Nesha menatap mata Ratna yang berkaca kaca.
" Kabarnya Kakakku tewas dalam kecelakaan itu tapi sampai saat ini jasadnya belum di temukan." Ucap Ratna.
" Dan aku yakin jika Kakakku masih hidup sampai saat ini, Suatu saat nanti pasti dia akan kembali." Sambung Ratna.
Kepala Nesha tiba tiba merasa pusing mendengar cerita Ratna. Bagaimana jika Fatika kembali? Nesha yakin jika Fatika adalah orang paling istimewa di hati Farhan.
" Kak Farhan sengaja membangun panti ini dengan namanya, Kak Farhan akan selalu mengenang Kak Fatika sebagai orang yang sangat di cintainya, Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Kak Farhan jika Kakakku kembali nanti, Apakah Kak Farhan masih mempertahankan hubungannya denganmu? Atau kembali kepada Kakakku?." Jelas Ratna.
" Ratna, Masuk." Ucap Bu Wiwik, Ia takut Ratna akan berkata macam macam kepada Nesha. Ratna segera kembali ke kamarnya.
Nesha menatap Bu Wiwik dengan tatapan nanar. Hatinya sakit merasa di bohongi. Bagaimana Farhan menyembunyikan hal sebesar ini darinya. Nesha memijit pelipisnya.
" Kamu tidak pa pa Nak?" Tanya Bu Wiwik. Sepertinya Bu Wiwik tidak mendengar apa yang di ucapkan Ratna.
" Tidak Bu, Maaf saya hanya pusing saja." Sahut Nesha.
" Ibu akan panggilkan Farhan dulu." Bu Wiwik segera memanggil Farhan.
Setelah Farhan datang mereka langsung berpamitan pulang. Di dalam perjalanan Nesha terlihat termenung memikirkan sesuatu. Farhan merasa heran dengan perubahan Nesha yang hanya diam saja, Bahkan Nesha membiarkan Nathan berceloteh sendiri tanpa menyahutnya.
**TBC....
Hai reader sabar ya jangan menghujat author dulu... Nanti author selesaikan masalahnya satu persatu. Entah mengapa tiba tiba author menulis cerita seperti ini...
Jangan lupa like dan komentnya....
Miss U All
Baca juga karya author yang lainnya ya... Klik profile author... pilih salah satu dari karya author... Author tunggu ya**..
__ADS_1