Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kawan Lama


__ADS_3

Setelah menidurkan Gama di dalam kamarnya, Farhan menyusul Nesha ke kamarnya sendiri.


Ceklek....


Farhan membuka pintu kamar, Ia menatap Nesha yang sedang duduk di atas ranjang bersandar headboard sambil memainkan ponselnya.


" Sayang." Panggil Farhan menghampiri Nesha.


Nesha tidak bergeming, Ia tetap fokus pada ponselnya membuat Farhan menghela nafasnya. Ia naik ke atas ranjang duduk di samping Nesha. Farhan menarik pelan kepala Nesha agar bersandar di pundaknya. Nesha hanya menurut saja tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


" Sayang... Ngambek ya." Ucap Farhan.


" Sayang jangan ngambek donk maaf Mas tidak bisa menjaga pandangan Mas dari wanita lain, Tapi Mas nggak bermaksud apa apa kok beneran, Mas juga tidak akan terpikat dengannya karna di hati Mas sudah di penuhi dengan namamu, Jadi tidak ada tempat untuk wanita manapun, Percaya deh sama Mas." Terang Farhan mengutarakan isi hatinya.


" Sayang.... Sha sayang ngomong donk jangan diam saja Mas nggak nyaman kamu diemin kaya' gini." Ujar Farhan.


" Hey... Ngomong donk." Ucap Fathan mengelus elus rambut Nesha.


" Lagi gak mood buat ngomong." Sahut Nesha. Farhan tersenyum.


" Anak anak Papi maafin Papi ya udah membuat Mami kalian marah, Kalian mau makan apa biar Papi belikan." Ujar Farhan mengelus perut Nesha.


" Mau K*c langsung dari negara asalnya sampai sini masih hangat." Ucap Nesha.


" Apa? Apa Mas harus ke A? Jangan bercanda donk sayang." Ujar Farhan.


" Kalau nggak mau ya udah." Ketus Nesha.


" Ya ya baiklah Mas akan pesan jet dulu milik teman Mas." Ucap Farhan.


Entah bagaimana caranya membawa makanan itu tetap hangat sampai sini Farhan akan memikirkannya. Farhan membuka ponselnya, Ia hendak menelepon temanya tiba tiba Nesha mencegahnya.


" Tidak usah Mas." Ucap Nesha mencekal tangan Farhan.


" Kan kamu pengin? Entar mereka encesan Sayang " Ujar Farhan.


" He he aku nggak percaya sama yang gituan Mas, Lagian aku juga nggak benar benar pengin kok cuma mau ngerjain kamu aja." Ucap Nesha.


" Ugh nakal ya." Ujar Farhan mencubit pelan hidung Nesha.


" Awh sakit Mas." Ucap Nesha.


" Maaf sayang." Ucap Farhan mencium pipi Nesha.


" Nggak usah cium cium." Cebik Nesha.


" Ya nggak pa pa lah sama istri sendiri ini." Ucap Farhan.


" Kan aku masih marah sama kamu Mas." Ujar Nesha.


" Ya jangan marah donk sayang, Nggak baik marah sama suami saat suami udah minta maaf sayang, Jangan marah lagi ya." Tutur Farhan.


" Hmm." Gumam Nesha.


" Jangan Hmm doank donk harus yang ikhlas maafinnya." Ucap Farhan.


" Baiklah Papi sayang, Mami udah memaafkan Papi kok." Ujar Nesha membuat Farhan tertawa.


" Makasih Mami." Sahut Farhan memeluk Nesha


...****************...


Hari hari berlalu sejak saat itu Meli sering bermain ke rumah Nathan. Tapi Nathan masih bersikap sama yaitu cuek. Sebenarnya Nesha sedikit tidak suka karena setiap Meli bermain ke rumahnya si Kiki selalu menunggunya. Nesha yakin jika ada maksud tertentu di balik sikap Kiki apalagi akhir akhir ini Farhan sering di rumah menemani Nesha yang masih merasa lemas semasa ngidamnya.

__ADS_1


Hari ini hari Minggu dimana keluarga kecil Nesha sedang berkumpul di ruang bermain Nathan dan Gama setelah sarapan. Nesha juga ada di sana menemani kedua putranya bermain.


" Maaf Tuan Nona, Di depan ada Mbak Kiki dan Non Meli mau main katanya, Apa mereka boleh masuk?" Tanya Mbak Nadia.


Nesha menatap Farhan mencari tahu ekspresi apa yang Farhan tunjukkan dari raut mukanya.


" Hari ini weekend Mbak saatnya keluarga kami menghabiskan waktu bersama, Bilang sama Kiki lain kali aja mainnya." Sahut Farhan.


" Tapi Meli mau main sama Gama Om, Nggak boleh ya? Ya udah deh Mei pulang aja." Ucap Meli tiba tiba yang sudah menerobos masuk kembali keluar lagi.


Melihat wajah sedih Meli, Nesha menjadi tidak tega, Bagaimanapun Meli butuh teman bukan? Anak sekecil itu akan bosan jika bermain sendiri di rumah apalagi tidak ada yang menemani.


" Nggak pa pa Mas, Kasihan Melinya dia kelihatan sedih banget." Ujar Nesha.


" Kamu tidak pa pa? Ada Kiki lho." Ucap Farhan.


" Nggak pa pa yang penting kamu nggak nanggapin dia." Sahut Nesha.


" Baiklah, Suruh Meli ke sini Mbak." Titah Farhan.


" Baik Tuan saya akan mengejarnya." Sahut Mbak Nadia.


Sekitar lima menit Mbak Nadia kembali ke ruang itu dengan menggandeng Meli.


" Non Meli silahkan bermain dengan Den Nathan dan Den Gama." Ujar Mbak Nadia.


" Makasih Mbak... Mbak Nadia baik seperti Mbak Kiki." Ucap Meli.


" Om Tante... Makasih ya udah ijinin Mei ikut bermain dengan keluarga kalian." Ucap Meli.


" Sama sama sayang." Sahut Nesha.


" Oh ya dimana Mbak Kiki?" Sambung Nesha.


" Wah seneng donk Papanya pulang dari luar negri, Udah berapa hari Papa Meli di sana?." Ujar Nesha.


" Papa udah beberapa bulan tinggal di sana Tante, Mei cuma berdua sama Mbak Kiki di rumah, Makanya Mei sering kesepian." Ujar Meli.


" Berdua? Lalu Mama kamu kemana?" Tanya Nesha ingin tahu.


" Mei.... Mei tidak punya Mama Tante." Jawab Meli sedih.


" Tapi waktu itu kamu bilang kalau Mama kamu dan Papa kamu sibuk." Sahut Nathan.


" Maafkan Mei, Mei bohong sama Vernathan, Mei malu kalau mau bilang Mei tidak punya Mama." Ujar Meli.


Nesha dan Farhan saling pandang. Farhan menggelengkan kepalanya seolah menyuruh Nesha untuk tidak menanyakan apa apa lagi.


" Ya sudah jangan bersedih sekarang Meli bermain aja sama Nathan dan Gama." Ujar Nesha.


" Makasih Tante." Ucap Meli.


" Mi apa kalau Abang punya adik cewek bakal cerewet kaya' Meli?" Tanya Nathan.


" Kenapa? Kan enak punya adik kaya' aku dari pada punya adik hanya diam aja nggak akan asyik kalau di ajak main." Sahut Meli.


" Ih apa sih aku ngomong sama Mamiku bukan sama kamu." Cebik Nathan.


" Aku benar nggak Tan?" Tanya Meli.


" Iya bener sayang." Sahut Nesha.


" Tuh kan bener aku, Makasih ya Tan udah belain aku." Ucap Meli.

__ADS_1


" Sama sama sayang." Sahut Nesha.


Mereka bermain hingga sore hari, Bahkan Meli mandi di sana juga.


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi. Mungkin itu Kiki pikir Nesha. Nesha berjalan menuju pintu untuk membukanya.


Ceklek.....


Nesha membuka pintunya, Ia menatap pria jangkung berwajah tampan di depannya.


" Maaf cari siapa ya?" Tanya Nesha.


Raman menatap ke arah Nesha.


Deg.....


Jantungnya berdetak tak karuan, Ada sesuatu yang langsung berdesir dalam hatinya... Alamak cowok kalau lihat yang bening langsung ser serran.... Haha maaf ya


" Tuan." Panggil Nesha membuat Raman tersadar akan lamunannya.


" Apa benar ini rumahnya Vernathan? Perkenalkan saya Raman Papanya Mei mau menjemputnya kata Kiki Mei main ke rumah Vernathan." Ujar Raman.


" Ah iya Tuan, Saya Nesha Maminya Nathan, Silahkan masuk." Ucap Nesha.


Raman mengikuti Nesha dari belakang menuju ruang tamu.


" Silahkan duduk Tuan saya panggilkan Mei dulu di ruang bermain." Ujar Nesha.


" Ah iya Nona terima kasih." Sahut Raman.


Nesha berjalan menuju ruang bermain putranya untuk memanggil Meli.


" Meli Papamu sudah menjemputmu." Ucap Nesha.


" Papa menjemputku? Asyikkk Papa menjemputku, Vernathan ayo aku kenalkan dengan Papaku." Meli menarik tangan Nathan menuju ruang tamu menghampiri Papanya.


" Papa.... Papa kenalin ini Vernathan teman Mei." Ucap Meli memperkenalkan Nathan pada Raman.


" Halo Om, Aku Nathan." Ucap Nathan menyalami tangan Raman.


" Raman Papanya Mei." Sahut Raman.


Nesha dan Farhan berjalan menghampiri tamunya. Raman menoleh ke arah Farhan, Tatapan mereka bertemu.


" Raman."


" Farhan." Pekik keduanya bersamaan.


" Kamu mengenal Tuan Raman Mas?" Tanya Nesha.


" Di.... Dia....


TBC.....


*Dia siapa ya?????? Author sedang memikirkannya....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya..


Makasih atas suport yang para readers berikan


Miss U All*....

__ADS_1


__ADS_2