
Malam ini Sifa bersiap untuk makan malam bersama Om Jordan, Mau tak mau akhirnya Sifa menerima tawaran Jordan dari pada Jordan mengadukan kepada Nesha. Setelah di rasa sudah perfect Sifa keluar menuju halaman rumah. (Harus perfect ya barang kali nanti ada cogan yang nempel) Tanpa Ia duga ternyata si Oom udah berdiri di depan bersandar pada cap mobilnya. Sifa melongo tak percaya dengan apa yang Ia lihat.
" Om..?" Heran Sifa.
" Kak.. Atau lebih nyaman lagi Mas.." Sahut Jordan.
" Kutu buset banyak maunya nih orang." Gumam Sifa yang masih bisa di dengar Jordan.
" Aku denger lhoh." Ujar Jordan.
" Bodo' amat." Sahut Sifa.
" Ayo masuk." Ucap Jordan membuka pintu mobilnya.
" Aku pake mobil sendiri aja, Nggak nyaman berduan sama Om Om." Ketus Sifa.
" Masuk atau aku cium di sini." Jordan memajukan tubuhnya menghimpit Sifa.
" Eh.i..iya Om." Sahut Sifa ketakutan.
" Panggil apa?" Tanya Jordan.
" Kak.." Sahut Sifa cepat.
" Pinter... Buruan masuk." Ucap Jordan mengacak rambut Sifa membuat empunya manyun.
" Mau ku cium?" Goda Jordan.
" Ogah."
Blumm Sifa menutup pintu dengan keras membuat Jordan menggelengkan kepalanya.
Jordan masuk mobil dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali Ia mencuri curi pandang ke arah Sifa yang memandang keluar jendela.
" Kamu udah punya pacar?" Tanya Jordan membuat Sifa menoleh ke arahnya.
" Emang kenapa?" Sifa balik bertanya.
" Tanya aja, Kalau belum aku mau jadi pacar kamu." Ucap Jordan.
" Aku pacaran sama Om Om?... Kaya' gak laku aja." Cibir Sifa.
Jordan menepikan mobilnya, Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Sifa, Wajah mereka sangat dekat hanya berjarak beberapa centi saja, Sifa merasa gugup,Ia memejamkan matanya karna ketakutan. Jordan menatap wajah Sifa yang yah lumayan cantik walau tidak secantik Nesha.
" Minggir Om." Ucap Sifa.
" Panggil Om lagi aku cium beneran nih." Ancam Jordan.
__ADS_1
" Enggak lagi deh." Ucap Sifa.
" Panggil apa?" Tanya Jordan.
" Kak...Kak Jordan." Sahut Sifa. Jordan kembali ke posisi awal, Sifa membuka matanya menatap Jordan yang mulai melajukan kembali mobilnya.
" Kali ini panggil Kakak, Besok kalau udah jadian panggil Mas." Ujar Jordan.
" Siapa yang mau jadian sama situ?" Tanya Sifa menatap Jordan.
" Kamulah sayang..." Sahut Jordan.
" Ih jijay..... Nggak usah panggil panggil sayang risih bener dengernya." Protes Sifa.
" Aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus jadi pacar aku, Tepatnya calon istri." Ujar Jordan.
" Maksa." Cebik Sifa.
" Bodo." Sahut Jordan.
Mereka melanjutkan perjalanan dengan keheninangan di dalamnya. Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di resto yang di tuju. Jordan segera membukakan pintu untuk Sifa dan menggandeng tangannya masuk ke dalam.
Sesampainya di dalam resto, Jordan memesan makanan untuk mereka berdua. Barbeque steak dengan minuman juice jeruk serta Dessert sebagai makanan penutupnya.
" Ayo makan yang banyak biar ****." Ucap Jordan.
" Mau gendut atau kurus aku tetep suka kok." Jordan menaik turunkan alisnya.
" Apaan sih Kak nggak usah gitu deh, Bikin mati pasaran aja." Cebik Jordan.
" Emang harus aku matiin, Mulai sekarang kamu pacar aku... Dan kamu hanya milikku." Ujar Jordan.
" Nggak ada ya... Aku nggak mau, Enak aja ngeklaim orang sembarangan." Ketus Sifa.
" Aku nggak mau tahu pokoknya besok pagi kamu pindah kerja jadi Sekretarisku, Jadi nanti cerita kamu dan Nesha bisa sama." Ucap Jordan.
" Sama gimana maksudmu Kak?" Tanya Sifa memicingkan matanya.
" Kamu bekerja jadi sekretarisku, Terus tak lama kamu jadi istriku, Jadi Kamu dan Nesha akan sama sama punya cerita.... Menjadi Mommy anak Bosku." Jelas Jordan sambil menyuapkan steak ke dalam mulutnya.
" Menjadi Mommy??? Emang Kak Jordan sudah punya anak?" Selidik Sifa.
" Mommynya Nathan sayang...." Sahut Sifa.
" Oh... " Ujar Sifa.
"Aku mau jadi Mommynya Nathan tapi aku nggak mau kalau harus jadi istrimu." Ucap Sifa.
__ADS_1
" Aku nggak mau tahu kamu harus jadi istriku, Nanti kita sama sama merawat Nathan, Kamu dan Nesha akan bergantian menjadi Mommynya.." Jelas Jordan.
" Aku tetap nggak mau." Kekeh Sifa.
" Kalau kamu tidak mau menuruti permintaanku maka akan aku pastikan Nesha kehilangan hak asuh Nathan untuk selamanya, Aku akan membawa Nathan ke luar Negri, Bagaimana? Aku yakin Nesha pasti akan sedih karna kehilangannya, Apa kamu mau melihat sahabatmu menderita?" Ancam Jordan.
" Pikirkan baik baik perkataanku ini, Aku tidak pernah main main dengan ucapanku, Semua akan terjadi sesuai kehendakku." Gertak Jordan.
" Apa yang harus aku lakukan? Masa' iya aku harus nikah sama dia, Tapi kalau aku menolak bagaimana dengan Nesha? Bukankah ini kesempatan emas untuk membuat Nathan tetap bersama Nesha? Ahhhh kenapa aku harus berada dalam posisi rumit seperti ini, Ya Tuhan bagaimana ini?" Ujar Sifa dalam hatinya.
" Bagaimana? Apa kau setuju? Menikah denganku, Dengan begitu aku tidak akan meminta hak asuh Nathan dari Farhan, Aku akan membiarkan mereka merawat Nathan sampai Nathan dewasa, Tapi jika aku ingin Nathan bersamaku kami bisa gantian bukan? Bagaimana jawabanmu?" Ucap Jordan menatap Sifa.
" Beri aku satu alasan kenapa kamu begitu ngotot ingin menikahiku? Aku nggak mau jika aku hanya di manfaatkan olehmu." Ucap Sifa.
" Sejujurnya saat pertama aku melihatmu, Aku tertarik padamu dan di tambah lagi kedua orang tuaku memaksaku untuk segera menikah, Jika aku tidak secepatnya membawa kekasihku ke hadapan mereka, Maka aku akan di jodohkan dengan teman kecilku, Aku nggak mau itu terjadi." Jelas Jordan.
" Tuh kan kamu hanya manfaatin aku saja, Cari yang lainnya aku nggak mau." Sahut Sifa.
" Tapi aku benar benar tertarik padamu, Aku nyaman berada di dekatmu, Walaupun mungkin belum ada cinta tapi aku janji aku akan selalu membuatmu bahagia, Aku akan mencoba mencintaimu secepatnya, Percayalah padaku jika suatu saat nanti aku membuatmu terluka kau bisa meninggalkan aku." Ucap Jordan menggenggam tangan Sifa.
" Berikan aku waktu dan bukti untuk memutuskannya." Sahut Sifa.
" Baiklah aku akan membuktikan keseriusanku padamu, Terima kasih setidaknya kau tidak lagi menolakku dan memberikan aku kesempatan untuk membuktikannya." Ujar Jordan. Mereka melanjutkan makan malamnya, Setelah selesai makan malam, Mereka berkeliling kota menikmati keindahan malam.
Sedangkan di tempat lain, Nesha dan Farhan sedang duduk santai bersandar pada kepala ranjang. Nesha menyandarkan kepalanya di bahu Farhan. Tangan Farhan mengelus rambut Nesha.
" Yank ayo..." Ucap Farhan.
" Kemana?" Goda Nesha pura pura tidak tahu maksud suaminya.
" Kelembah pahala." Ucap Farhan asal.
" Emang ada?" Tanya Nesha menatap wajah suaminya.
" Ada."
Farhan memajukan wajahnya. Ia mencium bibir Nesha , Nesha memejamkan matanya dan sedikit membuka mulutnya. Farhan mencecap bibir Nesha, Ia menahan tengkuk Nesha memperdalam ciumannya. Ia me***** lembut bibir Nesha, Keduanya saling menikmati manis bibir pasangannya. Mereka saling beradu lidah dengan waktu yang cukup lama. Setelah puas ciuman di bibir, Kini ciuman Farhan turun ke leher Nesha. Ia meninggalkan jejak di sana membuat Nesha mend**** membangkitkan gairah Farhan. Farhan semakin bersemangat untuk berbuat lebih. Nesha menikmati setiap sentuhan hangat suaminya. Keduanya kini berada di lembah kenikmatan surgawi. Farhan terus memimpin permainan yang memabukkan keduanya. Suara erangan dan de***** memenuhi ruang kamar mereka. Seperti tak ada puas puasnya Farhan terus mengulangi permainannya hingga tenaganya terkuras habis. Setelah kehabisan tenaga Ia tumbang di samping istrinya.
" Makasih sayang." Ucap Farhan mencium kening Nesha.
" Hmmm" Nesha merasa lelah dengan tubuh yang remuk redam hanya mampu bergumam. Ia langsung memejamkan matanya hanya dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Visual Sifa..... Cantik nggak sih...
TBC...
__ADS_1
Hai readers jangan di hujat ya.. Di sini author selipin kisah Jordan dan Sifa biar nggak bosan fokus ke Farhan dan Nesha... Maaf kalau adegan 18+ nya kurang hot karna author takut nggak lolos review... Makasih atas suportnya... Jangan lupa kasih vote dan kasih author hadiah ya... Miss U All...