Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
41. Bahagiaku Bersamamu


__ADS_3

Setelah acara makan malam selesai, keluarga Ardiansyah kembali ke rumah masing masing kecuali Renata sepupu Nathan dari Mami Nesha, Ia ikut ke rumah Nathan dan akan tinggal di sana untuk beberapa hari semasa liburannya. Sesampainya di rumah, Valen dan Nathan langsung masuk ke kamarnya ingin membersihkan diri. Valen baru saja keluar dari kamar mandi. Ia menatap Nathan yang sedang duduk bersandar pada headboard.


" Sini Yank." Ucap Nathan menepuk ranjang di sisi kirinya.


Valen berjalan menghampiri Nathan.


" Ada apa Mas?" Tanya Valen naik ke atas ranjang.


" Kangennn." Rengek Nathan.


" Mulai deh manjanya." Ujar Valen.


Nathan merubah posisinya menjadi tiduran dengan paha Valen sebagai bantalannya.


" Yank kita buat dedek biar dia cepet hadir di sini." Seloroh Nathan mengelus perut Valen.


" Lain kali ya Mas, hari ini aku lelah." Sahut Valen.


" Baiklah sayang, besok aja kalau kamu udah nggak capek biar kuat lama." Sahut Nathan.


" Apasih kamu Mas." Ucap Valen malu malu.


" Kenapa malu malu sama suami sendiri? Besok harus mau ya aku sudah lama menahannya." Ujar Nathan.


" Hmm." Gumam Valen.


" Siapa pria yang bersamamu di cafe Yank?" Tanya Nathan hati hati karna takut Valen marah lagi.


" Kamu tahu aku di cafe sama pria lain?" Bukannya menjawab Valen malah balik bertanya.


" Hmm... Siapa dia hmm?" Tanya Nathan menatap Valen.


" Dia Arkan, teman masa kecilku." Sahut Valen.


" Yakin hanya teman?" Selidik Nathan.


" Yah dulu si kami mempunyai perasaan suka sama suka, tapi namanya perasaan Abg jadi kami tidak menanggapinya." Sahut Valen jujur.


" Kalau dia masih suka sama kamu gimana?" Tanya Nathan.


" Ya biarin aja, aku lebih senang di sukai dari pada di benci." Ujar Valen.


" Kamu tidak ada perasaan apa apa dengannya?" Selidik Nathan.


" Dulu, sekarang sudah tidak lagi karna hatiku sudah penuh dengan nama seseorang, jadi tidak ada tempat untuk orang lain dalam hatiku Mas." Ucap Valen.


" Siapa orang yang ada dalam hatimu itu?" Tanya Nathan.


" Siapa ya????" Ujar Valen berpikir.


" Yankkkk." Ucap Nathan manja.


" Iya suamiku sayang." Sahut Valen.


" Siapa?" Tanya Nathan.


" Suamiku yang gantengnya kebangetan, Vernathan Ardiansyah." Sahut Valen tegas menangkup wajah Nathan.


" Makasih sayang sudah mau memaafkanku dan menerimaku kembali." Ucap Nathan.


" Ini kesempatan terakhir Mas, jadi gunakan kesempatan ini sebaik mungkin." Ujar Valen.


Nathan beranjak duduk kembali. Ia menatap wajah cantik istri tercintanya.


" Tentu sayang aku akan melakukan yang terbaik untukmu karna bahagiaku ada bersamamu." Ucap Nathan mencium kening Valen.

__ADS_1


" Sekarang tidurlah." Sambung Nathan.


Keduanya tidur saling berpelukan menikmati mimpi indah yang mereka ciptakan.


Pagi hari, Valen sedang berada di dapur untuk membuat sarapan. Hari ini Ia memasak ayam kecap, ayam lada hitam dan capcay sayur kesukaan Nathan. Setelah selesai Ia segera menatanya di meja makan.


" Masak apa sayang?" Tanya Mami menghampiri Valen.


" Menu sederhana Mi, ayam kecap, ayam lada hitam sama capcay saja." Sahut Valen.


" Ini menu spesial sayang karna kamu membuatnya dengan penuh tanggung jawab dan cinta." Ujar Mami Nesha.


" He he iya Mi, aku ke kamar dulu Mi mau bangunin Mas Nathan." Ucap Valen.


" Silahkan." Sahut Mami Nesha.


Valen kembali ke kamarnya untuk menyiapkan kebutuhan Nathan, karna hari ini Nathan mulai bekerja kembali. Valen menghela nafasnya saat melihat Nathan masih bergelung di dalam selimutnya. Ia mendekati Nathan di ranjang


" Mas bangun." Ucap Valen mengguncang pelan bahu Nathan. Nathan tidak bergeming, Ia masih setia memejamkan matanya.


" Masss." Panggil Valen.


Tidak ada reaksi apapun dari Nathan, Valen memajukan wajahnya lalu...


Cup...


Valen mengecup bibir Nathan. Saat Valen hendak menjauh tiba tiba Nathan menarik tubuh Valen hingga menindihnya, Ia menahan tengkuk Valen lalu mencium bibir Valen.


Valen diam saja, Ia menikmati ciuman yang di berikan oleh Nathan. Valen memejamkan matanya sedangkan Nathan terus mencecap bibir manis Valen dengan lembut. Setelah keduanya kehabisan nafas Nathan melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Valen dengan jempolnya.


" Manis." Ucap Nathan.


" Kamu sudah mandi ternyata Mas." Ujar Valen karna mencium aroma minta dari mulut Nathan.


" Kamu wangi aku yang bau Mas, aku baru masak kena asap dapur ini." Ujar Valen.


" Apapun dirimu aku menyukainya Yank." Ucap Nathan.


" Ya udah aku mau mandi dulu, kalau kamu mau sarapan turun dulu aja." Ucap Valen.


" Baiklah aku tunggu di bawah ya, Mas pengin minum kopi." Ujar Nathan.


Valen masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Di meja makan semua orang sudah berkumpul. Nathan berjalan menghampirinya.


" Pagi semua." Sapa Nathan.


" Pagi Bang." Jawab mereka serempak.


" Bang mana Kak Valen?" Tanya Cia.


" Kakakmu sedang mandi." Sahut Nathan.


" Yah kalau kita nunggu Kak Valen selesai mandi, kami bisa rerlambat Bang." Keluh Ria.


" Tidak sopan Ria, Valen yang membuatkan kita sarapan masa' kita makan duluan." Sahut Gama.


" Tidak pa pa kalian makan duluan saja, Kak Valen tadi juga bilang begitu." Ucap Nathan.


" Ya udah kalau begitu ayo kita makan dulu biarkan Abangmu yang menemani kakakmu." Ucap Papi Farhan.


" Iya Pi." Sahut si kembar bersamaan.


Mereka akhirnya memulai acara sarapannya.


" Kak Nathan mau makan apa? Biar aku ambilkan." Ucap Renata.

__ADS_1


" Kau makan saja tidak perlu melayaniku karna aku punya istri yang selalu siap melayaniku kapan saja." Sahut Nathan membuat si kembar menahan senyumnya.


" Tapi istrimu akan lama Kak." Ujar Renata.


" Aku di sini jadi kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan suamiku kelaparan karna lama menungguku." Sahut Valen menghampiri Nathan.


" Sayang." Ucap Nathan.


" Iya Mas, aku ambilkan seperti biasa ya." Ujar Valen.


" Iya sayang." Sahut Nathan tersenyum manis.


Renata mengepalkan erat tangannya. Ini memang pertemuan pertamanya dengan Nathan, tapi entah mengapa melihat ketampanan Nathan Ia langsung jatuh hati pada Nathan.


Valen meletakkan piring Nathan lalu Ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" Valen." Panggi Papi Farhan.


" Iya Pi." Sahut Valen menatap Papi Farhan.


" Papi dengar kamu mengundurkan diri dari perusahaan Abang, kalau boleh Papi tahu kenapa?" Tanya Papi Farhan.


" Iya Pi, sebenarnya Papa sudah lama menginginkan aku memimpin perusahaan tapi aku selalu menolaknya karna belum punya pengalaman, tapi sekarang aku akan mencobanya Pi lagian Papa selalu mengeluh sudah tua ingin istirahat, ya mau tidak mau aku harus menghandlenya kan?" Sahut Valen.


" Lalu bagaimana dengan perusahaan Mas tanpamu Yank?" Tanya Nathan.


" Perusahaanmu sudah resmi bergabung dengan perusahaan Ardan Mas, jadi nanti akan ada sekretaris baru yang menggantikanku." Ucap Valen.


" Aku maunya kamu Yank, biar aku semangat kerjanya." Ucap Nathan.


" Iya Kak semangat buatin aku keponakan." Seloroh Cia.


" Ha ha ha iya betul banget kamu Ci." Sahut Ria.


" Kalian ini pikirannya kotor ya." Ucap Mami Nesha.


" Eh kan bener Mi, kalau Abang dekat dekat sama Kak Valen bawaannya pengin gitu Mi." Ujar Cia.


" Ciaaaa." Tekan Nathan menatap Cia.


" Maaf Bang." Sahut Cia.


" Oh ya Len, sekretaris Abang pria apa wanita? Jangan sampai nanti Abang tergoda dengannya." Ujar Gama.


" Kalau Abangmu tergoda ya biarin aja, tapi dia harus siap siap kehilanganku lagi." Sahut Valen.


" Tidak akan Yank, aku kapok melakukan kesalahan itu dan tidak akan aku ulangi lagi, aku takut kehilanganmu." Sahut Nathan.


" Janji ya." Ucap Valen


" Iya janji." Sahut Nathan.


" Tenang saja Mas, aku memilihkan sekretaris cowok buat kamu, namanya Tora dia orang kepercayaan Papa." Ucap Valen.


" Syukurlah kalau begitu." Sahut Nathan.


Pagi ini mereka sarapan dengan penuh kebahagiaan karna kehadiran Valen di rumah itu lagi. Mami Nesha tersenyum bahagia melihat rona bahagia di wajah Nathan. Mami Nesha berharap mereka akan selalu hidup bahagia.


TBC.....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya....


Author ucapkan terima kasih atas suport yang para readers berikan semoga sehat selalu...


Miss U Al...

__ADS_1


__ADS_2