
Hari ini Erald sudah kembali ke rumah. Demamnya sudah turun dan saat ini Ia sedang tidur di dalam boxnya. Davian dan Ria menjenguk sambil membawa Fara.
" Gimana keadaan Erald Kak?" Tanya Ria sambil menimang Fara.
" Udah baik kok Dek, nggak usah khawatir demamnya udah turun." Sahut Valen.
" Syukurlah Kak." Ujar Ria.
" Fara sehat kan?" Tanya Valen menoel pipi Fara.
" Baik aunti." Sahut Ria.
" Ih gemesin deh punya anak cewek macam kamu, imut banget sih." Ujar Valen mencubit pelan pipi Fara.
" Ma... Ma.. Ma.." Celoteh Fara.
" Apa sayang? Mau main sama Bang Erald ya? Nanti ya kalau Abang udah bangun baru main deh sama Abang." Ujar Valen.
" Ma... Ma.... Ma..." Fara berceloteh lagi.
" Pintarnya keponakan aunti." Ujar Valen.
" Besok aku mau ke rumah Kak Gama Kak, apa Kakak juga mau ke sana? Kalau iya kita bisa bareng Kak." Ujar Ria.
" Kakak nggak bisa kemana mana dulu Dek, kapan kapan aja nunggu Erald benar benar sembuh dulu." Sahut Valen.
" Iya Kak nggak pa pa." Ujar Ria.
" Ya udah kita makan siang dulu yuk." Ujar Valen mengajak Ria dan Davian.
" Iya Kak, aku sam Mas Davi turun dulu ya Kak." Ucap Ria.
" OK nanti Kakak sama Abang akan menyusul, makasih ya sudah menjenguk Erald." Ujar Valen.
" Sama sama Kak, ayo Mas kita turun dulu." Ucap Ria menghampiri Davian yang sedang duduk di sofa bersama Nathan.
" Ayo, Bang aku turun dulu." Ujar Davian beranjak dari kursinya.
" OK." Sahut Nathan.
Ria dan Davian keluar dari kamar Valen. Nathan menghampiri Valen yang masih berdiri di dekat box bayi Erald.
" Kenapa sayang?" Tanya Nathan memeluk Valen dari belakang.
" Tidak apa Mas." Sahut Valen.
" Jangan terlalu banyak pikiran Yank, Erald baik baik saja kok." Ujar Nathan menendus tengkuk Valen membuat tubuh Valen meremang.
" Masss." Lirih Valen.
" Apa sayang?" Tanya Nathan lembut.
" Jangan gini ah, nanti kalau ada yang lihat gimana?" Tanya Valen.
" Memangnya kenapa?" Nathan balik bertanya.
" Ya nggak enaklah Mas kalau di lihat orang saat kita dalam posisi seperti ini." Sahut Valen.
" Mas enggak tuh Yank." Ujar Nathan mencium pipi Valen.
" Kamu mah gitu Mas." Ucap Valen.
" Gitu gimana?" Tanya Nathan.
" Ya gitu." Sahut Valen.
__ADS_1
" Ya gitu gimana sayang? Aku perhatian? Aku pengertian? Aku membuatmu nyaman? Aku menyayangimu? Atau aku....
" Mesum." Sahut Valen memotong ucapan Nathan.
" Lhoh mesum gimana sih? Orang aku diam aja kok nggak ngelakuin apa apa." Ujar Nathan.
" Tau ah Mas, udah lepasin aku mau makan siang dulu, lapar perutku." Ucap Valen.
" Duh kasihan istri Babang Nathan sampai kelaparan gini, ya udah ayo kita makan." Sahut Nathan.
" Eh ya nggak bisa barengan donk Mas makannya." Ujar Valen.
" Memangnya kenapa?" Tanya Nathan.
" Kan nggak ada yang jagain Erald Mas, jadi kita harus bergantian makannya, kasihan Erald kalau di tinggal sendiri." Sahut Valen.
" Iya juga ya." Gumam Nathan.
" Sekarang aku dulu atau kamu dulu yang makan?" Tanya Valen.
" Kamu dulu aja deh Yank, aku nanti aja setelah kamu kenyang, entar kamu pingsan lagi karna kelaparan." Ujar Nathan.
" He he tau aja Mas." Sahut Valen cengengesan.
" Ya udah buruan gih makannya." Ujar Nathan.
" Ok." Sahut Valen.
Valen berjalan keluar kamar menuju lantai bawah. Ia langsung menghampiri meja makan dimana kedua mertuanya sudah menunggunya.
" Siang Mi, Pi." Sapa Valen duduk di kursinya.
" Siang sayang, gimana keadaan Erald? Dia tidak panas lagi kan?" Tanya Papi Farhan.
" Alhamdulillah tidak Pi." Sahut Valen.
Valen makan dengan sedikit cepat, Ia takut Nathan kelaparan karna menunggunya.
" Sayang pelan pelan donk makannya" Ujar Mami Nesha.
" Mas Nathan udah menungguku Mi, kasihan kalau kelamaan nanti keburu kelaparan dianya Mi." Sahut Valen.
" Kamu ini ada ada aja." Kekeh Mami Nesha.
" Itu namanya istri pengertian Mi." Ucap Ria.
" Iya donk Dek." Sahut Valen melanjutkan makannya.
Selesai makan Valen hendak kembali ke kamarnya, saat hendak menaiki tangga tiba tiba ada yang memanggilnya.
" Kak Valen." Panggil Azza.
" Hai." Sapa Valen menghampiri Azza.
" Maaf ya Kak baru bisa datang, kemarin kemarin aku sangat sibuk banget, maaf ya baru bisa jenguk Erald." Ucap Azza memeluk Valen.
" Tidak masalah sayang, Kakak tahu kok kesibukanmu." Sahut Valen.
" Gimana keadaan Erald Len?" Tanya Dika.
" Alhamdulillah baik Kak." Sahut Valen.
" Silahkan duduk Kak, Za." Sambung Valen menuju sofa.
" Makasih Kak." Ucap Azza duduk di sofa sebrang Valen berdampingan dengan Dika.
__ADS_1
" Oh ya Len, Erald sama Nathan dimana?" Tanya Dika.
" Mas Nathan sedang menunggui Erald tidur Kak, aku baru makan siang, Oh ya... Kalau kalian belum makan siang, silahkan makan siang dulu kebetulan ada Ria sama Davian di sana." Ujar Valen.
" Tidak Kak kami sudah makan sebelum ke sini." Sahut Azza.
" Oh." Gumam Valen.
" Oh ya Za, gimana?" Tanya Valen ambigu.
" Gimana apanya Kak?" Bukannya menjawab Azza justru balik bertanya.
" Gimana? Sudah ada kabar gembira belum?" Tanya Valen menatap Azza dan Dika.
Azza menatap ke arah Dika yang di balas anggukan kepala oleh Dika.
" Alhamdulillah udah Kak." Sahut Azza.
" Sudah ada? Berapa bulan?" Pekik Valen bahagia.
" Sudah dua belas minggu Kak." Sahut Azza.
" Ya ampun sudah sebesar itu kamu baru kasih tahu aku Za, kalau aku tidak bertanya pasti tahu tahu perut kamu udah buncit." Ujar Valen.
" Maaf Kak, aku lupa mau ngasih tahu Kakak." Sahut Azza.
" Oh ya apa kamu sering main ke rumah Papa?" Tanya Valen.
" Tiga hari lalu Om Alex yang ke rumahku Len." Sahut Dika.
" Ke rumahmu? Ngapain Kak?" Tanya Valen.
" Mengenalkan Saka kepada kami." Sahut Dika.
" Tapi kenapa Papa belum mengenalkan Saka kepadaku? Bahkan di kabari cucunya sakit aja nggak bisa ke sini." Gerutu Valen.
" Om Alex sedang mengurus pendaftaran sekolah untuk Saka Kak." Sahut Azza.
" Saka di sekolahin dimana?" Tanya Valen.
" Di sekolahku Kak." Sahut Azza.
" Kamu masih ngajar? Kamu nggak boleh kecapekan Azza apalagi kamu sedang hamil muda." Ujar Valen.
" Tidak apa Kak, aku hati hati kok." Sahut Azza.
" Nanti kalau udah melahirkan Azza akan resign kok Len, kamu tidak perlu khawatir." Ujar Dika.
" Iya.. Yang penting jangan sampai kecapekan ya Za." Ujar Valen.
" Iya Kak." Sahut Azza.
" Yank kamu dimana? Aku udah lapar nih." Teriak Nathan dari atas tangga.
" Aku di sini Mas." Sahut Valen.
Nathan segera menghampiri suara Valen di ruang tamu.
" Oh rupanya ada tamu toh, sorry aku tidak tahu." Ucap Nathan memeluk Dika.
" Sans aja Bro." Sahut Dika.
Keempat orang yang sedang duduk di ruang tamu terlibat perbincangan yang menyenangkan. Sampai sampai Nathan lupa dengan rasa lapar pada perutnya. Di tambah lagi setelah selesai makan siang Davian dan Papa Farhan ikut bergabung dengan mereka. Keluarga Ardiansyah begitu nampak harmonis jika sudah berkumpul.
TBC.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentnya ya....
Miss U All....