
Sesampainya di hotel yang di tuju, Farhan segera turun dari mobil. Ia langsung berlari masuk ke dalam hotel mencari cari kamar 101 dimana Nesha berada sesuai yang ada di foto itu. Lorong demi lorong Farhan lewati sambil membaca setiap nomer yang terpapang di depan pintu. Setelah melewati beberapa kamar akhirnya Farhan menemukan pintu bertuliskan 101. Ia segera membukanya dengan kasar.
Brakkkkkk
Pintupun terbuka dengan lebar tapi di dalamnya gelap. Farhan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar yang sepertinya kosong.
..." Ah mungkin mereka di kamar mandi." Batin Farhan....
Farhan masuk ke dalam dengan pelan karena memang di dalam benar benar gelap. Farhan meraba raba dinding kamar mencari saklar lampu, Dan...
Tet.... pyar...
Lampu menyala dengan sempurna. Farhan membulatkan matanya saat melihat Nesha sang istri tercintanya sedang berdiri di depannya dengan kue yang ada di tangannya.
" Selamat ulang tahun suami tercintaku, Semoga panjang umur, Sehat selalu dan semakin menyayangi dan mencintai kami, Terima kasih karena telah bersedia menjadi sandaranku, Terima kasih atas kerja kerasmu hingga membuatku tidak bisa mengeluh akan kekuranganmu, Terima kasih telah menjadi suami dan Papi yang hebat untukku dan anak anakku, Terima kasih atas perhatian, Cinta dan kasih sayang yang sudah kau berikan kepadaku, Kamulah hidupku, Kamu segalanya bagiku... I Love U My lovely hubby.... Love U Forever, U Are is the best." Ucap Nesha membuat Farhan menangis haru.
Farhan mengambil kue di tangan Nesha lalu meletakkannya di atas meja. Farhan langsung memeluk erat tubuh Nesha. Air mata haru menetes begitu saja di pelupuk matanya. Farhan tidak menyangka di ulang tahun yang ke tiga puluh satu ini Ia mendapat kejutan yang luar biasa. Selama hidupnya ini adalah kejutan special yang pertama baginya.
" Terima kasih sayang.... Terima kasih atas kejutan yang kau berikan ini, Terima kasih atas doa doa yang selalu kau panjatkan untuk kebaikanku, Terima kasih atas kesabaranmu dalam menghadapi sikap dan sifatku, Terima kasih karena kau selalu menjadi penguat dan penyemangat hidupku, Kamulah istri terbaik di dunia ini... Love U more forever... Im Really love U, Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan padaku... Hiks.." Ucap Farhan terisak. Nesha mengelus lembut punggung Farhan.
"Kamu berhasil membuat jantungku terasa berhenti berdetak sayang... Kamu berhasil membuatku takut akan kehilanganmu, Kamu berhasil membuatku kalang kabut karena kepergianmu, Maafkan atas kekurangan Mas selama ini." Isak Farhan menciumi kening Nesha.
" Udah Mas jangan nangis... Sekarang mari kita berdoa untuk kebaikan usiamu, Lalu potong kuenya." Ujar Nesha.
Farhan melepas pelukannya lalu mengusap air matanya. Ia menatap wajah cantik istrinya. Ia mencium kening Nesha lama. Farhan menuntun Nesha menuju sofa. Setelah mereka berdoa Farhan memotong kuenya, Farhan memberikan potongan pertamanya kepada Nesha.
" Apa semua ini rencanamu?" Tanya Farhan.
" Rencana yang mana?" Nesha balik bertanya.
" Daren dan foto foto itu." Ucap Farhan.
" He he... Iya Mas, Maaf aku hanya ingin mengerjai Mas saja biar kalang kabut kalau tahu aku marah." Ujar Nesha.
" Nakal kamu ya." Ucap Farhan mencubit hidung Nesha.
" Awh... Sakit Mas." Ujar Nesha cemberut.
"Aku kira kamu bener bener marah Yank, Lalu membalasku dengan berhubungan sama pria lain, Rasanya dunia ini runtuh saat aku melihat fotomu bersama pria itu... Kamu benar benar keterlaluan, Surprisemu sedikit ekstrem Yank, Oh ya siapa yang ada di foto itu?" Tanya Farhan menatap Nesha.
" Foto yang mana?" Tanya Nesha.
" Pria yang merangkulmu." Ucap Farhan.
" Pelayan hotel yang membantuku." Ujar Nesha.
" Aku harus memberinya hukuman karena telah berani menyentuh istriku." Ucap Farhan.
__ADS_1
" Ya jangan Mas orang aku yang nyuruh, Lagian cuma dia yang bisa dekor kamar ini." Sahut Farhan.
" Baiklah apapun untukmu." Ucap Farhan.
Farhan mengedarkan pandangannya, Benar... Ia baru sadar jika Kamar ini di dekor seperti kamar pengantin baru. Senyum Farhan mengembang menatap Nesha yang hanya memakai bathrobe saja.
" Kenapa senyum senyum?" Tanya Nesha.
" Kita akan mengulang malam pertama malam ini Yank." Sahut Farhan membuat pipi Nesha memerah.
" Tenang saja udah aku siapin semua Mas, Hanya untukmu." Ujar Nesha.
Nesha mematikan lampu lalu Ia menyalakan lilin lilin aroma theraphy. Nesha menuntun Farhan ke ranjang. Farhan duduk di tepi ranjang menanti apa yang akan di lakukan Nesha si pemalu ini. Nesha membuka bathrobenya menampilkan tubuh Nesha yang ***** karena Ia hanya memakai lingerie saja.
" Sayang.... Ini?" Ucap Farhan tidak percaya karena selama ini Nesha tidak pernah memakai lingerie, Ia akan beralasan malu. Tapi malam ini? Ia bahkan memakai lingerie berwarna merah maroon yang memperlihatkan lekukan tubuhnya yang ***** dengan perut buncitnya. Sungguh membuat jiwa muda Farhan menggelora.
" Special For U." Sahut Nesha.
Nesha mendorong pelan tubuh Farhan hingga terlentang di atas kasur menindih kelopak mawar yang sudah di tata sebelumnya, Nesha menindih tubuh Farhan dengan sedikit menyangga karena takut perutnya tertekan. Nesha mencium bibir Farhan, Ia memberikan ciuman lembut membuat Farhan memejamkan matanya, Farhan menahan tengkuk Nesha memperdalam ciumannya. Tangan Nesha mulai membuka satu persatu kancing kemeja Farhan tanpa melepas ciumannya. Tangan Nesha bermain main di atas dada bidang Farhan memberikan sensasi yang mampu membuat hati berdesir.
Tidak tahan tubuhnya di kuasai oleh Nesha, Farhan membalikkan tubuh Nesha, Sekarang gantian Ia yang mencium bibir Nesha. Lidah mereka saling membelit, Sesekali Farhan melepas pagutannya untuk menghirup oksigen sebentar, Lalu Ia mengulang ciumannya lagi. Ciuman Farhan turun ke leher membuat jejak jejak merah di leher jenjang istrinya membuat Nesha mendesis. Tangannya meremas salah satu gunung milik Nesha.
" Massss." Desis Nesha.
" Malam ini kita akan melaluinya dengan penuh cinta dan kelembutan, Siap siap untuk begadang sampai pagi sayang." Ujar Farhan dengan suara seraknya.
Malam ini mereka melakukan penyatuan demi penyatuan yang mampu membuat mereka bermandikan keringat di malam hari. Keduanya saling mengungkapkan rasa cinta yang begitu mendalam di hati mereka lewat bahasa tubuh. Farhan memperlakukan Nesha dengan sangat lembut hingga membuat Nesha begitu terlena, Farhan benar benar menepati ucapannya untuk begadang hingga pagi, Ia melakukannya lagi dan lagi. Suara erangan dan des**** mengiringi gerakan Farhan untuk memacu tubuhnya di atas Nesha. Malam ini mereka berdua benar benar menghabiskan malam dengan penuh cinta. Farhan merasakan sensasi luar biasa dari Nesha, Ternyata sensasi ibu hamil lebih menggetarkan jiwa. Setelah keduanya sama sama lelah dan mendapatkan pelepas*n yang terakhir. Farhan menyudahi permainannya, Ia membaringkan tubuhnya di samping Nesha.
" Terima kasih untuk malam ini sayang... I Love U." Ucap Farhan mencium kening Nesha.
" Love U too Mas." Lirih Nesha yang sedang bergelung dengan selimutnya.
" Mas membersihkan badan dulu kamu tidur aja." Ucap Farhan.
" Hmm." Gumam Nesha.
Farhan masuk ke kamar mandi, Ia membersihkan dirinya dari sisa sisa bercinta. Setelah selesai Ia membawa segayung air hangat untuk mengelap tubuh Nesha yang Ia yakini saat ini sedang tidur. Dan benar saja, Saat Farhan menghampiri Nesha, Nesha sudah terbang ke alam mimpinya. Farhan mengelap tubuh Nesha dengan telaten, Setelah selesai Farhan memakaikan baju yang ada di paper bag ke badan Nesha.
" Good night sayang." Ucap Farhan mencium kening Nesha. Farhan segera ikut berbaring karena Ia juga sudah mengantuk.
Pagi harinya Farhan dan Nesha pulang ke rumah, Farhan menggandeng tangan Nesha masuk ke dalam rumahnya tiba tiba...
" Ayahhhhh...." Teriak Daren memeluk kaki Farhan.
" Daren???" Farhan melongo menatap Nesha.
Nesha melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu.
__ADS_1
" Yank." Panggil Farhan.
" Ayah gendong." Ucap Daren.
Farhan menggendong Daren menuju ruang tamu, Dan betapa terkejutnya Farhan ternyata di sana banyak tamu yang sedang duduk di sofa.
" Papa... Mama.." Ucap Farhan.
Farhan menurunkan Daren lalu Ia menghampiri Papa dan Mamanya. Farhan menyalami kedua orang tua beserta mertuanya.
" Selamat ulang tahun Han, Semoga panjang umur makin pintar biar nggak gampang di bodohin lagi." Ucap Papa.
" Makasih Pa." Sahut Farhan.
Farhan menatap ke sekeliling sofa. Di sana ada Jordan, Sifa, Mama Ranti, Papa dan Mamanya serta satu pria dan satu wanita yang kini sedang menatapnya. Mereka saling bergantian mengucapkan selamat kepada Farhan. Saat Farhan bersalaman dengan pria yang menurut Farhan wajahnya begitu familiar, Ia mencoba mengingat ingatnya.
" Lucky..." Tuding Farhan.
" Akhirnya kau ingat aku juga, Ku kira kamu sudah lupa denganku." Ucap Lucky.
Mereka saling berpelukan melepas kerinduan. Lucky adalah sepupu dari Farhan yang sudah lama tidak bertemu bahkan hampir belasan tahun lamanya.
" Kenalin ini istriku." Ucap Lucky.
" Farhan." Ucap Farhan mengulurkan tangannya.
" Reni." Sahut Reni membalas uluran Farhan.
" Dan ini Daren, Anak Kak Lucky dan Kak Reni." Ucap Nesha tiba tiba sambil menggandeng Nathan dan Daren.
" Daren anak lucky?" Tanya Farhan.
" Iya Mas, Dia keponakanmu." Sahut Nesha. Nathan dan Daren berlari melanjutkan mainnya.
" Kamu mulai suka ya ngusilin aku, Awas aja tunggu hukuman dariku." Ucap Farhan menarik tangan Nesha hingga membuat tubuh mereka menempel.
" Semalam kamu udah menghukumku sampai badanku rasanya remuk semua." Sahut Nesha menatap Farhan.
Farhan menatap mata Nesha, Lalu Ia menundukkan wajahnya, Ia menatap bibir manis milik istrinya hingga...
" Woy banyak orang nih, Kalau mau lanjutin di kamar aja, Masih pagi bikin iri aja." Teriak Jordan membuat semua orang terkekeh.
Keduanya jadi salah tingkah, Nesha segera duduk di sofa yang masih kosong di ikuti Farhan. Keluarga besar Farhan berkumpul untuk meramaikan rumah Farhan. Farhan menggenggam tangan Nesha tanpa mau melepasnya membuat semua orang di sana menggelengkan kepalanya.
Farhan merasa di hari kelahirannya yang ketiga puluh satu begitu istimewa berkat istri tercintanya. Ia merasa sangat bahagia dan selalu bersyukur memiliki istri sebaik Nesha. Walaupun usianya masih muda tapi Ia mampu mengimbangi kehidupan Farhan yang sudah dewasa bahkan menjelang tua.
TBC.....
__ADS_1
Maaf ya kalau cerita author begitu membosankan, Jangan lupa tetap dukung author ya.. Karena dukungan kalian sangat berarti bagi author amatiran ini, Apalah daya author tanpa dukungan kalian semua... Makasih untuk para readers yang selalu mensuport author dari awal hingga sampai saat ini... Miss U All..