Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Pergi untuk selamanya


__ADS_3

Farhan kembali ke ruangan dimana Fatika sedang terbaring lemah di atas brankar, Fatika menatapnya dengan mata sayu. Farhan berjalan menghampirinya.


" Mana istrimu Han?" Tanya Fatika lemah.


" Dia sudah pulang Tik, Maaf ya dia sedang lelah." Jawab Farhan duduk di kursi samping ranjang.


" Maafkan aku Han, Aku sudah menjadi duri dalam rumah tanggamu, Aku nggak tahu kalau kamu nggak bilang sama Nesha hingga membuatnya marah denganmu." Ujar Fatika.


" Tidak usah di pikirkan, Aku bisa mengatasinya, Nesha wanita yang baik dia pasti bisa memaafkan aku walaupun kali ini tidak akan mudah seperti yang aku bayangkan." Sahut Farhan.


" Aku titip surat ini untuk istrimu Han." Ucap Fatika memberikan sebuah lipatan kertas kepada Farhan.


" Berikan itu padanya, Aku tidak mau membuatnya semakin jauh darimu, Maafkan aku..." Fatika menghela nafasnya panjang.


" Aku... sudah tidak kuat lagi Han.... Terima kasih atas perhatianmu selama ini... Maafkan aku..." Ucap Fatika dengan nafas tersengal.


" Bertahanlah Tik...." Ucap Farhan menggenggam tangan sahabatnya.


" Aku... sudah...tidak kuat lagi Han.. Sampaikan maafku pada istrimu hah....Lailahailallah Muhammadarrosululloh". Lirih Fatika memejamkan matanya.


"Tik.... Bangun Tik... Fatika." Ucap Farhan mengguncang tubuh Fatika.


" Fatika bangunnn." Teriak Farhan.


Farhan segera berlari keluar mencari Dokter.


" Dokter dokter.... Tolong teman saya." Ucap Farhan dengan cemas.


" Baik Pak." Sahut Dokter.


Dokter dan perawat berlarian menuju ruangan Fatika. Farhan menunggunya di luar dengan cemas. Ia berjalan mondar mandir di depan ruangan. Tak berapa lama Dokter keluar dari ruangan.


" Bagaimana Dok?" Tanya Farhan.


" Maaf Pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain, Nona Fatika sudah tiada." Jelas Dokter.


" Innalilahiwainailaihirojiun Fatika.... Pergilah dengan tenang, Aku yakin Nesha tidak akan membencimu." Ucap Farhan.


" Kami turut berduka cita Pak, Semoga husnul khotimah." Ucap Dokter.


" Terima kasih Dok." Sahut Farhan.


" Pak Farhan kami akan segera mengurus jenazahnya, Silahkan urus persyaratannya terlebih dahulu di ruang administrasi." Ucap Suster menghampiri Farhan.


" Baik Sus." Jawab Farhan.


Farhan segera mengurus segala persyaratan dan administrasinya, Farhan juga menghubungi pihak panti untuk menyiapkan tempat sebagai rumah duka. Saat Farhan ingin menghubungi Nesha, Naas... ponselnya mati.


" Sial.." Umpat Farhan.


Sore ini Farhan di sibukkan dengan persiapan pemakaman jenazah Fatika hingga malam. Ia bahkan lupa untuk sekedar mencharger ponselnya. Padahal di dalam mobil juga bisa Ia lakukan, Yang Ia pikirkan bagaimana semua cepat selesai agar Ia bisa secepatnya pulang, Ia sudah merindukan istri tercintanya.


Setelah pulang dari pemakaman, Saat ini Farhan sedang berada di panti. Ibu panti merasa sangat kehilangan Fatika. Setelah beberapa tahun tidak bertemu kini mereka di pertemukan dalam keadaan yang tidak di inginkan.


" Nak Farhan.... Kenapa bisa seperti ini? Kenapa kamu tidak mengabari ibu kalau Fatika kembali dan dengan keadaan sakit?" Tanya Bu Wiwik.


" Maaf bu ini keinginan Fatika sendiri, Dia tidak mau membebani ibu dengan beban pikiran." Jawab Farhan.


" Bahkan Ratna pun tidak memberitahu ibu, Dia bilangnya berangkat kerja jagain orang di rumah sakit, Tapi ibu tidak mengira kalau yang di jaga Kakaknya sendiri." Sesal Bu Wiwik.


" Bersabarlah Bu, Mungkin ini jalan yang terbaik untuknya, Saya titip Ratna Bu hibur dia agar dia tidak merasa sedih, Dia baru saja merasa senang dengan kembalinya Fatika tapi saat dia dia sedih karna harus kehilangan lagi." Ucap farhan.

__ADS_1


" Tentu Nak." Sahut Bu wiwik.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu Bu." Ucap Farhan.


" Baiklah Nak terima kasih atas semua kebaikanmu, Sampaikan salam ibu kepada istrimu." Ujar Bu Wiwik.


" Baik Bu, Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Bu Wiwik.


Farhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Ia melirik jam yang melingkar pada tangannya yang menunjukkan pukul sebelas malam. Ia berharap Nesha sudah tidur, Agar dia bisa tidur disamping Nesha dengan memeluknya seperti yang selama ini Ia lakukan di rumah sakit.


Sesampainya di rumah Farhan segera berjalan menuju kamarnya. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Ia menuju ruang ganti, Betapa terkejutnya Ia melihat lemari Nesha yang sudah kosong. Farhan segera memakai bajunya lalu beralih ke kamar Nathan.


Ceklek....


Farhan membuka pintu kamar Nathan, Sepi.... Farhan menuju kamar mandi, Di sana juga tidak ada orang. Farhan segera berlari turun ke bawah mencari Mbak Nadia. Saat ini hanya Mbak Nadia yang bisa di tanyai.


Tok tok tok...


" Mbak..." Panggil Farhan.


Ceklek..


Mbak Nadia membuka pintu kamarnya.


" Iya Tuan... Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Mbak Nadia.


" Istri dan putra saya kemana Mbak?" Tanya Farhan.


" Oh.. Den Nathan nginep di rumah Non Sifa, Kalau Non Nesha katanya mau pulang ke rumah Mamanya Den." Jelas Mbak Nadia.


" Kapan istri saya berangkat ke sana?" Tanya Farhan.


" Jam tujuh malam?" Tanya Farhan memastikan.


" Iya Den." Sahut Mbak Nadia.


" Jam tujuh malam.. Apakah sekarang sudah sampai? Harusnya udah sejam yang lalu." Gumam Farhan.


" Oh ya Den... Sekalian saya mau pamit pulang besok pagi, Soalnya katanya Nyonya Nesha lama di sana Den." Ucap Mbak Nadia.


" Baiklah Mbak." Sahut Farhan.


Farhan segera kembali ke kamarnya, Ia mencari ponselnya lalu menchargernya, Setelah di tunggu beberapa saat, Farhan menghidupkan ponselnya.


" Lumayan walau cuma tiga puluh persen." Monolog Farhan.


Farhan segera menelepon Mama Ranti memastikan apakah Nesha sudah sampai atau belum? Ia tidak peduli jika ini sudah tengah malam.


Tut...tut..tut...


Sambungan terhubung tinggal menunggu Mama Ranti mengangkatnya, Tak lama kemudian Mama Ranti mengangkatnya.


" Hallo." Sapa Mama Ranti di sebrang sana.


" Hallo Assalamu'alaikum Ma." Sapa Farhan.


" Wa'alaikumsallam Han, Ada apa? Tumben malam malam telepon?" Tanya Mama Ranti.


" Mmm Ma.. Tadi Nesha pamit mau pulang ke rumah Mama, Apa Nesha sudah sampai?" Tanya Farhan hati hati.

__ADS_1


" Kesini? Enggak Han.. Vanes nggak pulang ke sini, Emang kapan dia kesininya? Kok belum sampai? Apa jangan jangan terjadi sesuatu dengannya?" Tanya Mama panik.


" Tenang Ma... Farhan hanya memastikan saja, Mungkin Nesha nggak jadi ke sana Ma.. Soalnya sekarang Farhan lagi nggak di rumah." Dalih Farhan.


" Oh kirain kamu lagi nyari Nesha, Mungkin nggak jadi kali, Coba kamu tanya orang rumah, Kalau ada apa apa langsung telepon Mama ya Han." Ujar Mama Ranti.


" Iya Ma... Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mama. Farhan segera mematikan sambungan teleponnya.


" Dimana kamu sayang???? Apa mungkin kamu di rumah Sifa??? Aku harus menelponnya." Monolog Farhan.


Farhan segera menelepon Sifa. Beberapa kali panggilan tak terjawab, Hingga ke tujuh kaliny a baru Sifa mengangkatnya.


" Apa sih Kak ganggu orang tidur aja." Omel Sifa sambil mengucek matanya.


" Apa Nesha ada di situ?" Tanya Farhan To the point.


" Nesha???? Nesha di rumah Kak, Sudah aku antar pulang sejak pagi tadi." Ucap Sifa.


" Dia pergi Sif." Ucap Farhan.


" Apa?" Pekik Sifa.


" Kemana perginya?" Sambung Sifa.


" Aku nggak tahu, Dia pamitnya ke rumah Mama tapi nyatanya di sana nggak ada." Jelas Farhan.


" Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, Aku akan memberi perhitungan padamu Kak." Ancam Sifa.


" Tolong kamu telepon Sif, Tanyakan dia dimana?" Ujar Farhan.


" Kamu telepon sendiri kan bisa." Cebik Sifa.


" Nomerku di blok Sif." Ucap Farhan.


" Makanya jangan urusin mantan mulu, Urusin bini juga... Kalau bini udah pergi baru bingung nyariin." Kesal Sifa.


" Maaf Sif." Ucap Farhan.


" Ya udahlah biarin Nesha pergi, Kalau perlu cari suami yang perhatian, Yang selalu ada waktu untuknya...Aku orang pertama yang mendukungnya... Doakan biar Nesha dapat yang seperti itu....Aku mau tidur.. Bye.." Ucap Sifa menutup teleponnya.


" Aghhhhh." Teriak Farhan frustasi memdengar ucapan Sifa.


Bagaimana jika Nesha benar benar pergi meninggalkannya? Bagaimana kalau Nesha mendapat pengganti yang jauh lebih baik darinya? Bagaimana jika Nesha tidak akan pernah kembali lagi ke dalam pelukannya? Rasa takut akan kehilangan lagi kembali menghantui Farhan. Ia mengacak rambutnya memikirkan kemana mau mencari istrinya di tengah malam seperti ini???


" Sayang pulanglah.... Maafkan aku.... Aku tidak bisa hidup tanpamu... Sekarang Fatika sudah tiada, Tidak ada lagi yang akan meminta waktuku, Sekarang waktuku hanya untukmu... Kembalilah sayang.... Kembalilah sabar seperti dulu...Aku mencintaimu.. " Monolog Farhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Thorrrr kemana perginya istriku?.. Kembalikan dia padaku Thorrr...." Ucap Farhan.


" Author umpetin ke liang semut Han, Makanya jangan nakal, Jadi suami kok nggak perhatian, Nggak peka lagi." Sahut Author.


" Kejam kamu Thor." Pekik Farhan.


" Bodo' Readers juga pada setuju kok." Sahut Author.


" Hore.... Akhirnya Nesha pergi... Rasain kamu Han.... Sono urusin mantan lo aja.. Kalau perlu ikut ke liang lahat sekalian." Ujar Readers.


" Sadisssss.... Rasain Lo Han di hujat Para emak emak" Ucap Author.

__ADS_1


" 😢😢😢😢😢😢." Farhan.


TBC.....


__ADS_2