
Hari ini Nesha sudah di perbolehkan pulang, Sifa dan Jordan sudah siap untuk mengantarnya pulang ke rumahnya, Beberapa hari selama di rumah sakit Nesha sama sekali tidak mau menemui Farhan, Ia akan mual dan mutah bila Farhan mendekatinya. Sebenarnya tiap malam Farhan menungguinya, Farhan datang setelah Nesha sudah tidur dan pergi sebelum Nesha bangun. Sifa dan Jordan lah yang selalu stand by di sana, Apa yang Nesha mau pasti akan Jordan berikan. Jordan dan Farhan bekerja sama, Kalau Nesha menginginkan sesuatu maka Farhanlah yang membelikannya dan Jordanlah yang memberikannya kepada Nesha, Dengan begitu Nesha beranggapan jika Jordanlah yang membelinya. Bahkan semua perhatian Jordan kadang membuat Sifa cemburu tapi Sifa gengsi untuk mengakuinya.
" Nes ayo, Mas Jordan sudah menunggu di lobby." Ajak Sifa menuntun Nesha.
" Ayo." Sahut Nesha.
Di saat mereka hendak melangkah, Pintu terbuka, Mereka menatap ke arah Farhan yang baru masuk berjalan menghampiri mereka, Nesha segera menutup mulutnya agar tidak merasakan mual.
" Sayang... Kamu udah mau pulang?" Tanya Farhan.
" Hmm." Gumam Nesha.
" Ada yang ingin aku bicarakan padamu Yank." Ucap Farhan yang berdiri lumayan jauh dari Nesha.
" Bicaralah." Sahut Nesha.
" Sebenarnya Fatika mau bertemu denganmu, Dia mau meminta maaf karna sudah mengganggu waktumu denganku dan membuat kesalah pahaman di antara kita, Aku mohon temuilah dia walau hanya sebentar saja." Ucap Farhan memohon kepada Nesha membuat hati Nesha bergemuruh.
" Aku tidak sedekat itu dengannya, Bahkan aku sendiri tidak mengenalnya, Tidak perlu meminta maaf padaku, Aku tidak mempermasalahkannya, lagian bukan salahnya juga semua terjadi karna salahmu sendiri." Ucap Nesha dingin.
" Sayang maafkan aku, Aku menyesalinya tapi ku mohon temuilah dia sebentar, Umur Fatika tidak lama lagi, Jangan biarkan dia pergi dengan rasa bersalah yang mendalam, Bagaimanapun dia sahabatku sayang... Aku tidak tega melihatnya seperti ini" Ujar Farhan.
" Tapi kamu tega mengecewakan aku, Dia sahabatmu bukan sahabatku, Teruskan sikapmu yang seperti ini, Lebih membela sahabatmu dari pada istrimu sendiri, Aku sudah tidak peduli tentang hubungan kita lagi Mas, Terserah kamu saja... Jikapun kamu mau mengakhirinya aku sudah siap menerimanya." Ketus Nesha masih menutup hidungnya.
" Sayang.... Jangan pernah bicara seperti itu, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu apalagi berpisah darimu." Sahut Farhan.
" Buktinya kamu sudah membuat jarak di antara kita selama ini." Ujar Nesha.
" Aku salah... Maafkan aku... Aku tidak berpikir sampai ke sini, Aku hanya kasian saja dengan Fatika tanpa mempedulikan perasaanmu... Maafkan aku... Ku mohon mengertilah posisiku saat ini, Fatika tidak punya siapa siapa lagi sayang." Ucap Farhan.
" Aku tidak peduli, Aku semakin tidak percaya kalau kamu tidak punya perasaan apa apa padanya, Kamu kasihan padanya tapi tidak kasihan padaku, Bagaimana jika malam itu aku dan anakku kenapa napa? Apa kamu tidak akan menyesalinya? Dan bila itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi Mas." Ucap Nesha.
" Maafkan aku... Jangan pernah kamu berpikir kalau itu hanya anakmu, Dia juga anakku, Anak kita sayang..." Ujar Farhan lembut.
" Bukan... Dia anakku karna hanya aku yang peduli dengan kehadirannya, Kamu sibuk ngurus wanita lain di belakangku, Ayo Sif." Nesha menggandeng tangan Sifa meninggalkan Farhan.
" Sayang..." Panggil Farhan.
" Kamu keterlaluan Kak." Hardik Sifa.
Sifa dan Nesha berjalan menuju mobil dimana Jordan sudah menunggunya di lobby. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Jordan segera melajukan mobilnya menuju rumah Farhan. Sebenarnya Nesha malas pulang ke rumah Farhan tapi Ia tidak mungkin meninggalkan Nathan apalagi membawanya ke rumahnya, Nesha tidak ingin Nathan tahu jika hubungan mereka sedang tidak baik baik saja.
Sesampainya di rumah mereka sudah di sambut Nathan.
" Mami......" Teriak Nathan berlari menubruk kaki Nathan.
" Sayang... Mami kangen.." Ucap Nesha mengangkat tubuh Nathan.
__ADS_1
" Nggak boleh." Ucap Jordan mengambil Nathan dari tangan Nesha lalu menggendong Nathan.
" Kenapa Kak?" Tanya Nesha.
" Kamu lupa kalau kamu sedang hamil? Ingat kata Dokter kamu nggak boleh angkat barang berat kan?" Ujar Jordan.
" Ah iya maaf Kak." Sahut Nesha.
" Duh perhatiannya.... Kira kira kalau aku yang
hamil gimana ya?" Tanya Sifa tanpa sadar.
" Tentu aku akan lebih perhatian sama kamu sayang... Yang jelas sekarang kamu hamil dulu, Eh bukan ding yang jelas kita buat dulu baru kamu hamil." Sahut Jordan sambil tersenyum.
" Eh nggak nggak aku salah bicara Mas." Kilah sifa.
" Makanya cepet buat Sif biar kita hamil bareng nanti kita momong anak bareng juga." Ucap Nesha
" Nggak mau... Aku maunya gantian aja biar kita bisa sama sama ada yang urus, Coba kamu bayangkan kalau saat ini aku lagi hamil, Siapa yang bakal nurutin keinginan kamu? Masa Mas Jordan harus kesana kemari kaya' ngurusin istri tua sama istri muda aja." Sahut Sifa.
" Ah bener juga ya..." Pikir Nesha.
" Ya udah deh mumpung aku belum hamil, Sekarang aku relain suamiku menjadi pengganti Kak Farhan, Mumpung aku juga belum cinta sama dia, Entar kalau aku udah cinta, Tidak akan aku biarkan dia membagi waktu dengan wanita lain seperti suamimu itu." Cerocos Sifa.
Raut muka Nesha langsung berubah murung, Jordan menyadarinya, Ia menyenggol Sifa memberi kode kepadanya untuk melihat ke arah Nesha yang tampak murung karna ucapannya.
" Nathan main sama Papa dulu ya... Mami biar istirahat." Ujar Jordan membawa Nathan ke ruang bermainnya.
" Nggak pa pa memang itu kenyataannya Sif... Sebenarnya aku tidak masalah Mas Farhan merawat Fatika, Bagaimanapun memang Fatika sahabatnya, Fatika hadir lebih dulu sebelum aku, Tapi yang aku nggak suka Mas Farhan nggak jujur padaku.... Hatiku sakit Sif... Aku merasa Mas Farhan punya perasaan lain dengannya hingga di bela belain dia bohongin aku, Kaya' orang lagi selingkuh aja." Lirih Nesha.
" Sabar ya Nes.. Kali ini kamu harus tegas biar Kak Farhan nggak mengulangi kesalahan yang sama lagi." Ujar Sifa.
" Entahlah Sif.. Aku merasa bingung dengan perasaanku yang sekarang, Rasanya aku ingin pergi jauh dari Mas Farhan, Bahkan aku ingin meninggalkannya untuk saat ini, Tapi aku memikirkan Nathan Sif, Aku nggak mau dia tumbuh dalam rumah tangga yang broken home, Tidak ada gunanya kan pernikahan ini jika sampai itu terjadi." Sahut Nesha.
" Ya udah jangan di pikirkan, Kamu jalani aja seperti air mengalir, Yang jelas kamu tidak boleh banyak pikiran kasihan debaynya ya, sekarang kamu istirahat saja, Ayo aku antar ke kamarmu." Ajak Sifa.
" Ke kamar Nathan aja Sif, Untuk beberapa hari ini aku mau tinggal di kamar Nathan saja biar nggak gampang mual karna harus dekat dengan Mas Farhan." Ujar Nesha.
" Baiklah." Sahut Sifa.
Sifa menuntun Nesha menuju kamar Nathan. Ia merebahkan Nesha di atas ranjang.
" Sif tolong panggil Mbak Nadia ya." Ujar Nesha.
" OK tunggu sebentar." Sahut Sifa.
Sifa turun ke bawah mencari Mbak Nadia. Setelah berkeliling ternyata Mbak Nadia berada di tempat pencucian.
__ADS_1
" Mbak Nad di panggil Nesha di kamarnya." Ucap Sifa.
" Baik Non." Sahut Mbak Nadia.
Sifa dan Mbak Nadia segera menuju ke kamar Nathan.
" Ada apa Non?" Tanya Mbak Nadia.
" Mbak tolong pindahin barang barangku ke kesini ya..." Ujar Nesha.
" Apa saja yang perlu di pindahkan Non?" Tanya Mbak Nadia.
" Mmm pakaian sama make up saja Mbak, Kalau semuanya ntar kamar Nathan jadi sempit." Jawab Nesha.
" Baik Non." Sahut Mbak Nadia .
" Apa sudah bisa di tinggal? Kalau sudah aku mau pulang dulu." Ucap Sifa.
" Ya udah hati hati." Sahut Nesha.
" Mami...." Panggil Nathan yang berada dalam gendongan Jordan.
" Iya sayang.. Sini." Sahut Nesha, Jordan mendudukkan Nathan di dekat Nesha.
" Apa Mami sakit kalna ada dedek bayi di dalam pelut Mami?" Tanya Nathan mengelus perut Nesha.
" Iya sayang... Nathan seneng nggak mau jadi Abang?" Tanya Nesha.
" Seneng Mami... Yeiii Athan mau punya dedek bayi." Sorak Nathan.
" Makanya Nathan jangan nakal ya." Ucap Sifa mengelus kepala Nathan.
" Baik Ma..." Sahut Nathan.
" Mami... Athan mau ikut Papa ke lumah, Athan mau bobok di cana." Ucap Nathan menatap Nesha.
" Temenin Mami aja di rumah gimana?" Tanya Nesha.
" Ndak au... Athan mau ikut Papa cama Mama." Lirih Nathan.
" Baiklah apapun untukmu sayang." Ujar Nesha.
" Makasih Mi." Sahut Nathan.
Jordan memang sudah membujuk Nathan agar mau tinggal bersamanya untuk beberapa hari, Jordan berharap Nesha dan Farhan bisa menyelesaikan masalah mereka dengan pikiran yang dingin. Jordan sendiri tidak bisa berbuat apa apa, Jika dia di posisi Farhan pun pasti Jordan juga akan merasa serba salah. Di salah satu sisi Ia kasian dengan sahabatnya di sisi lain Ia salah karna mengabaikan istrinya apalagi sampai membohonginya.
Memang benar di dalam rumah tangga harus berlandaskan rasa saling percaya, Kejujuran dan saling terbuka. Langkah yang Farhan tempuh memang salah. Dan sekarang Ia harus memperbaikinya....
__ADS_1
TBC.....