Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
34. Valen beraksi


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Nathan dan Meli yang di selenggarakan di rumah Meli sendiri. Valen kembali ke rumah Nathan karna Mami Nesha terus memintanya untuk pulang, akhirnya mau tak mau Valen mengikuti keinginannya. Saat ini Nathan sudah berpakaian rapi ala ala pengantin pria. Valen tampak santai melihatnya tanpa ada kesedihan atau kekecewaan di wajah Valen.


" Yank hari ini aku akan melakukan dua hal yang bertolak belakang, aku senang karna aku bisa membantu menuntaskan permasalahan keluargaku tapi aku juga sedih karna aku menyakitimu, maafkan aku yang tidak mampu memilih di antara kalian karna ini pilihan yang sangat sulit bagiku, tapi percayalah aku hanya akan menikahinya selama enam bulan saja, setelah itu aku akan langsung menceraikannya." Ucap Nathan berlutut di bawah Valen yang sedang duduk di meja riasnya.


" Aku sudah bilang lakukan apa yang menurutmu benar, tidak perlu mempedulikan aku." Sahut Valen menarik tangannya. Ia melanjutkan kegiatannya untuk merias wajahnya.


" Terima kasih karna kamu masih mau tetap di sini mendampingiku, aku sangat mencintaimu sayang." Ucap Nathan.


" Setelah ini tidak lagi, aku akan pergi meninggalkanmu membawa rasa sakit ini Mas, aku tidak peduli apakah kau berhasil menikahi Meli atau tidak, yang jelas rasa sakit sudah membekas dalam hatiku menutup cintaku untukmu." Batin Valen.


" Sekarang pergilah semua sudah menunggumu." Ujar Valen.


" Aku ingin kau juga ikut denganku dan memberikan kekuatan untukku sayang." Ucap Nathan.


" Keluargamu ada bersamamu, bukankah kekuatan dari keluarga lebih dari segalanya, sekarang pergilah aku akan menyusul nanti." Ucap Valen.


" Baiklah... Aku menunggu kedatanganmu." Ucap Nathan hendak mencium kening Valen tapi Valen menghindarinya.


" Pergilah." Ucap Valen.


Dengan perasaan sedihnya Nathan keluar kamar menghampiri keluarga yang sudah menunggunya. Sebenarnya Papi dan Maminya malas untuk datang tapi mereka tidak tega membiarkan Nathan menghadapi semuanya sendirian.


" Abang apa Valen tidak ingin datang ke sana?" Tanya Mami Nesha.


" Nanti dia menyusul Mi." Ujar Nathan.


" Biar kami nanti bersama Kak Valen Mi, ayo Ria Kak Gama kita ke kamar Abang." Ajak Cia.


Ketiganya berjalan menuju kamar Nathan. Mereka masuk ke dalam menghampiri Valen.


" Kak." Panggil Cia.


" Hei kenapa kalian ke sini? Bukankah seharusnya kalian ikut dengan Abang?" Tanya Valen.


" Kami mau bersama dengan Kak Valen aja." Sahut Cia.


" Kak kau tidak perlu datang ke sana karna Kakak pasti akan sakit hati melihat Abang menikahi wanita lain." Ujar Ria.


Valen tersenyum menatap ketiga adik iparnya.


" Aku harus tetap ke sana memberikan dukungan kepada Abang kalian, aku sudah mulai terbiasa dengan rasa sakit ini." Sahut Valen.


" Kakak." Ucap si kembar memeluk Valen.


" Sudah sudah, sekarang ayo kita berangkat." Ajak Valen penuh semangat.


" Ayo Kak." Sahut Si kembar bersamaan.


Valen dan si kembar berjalan keluar kamar, di ikuti Gama dari belakang.


" Kau memang gadis luar biasa Valen, aku akan menjadi penguatmu untuk saat ini." Batin Gama.

__ADS_1


Mereka berempat menikmati perjalanan dengan bercanda ria. Tidak ada raut sedih yang Valen tampakkan. Lima belas menit kemudian mereka sampai di kediaman Meli. Rupanya cukup banyak tamu yang hadir di sana. Saat Valen turun dari mobil tiba tiba ada media yang menghampirinya.


" Nona Valentina Ardiansyah, kenapa anda mengijinkan suami anda menikah lagi?" Tanya salah satu wartawan. Valen mengedarkan pandangannya menatap orang orang yang hendak masuk ke dalam.


" Ivan.... Good joob." Batin Valen tersenyum smirk.


Mendengar ramai ramai di depan, Nathan, Meli dan keluarganya keluar dari rumah. Mereka berdiri di depan teras. Menyadari ada yang keluar dari rumah Meli, Valen menoleh ke arah mereka.


" Itu orangnya." Tunjuk Valen.


Valen mendekati Nathan dan yang lainnya.


" Sekarang tanyakan saja pada suamiku dan keluarga kandungnya ini, apakah mereka meminta ijinku atau tidak untuk menikahi Meli." Ucap Valen menunjuk Nathan.


" Sayang." Lirih Nathan.


" Tuan Nathan apa kau tidak meminta ijin kepada istrimu untuk menikah lagi? Bagaimana bisa anda menyakiti putri dari orang nomer satu di kota ini Tuan? Ternyata anda tidak bersyukur memiliki istri sesempurna Nona Valentina Tuan." Ucap Wartawan. Valen tidak membela Nathan sama seperti saat Nathan tidak membela Valen saat berdebat dengan Papa Jordan.


" Nona Meli apa anda tidak malu menjadi perebut suami orang? Beginikah cara orang terhormat mendapatkan suami dengan merebut suami orang lain? Anda benar benar tidak bermartabat Nona." Cebik wartawan lainnya.


" Aku menikahi Nathan karna cinta, kami saling cinta sejak kecil, apa itu salah?" Tanya Meli membuat Valen mengepalkan tangannya.


" Tidak... Aku menikahinya karna aku terpaksa, aku akui di depan kalian semua, aku pria penebus hutang keluarga kandungku." Sahut Nathan.


" Bagaimana anda menebus hutang dengan diri anda Tuan? Bahkan istri anda jauh lebih kaya dari keluarga Nona Meli Tuan, memang berapa besar hutang anda kepada keluarga Nona Meli Tuan sampai harus di tebus dengan diri anda?." Ucap Wartawan.


" Pertanyaan yang bagus, tapi sayangnya kalian tidak akan mendapat jawaban yang bagus dari mulut mereka." Ucap Valen.


" Wow Papa mertua, kau membentakku." Ujar Valen.


" Jaga bicaramu Valen, kita sedang di liput media saat ini jangan sampai kau membuat diri kami buruk di mata masyarakat." Ucap Papa Jordan.


" Kenapa? Aku sudah terbiasa berada di depan kamera, dan ingat Papa mertua... Baik buruknya seseorang hanya orang lain yang bisa menilainya, satu pertanyaanku untukmu Nona Meli, Apa sebenarnya tujuanmu melakukan semua ini?" Tanya Valen menatap Meli.


" A.... Aku.... Aku mencintai Nathan." Sahut Meli gugup.


" Hanya itu?" Tanya Valen.


" Yah.." Sahut Meli.


" Lalu bagaimana dengan bukti yang aku temukan Nona Meli?" Tanya Valen.


" Bukti? Bukti apa sayang? Aku sudah menyelidikinya tapi aku tidak mendapat bukti apa apa." Ujar Nathan.


" Itu karna aku menutup semua akses informasi agar kau tidak bisa mendapatkan bukti apa apa suamiku, karna bukti itu hanya aku yang bisa mendapatkannya." Sahut Valen.


" Bukti apa yang anda maksudkan Nona?" Tanya Wartawan.


"Sebentar lagi berita itu akan masuk ke ponsel kalian semua beserta bukti buktinya, kenapa Nona Meli menjebak suamiku dalam pernikahan ini." Sahut Valen.


Dan benar saja tak lama setelah itu ponsel mereka bergetar secara bersamaan. Entah kenapa bisa seperti itu tapi hanya Ivan yang bisa melakukannya. Semua orang membuka ponsel masing masing. Mulut mereka menganga menatap Meli dengan tatapan hinanya.

__ADS_1


" Jadi kamu membohongi kami semua." Bentak Papa Jordan di depan Meli.


" Ini semua tidak benar, Valen merekayasanya Om." Kilah Meli yang sudah melihat berita di dalam ponselnya.


" Bukti ini valid Nona Meli, kau tidak bisa mengelaknya lagi." Ujar Wartawan.


Nathan menatap tajam ke arah Meli membuat Meli ketakutan.


" Nathan... Maafkan aku." Ucap Meli.


" Aku tidak menyangka kau bisa berbuat serendah ini Mel, apa ini sebabnya Papamu tidak bisa datang, atau karna Papamu tidak mengetahui rencana licikmu ini?" Tanya Nathan.


" Papanya akan datang sebentar lagi Mas Nathan, jadi kau bisa meneruskan pernikahan ini dengan dirinya sebagai wali." Ucap Valen.


" Apa yang kau katakan sayang?" Tanya Nathan.


" Sesuai keinginanmu dan keluargamu." Sahut Valen.


Dari kejauhan nampak Tuan Raman berlari menghampiri kerumunan di depan rumahnya.


" Meli." Bentak Tuan Raman saat sudah di depan Meli.


" Selamat datang Tuan Raman." Sapa Valen.


Tuan Raman menoleh ke arah Valen.


" Nona Valen, Ceo Alexander Group?" Ucap Tuan Raman memastikan.


" Dalam dunia bisnis aku CEO Alexander Group, tapi di sini saya sebagai istri dari Vernathan Ardiansyah Tuan." Sahut Valen berwibawa.


" Apa kabar Nona?" Tanya Tuan Raman.


" Kabarku buruk Tuan Raman karna ulah putri anda." Sahut Valen.


" Ulah Meli? Apa yang di lakukan Meli kepada anda Nona Valen?" Tanya Tuan Raman memastikan.


" Anda lihat putri anda saat ini sedang memakai kebaya pengantin bukan? Jadi anda bisa menebaknya sendiri." Ujar Valen.


" Ternyata semua ini ulahmu Meli, Perusahaan Papa koleps dan hampir bangkrut karna kamu berani mengusik Nona Valen, apa kamu tidak tahu kalau dia pemilik saham terbesar di perusahaan kita." Teriak Tuan Raman.


" A... Apa Pa? Bangkrut? Tidak... Aku tidak mau hidup miskin Pa... Aku tidak mau... Apalagi saat ini aku sedang hamil Pa." Ucap Meli.


Jeduarrrrrrr.....


TBC.....


*Selamat untuk readers yang benar tebakannya, semoga sehat selalu...


Jangan lupa like dan komentnya ya...


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author..

__ADS_1


Miss U All*...


__ADS_2