Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
69. Memperbaiki Hubungan Keluarga Kandung


__ADS_3

" Kamu siapa? Ngapain kamu di rumah saya?"


Valen membalikkan badan menoleh ke asal suara, dan.....


" Valen.." Gumam Mama Sifa.


" Kamu Valen istrinya Abang kan?" Tanya Mama Sifa menunjuk Valen.


" Iya Ma, apa kabar?" Tanya Valen menyalami Mama Sifa dengan takzim.


" Baik." Sahut Mama Sifa.


" Darimana kamu tahu rumah ini?" Sambung Mama Sifa menatap Valen.


" Aku mengikuti pria penguntit itu yang ternyata adik iparku sendiri." Sahut Valen.


Deg...


Jantung Mama Sifa berdetak sangat kencang. Ia takut kalau Valen marah dan melakukan suatu hal kepada Arsya.


" Valen Mama mohon maafkan Arsya, jangan kau menghukumnya karna masalah ini." Ucap Mama Sifa menggenggam tangan Valen.


" Apa maksud Mama?" Tanya Valen.


" Mama tahu kalau Arsya salah telah menguntitmu akhir akhir ini, tapi dia melakukannya karna dia mencintaimu Nak, selama ini dia juga tidak menyakitimu kan." Ujar Mama Sifa.


" Dia memang tidak menyakitiku tapi dia berencana untuk itu." Sahut Valen.


" Tidak.. Itu tidak akan terjadi, Mama akan mencegahnya jika Ia melakukan hal yang menyakitimu ataupun Abang." Ucap Mama Sifa.


Mendengar ada orang yang berbicara di luar, Papa Jordan dan Arsya keluar.


" Valen." Pekik Papa Jordan.


" Valen... Ini kamu? Kamu mengikutiku?" Tanya Arsya tak percaya.


Arsya mendekati Valen, Ia berdiri di depan Valen sambil menatap wajah Valen dengan mata berbinar bahagia.


" Ya aku mengikutimu, Kenapa kau selalu mengikutiku? Kau menjadi penguntitku selama ini! Sekarang apa yang akan kau lakukan padaku? Aku ada di depanmu." Ucap Valen.


Grep...


Tiba tiba Arsya memeluk Valen membuat Papa Jordan dan Mama Sifa melongo.


" Arsya." Bentak Papa Jordan.


" Biarkan seperti ini Valen, biarkan aku melepaskan rasa rinduku padamu selama ini." Ucap Arsya.


Papa Jordan hendak menarik Arsya tapi Valen menegahnya dengan gerakan tangannya.


" Bertahun tahun aku menantikan saat saat seperti ini, kehadiranmu saat itu membuat semangat untukku sembuh, aku sembuh Valen, aku sudah sembuh sekarang itu berkat dirimu, kamu menjadi penyemangat hidupku Valen." Ucap Arsya dengan berurai air mata. Ia menangis di pelukan Valen.


" Sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku sembuh, aku akan mencarimu dan menikahimu, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain di saat aku sudah sembuh kau sudah menjadi milik orang lain, kau menjadi milik Abangku sendiri, aku selalu mengikutimu kemanapun kamu pergi, aku tidak bisa menahan perasaan ini Valen, terbesit dalam pikiranku untuk merebutmu dari Abangku, maafkan aku Valen kalau selama ini aku membuatmu tidak nyaman." Sambung Arsya.


" Sudah selesai?" Tanya seseorang di belakang mereka.


Papa Jordan, Mama Sifa, Valen dan Arsya menoleh ke asal suara. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Nathan berdiri di sana.


" Mas Nathan." Ucap Valen menjauh daei tubuh Arsya.


" Irvan menyuruhku ke sini untuk menjemputmu karna dia tidak bisa menjemputmu saat ini." Ucap Nathan.


" Nathan." Ucap Papa Jordan.


Nathan menatap Papa Jordan dengan tatapan dinginnya. Jujur Ia akui kalau dirinya merindukan keluarga kandungnya. Ingin sekali Nathan memeluk mereka semua, tapi apa yang telah Papanya lakukan membuatnya mengurungkan niatnya.


" Nathan Papa merindukanmu." Ucap Papa Jordan merentangkan tangannya, berharap Nathan mau memeluknya.


Valen menatap Nathan yang hanya diam saja berdiri seperti patung. Valen tahu jika Nathan juga menginginkan itu, tapi kenapa Nathan tidak menyambut uluran tangan Papanya?


" Mas aku tahu kalau kamu juga merindukan Papa, buanglah jauh jauh egomu Mas, kita perbaiki hubungan kita dengan keluargamu." Ucap Valen menatap Nathan.

__ADS_1


" Jangan sok tahu Yank." Ketus Nathan.


" Mas aku tahu semuanya tentang dirimu, siapa yang bisa mengertimu lebih baik dari aku? Bahkan aku mengalahkan Mami kesayanganmu hmm... Sekarang peluklah Papa, luapkan kerinduan yang selama ini terpendam dalam hatimu, ingatlah kau akan menjadi seorang Papa juga, suatu saat kau akan merasakan seperti apa yang Papa rasakan saat ini." Ucap Valen.


Mendengar ucapan Valen hati Nathan tersentuh. Perlahan egonya mulai turun. Ia berjalan mendekati Papanya dan....


Hap..


Nathan memeluk tubuh renta Papa Jordan.


" Hiks.... Maafkan Papa sayang, selama ini Papa tidak mempedulikanmu, Papa hanya peduli pada keluarga Papa sendiri." Isak Papa Jordan.


" Aku juga minta maaf Pa, karna selama ini aku tidak bisa menjadi anak yang baik untuk keluarga ini.. Hiks..." Sahut Nathan dalam isakannya.


" Kamu tidak bersalah Bang, Papalah yang bertanggung jawab atas semua ini." Ucap Papa Jordan.


Melihat interaksi anak dan ayah di depannya, membuat Valen dan Mama Sifa terharu. Keduanya menitikkan air mata kebahagiaan di pipinya.


" Terima kasih sayang kamu telah menyatukan mereka." Ucap Mama Sifa memeluk Valen.


" Sudah waktunya mereka bersatu Ma." Sahut Valen.


" Selamat atas kehamilanmu, semoga sehat dan lancar sampai lahiran." Ucap Mama Sifa.


" Amien... Terima kasih Ma." Sahut Valen.


" Hei hei kalian saling berpelukan, lalu aku mau pelukan sama siapa?" Tanya Arsya membuat keempat orang itu melepas pelukannya.


" Kenapa kamu tidak bergabung dengan Abangmu dan Papa saja?" Ujar Valen.


" Apakah boleh?" Tanya Arsya menatap Nathan.


" Tentu saja, kau juga adik tersayangku." Sahut Nathan.


Arsya memeluk Nathan dengan erat. Keduanya berpelukan untuk beberapa saat.


" Maafkan aku Bang yang selama ini menginginkan istrimu, tapi aku janji aku tidak akan mengusik kebahagiaan kalian." Ucap Arsya.


Arsya melepas pelukannya. Ia menatap Nathan dengan takut.


" Kenapa? Kau takut di hukum?" Tanya Nathan.


" Iya Bang, Valen tolong minta Abang untuk tidak menghukumku." Ucap Arsya menatap Valen.


" Di hukum?" Tanya Valen.


" Ya Abang akan menghukumku karna aku memelukmu." Ucap Arsya mengadu.


" Benar begitu Mas?" Ucap Valen menatap Nathan.


" Gawat... Bisa nggak dapat jatah nanti malam." Batin Nathan.


" Ah tidak sayang dia bohong." Kilah Nathan.


" Tidak... Abang yang bohong Valen, tadi Abang benar benar mengatakan itu kok." Ucap Arsya.


" Dasar kau suka mengadu." Cebik Nathan.


" Itu Fakta Abang." Ujar Arsya.


" Sudah sudah jangan bertengkar lagi, sekarang masuklah." Ucap Mama Sifa menengahi.


Mereka semua masuk ke dalam rumah yang berukuran kecil. Bahkan sofayang ada di ruang tamu pun sudah usang. Nathan dan Valen duduk berdampingan di sana.


" Ma buatkan minuman untuk anak dan menantu kita." Ucap Papa Jordan.


" Baik Mas." Sahut Mama Sifa.


" Ma bolehkah aku membantumu?" Tanya Valen.


" Hmm." Gumam Mama Sifa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Mama Sifa dan Valen menuju ke belakang. Valen mengedarkan pandangannya menatap rumah sederhana yang keluarga suaminya tempati.


" Ma, ini rumah siapa?" Tanya Valen.


" Ini rumah Kakek Mama sayang, sejak Papa bangkrut kami tidak bisa berbuat apa apa, rumah besar Papamu harus di jual untuk kehidupan sehari hari kami di sini." Terang Mama Sifa sambil membuatkan minuman.


" Kenapa tidak buka usaha saja Ma?" Tanya Valen.


" Tidak ada modal sayang, uang penjualan rumah habis untuk biaya makan kami sehari hari, apalagi Arsya masih harus kontrol sebulan sekali." Sahut Mama Sifa.


Hati Valen perih mendengar kisah kehidupan mertuanya. Ia tidak menyangka jika tindakannya kepada Tuan Raman berimbas kepada mertuanya.


" Apa ini yang menyebabkan Mama lost kontak dengan Mami? Mama tidak mau kalau Mami tahu keadaan sahabatnya saat ini?" Tanya Valen.


" Keluarga kami sudah sering merepotkan keluarga kalian, Mama tidak mau merepotkan keluarga kalian lagi terutama Nesha, sejak remaja Mama selalu merepotkannya apalagi soal uang sayang, Mama juga merasa malu dengan apa yang telah kami lakukan padamu saat itu." Sahut Mama Sifa.


" Tidak perlu di bahas lagi Ma." Sahut Valen.


Valen kembali ke ruang tamu. Ia duduk di samping Nathan. Mama Sifa menyajikan secangkir teh hangat di depan meja Nathan dan Valen.


" Pa maafkan aku, aku tidak tahu kalau perusahaan Papa juga ikut bangkrut sepeeti perusahaan Tuan Raman." Ucap Valen.


" Tidak masalah sayang, semua ini bukan salahmu, Papa yang tidak bisa mempertahankan perusahaan itu." Sahut Papa Jordan.


" Pa tinggallah di rumahku, di sana tidak ada yang menempati." Ucap Nathan.


Papa Jordan dan Mama Sifa saling melempar pandangan. Keduanya menatap ke arah Valen.


" Kamu tidak keberatan kan Yank, kalau rumah kita di tempati Mama dan Papa beserta adik adikku?" Tanya Nathan menatap Valen mewakili pertanyaan kedua orang tuanya.


" Kenapa aku harus keberatan Mas? Mereka kan keluargaku juga." Sahut Valen.


" Tidak usah Bang, kami di sini saja, kami tidak mau merepotkan Abang lagi." Ucap Arsya.


" Arsya, rumah ini kurang baik untuk kesehatanmu, tinggallah di sana dan terima hukuman dari Abang." Ucap Nathan.


" Hukuman lagi?" Pekik Arsya dan Valen bersamaan.


Nathan menepuk jidatnya karna dia tidak sadar keceplosan tentang hukuman untuk Arsya. Valen menatap Nathan dengan tajam, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum saja.


Hukuman apa yang akan Nathan berikan kepada Arsya?


Nantikan jawabannya di bab berikutnya ya....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat


Maaf ya kemarin tidak double up sesuai janji author, karna author sedang tidak enak badan.


Insyaallah akan Author ganti hari ini ya...


Miss U All


Karya author PRIA CACAT ITU SUAMIKU hadir dengan seasons kedua lho yang pastinya tak kalah seru dengan seasons pertama....


**Baca ya...


Klik profile author lalu pilih karya, temukan judul Pria Cacat Itu Suamiku di sana**...


Author akan menceritakan tentang si kembar Brayen dam Bryan...


Brayen yang menolak anak dalam kandungan kekasih yang sangat Ia cintai. Dan Bryan yang bersedia menjadi ayah dalam kandungan Vanka.


Setelah pernikahan Bryan dan Vanka terjadi, Brayen justru masih mengejar cinta Vanka.


Bagaimana perjuangannya mendapatkan Vanka kembali?


Dan Bagaimana Bryan mempertahankan pernikahannya?


Temukan jawabannya di sana ya...


Author tunggu suportnya di sana lhoh...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2