Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Meminta Maaf


__ADS_3

Setelah kedua putranya tidur, Farhan segera turun dari ranjang dengan pelan. Ia menciumi pipi Nathan dan Gama lalu menyelimutinya. Farhan berjalan ke kamarnya. Ia masuk ke dalam menghampiri Nesha yang sedang tidur miring di atas ranjangnya. Farhan merebahkan tubuhnya di belakang Nesha.


" Ada apa hm?" Tanya Farhan memeluk tubuh Nesha dari belakang.


" Kesel aja." Sahut Nesha.


" Kesel kenapa?" Farhan bertanya lagi sambil tangannya kemana mana.


" Kak Jordan membentak Nathan." Ucap Nesha membalikkan tubuhnya menghadap Farhan.


" Membentak? Kok bisa?" Tanya Farhan menyibak anak rambut Nesha.


" Nathan protes tidak mau adik cowok dari Sifa, Kak Jordan sudah membujuk dan menyakinkan Nathan untuk menerimanya tapi Nathan retep kukuh menolaknya." Jelas Nesha.


" Lalu Jordan emosi terus membentak Nathan." Tebak Farhan.


" Iya Mas, Aku tidak terima putraku di bentak olehnya, Hingga kami sempat beradu mulut tadi." Sahut Nesha.


" Jangan terlalu di pikirkan sayang, Sekarang istirahatlah karena nanti malam aku akan membuatmu begadang semalaman." Ucap Farhan penuh arti.


" Baiklah Mas apapun untukmu." Sahut Nesha memeluk Farhan.


Akhirnya keduanya memejamkan mata untuk tidur siang.


Farhan mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya yang ternyata hari sudah sore. Farhan turun dari ranjang menuju kamar putranya. Nathan dan Gama sedang bermain main di atas ranjangnya. Nathan sudah di beri pengertian jika bangun tidur Ia tidak boleh keluar kamar. Farhan takut kejadian dulu terulang lagi.


" Anak Papi udah pada bangun." Ucap Farhan menghampiri kedua putranya.


" Udah Pi, Pi Bang Athan sama Dek Gam mau mandi." Sahut Nathan.


" Baiklah sayang Papi siapkan air hangatnya dulu." Ujar Farhan.


Farhan menuju kamar mandi mengisi bath up dengan air hangat. Setelah terisi penuh, Farhan menghampiri kedua putranya.


" Ayo Abang sama Adek mandi dulu." Ujar Farhan.


Farhan memandikan kedua putranya dengan telaten. Setelah selesai Ia memakaikan baju keduanya.


" Yei udah rapi anak Papi." Ucap Farhan setelah selesai menyisir rambut Nathan dan Gama.


" Sekarang kalian bermain di depan aja ya, Papi mau masak dulu." Ucap Farhan menggendong Gama menuju dapur.


Farhan mendudukkan Gama ke babby walkernya, Sedangkan Nathan menungguinya. Farhan mulai meracik bahan makanan beserta bumbu bumbunya.


Nesha mengerjapkan matanya, Ia menoleh ke samping ranjang yang sudah kosong. Nesha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Nesha berjalan ke arah dapur berniat memasak makanan untuk makan malam.


" Lhoh kok kamu yang masak Mas? Sini biar aku aja." Ucap Nesha menghampiri Farhan yang sedang berkutat di dapur.


" Eh anak Mami udah pada ganteng, Mami kira malah belum pada bangun." Sambung Nesha menjajari kedua putranya.

__ADS_1


" Kamu temenin anak anak saja biar Mas yang masak Yank." Ujar Farhan.


" Iya Mas." Sahut Nesha.


Sekitar satu jam akhirnya Farhan selesai masak. Ia menata makanannya di meja makan.


" Ayo sayang kita makan." Ajak Farhan.


" Iya Pi." Sahut Nathan.


Setelah mencuci tangannya mereka semua makan dengan tenang. Mereka makan secara lesehan karena Nesha harus menyuapi Gama.


Sedangkan di tempat lain, Sifa dan Jordan sedang tiduran.


" Mas kira kira besok aku bisa membagi kasih sayangku kepada Nathan dan anak kita seperti Nesha nggak ya Mas?" Ujar Sifa.


" Ya harus bisa donk Yank, Bagaimanapun mereka adalah anak kita." Sahut Jordan.


" Aku tidak seperti Nesha Mas, Hati Nesha begitu lembut dan penuh kasih sayang, Tadi aja kamu ngebentak Nathan dia marah kan? Bahkan teleponku juga di reject." Ujar Sifa.


" Iya maaf ya Yank gara gara aku hubunganmu dan Nesha jadi memburuk." Ucap Jordan memainkan rambut Sifa.


" Nggak pa pa Mas tapi lain kali jangan di ulangi, Kita juga yang susah kalau sampai Nesha melarang kita menemui Nathan." Sahut Sifa.


" Aku tidak menyangka Nesha akan semarah itu, Ngeri juga ya kata katanya begitu tegas." Ucap Jordan bergidik ngeri.


" Semoga saja." Sahut Jordan.


Matahari menyingsing dadi bagian timur, Nesha sedang membantu Farhan bersiap. Saat ini Ia sedang memasangkan dasi Farhan. Setelah selesai Ia pindah ke kamar putranya untuk mengajak mereka sarapan.


Selesai sarapan Nesha dan kedu putranya mengantar Farhan sampai ke teras.


" Mas berangkat dulu." Ucap Farhan mencium kening Nesha.


" Hati hati Mas." Ujar Nesha mencium punggung tangan suaminya.


Farhan menciumi pipi Gama dan Nathan bergantian.


" Assalamu'alaikum sayang." Ucap Farhan.


" W'alaikumsallam Papi." Sahut Nesha.


Padahal beberapa hari lalu mereka sepakat mengubah panggilannya, Tapi karena belum terbiasa akhirnya panggilan kembali seperti semula.


Setelah mobil Farhan tidak terlihat, Nesha menuntun Nathan masuk ke dalam rumah kembali. Saat Nesha hendak menutup pintunya tiba tiba Jordan memanggilnya.


" Nesha." Panggil Jordan menghampirinya.


Nesha membuka kembali pintunya. Melihat Jordan Nathan segera menyembunyikan badannya di belakang Nesha.

__ADS_1


" Ada apa kamu kemari?" Tanya Nesha tanpa embel embel Kak membuat Jordan menghela nafasnya.


" Aku mau minta maaf padamu dan pada Nathan." Ujar Jordan.


" Pa pa pa pa." Celoteh Gama.


" Mau gendong Papa?" Jordan mengulurkan tangannya.


" Tidak perlu, Pergilah aku sudah memaafkanmu tapi aku belum bisa mengijinkanmu menemui Nathan, Kau lihat Nathan ketakutan melihatmu, Sekarang pergilah aku tidak mau Nathan semakin takut melihat keberadaanmu." Ujar Nesha menutup pintunya.


" Sifa benar jika sudah menyangkut anak anak kau akan buas seperti singa." Monolog Jordan di depan pintu.


Jordan segera berlalu dari sana kembali ke rumahnya. Nesha mengajak kedua putranya ke ruang bermain. Nathan mewarnai sambil belajar menulis. Sedangkan Gama bermain ala anak anak seusianya.


" Mi ini di warnai apa?" Tanya Nathan menunjuk gambar sawah. Nesha bingung menjawabnya, Kalau sawah warnanya apa ya? Pikir Nesha.


" Mi aku tambahin gambar tanaman biar warnanya hijau boleh nggak?" Tanya Nathan mengutarakan idenya.


" Boleh." Sahut Nesha.


Mereka bertiga asyik bermain main sambil belajar. Tiba tiba ponsel Nesha berdering tanda panggilan masuk. Ia menatap ID pemanggil yang tak lain adalah Sifa.


" Hallo." Sapa Nesha dingin setelah mengangkat panggilannya.


" Hallo Nes akhirnya kamu mau mengangkat panggilanku juga." Ujar Sifa di sebrang sana.


" Mau apa? Katakan saja." Ketus Nesha.


" Aku dan Mas Jordan mau minta maaf padamu dan Nathan Nes, Maafkan kami yang belum bisa menjadi orang tua yang baik." Ujar Sifa.


" Tenang saja aku sudah memaafkanmu, Tapi maaf aku belum bisa menghilangkan rasa takut Nathan saat bertemu dengan suamimu." Ujar Nesha. Hati Sifa mencelos mendengar Nesha menyebut Jordan dengan kata suamimu, Ini tandanya Nesha masih marah padanya.


" Maaf ya Nes, Ku mohon bujuklah Nathan agar tidak takut pada Mas Jordan, Sampaikan juga maafku padanya." Ujar Sifa.


" Nathan apa kamu mau ngomong sama Mama?" Tanya Nesha menatap Nathan.


Mata Sifa sudah berbinar berharap Nathan mau berbicara padanya.


" Ndak mau Mi, Athan mau mainan aja." Sahut Nathan membuat Sifa bersedih.


" Udah dulu Sif aku mau ngurus anak anak dulu." Tanpa menunggu jawaban Sifa, Nesha mematikan ponselnya.


**TBC....


Mami Nesha masih marah nih ya....


Jangan lupa like dan komentnya...


Makasih**.

__ADS_1


__ADS_2