
Setelah acara pertunangan kedua adiknya selesai, Nathan masuk ke dalam kamarnya menyusul Valen yang sudah ke kamar duluan.
Ceklek.....
Setelah pintunya terbuka Nathan mengerutkan keningnya.
" Kok gelap? Apa mati lampu ya? Atau Valen sudah tidur?" Monolog Nathan masuk ke dalam lalu mengunci pintunya.
Saat Nathan membalikkan badan alangkah terkejutnya Ia saat melihat Valen duduk di atas ranjang dengan posisi yang sangat menggoda di bawah cahaya lilin. Nathan berjalan menghampirinya. Ia kembali di kejutkan saat melihat Valen yang hanya memakai lingerie saja.
" Sayang kamu menggodaku? Ada acara apa sehingga kau membuat kejutan ini untukku?" Tanya Nathan mengukung tubuh Valen.
" Walaupun ini sudah terlambat tapi aku ucapkan selamat ulang tahun Mas, maaf aku baru menyadari kalau ternyata kalian semua lahir di tanggal yang sama." Ucap Valen mengalungkan tangannya ke leher Nathan. Nathan tersenyum manis kepada Valen.
Inget kan kalau anak anak Mami Nesha hari ulang tahunnya sama
" Apa yang kau doakan untuk suami tampanmu ini?" Tanya Nathan mengelus pipi Valen.
" Aku berdoa semoga suami tampanku ini panjang umur, sehat selalu, dan semakin mencintaiku dan anak anak kita nanti." Ujar Valen mengelus pipi Nathan.
" Aku akan mengabulkan harapanmu untuk selalu mencintaimu dan anak anak kita nanti, aku mencintaimu." Ucap Nathan mengecup bibir Valen.
" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Valen.
Nathan memajukan wajahnya membuat Valen memejamkan matanya. Nathan melum** lembut bibir Valen, Ia mengekspos setiap inchinya. Valen membalas ciuman Nathan dengan lembut juga. Suara decapan memenuhi ruang kamar mereka. Keduanya sama sama terbuai dengan sensasi panas dingin yang mereka ciptakan sendiri. Ciuman Nathan turun ke leher Valen, Ia menyesap leher Valen meninggalkan jejak kemerahan di sana.Tangan Nathan bergerilya ke area favoritnya membuat Valen mendes**.
" Masss." Desih Valen menjambak pelan rambut Nathan.
Entah siapa yang memulai kini keduanya sama sama polos. Nathan bermain main di puncak gunung membuat Valen menggelinjang seperti cacing kepanasan. Nathan benar benar menciptakan sensasi yang membuat keduanya mabuk kepayang. Tidak lupa Valen juga mengimbangi permainan Nathan. Ia memanjakan suaminya hingga membuat Nathan seolah terbang ke nirwana.
" Mas datang ya." Ucap Nathan dengan mata berkabut gair**.
" Hmm." Gumam Valen menganggukkan kepalanya.
Nathan memulai permainannya dengan penuh kelembutan. Ia tidak mau membuat janinnya terganggu karena kedatangannya. Suara erangan dan desa*** mengiringi permainan yang mereka mainkan di malam dingin ini. Keringat mengucur menambah semangat keduanya untuk sama sama mencapai puncak nirwana. Hampir dua jam lamanya permainan keduanya berlangsung. Setelah keduanya merasa lelah, Nathan mengakhiri permainannya.
" Makasih sayang." Ucap Nathan mencium kening Valen.
Nathan merebahkan tubuhnya di samping Valen. Ia membawa Valen ke dalam pelukannya.
" Apa dia baik baik saja? Apa kamu tidak merasakan sakit?" Tanya Nathan mengelus perut Valen.
" Jangan khawatir Mas, dia baik baik saja." Sahut Valen.
" Aku tidak menyangka di hari ulang tahunku aku bisa mendapatkan semua ini darimu, makasih sayang." Ujar Nathan menciumi kening Valen.
" Apapun untukmu Mas." Ucap Valen.
__ADS_1
" Sekarang tidurlah, aku akan memelukmu sampai pagi." Ucap Nathan mengeratkan pelukannya.
...****************...
Pagi hari selesai mandi Davian berjalan menuju ruang ganti. Ia harus bersiap pergi ke kantor karna ada rapat penting dengan petinggi perusahaan.
" Sayang pasangin dasinya donk." Ujar Davian memberikan dasi kepada Ria yang sedang membereskan tempat tidur mereka.
Rupanya semalam bukan hanya Nathan yang mendapat kejutan dari Valen, tapi Davian juga mendapat kejutan yang sama dari Ria hingga membuat tempat tidur mereka terlihat sangat berantakan.
" Iya Mas." Sahut Ria mengambil dasi dari tangan Davian. Lalu Ia mulai memasangnya di kerah Davian.
Davian menatap wajah cantik istrinya, tatapannya berhenti pada leher Ria yang penuh stempel kepemilikkan yang semalam di buatnya.
" Sayang lehermu tidak kamu tutupi dengan poundation?" Tanya Davian.
" Emang terlihat banget ya Mas?" Tanya Ria.
" Ya kalau di lihat dari dekat sih jelas banget, tapi tidak apa sih biar semua orang tahu kalau kamu sudah ada yang punya." Ujar Davian menangkup wajah Ria.
Keduanya saling tatap hingga...
Cup.....
Davian mengecup bibir Ria.
" Aku juga tidak tahu Yank, tapi tenanglah aku dan Tora akan segera menemukan orangnya." Sahut Davian.
" Aku mencurigai satu orang Mas." Ujar Ria tiba tiba.
" Siapa?" Tanya Davian.
" Temanmu." Sahut Ria.
" Temanku? Temanku yang mana?" Tanya Davian mengerutkan keningnya.
" Yang malam malam ke sini waktu itu, yang merencanakan pembunuhan kepada Mas Adrian." Ujar Ria.
" Kau mencurigai Reno?" Tanya Davian menatap Ria.
" Iya Mas entah mengapa aku mencurigainya." Sahut Ria duduk di tepi ranjang.
" Tapi Luci bilang kalau orang itu menginginkanmu kan, apa mungkin Reno menginginkanmu? Kalian kan tidak pernah bertemu." Ujar Davian.
" Kami pernah bertemu saat aku jalan di Mall bersama Luci waktu itu, aku merasa dia membuntuti kami, dan saat kami berpapasan dia menatapku dengan tatapan aneh Mas, bukannya aku gr atau gimana tapi aku merasa dia tertarik padaku." Ujar Ria.
" Hanya waktu itu saja? Setelah itu apa kalian sering bertemu?" Selidik Davian.
__ADS_1
" Em.... Em..." Gumam Ria menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kenapa? Katakan saja sayang, apa kalian sering bertemu?" Tanya Davian.
" Sebenarnya sejak saat itu Reno sering menghubungiku Mas....
" Apa? Dia sering menghubungimu tapi kamu tidak menceritakannya padaku." Pekik Davian memotong ucapan Ria.
" Dengarkan aku dulu Mas, jangan main asal potong aja." Ujar Ria.
" Ah iya baiklah sayang, sekarang katakan aku akan mendengarkannya." Sahut Davian.
" Setelah itu dia sering menghubungiku, tapi aku tidak pernah menanggapinya, aku hanya mendiamkannya saja, awalnya mau langsung aku blok saat itu juga, tapi tidak jadi karna aku ingin tahu apa sebenarnya maunya dia." Ujar Ria.
" Terus sekarang?" Tanya Davian.
" Aku sudah blok nomer dia." Sahut Ria.
" Kenapa kamu blok? Apa kamu sudah tahu apa yang dia mau sebenarnya? " Tanya Davian.
" Dia mengajakku kencan dan menjalin hubungan di belakangmu." Lirih Ria.
" Apa?" Pekik Davian.
Davian mengepalkan erat tangannya menahan emosinya.
" Aku akan memberinya pelajaran karna sudah berani mengganggumu." Ucap Davian geram.
" Maafkan aku Mas yang sudah menyembunyikan semua ini darimu." Ujar Ria.
" Tidak masalah sayang, aku akan menyelidikinya lebih lanjut lagi." Sahut Davian.
" Kalau sampai benar dia dalang di balik semua ini, aku tidak akan melepaskannya." Sambung Davian.
" Semoga kita selalu bisa bersama Mas, aku tidak mau berpisah darimu." Ucap Ria memeluk Davian.
" Iya sayang, aku juga tidak mau berpisah darimu, aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Sahut Davian.
Jangan lupa like dan komentnya.....
Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author....
Bab selanjutnya pernikahan Gama dan Cia ya...
Miss U All..
TBC.......
__ADS_1