
Pagi ini adalah weekend, Saatnya Nathan bersantai ria. Setelah mandi Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang bersandar pada headboard sambil memainkan kalung berinisial VA yang Ia temukan di Bandara.
" Aku sudah mencarimu tapi aku tidak bisa menemukanmu bahkan sekarang aku lupa bagaimana wajahmu, Sekarang aku merasa nyaman dengan kedekatanku bersama Kavia, Dia gadis yang malang yang patut aku lindungi, Aku rasa aku mulai mencintainya, Aku ingin dia selalu bersamaku, Aku tidak ingin kehilangan dia walau hanya sesaat, Aku akan mencoba mengungkapkan perasaanku padanya, Aku akan menerimanya menjadi penggantimu, Aku akan mengukir namanya di hatiku, Maafkan aku yang menyerah dengan pencarianku, Kavia entah mengapa aku selalu memikirkanmu, Bersiaplah aku akan melamarmu dan menjadikan kamu sebagai istriku, Kita akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita, Ya aku akan melamar Kavia, Umurku sudah tidak muda lagi bukan? Sudah saatnya aku memikirkan membina rumah tangga, Tapi sebelum itu aku harus membuatnya seperti apa yang Mami inginkan supaya Mami bisa menerimanya dan memberikan restunya pada hubungan baru kami." Monolog Nathan menatap liontin kalung itu.
Tok tok tok
Pintu di ketuk dari luar. Nathan segera menyimpan kalung itu di bawah bantalnya.
" Masuk." Ucap Nathan dari dalam.
Ceklek....
Gama menyembulkan kepalanya.
" Abang." Panggil Gama.
" Ya ada apa? Sini." Ujar Nathan.
Gama berjalan masuk menghampiri Nathan. Ia duduk di tepi ranjang.
" Bang sebenarnya siapa Kavia bagi Abang?" Tanya Gama.
" Emang kenapa? Dia teman Abang." Sahut Nathan.
" Aku menyukainya Bang." Ucap Gama jujur.
Deg....
Gama menyukainya? Ah mungkin suka sebagai teman atau kakak iparnya mungkin. Pikir Nathan.
" Aku akan menikahinya Bang."
Jeduarrrrrrrr
Ucapan Gama bagai sambaran petir di siang hari bagi Nathan. Nathan menatap ke arah Gama dengan tatapan tidak percaya.
" Menikahinya? Apa Abang tidak salah dengar?" Tanya Nathan memastikan.
" Iya Bang, Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama." Sahut Gama.
" Tapi kamu belum mengenalnya Gama, Kamu belum tahu latar belakangnya." Ujar Nathan.
" Apapun itu Abang aku akan tetap melamarnya, Aku mencintainya dan aku takut akan kehilangannya." Ucap Gama.
" Melamar? Menikahinya? Kenapa harus sekarang di saat aku ingin melamarnya juga? Kenapa harus Gama yang menjadi sainganku? Apa yang harus aku lakukan Tuhan? Apakah aku harus merelakan Kavia kepada Adikku? Ataukah aku harus mengatakan kepada Gama jika aku juga ingin menikahinya? Tidak tidak, Itu tidak mungkin, Aku tidak mungkin membuat Adik tersayangku kecewa, Mami pasti akan sangat tersakiti melihat aku menyakiti Gama, Aku tidak mau sampai itu terjadi, Lalu bagaimana bisa aku melihat wanita yang aku sukai menikah dengan adikku sendiri? Nathan mikir Nathan.... Berpikirlah jalan mana yang akan kamu tempuh agar tidak menyakiti orang lain, Ayolah Nathan berpikirlah..." Ujar Nathan dalam hati.
" Abang." Panggil Gama menepuk pundak Nathan membuat Nathan tersadar dari lamunannya.
" Kenapa Abang melamun?" Tanya Gama.
" Ah tidak siapa yang melamun? Abang hanya mendengarkan kamu bicara saja." Kilah Nathan.
__ADS_1
" Apa Abang keberatan jika aku melamar Kavia?" Tanya Gama.
Nathan tidak bisa berkata apa apa.
" Apa Abang menyukai Kavia? Kalau Abang menyukainya maka aku akan mundur Bang, Aku tidak mungkin menang jika harus bersaing dengan Abang." Ucap Gama. Nathan menatap ke arah Gama.
" Bukan begitu Dek, Abang cuma heran aja kenapa kamu menyukai Kavia dalam waktu sesingkat ini? Bukankah baru semalam kamu bertemu dengannya? Lalu kenapa bisa kamu langsung ingin menikahinya." Ujar Nathan.
" Sebenarnya aku sudah sering melihat Kavia Bang, Dan entah mengapa sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah terpikat dengannya." Ucap Gama.
" Apa maksudmu?" Selidik Nathan.
" Abang ingat kalau aku pernah menabrak seseorang saat aku ke kantor Abang?" Tanya Gama. Nathan mengingat ingatnya.
Ya Gama pernah bercerita padanya jika Ia menabrak seorang gadis cantik.
" Apa itu Kavia orangnya?" Tanya Nathan.
" Iya Bang." Sahut Gama.
" Lalu setelah itu kamu selalu menjadi penguntitnya?" Tanya Nathan lagi.
" He he iya Bang." Sahut Gama cengengesan.
" Lalu kenapa semalam kamu bersikap seolah olah kamu tidak mengenalnya?" Tanya Nathan.
" Ya biar kesannya gimana gitu Bang, Tidak mungkin kan aku langsung berteriak kegirangan di depannya, Lagian aku sering lihat kalian kencan, Jadi aku pikir kalian pacaran makanya selama ini aku hanya menjadi penguntit rahasianya saja, Aku tidak mau menyakiti Abang dengan menikungnya." Terang Gama.
" Ya Tuhan ternyata Gama sudah lama menyukai Kavia, Aku harus benar benar melupakan perasaanku dan memberikan kesempatan untuk adikku bahagia." Batin Nathan.
" Abang sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Gama.
" Ah tidak." Sahut Nathan.
" Aku ingin memastikan sesuatu dulu Abang, Jawablah pertanyaanku dengan jujur." Ucap Gama.
" Apa itu?" Tanya Nathan.
" Apa Abang benar benar tidak memiliki perasaan apa apa dengan Kavia?" Tanya Gama menatap Nathan dengan tatapan menyelidik.
Nathan menjadi gugup di tatap seperti itu. Ia menghela nafasnya dalam dalam.
" Tidak Gama, Abang tidak mempunyai perasaan apa apa kepadanya, Abang hanya menganggapnya sebagai teman saja." Sahut Nathan.
" Baiklah Bang mulai besok aku mau pdkt dulu sama Kavia, Jadi aku akan sering sering main ke kantor Abang." Ujar Gama.
" Siap... Kantor Abang selalu terbuka untukmu." Sahut Nathan.
" Abang, Maukah Abang membantuku supaya aku dekat dengan Kavia?" Tanya Gama.
Deg...
__ADS_1
Mendekatkan mereka? Ya ini saatnya Nathan menguji perasaannya. Apakah yang Ia rasakan benar benar cinta atau hanya perasaan ingin melindunginya saja. Pikir Nathan.
" Abang kan temannya, Buat Kavia menerima perasaanku Bang." Sambung Gama.
" Abang akan membantumu sayang." Ucap Nathan.
" Janji ya Bang, Berjanjilah jika Abang akan membuat Kavia menjadi istriku." Ujar Gama.
" Abang berjanji padamu." Sahut Nathan.
" Makasih Bang." Ucap Gama memeluk Nathan.
" Sama sama apapun akan Abang lakukan untukmu." Sahut Nathan. Gama melepas pelukannya.
" Aku pergi dulu Bang." Ucap Gama.
" Baiklah hati hati." Sahut Nathan.
Nathan menatap kepergian Gama dengan perasaan yang entah dia sendiri tidak tahu.
" Abang berjanji akan melakukan apapun asal membuat kamu bahagia, Seperti Mami yang rela melakukan apapun demi Abang." Monolog Nathan.
Nathan mengambil kalung itu lagi. Ia mengelue liontin yang ada di kalung itu.
" Semoga kau menjadi jodohku, Dan semoga kita di pertemukan lagi." Ujar Nathan.
" Bang Mami masuk ya." Suara teriakan Mami Nesha dari luar. Nathan menyembunyikan kalung itu lagi.
" Iya Mi." Sahut Nathan.
Ceklek....
Mami Nesha masuk ke dalam menghampiri Nathan.
" Sayang ada yang ingin Mami bicarakan padamu." Ucap Mami Nesha.
" Apa itu Mami, Katakan saja." Sahut Nathan.
" Maafkan Mami yang terlambat membicarakan hal ini padamu, Mami pikir sekarang saatnya kamu mengetahuinya." Ucap Mami Nesha.
" Apa itu Mami?" Tanya Nathan.
Hayooo kira kira apa yang akan Mami Nesha katakan ya?????
Tunggu di bab berikutnya ya....
TBC.....
*Jangan lupa like dan komentnya...
Makasih untuk para readers yang udah selalu suport author...
__ADS_1
Miss U Al*....