Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Im So Happy


__ADS_3

Farhan menghubungi kedua orang tuanya yang berada di luar Negri. Jordan dan Sifa sudah pulang karena tadi Mbak Nadia memberi tahu kalau Nathan nangis terus. Sepertinya Ia ketakutan. Farhan duduk termenung di kursi tunggu, Tiba tiba Ia ingin melihat rekaman kejadian yang terekam cctv lewat ponselnya. Farhan memutar rekaman sekitar lima belas menit sebelum Ia di telepon Mbak Nadia. Nampaklah Nathan yang sedang menendang bola hingga menggelinding ke bawah, Dan Nesha mengejar Nathan hingga kejadian jatuhnya Nesha.


" Nathan." Gumam Farhan mengepalkan tangannya. Ia mengingat ucapan mantan istinya dulu.


"*Aku tidak mau mengurus anak ini, Aku akan membawanya ke panti asuhan." Ucap Vera.


" Kau benar benar tidak punya hati Vera, Bagaimana bisa kau tidak mau mengurus anakmu sendiri?" Tanya Farhan.


" Aku tidak peduli aku akan tetap menitipkannya di panti." Kukuh Vera.


" Biarkan aku yang merawat dan mengurusnya sendiri tanpa bantuanmu." Ucap Farhan.


" Suatu saat nanti kau akan menyesal Farhan karena kau telah membesarkannya." Ucap Vera meninggalkan Farhan*.


" Apa ini yang kau maksud Vera???? Semua ini terjadi karena Nathan." Gumam Farhan.


" Tidak.... Aku tidak boleh menyalahkan Nathan, Pasti Nesha akan marah.... Ya Allah teguhkanlah hatiku agar aku tidak membenci putraku sendiri, Lindungi anak dan istriku, Selamatkanlah mereka ya Allah." Ujar Farhan terus berdoa untuk keselamatan keduanya.


Di dalam rumah Jordan, Sifa sedang menidurkan Nathan di kamarnya. Ia berbaring di sebelah Nathan sambil mengusap usap kepala Nathan. Jordan menghampirinya, Ia duduk di tepi ranjang memunggungi Sifa.


" Yank... " Panggil Jordan.


" Iya Mas." Sahut Sifa membalikkan badannya. Saat ini Nathan sudah memejamkan matanya.


" Aku yakin saat ini Farhan sudah melihat rekaman cctv itu, Bagaimana kalau Farhan menyalahkan Nathan? Bagaimana jika dia membenci Nathan? Aku yakin pasti dia berpikir kalau Nathanlah penyebab Nesha jatuh." Ujar Jordan.


" Aku rasa tidak mungkin lah Mas, Nathan itu putranya, Dia yang merawat Nathan sejak bayi, Dia ayah kandungnya di sini Mas." Jelas Sifa.


" Bagaimanapun mereka tidak mempunyai ikatan darah sayang, Aku takut kalau terjadi sesuatu pada Nesha dan anaknya pasti Farhan akan membenci Nathan, Aku takut Yank, Nathan pasti akan sedih jika kehilangan Papi dan Maminya, Apalagi kehilangan adek yang selama ini dia nantikan sayang, Aku tidak mau Nathan kecewa karena semua itu akan menghambat kembang tumbuhnya." Ucap Jordan mengeluhkan kekhawatirannya.


" Massss... Kak Farhan itu orang yang baik, Dia tidak akan menyalahkan Nathan apalagi membenci Nathan, Kasih sayangnya pada Nathan begitu tulus dan tidak akan pernah berhenti, Percayalah padaku." Ucap Sifa menangkup wajah Jordan.


" Baiklah sayang aku percaya padamu, Kita berdoa untuk keselamatan Nesha dan anaknya ya." Ujar Jordan.


" Baik Mas." Sahut Sifa.


Di rumah sakit Farhan masih setia menunggu di depan ruangan. Oprasi kali ini berjalan cukup lama, Hingga hampir tiga jam Dokter belum keluar dari ruangan. Farhan duduk menunggu sambil terus berdoa berdoa dan berdoa mengharap keajaiban Tuhan. Ia menundukkan kepalanya.


" Farhan..." Ucap Papa dan Mama bersamaan sambil menghampiri Farhan.


" Pa...Ma..." Ucap Farhan memeluk orang tuanya.


" Sabar sayang, Menantu dan cucu Mama pasti bisa terselamatkan." Ujar Mama.


" Amien Ma." Sahut Farhan.


" Apa kau sudah makan?" Tanya Mama. Farhan menggelengkan kepalanya.


" Makanlah dulu, Kamu juga harus jaga kesehatan demi Nesha, Jangan sampai kamu sakit nanti siapa yang akan menjaga Nesha Han." Sahut Papa.


" Farhan tidak lapar Pa, Nanti kalau lapar Farhan akan makan." Ujar Farhan.


" Baiklah terserah kau saja." Sahut Mama.


" Dimana Nathan?" Tanya Mama mencoba mengalihkan perhatian Farhan.

__ADS_1


" Di rumah Sifa." Sahut Farhan.


" Oh." Gumam Mama.


Tak selang berapa lama Dokter keluar dari ruangan bersama seorang suster yang menggendong bayi laki laki menghampiri Farhan.


" Selamat Tuan Farhan kami berhasil menyelamatkan istri dan putra anda." Ujar Dokter.


" Pu... Putraku???" Tanya Farhan memastikan.


" Iya Pak... Alhamdulillah Allah telah menyelamatkan keduanya." Sahut Suster.


" Alhamdulillah Ya Allah." Ucap Farhan bersujud syukur atas keajaiban yang Tuhan berikan padanya.


" Alhamdulillah Pa." Ujar Mama.


" Iya Ma, Papa turut bahagia." Sahut Papa.


" Pak silahkan di adzani dulu putranya sebelum saya pindah ke ruang inkubasi." Ucap Suster.


Farhan menggendong putranya lalu mengadzaninya dengan tangis haru, Farhan menciumi pipi bayi mungil yang masih memejamkan matanya.


" Kenapa tadi kami tidak mendengarnya menangis suster?" Tanya Mama.


" Kondisinya belum stabil Nyonya, Dia masih butuh perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya." Jelas Dokter.


" Mari saya permisi dulu Pak Bu, saya harus menghangatkan Babynya ke dalam inkubator." Ucap Suster menggendong bayi Farhan kembali.


" Silahkan sus." Sahut Mama.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Farhan menghampiri Dokter.


" Kami sudah berusaha sebaik mungkin Pak, Tapi sepertinya Nona Vanesha mengalami Koma." Jelas Dokter.


" Ko... Koma?" Tanya Farhan.


" Iya Pak, Menurut hasil pemeriksaan Nona Vanesha mengalami koma pasca oprasi, Biasanya pasien akan lebih cepat sadar dari koma biasanya, Dan semoga Nona Vanesha akan sadar dalam beberapa hari saja." Ujar Dokter.


" Lakukan yang terbaik untuk istri dan anakku Dok." Ucap Farhan.


" Kami akan berusaha semaksimal mungkin Pak, Kalau begitu saya permisi." Ucap Dokter.


" Silahkan Dok." Sahut Papa.


Farhan duduk di kursi kembali, Ia menyugar kasar rambutnya, Setelah keduanya selamat kenapa justru istrinya koma? Bagaimana jika Nesha tidak segera sadar? Siapa yang akan mengurus bayinya? Pikiran Farhan bercabang kemana mana.


" Cobaan apalagi yang kau berikan padaku Ya Allah, Mudahkanlah jalanku.. Semoga aku bisa melaluinya." Gumam Farhan.


" Sabar Han... Kamu harusnya masih bersyukur Nak, Setidaknya Allah telah mengabulkan doamu dengan menyelamatkan mereka berdua, Jika soal kondisi Nesha yang koma, Kamu hanya menunggu waktu Nesha sadar sayang, Mama yakin tidak akan lama lagi, Selalu ajak dia berinteraksi supaya dia terangsang untuk bangun dari alam bawah sadarnya sayang... Pasrahkan semuanya pada Tuhan. " Ujar Mama.


" Iya Ma." Sahut Farhan.


" Sayang doakan supaya Mami baik baik saja, Papi menyayangimu sayang..." Gumam Farhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dua hari berlalu Nesha masih setia menutup matanya, Farhan menyulap ruang rawat ini menjadi seperti kamar hotel berbintang lima. Kondisi bayinya kini sudah membaik, Ia sudah seperti bayi normal pada umumnya. Suara tangisannya sangat merdu jika menggema di ruangan Nesha. Farhan menjadikan satu babynya dengan Nesha dalam satu ruangan.


Farhan menggendong babynya menghampiri Nesha.


" Sayang... Lihatlah putra kita dia membutuhkanmu sayang, Dia mau minum asimu, Bangunlah kasihan dia sayang..." Ucap Farhan.


oek....oek...oek....


Entah kenapa Baby Farhan tiba tiba menangis, Mungkin Ia menginginkan Maminya bangun. Tangisan Baby Farhan tidak berhenti bahkan menggema di seluruh ruangan. Tanpa Farhan duga Nesha mengerjapkan matanya, Farhan segera menghampirinya.


" Sayang kamu sudah sadar?" Tanya Farhan dengan mata berbinar. Ia menciumi pipi, Kening Nesha.


Oek...oek....


" Masss." Lirih Nesha.


" Iya sayang ini Babby kita, Lihat dia tampan sepertiku." Ucap Farhan sambil menangis haru.


" Mas... Taruh sini." Ucap Nesha lirih sambil menepuk lengannya.


Farhan meletakkan Babbynya ke lengan Nesha sebagai bantalan. Nesha menatap wajah mungil putranya dengan senyum terkembang pada sudut bibirnya dan air mata kebahagiaan membasahi pipinya. Sang Babby pun langsung terdiam dari tangisnya.


" Mas panggil Dokter dulu ya untuk memeriksamu." Ucap Farhan mencium kening Nesha. Nesha menganggukkan kepalanya.


Tak lama Farhan kembali bersama Dokter. Dokter memeriksa bagian vital Nesha yang ternyata semua normal.


" Tidak ada yang perlu di khawatirkan Pak semuanya Normal, Tinggal nunggu luka bekas jahitan cesarnya kering." Ujar Dokter


" Terima kasih Dok." Sahut Farhan.


Dokter kembali meninggalkan mereka. Nesha terlihat sangat bahagia menatap wajah tampan Babbynya.


" Maaf Mas aku belum bisa jadi istri yang sempurna." Ucap Nesha tiba tiba.


" Kau sangat sempurna sayang, Kau tidak memiliki kekurangan apapun, Kenapa kau berpikir seperti itu hmm?" Tanya Farhan.


" Aku masih banyak kekurangannya Mas, Aku belum bisa menikmati rasanya melahirkan secara normal." Seloroh Nesha.


" Astaga sayang.... Jadi itu yang kamu pikirkan, Tidak apa sayang yang penting kamu dan Babby selamat, Besok yang kedua insyaallah normal ya." Ujar Farhan.


" Dimana Nathan Mas?" Tanya Nesha.


" Dia ada di rumah sama Sifa, Sekarang kamu istirahat saja jangan mikirin lainnya dulu ya, Mas menyayangimu sayang." Ujar Farhan mencium kening Nesha.


" Terima kasih sudah menyempurnakan diriku sebagai seorang Ayah yang sesungguhnya, Terima kasih sudah menjadi wanita hebat untukku dan anak anakku sayang, Segera pulih supaya kita bisa berkumpul lagi di rumah." Sambung Farhan.


" Sama sama Mas, Terima kasih sudah menjadi penyemangat diriku untuk kembali bersama kalian lagi.. Makasih Mas." Ucap Nesha.


***TBC.....


Roman romannya bau bau end nih... Rencana end akhir bulan ya....


Sebelum end author lanjutin dengan cerita sifa dan jordan dulu ya, Kasih konflik dulu baru beberapa bab bahagia....


Terima kasih atas suport yang readers berikan kepada author yang masih banyak kekurangannya ini... Jangan lupa like koment dan votenya...

__ADS_1


Miss U All***


__ADS_2