Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Pulang Kampung


__ADS_3

Hari ini Nesha, Farhan, Sifa dan Nathan sudah bersiap duduk di mobilnya untuk pulang ke kampung halaman Nesha. Farhan melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Nathan nampak riang dan berceloteh senang di pangkuan Nesha. Jarak antara kota J dan kampung Nesha hanya memakan waktu tiga jam saja. Setelah melewati perbatasan akhirnya mereka sampai di kampung halaman Nesha dan Sifa. Farhan menghentikan mobilnya di depan pekarangan sebuah rumah yang lumayan megah. Ternyata Nesha terlahir dari keluarga yang berada. Ayahnya dulu seorang kontraktor besar sebuah perusahaan. Sedangkan ibunya mewarisi usaha keluarga yaitu kompeksi yang lumayan besar. Para pegawainya total ada dua puluh orang. Nesha bahkan membangun sebuah butik yang menjual hasil jahitan sendiri. Makanya tak ayal jika Nesha punya rumah dan mobil sendiri si kota. Tapi karna cita citanya yang ingin kuliah jurusan bisnis management maka Nesha melamar kerja di Bank milik Farhan. Ya itung itung sambil belajar cari pengalaman. Karna ada pepatah yang mengatakan "Eksperience Is the Best Teacher" Yang artinya pengalaman adalah guru terbaik.


Nesha segera turun dari mobil sambil menggendong Nathan. Nesha berjalan berdampingan dengan Farhan menuju rumah. Mama Ranti menyambut mereka di depan teras.


" Assalamu'alaikum Ma." Sapa Nesha.


" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Mama Ranti.


Mereka berempat saling bergantian menyalami tangan Mama Ranti dengan takzim.


" Mari masuk, Cucu nenek ayo gendong." Ucap Mama Ranti. Nathan mengulurkan tangannya ke arah Mama Ranti, Mama Ranti segera menggendongnya.


" Duh udah berat banget nih cucu nenek, Makan apa si?" Ujar Mama Ranti sambil menciumi pipi Nathan.


" Matan nasi Oma." Sahut Nathan.


" Wah udah pandai berbicara ternyata." Ujar Mama Ranti.


Semuanya duduk di sofa ruang tamu mengobrol dengan Mama Ranti.


" Nes... Bikinin kopi donk buat Nak Farhan." Ujar Mama Ranti.


" Ah iya Ma, Bentar ya Mas." Ucap Nesha.


Nesha membuat minuman untuk semua orang termasuk Sifa, Padahal rumah Sifa tidak jauh dari sana tapi kalau pulang sukanya ke rumah Nesha. Kadang orang tuanya sampai geleng geleng kepala. Nesha keluar dari dapur dengan nampan di tangannya.


" Di minum Mas." Ucap Nesha menyajikan minumannya di atas meja.


" Makasih Yank." Ucap Farhan.


" Makasih Beb." Ucap Sifa.


" Makacih Mi." Nathan ikut ikutan berterima kasih kepada Nesha.


" Jangan berterima kasih Ma." Ucap Nesha melihat Mamanya yang hendak membuka mulutnya.


" He.. Iya Nes." Sahut Mama Ranti.


" Sayang ayo keliling sama Mami, Mami mau tunjukan hamparan sawah yang luas di sana." Ucap Nesha.


" Ayo Mi." Nathan turun dari pangkuan neneknya menghampiri Nesha.


" Aku ikut..." Ucap Sifa.

__ADS_1


" Sif lo nggak pulang? Rumah lo deket pulang dulu gih gak kangen apa sama Bonyok." Ujar Nesha.


" Gimana kalau Nathan ikut Mama ke rumah nenek Sari aja?" Tanya Sifa menatap Nathan.


" Nenek cali?" Tanya Nathan polos.


" Iya nenek Nathan juga." Jawab Sifa.


" Mau nggak?" Tanya Sifa.


" Mau Ma." Sahut Nathan.


" Ya udah ayo gendong Mama, Biar Mami sama Papi istirahat si sini." Ujar Sifa.


" Pengertian lo Beb, Ya udah titip Nathan ya, Hati hati salam buat Tante Sari." Ucap Nesha.


" Yoi." Sifa menggendong Nathan berjalan menuju rumahnya.


" Ayo Mas istirahat di kamar." Ajak Nesha.


" Ma Farhan istirahat dulu ya." Pamit Farhan.


" Iya silahkan." Sahut Mama Ranti.


Ceklek...


Nesha membuka kamarnya, Kamar yang lumayan luas untuk ukuran kamar di kampung, Nesha masuk kedalam. Farhan mengedarkan pandangannya menatap kamar rapi Nesha yang entah sudah berapa lama tidak di huni. Ia berjalan menuju almari buku milik Nesha. Sampai matanya melihat foto dua orang yang sedang berangkulan, Mereka tampak bahagia tersenyum ke arah kamera.


Deg.... Jantung Farhan bergemuruh mengetahui Nesha masih menyimpan foto mantan pacarnya. Nesha menghampiri Farhan yang sedang mematung di depan almari bukunya.


" Mas apa ada yang membuatmu tertarik hingga kau betah berdiri di sini?" Tanya Nesha. Sedangkan Farhan tidak bergeming.


" Masss." Nesha menyentuh lengan Farhan.


" Mas kok diem aja sih, Katakan ada apa?" Tanya Nesha yang masih belum menyadari kekesalan Farhan. Nesha berdiri di hadapan Farhan menatap matanya.


" Mas ada apa? Kau kesambet?" Nesha menggerak gerakkan tangannya di depan wajah Farhan. Farhan menatap ke arahnya.


" Apa kamu begitu mencintai mantan kekasihmu itu Yank?" Tanya Farhan. Kening Nesha mengkerut, Ia tidak paham dengan apa yang Farhan katakan.


" Apa maksudmu Mas? Katakan yang jelas jangan diem aja kaya' anak kecil, Kamu sudah tua jadi sudah bisa mengambil sikap." Ucap Nesha.


" Apa kamu pernah menemukan fotoku bersama mantan istriku, Atau mantan pacarku di rumahku?" Tanya Farhan.

__ADS_1


" Tidak...Atau mungkin belum." Jawab Nesha.


" Kamu tidak akan pernah menemukannya karna memang aku tidak menyimpannya." Ucap Farhan.


" Kamu tidak menyimpan fotonya tapi kalau kamu menyimpan namanya di dalam hati sama aja bohong Mas." Sahut Nesha.


" Fotonya saja aku tidak menyimpannya, Apalagi namanya." Ujar Farhan.


" Lalu?" Tanya Nesha menatap Farhan.


Farhan membalikkan badan Nesha.


" Kau lihat foto itu?" Farhan menunjuk bingkai foto yang ada di meja belajar Nesha. Tatapan Nesha mengikuti ke arah yang di tunjuk Farhan. Bola matanya membulat, Mulutnya menganga melihat foto dirinya dan Rendi semasa SMA. Nesha segera mengambil bingkai itu, Lalu mengambil fotonya.


" Maaf Mas aku tidak tahu, Lagian semenjak lulus aku langsung pergi ke kota, Jadi aku nggak sempet buang." Jelas Nesha menyobek foto itu menjadi potongan kecil kecil.


" Gitu aja ngambek nggak mau bilang." Sambung Nesha.


" Ya kesel aja kali Yank... Suami mana yang rela melihat istrinya masih menyimpan foto pria lain." Cebik Farhan sambil merebahkan diri ke ranjang. Nesha menghampirinya.


" Kan sudah aku bilang Mas aku belum sempet beberes nih kamar, Lagian Mama pasti nggak pernah masuk ke sini." Sahut Nesha.


" Baiklah sayang lupakan saja, Sekarang tidurlah mumpung Nathan ada yang momong." Ucap Farhan memeluk Nesha.


" Oh ya Yank... Kenapa kamu tidak cerita kalau selama ini kamu berasal dari keluarga yang berada sih." Ujar Farhan.


" Buat apa Mas... Semua ini hanya titipan saja.. Tidak akan kekal bukan?" Sahut Nesha.


" Iya juga sih... Yaudah bobok yuk." Ucap Farhan. Keduanya terlelap bersama.


Sedangkan di rumah Sifa, Nathan baru saja tidur siang. Sifa mengaktifkan nomer yang kemarin sempat Ia non aktifkan. Banyak notif pesan dan panggilan tak terjawab dari Jordan. Ia membaca satu persatu pesan yang Jordan kirimkan kepadanya. Intinya Jordan menanyakan kemana perginya Sifa, Kenapa semalam nggak pulang? Padahal Jordan nungguin di depan rumah sampai pagi, Ada lagi pesan yang mengatakan Sifa hanya salah paham, Jordan ngajak ketemuan hingga pesan terakhir membuat Sifa geli sendiri.


📲Om Jordan


Sifa Love U Full ❤❤❤❤❤❤😘😘😘😍😍😗😙😙🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Dasar Jordan kampret... Ngapain coba kirim spam banyak banget gitu... Hah aku belum bisa mempercayaimu Om sorry, Yang jelas aku senang karna aku di panggil Mama tanpa harus menikah denganmu.... Ahhhh senangnya nggak jadi nikah sama Om Om... Single... Im Coming.." Monolog Sifa.


Sifa segera berbaring di sebelah Nathan. Ia ikut memejamkan matanya. Ia berharap tidak akan berurusan dengan yang namanya Jordan lagi.


TBC.....


Jangan lupa like di setiap babnya ya...

__ADS_1


Terima kasih atas suport yang readers berikan kepada author...Miss U All


__ADS_2