Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Ultah Gama dan Nathan


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat hingga kini usia Gama genap satu tahun dan Nathan berumur Lima tahun. Hari ini Nesha dan Farhan bersama kedua putranya mengunjungi panti asuhan Fatika Rahma. Seperti biasa mereka akan merayakan ulang tahun putranya bersama anak anak panti sambil membagikan beberapa perlengkapan sekolah dan kebutuhan untuk mereka semua.


Gama sudah mulai berjalan walau masih tertatih. Nathan selalu setia mengikutinya dari belakang. Seperti saat ini mereka baru turun dari mobil. Gama berjalan sendiri melewati halaman panti di ikuti Nathan, Farhan dan Nesha di belakangnya. Tiba tiba...


Brughhhh


Gama terjatuh ke tanah yang di tumbuhi rumput jepang di atasnya.


" Dek Gam." Pekik Nathan membantu Gama berdiri.


" Jangan nangis anak laki laki nggak boleh cengeng." Ucap Nathan menepuk pelan lutut Gama membersihkannya dari kotoran yang menempel.


" Sini Bang Athan gandeng aja." Ujar Nathan.


" Ndak au." Sahut Gama yang mulai bisa bicara sambil menggelengkan kepalanya. (Kalau orang jawa jawabnya " Moh")


" Baiklah tapi hati hati, Bang Athan jagain di belakang ya." Ujar Nathan di jawab anggukan kepala oleh Gama.


Interaksi keduanya di perhatikan Farhan dan Nesha di belakang mereka. Farhan dan Nesha saling pandang dan saling melempar senyum.


" Kamu lihat sayang Nathan begitu menyayangi Gama, Dia sudah pintar momong lho." Ucap Farhan.


" Lalu? Apa maksud ucapanmu Mas?" Tanya Nesha menatap Farhan.


" Kita buat Adik untuk mereka berdua mumpung aku masih muda sayang, Nanti kalau aku udah tua aku tidak bisa mengurus mereka." Farhan mengutarakan kemauannya.


" Mas.... Kita udah berusaha bukan? Bahkan hampir tiap malam kamu melakukannya." Sahut Nesha.


" Ya kalau tidak ada gangguan, Kalau ada bahkan sampai satu minggu aku puasa." Ucap Farhan membuat Nesha menggelengkan kepalanya.


" Kalau keseringan juga nggak bagus Mas, Nggak akan jadi." Ujar Nesha.


" Iya." Sahut Farhan singkat.


" Bersabarlah lagian baru usaha beberapa bulan juga, Jika Allah sudah berkehendak pasti kita akan mendapatkannya Mas, Lagian Gama masih sangat kecil Mas, Dia masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kita berdua." Sahut Nesha.


" Iya sayang.... Maaf jika Mas memaksakan kehendak Mas,as udah nggak sabar pengin lihat kamu hamil lagi." Ucap Farhan.


" Sekarang bilangnya gitu, Dulu saat aku hamil Gama kamu banding bandingin aku sama mantan istri kamu." Cebik Nesha.


" Ya maaf, Jangan bahas masa lalu Mas nggak mau kita bertengkar cuma gara gara hal nggak penting, Yang jelas alasan Mas karena umur Mas yang semakin tua." Ucap Farhan.


" Jangan khawatir walaupun kamu sudah tua tapi masih kelihatan muda kok, Aku juga masih tetap mencintaimu." Ujar Nesha.


" Ah kamu ini... Aku hampir tiga tiga tahun kamu masih dua tiga tahun, Umur kita terpaut jauh sayang, Aku udah terlihat seperti bapak bapak kamunya masih mbak mbak." Cebik Farhan.


" Salah sendiri udah tua nikah sama abg." Ejek Nesha meninggalkan Farhan mengejar kedua putranya yang sudah masuk ke dalam. Farhan segera berlari menyusulnya.


" Assalamu'alaikum." Ucap Nesha dan Farhan bersamaan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Bu Wiwik dan anak anak panti.


" Apa kabar Bu?" Tanya Farhan menyalami Bu Wiwik dengan takzim bergantian dengan Nesha.

__ADS_1


" Alhamdulillah baik Nak Farhan, Kalian semua pasti baik kan?" Tanya Bu Wiwik.


" Iya Bu, Maaf tahun kemarin tidak ke sini." Ucap Nesha. Ya karena tahun kemarin bertepatan dengan Nesha lahiran Gama. ( Jika author salah ngitung maafin ya.. Anggap aja gitu ha ha).


" Tidak masalah walau kalian tidak kemari tapi barang barang yang kalian beri sampai ke sini semua, Terima kasih Nak Nesha dan Nak Farhan, Tanpa bantuan kalian Ibu tidak tahu bagaimana nasib panti ini." Ucap Bu Wiwik.


" Sama sama Bu, Jangan di pikirkan yang terpenting jaga kesehatan Ibu." Sahut Nesha dan Farhan bersamaan.


" Baiklah... Anak anak ayo ucapkan selamat ulang tahun pada Nathan dan Gama." Ucap Bu Wiwik.


" Selamat ulang tahun Nathan dan Gama." Ucap mereka serempak.


" Makasih Kakak Kakak semua." Sahut Nathan.


" Mari kita mulai acaranya dengan berdoa untuk Nathan dan Gama ya." Ujar Bu Wiwik.


Bu Wiwik mulai memimpin doa untuk kebaikan kedua putra Farhan. Mereka meminta kebahagiaan selalu tercurah untuk keluarga Farhan, Rejeki melimpah supaya bisa terus membantu keuangan panti dan kesuksesan Farhan dan Gama dunia akhirat.


" Terima kasih buat adik adik semuanya yang sudah mendoakan Nathan dan Gama, Kami sekeluarga juga berdoa semoga adik adik semua panjang umur, Selalu di limpahkan kesehatan, Menjadi anak yang sholeh dan sholeha, Serta di beri kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat." Ucap Nesha.


" Amien." Seru anak anak panti serempak.


Setelah acara berdoa selesai di lanjut acara makan makan. Selesai makan mereka bermain bersama. Nathan dan Gama bergabung bersama anak anak panti. Sedangkan Farhan dan Nesha duduk bersama Bu Wiwik sambil berbincang. Sesekali Nesha mengawasi kedua putranya dari jauh.


" Huaaaa."


Terdengar tangisan Gama membuat Nesha dan Farhan menoleh ke arah mereka yang sedang bermain.


" Adikmu aja yang cengeng gitu aja nangis, Lagian pelit amat pinjam mainannya aja nggak boleh." Sahut anak itu.


" Adikku masih kecil jadi bisanya cuma nangis, Sini kalau berani sama aku." Tantang Nathan berkacak pinggang di depan anak itu.


Nesha menghampiri mereka, Ia tidak mau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada kedua putranya atau pun anak itu.


" Sayang..." Ucap Nesha.


" Kenapa hm?" Tanya Nesha menatap Nathan dan anak itu bergantian.


" Tidak pa pa Mi, Bukan masalah besar." Sahut Nathan menurunkan kedua tangannya dari pinggangnya.


" Beneran?" Tanya Nesha memastikan.


" Iya Mi jangan khawatir." Sahut Nathan.


" Pergi sono awas kalau berani buat adikku nangis lagi, Aku jitak pala'mu." Ancam Nathan melotot ke arah anak yang merebut mainan Gama membuatnya takut lalu menjauh dari Nathan. Nathan berbicara seperti orang dewasa bahkan Nesha sampai melongo.


" Sayang.... Nathan nggak boleh gitu donk sama temennya, Nggak baik sayang." Ujar Nesha berlutut di depan Nathan.


" Kalau dia nakalin Athan, Athan mungkin diam saja Mi, Tapi dia nakalin Dek Gam, Ndak akan Athan biarin dia nyakitin Dek Gam akan Athan ghetok kepalanya." Sahut Nathan tidak terima.


Ya itulah Nathan, Ia akan marah jika ada yang mengganggu Gama bahkan di kompleks rumahnya jika ada yang membuat Gama menangis pasti akan Ia marahi, Jika anak itu melukai Gama, Nathan tidak segan segan membalasnya. Beda cerita kalau Gama yang nakal lebih dulu, Ia akan menerima kemarahan dari orang tua anak itu.


" Ya sudah sekarang mau mainan lagi atau mau pulang?" Tanya Nesha.

__ADS_1


" Dek Gam mau main apa mau pulang?" Nathan justru bertanya pada Gama.


" Dek Gam mau pulang?" Tanya Nathan di depan Gama. Gama menganggukkan kepalanya.


" Pulang Mi." Ujar Nathan.


" Baiklah kita pamit dulu sama Bu Wiwik ya." Ucap Nesha.


" Ayo Dek Bang Athan gandeng." Ujar Nathan menggandeng pelan tangan Gama berjalan menghampiri Farhan.


" Kenapa?" Tanya Farhan.


" Ndak pa pa Pi, Bang Athan sama Dek Gam mau pulang." Sahut Nathan.


" Baiklah, Bu saya pulang dulu terima kasih sudah merayakan ulang tahun Nathan dan Gama." Ucap Farhan.


" Sama sama, Hati hati ya di jalan." Sahut Bu Wiwik.


" Iya Nek." Sahut Nathan.


" Kami pulang dulu Bu, Terima kasih." Pamit Nesha mencium punggung tangan Bu Wiwik.


" Hati hati sayang." Ucap Bu Wiwik.


" Iya Bu." Sahut Nesha.


" Assalamu'alaikum." Ucap Mereka bersamaan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Bu Wiwik.


Nathan kembali menggandeng Gama menuju mobilnya. Setelah semua sudah siap di dalam mobil, Farhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang kembali ke rumahnya.


Bang Nathan Nih



TBC.....


*Jangan lupa like dan komentnya di setiap babnya ya.....


Beri author mawar donk biar lancar halunya....


Miss U All....


Jangan lupa dukung dan baca juga cerita auhor yang lain ya....


Yang terbaru " Ternyata Dia hanya Milikku"


Ada " Pria cacat itu Suamiku"


Ada juga " Suamiku Kakak Angkatku"


Author tunggu suport kalian di sana ya*...

__ADS_1


__ADS_2