
" Saka sudah siap belum?" Teriak Papa Alex dari bawah tangga.
" Iya Pa." Sahut Saka menuruni anak tangga dengan pelan.
" Anak Papa udah ganteng rupanya, sudah siap ketemu Kakakmu?" Tanya Papa Alex.
" Sudah Pa." Sahut Saka.
" Ayo." Ajak Papa Alex menggandeng tangan Saka.
" Pa apa nanti Kak Valen mau menerimaku sebagai adiknya?" Tanya Saka sambil berjalan mengikuti Papa Alex.
" Ya mau lah sayang, kan emang Kak Valen sendiri yang meminta Papa buat mengadopsimu." Sahut Papa Alex.
" Terima kasih Pa sudah mau mengadopsiku, aku tidak tahu mau kemana kalau aku tidak bertemu dengan Papa." Ujar Saka.
" Iya sayang, maka dari itu jadilah anak yang baik, yang kelak bisa mengurus Papa yang semakin tua ini, Kakakmu sudah memiliki keluarga sendiri jadi tidak bisa mengurus Papa, kalau kamu besok kan tidak akan kemana mana, jadi kamu yang akan mengurus dan menemani Papa di sisa umur Papa ini." Ucap Papa Alex.
" Saka berjanji Pa akan menjadi anak yang baik buat Papa." Sahut Saka.
" Ya udah sekarang masuk mobil." Ucap Papa Alex membukakan pintu mobilnya.
" Makasih Pa." Ucap Saka masuk ke dalam mobil.
Papa Alex memutari mobil lalu duduk di belakang kemudi. Papa Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Nathan.
Sekitar tiga puluh menit Papa Alex sampai di kediaman Nathan. Papa Alex menggandeng tangan Saka masuk ke dalam rumah keluarga Nathan.
" Assalamu'alaikum." Ucap Papa Alex.
" Wa'alaikumsallam." Sahut Mami Nesha daei dalam.
" Oh Pak Alex, silahkan masuk Pak." Sambung Mami Nesha.
" Terima kasih Nyonya." Sahut Papa Alex.
" Halo Tante." Sapa Saka.
" Halo sayang, gimana kabarmu?" Tanya Mami Nesha.
" Baik Tante." Sahut Saka menyalami Mami Nesha.
Mami Nesha berjalan menuju ruang keluarga di ikuti Papa Alex dan Saka dari belakang. Hari ini Weekend jadi keluarga Ardiansyah berkumpul di ruang keluarga tapi tanpa Luci dan Gama tentunya karna kondisi Luci belum pulih pasca melahirkan.
" Saka." Ucap Irvan membuat semuanya menoleh ke arah Saka.
" Halo Om." Sapa Saka mendekati Irvan.
" Halo sayang." Sahut Irvan memangku Saka.
" Halo Tante." Sapa Saka menatap Cia.
" Hmm." Gumam Cia acuh.
" Sayang nggak boleh gitu donk sama anak kecil." Ujar Irvan.
" Emang aku ngapain? Aku nyubit dia atau aku ngebentak dia?" Tanya Cia sinis.
Entah kenapa Cia tidak menyukai kehadiran Saka. Ia sendiri juga tidak tahu apa alasan tepatnya. Atau mungkin karna hormon kehamilannya?
__ADS_1
Irvan menghela nafasnya kasar melihat sikap dingin Cia.
" Sayang duduk sini ya, kaki Om pegal nih! Ternyata kamu sudah besar ya." Ujar Irvan mendudukkan Saka di sofa sebelahnya. Ia tahu kalau Cia tidak menyukai Saka dan Ia tidak mau membuat Cia marah.
" Saka sayang, kenalkan itu Kakakmu." Ucap Papa Alex menunjuk Valen.
Saka menatap Valen yang sedang tersenyum ke arahnya.
" Kak Valen?" Tanya Saka.
" Iya... Sini sama Kakak." Ucap Valen merentangkan kedua tangannya.
Saka segera mendekati Valen. Ia masuk ke dalam pelukan Valen.
" Ternyata kamu lebih tampan dari yang Kakak bayangkan." Ucap Valen.
" Makasih Kak sudah menerimaku menjadi adikmu." Ucap Saka.
" Tentu sayang... Dari dulu Kakak ingin mempunyai adik, tapi sayangnya tidak bisa." Ujar Valen.
" Kenapa Kak?" Tanya Saka polos.
" Karna Mama Kakak sudah meninggal." Sahut Valen.
" Maaf ya Kak." Ucap Saka.
" Tidak masalah sayang." Sahut Valen.
" Kak, yang mana yang menjadi adikku?" Tanya Saka menatap Nathan yang sedang memangku Erald dan Ria yang sedang memangku Fara.
" Yang cewek itu namanya Fara, dia akan menjadi adikmu." Ucap Valen menunjuk Fara.
" Halo Erald, kenalin aku Om Saka." Ucap Saka menggenggam tangan mungil Erald.
" Halo Om... Aku Erald." Sahut Nathan menirukan suara anak kecil.
" Pa... Pa... Pa ehe... he...." Celoteh Erald sambil tertawa.
" Dia ketawa Bang." Ujar Saka.
" Iya dia senang di sapa sama Om tampan sepertimu." Sahut Nathan.
" Cepat besar ya, nanti Om ajak Erald jalan jalan, tapi tenang aja Om akan sering sering main ke sini deh, bolehkan Pa?" Tanya Saka menatap Papa Alex yang sedang berbincang dengan Papi Farhan.
" Kenapa sayang?" Tanya Papa Alex menoleh ke arah Saka.
" Aku mau sering sering main ke sini buat nemenin Erald, boleh nggak Pa?" Ucap Saka mengulang pertanyaannya.
" Tanyakan itu pada Kakak sama Abangmu, mereka terganggu tidak kalau kamu sering main ke sini." Ujar Papa Alex.
" Boleh nggak Kak?" Tanya Saka menatap Valen.
" Boleh donk." Sahut Valen.
" Yei... Makasih Kak." Ucap Saka kegirangan.
" Gantian sapa Fara juga donk Bang Saka." Ujar Ria.
Saka menoleh ke arah Ria.
__ADS_1
" Ah baiklah Kak, maaf ya sampai lupa sama Fara." Ucap Saka.
" Erald Om gantian ke dedek Fara ya." Ujar Saka mencium pipi Erald.
Melihat rambut di depan mata Erald segera menarik dengan tangannya membuat Saka mengaduh.
" Aduh aduh sakit Erald." Keluh Saka menahan rambutnya.
" Ha ha ha...." Semua orang tertawa melihat tingkah kedua bocil yang saling berebut rambut.
" Sayang nggak boleh gitu sama Omnya, nanti Omnya nangis lhoh." Ujar Nathan membantu Erald melepaskan rambut Saka.
" Om nanti ke tukang cukur ya buat mendekin rambutnya, biar kalau main sama Erald nggak di jambak lagi." Ujar Valen.
" Iya Kak." Sahut Saka.
Saka menghampiri Ria yang masih memangku Fara.
" Halo dedek Fara, bagaimana kabarmu?" Tanya Saka menoel pipi Fara membuat Fara tertawa.
" Kabarku baik Bang Saka, kalau Abang gimana?" Tanya Ria mewakili Fara.
" Abang baik Adek... Adek kok cantik banget sih." Ujar Saka.
" Abang juga ganteng." Sahut Ria.
" Eh stop stop! Kok malah saling menggoda sih? Ria mereka masih kecil Dek, kamu ini." Ujar Valen.
" Ah iya Kak maaf, suka kelupaan." Sahut Ria.
" Kalau mau ngegombal nanti sama Davian aja." Cebik Cia.
" Yei suka suka gue donk." Sahut Ria.
Saka menatap Cia dan Ria secara bergantian.
" Kenapa Saka?" Tanya Ria menatap Saka yang sedang kebingungan.
" Kalau Saka lihat lihat, kok Tante Ria sama Tante Cia wajahnya sama." Ujar Saka menggaruk kepalanya.
" Oh ya Kakak lupa bilang sama kamu kalau Kak Ria sama Kak Cia kembar sayang." Sahut Valen.
" Oh kembar ya..." Gumam Saka.
" Tapi sikap mereka berbeda Kak." Sambung Saka polos.
" Berbeda gimana?" Tanya Davian.
" Tante Ria baik dan nggak galak sama Saka, tapi kalau Tante Cia....." Saka menggantung ucapannya.
" Kembar tidak berarti sama Saka, wajah mungkin bisa sama tapi katakter tetap berbeda, tapi Kak Cia sebenarnya orang baik kok, mungkin karna Kak Cia sedang hamil jadi moodnya suka berubah ubah." Terang Valen.
" Oh gitu ya Kak." Sahut Saka.
TBC.....
Jangan lupa like koment dan votenya...
Miss U All....
__ADS_1