
Baca dan dukung juga ya kisah AROON dan KINAN yang tak kalah seru dari kisah Mila dan Imran di *TE**RNYATA DIA HANYA MILIKKU*.
Mohon doa dan dukungannya di sana supaya popularitasnya bisa menyusul seperti kisah Nathan dan Valen ya.......
Author berencana membuat Kisah Valeria di sini juga ya... Author selipin di bab saja.
...AUTHOR MENGUCAPKAN...
...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H...
...MINAL AIDZIN WALFAIDZIN...
...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...
Jika ada salah kata dalam menyapa para readers atau pun dalam menyajikan cerita kurang berkenan di hati kalian semua....
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini Cia hendak pergi ke Luar Negri untuk belajar berbisnis bersama Dika atas utusan Papa Alex. Papa Alex ingin Cia memimpin perusahaannya yang berada di kota S nantinya. Awalnya Papi Farhan menolaknya karna merasa tidak enak hati dengan keluarga Valen, tapi Papa Alex merasa wellcome, Ia fine fine aja karna Papa Alex menganggap mereka semua keluarga. Sedangkan Ria membantu Gama di Bank yang di kelola oleh Gama saat ini. Cia sedang berpamitan dengan keluarganya dengan perasaan sedih karna ini kali pertama Ia akan jauh dari keluarganya.
" Mami Papi, Cia pergi dulu ya, Cia janji akan membawa kesuksesan nantinya." Ucap Cia.
" Iya sayang, hati hati selama di sana ya, jangan membantah apa kata Dika." Ujar Mami Nesha.
" Iya Mi, jangan khawatir hanya enam bulan aku di sana Mi." Ujar Cia. Mami Nesha beralih ke Dika.
" Dika, Tante titip Cia ya, kalau dia nakal jewer aja telinganya, marahi dia kalau dia malas belajar ya." Ujar Mami Nesha.
" Aku akan berusaha untuk menjaganya Tan." Sahut Dika.
" Kakak... Doain aku supaya aku bisa cepat memahami ilmunya dan bisa cepat pulang ya." Ucap Cia memeluk Valen.
" Tentu sayang, belajarlah dengan giat supaya saat pulang nanti kamu sudah siap menjadi pemimpin cabang perusahaan Kakak." Ujar Valen melepas pelukannya.
" Valen." Panggil Gama.
Valen menoleh ke arah Gama di ikuti semua orang yang ada di sana.
" Ya." Sahut Valen.
" Kalau aku yang pergi di peluk kaya' gitu juga nggak?" Seloroh Gama.
" Kamu mau buat masalah sama Abang?" Tanya Nathan melotot ke arah Gama.
" Ampun Bang jago." Ucap Gama.
" Ya sudah aku pergi dulu, sampai bertemu kembali semuanya." Ucap Cia berdada ria.
__ADS_1
Setelah kepergian Cia, Valen pamit untuk berangkat ke perusahaannya. Ia berjalan keluar rumah menuju mobil jemputannya.
" Yank." Panggil Nathan.
" Ya Mas." Sahut Valen menghentikan langkahnya.
" Aku antar ya." Ucap Nathan.
" Aku di jemput sama Irvan Mas." Sahut Valen.
" Apa? Di jemput Irvan? Asistentmu?" Tanya Nathan memastikan.
" Iya Mas, kenapa?" Valen balik bertanya.
" Mas nggak suka, mending aku yang antar kamu saja." Ujar Nathan.
" Mas aku sama Irvan ada meeting dengan para petinggi perusahaan untuk membahas perusahaan Ardan yang aku akuisisi dan aku gabungkan dengan perusahaanmu Mas, jadi sekalian jalan aku menyuruh Irvan untuk menjemputku." Ujar Valen.
" Suruh Irvan jalan dulu aja, kamu sama aku." Ujar Nathan.
" Nggak bisa gitu donk Mas kasihan Irvannya." Ujar Valen.
" Ya udah terserah kamu aja Yank." Sahut Nathan masuk ke dalam mobilnya.
Blemmmm
Mobil Nathan berlalu melewati Valen begitu saja membuat Valen menggelengkan kepalanya. Valen membuka pintu mobil Irvan lalu masuk ke dalam.
" Pagi Nona." Sapa Irvan.
" Nggak usah formal gitu lah." Ucap Valen memasang sealbeltnya.
" Kan ini jam kerja, jadi aku harus menghormati atasanku." Ujar Irvan.
Ponsel Valen berdering tanda panggilan masuk. Ia mengambil ponsel di tasnya lalu mengangkat panggilannya.
" Hallo." Sapa Valen. Tidak ada sahutan, Valen menggenggam ponselnya tanpa sadar jika Ia belum memutuskan sambungan teleponnya.
" Kalau tidak di depan client panggil seperti biasa saja Van." Cebik Valen.
" Iya iya deh Valenku tersayang, Valenku yang paling cantik, Valenku yang paling aku cin.."
Klik....
Nathan mematikan sambungan teleponnya sebelum mendengar kelanjutan ucapan Irvan. Hatinya memanas mendengar ucapan Irvan kepada Valen yang seperti ucapan pria pada kekasihnya. Nathan menggenggam erat ponselnya. Awalnya Ia ingin menelepon Valen untuk meminta maaf karna audah bersikap kekanakkan, tapi saat Valen mengangkat panggilannya, lidahnya justru kelu tidak bisa berbicara walau hanya mengucapkan kata maaf saja. Tapi di luar dugaan justru Nathan yang mendapat kejutan yang sangat menusuk hatinya.
" Apa ini sayang.... Apakah kau bermain di belakangku? Ataukah aku yang tidak menyadari jika sebenarnya aku sedang kau bohongi? Apa keputusanmu memaafkanku hanya kepalsuan belaka? Ada apa sebenarnya denganmu? Kau tidak hanya dekat dengan Naren tapi kau juga dekat dengan Irvan, bahkan Irvan memanggilmu dengan panggilan sayang... Apa ini artinya kau punya hubungan lebih dengannya?" Monolog Nathan penuh pertanyaan dan mencoba mencari jawabannya namun hanya sia sia saja.
__ADS_1
Nathan melanjutkan perjalanannya menuju kantor. Sesampainya di kantor, Ia segera masuk ke dalam ruangannya. Nathan menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk karna Dika tidak membantunya.
Tok tok tok
Pintu terketuk dari luar.
" Masuk." Ucap Nathan dari dalam.
Ceklek....
Seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam. Nathan menatap seseorang yang sedang berjalan menghampirinya.
" Meli." Ucap Nathan menatap heran ke arah Meli.
" Nathan." Panggil Meli.
" Ada perlu apa kau datang kemari?" Tanya Nathan beranjak mendekati Meli.
" Aku mau minta maaf sama kamu, dan aku ingin meminta bantuanmu." Ujar Meli.
" Maaf Mel kali ini aku tidak bisa membantu apa apa, aku tidak punya kuasa apapun." Sahut Nathan.
" Vernathan ku mohon." Ucap Meli menggenggam tangan Nathan.
" Lepas Mel." Ucap Nathan menepis tangan Meli
" Than... Papaku sakit keras setelah istrimu mengambil alih perusahaannya, dan ayah dari bayi yang aku kandung tidak mau bertanggung jawab kepadaku... Hiks.... Aku harus bekerja membanting tulang dalam kondisi hamil untuk makan kami sehari hari Than, apa kau tidak merasa kasihan dengan teman kecilmu ini? Kau tahu bukan kalau aku juga penyakitan." Terang Meli.
Deg....
Nathan menatap Meli yang penampilannya jauh dari sebelumnya. Kali ini Meli terlihat kusam tak terurus.
" Apakah aku sudah keterlaluan dengannya? Haruskah aku membantunya? Tapi bagaimana dengan Valen? Apakah Ia akan mengijinkan aku membantu Meli? Ya Tuhan.... Kenapa aku harus selalu berada dalam posisi yang rumit seperri ini." Gerutu Nathan dalam hatinya.
" Aku mohon bantu aku Than, Papaku butuh perawatan supaya sembuh dari sakitnya, tapi saat ini aku tidak punya apa apa, aku tidak punya uang sama sekali." Ujar Meli menghiba membuat hati Nathan tak tega. Bagaimanapun Meli adalah teman kecilnya.
" Baiklah aku akan membantu biaya pengobatan Papamu tapi setelah aku membicarakan semua ini pada istriku." Ujar Nathan.
" Aku mohon jangan bilang kepada istrimu, aku malu padanya Than, aku merasa kecil di hadapannya, ku mohon jangan bilang sama Valen." Ucap Meli mengatupkan kedua tangannya.
" Baiklah aku membantumu karna rasa kemanusiaan dan aku harap kamu tidak sedang membodohiku kali ini." Ujar Nathan.
" Terima kasih Vernathan, terima kasih." Ucap Meli tiba tiba memeluk Nathan bersamaan dengan pintu ruangan Nathan yang terbuka dari luar.
" Apa apaan kamu Mas?" Teriak Valen.
Ha ha ha... Kepergok kan???
__ADS_1
TBC......