Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
128. Ultah


__ADS_3

Hari ini merupakan hari ulang tahun Fara dan Erald yang pertama. Valen sengaja memundurkan pesta ulang tahun Erald supaya bareng sama Fara. Toh mereka hanya berbeda hampir satu bulan saja. Valen dan Ria ingin keluarga berkumpul di hari ini, itulah sebabnya keduanya membuat acara tepat di tanggal kelahiran Fara.


Tidak ada pesta ataupun tiup lilin dan potong kue atau semacamnya. Yang ada hanya acara kumpul kumpul sambil makan malam bersama.


Setelah makan malam selesai, mereka semua berkumpul di ruang keluarga yang di gelari karpet bulu untuk lesehan di sana. Semua cucu Mami Nesha berkumpul membuat suasana menjadi ramai sekali. Ada Erald, Fara, Arsen, twins dan jangan lupakan putri kecil Azza dan Dika yang bernama Humairah Azzahra yang di panggil Aira oleh kedua orang tuanya. Babby Aira lahir tiga bulan yang lalu sebelum Cia melahirkan si kembar.


" Lihatlah Erlad sama Fara, jalannya masih lucu ya." Ucap Mami Nesha sambil menggendong Vebby.


" Iya Mi, mereka terlihat seperti kembar." Sahut Ria.


" Azza anak kamu imut banget pakai kerudung gitu, kelihatan cantik banget deh." Ucap Valen menatap Aira.


" Makasih Kak." Ucap Azza yang sedang memangku Aira.


" Wajahnya mirip banget sama Kak Dika, ini membuktikan kalau Kak Dika lebih mendominan nih." Seloroh Valen.


" Ya iya lah Len, orang akunya udah pengin banget punya babby." Sahut Dika.


" Gimana rencana pernikahan Naren Kak? Apa jadi di laksanakan minggu depan?" Tanya Valen.


" Iya Len, kamu udah nerima undangannya kan? Jangan lupa datang ya." Ujar Dika.


" Insyaallah Kak, akan aku usahakan." Sahut Valen.


" Kalau kamu nggak datang, aku jamin Naren akan membatalkan pernikahannya." Canda Dika.


" Ya nggak mungkin lah Kak, dia sudah punya calon istri jadi dia pasti udah move on lah dari aku." Sahut Valen.


" Ya coba aja kalau kamu nggak percaya." Ucap Dika.


" Lihat besok ya." Ujar Valen.


" Ok siapa takut, kita buktikan jika ucapkanku pasti benar, Naren menyuakimu sejak kalian masih remaja jadi nggak mungkin dia bisa move on gitu aja." Ujar Dika.


" Berarti kamu juga gitu donk Dik?" Tanya Nathan tiba tiba.

__ADS_1


" Maksudnya?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Eh... Enggak tahu tuh Nathan." Sahut Dika.


" Maksud ucapan Mas Nathan apa Kak?" Tanya Valen menatap Dika dengan tatapan menyelidik.


" Ya aku nggak tahulah apa maksudnya Nathan." Kilah Dika.


" Jangan bohong Kak, aku juga tahu kok." Sahut Cia.


" Apa maksudmu Cia?" Tanya Dika menatap Cia.


" Jujur saja! Kamu, Mas Irvan, Kak Gama dan Abang." Ucap Cia menunjuk satu persatu orang yang Ia sebutkan.


" Dan Kak Naren... Kalian semua pernah mencintai Kak Valen kan?" Tebak Cia membuat yang Ia sebut namanya merasa gugup.


" Benar begitu?" Tanya Mami Nesha menatap putra dan menantunya.


Hening...


Semuanya diam tidak ada yang menjawab ataupun menyangkal sedikit pun. Dika menatap Azza yang tersenyum ke arahnya. Ia merasa takut jika Azza akan kecewa dengan dirinya karena tidak terbuka dengan Azza selama ini tentang perasaannya kepada Valen.


Irvan, Gama, Dika dan Nathan menundukkan kepalanya. Nathan merutuki kebodohannya yang mengucapkan hal unfaedah itu. Jika para istri mereka tidak terima makan masalah ini akan menjadi bom nuklir untuk mereka semua.


" Nathan... Kenapa mulutmu tidak bisa kau kunci rapat rapat... Mati aku kalau Azza, Luci dan Cia marah sama suami mereka, apalagi Valen... Dia pasti akan memberondongku dengan pertanyaan pertanyaan rumitnya." Gerutu Nathan dalam hatinya.


" Maaf Tante jika aku lancang menjawab pertanyaan Tante, semua orang akan pasti akan menyukai wanita sebaik Kak Valen termasuk diriku Tante, dan maaf semua pasti punya masa lalu, biarlah di masa lalu mereka menyukai ataupun memcintai Kak Valen karena itu anugerah dari yang Maha Kuasa, yang terpenting sekarang mereka semua mencintai istri mereka, bukan Kak Valen ataupun wanita lainnya." Ujar Azza membuat Mami Nesha menatap kagum ke arahnya.


" Ah iya sayang kau benar, tidak ada pria yang tidak mencintai Valen setelah melihatnya, Mami beruntung memilikimu menjadi menantu Mami Valen." Ucap Mami Nesha menatap Valen.


" Aku juga Mi, aku beruntung banget bisa menjadi anak Mami." Sahut Valen.


" Ya sudah masalah ini kita tutup sampai di sini, sekarang kita bicarakan yang lain saja." Ucap Nathan.


" Oh ya Kak, gimana kabarnya Saka? Udah lama lhoh kami nggak ketemu, sekarang Saka juga jarang main ke rumah, apa dia nggak mau lagi main sama kami? Atau ada alasan lainnya Kak? Kalau boleh aku tahu kenapa ya Kak?" Tanya Azza menatap Valen.

__ADS_1


" Bukannya dia nggak mau main ke rumah kalian, dia justru penginnya main bareng sama Aira, dan terutama si kembar, tapi Kakak melarangnya Za, sekarang Saka mainnya ke sini, Kakak nggak mau kalau Saka merepotkan dan mengganggu waktu kalian semua, jadi biar aja Saka bermain di sini sama Erald." Sahut Valen.


" Kalau saat ini Saka ada di rumah sama Papa, dia akan ke sini besok siang aja." Sambung Valen.


" Kenapa besok siang Kak? Kenapa tidak sekarang aja?" Tanya Ria.


" Kakak melarangnya karena Kakak takut Saka malah mengganggu anak anak kalian, soalnya kan Saka suka banget sama anak kecil." Sambung Valen.


" Ganggu gimana Kak? Aku malah seneng lhoh kalau Saka mau main ke rumah atau main sama Aira, kan hitung hitung buat nemenin aku sama Aira Kak." Ujar Azza.


" Lagian Mas Dika juga nggak keberatan kok Kak kalau Saka main ke rumah, kasihan kan dia kalau nggak ada temannya di rumah, dia pasti badmood, lagian kalau dia di rumah terus juga nggak baik buat tumbuh kembangnya Kak, biarkan lah dia bereksplorasi sesuai keinginannya, kalau aku pribadi mau Saka main ke rumah Azza ayo, mau main ke rumah Kak Valen juga ayo, suka suka dia aja Kak biar dia seneng, biar dia melupakan sedikit masalahnya." Ujar Azza.


" Jujur aku kasihan sama Saka Kak, dari kecil dia sudah kesepian, di tambah dia harus mengalami kenyataan pahit atas apa yang menimpa dia dan keluarganya, dan sekarang dia menjadi... Maaf... Sebatang kara, aku nggak bisa ngebayangin jika aku ataupun anakku mengalami hal buruk seperti itu Kak, jadi mulai besok biarkan dia bermain ke rumahku ya Kak, dan aku mohon jangan batasi pergerakkannya, biarkan dia bergerak bebas semau dia." Ucap Azza.


" Terima kasih Za atas pengertiannya, mulai besok Kakak tidak akan melarang Saka lagi, Kakak akan melungkan waktu untuk membawanya jalan jalan bersamaku atau pun sekedar ke rumahmu." Sahut Valen.


" Iya Kak, pintu rumahku selalu terbuka untuk kalian, bukan begitu Mas Dika?" Tanya Azza menatap Dika.


" Tentu sayang, terima kasih sudah menjadi yang terbaik untuk kami." Ucap Dika merangkul pundak Azza.


" Sama sama Mas." Sahut Azza lembut.


Irvan melirik ke arah Cia yang menundukkan kepalanya. Pemikiran Azza dan Cia sungguh jauh berbeda. Irvan berharap suatu saat nanti Cia bisa berpikir seperti Azza.


" Subhanallah istriku... Aku sangat bahagia bisa mendapatkan wanita sepertinya ya Allah." Batin Dika.


" Seandainya Cia bisa berpikir seperti itu, aku yakin Valen tidak akan melarangnya ke rumahku, dia melakukan ini karena memikirkan perasaan Cia yang menurutku terlalu egois." Ujar Irvan dalam hati.


" Ya Tuhan.... Apakah aku sudah keterlaluan karena memendam rasa tidak suka kepada anak sekecil Saka? Maafkan aku ya Tuhan..." Batin Cia.


TBC....


Ngomongin soal Saka kok Author mewek sendiri ya.... Adakah yang sama????


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat ya....

__ADS_1


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author... Semoga sehat selalu.....


Miss U All....


__ADS_2